Bab 17. Papa Mama minta dikenalkan
Pintu ruangan dibuka oleh seorang seorang suster. Selamat pagi ibu... suster itu melihat maminya Frans sudah terbangun dan sedang duduk di kasurnya.
Pagi suster, jawab maminya Frans lembut. Maaf ya, anak saya masih ngorok tuch sambil menunjuk Frans yang masih terlelap.
Frans... Frans bangun, maminya memanggil. Frans tidak mendengar, karena masih bermimpi indah. Kita bersihkan badan dulu ya bu... ucap suster.
Pintu kamar Michele di ketok oleh mamanya, tetapi tidak ada jawaban dari dalam kamar Michele. Mamanya langsung membuka pintunyapintu pelan-pelan dan melihat anaknya masih tidur dengan bantal guling yang sudah terjatuh di lantai dan badcover yang acak-acakan
Mamanya mengambil bantal guling dan lalu melemparnya di atas kepala Michele, lalu membuka hordeng dikamarnya.
Melihat ada sinar terang masuk ke kamarnya, Michele membuka matanya pelan-pelan...
“Michele.. bangun” sudah jam 7 pagi ini. Kamu gak olah raga? Tanya mamanya Michele. Hmmmm apaan sich ma... ganggu tidur saja. Ini sudah jam berapa Michele...
Michele melihat ke arah jam di dinding, dan tiba-tiba langsung duduk di ranjangnya. Kenapa lagi ini anak, kata mamanya.
Hmmm, gak apa-apa ma ... Michele berlari ke arah kamar mandi dan langsung mandi. Kamu habis mandi turun sarapan yach, maminya berkata sambil keluar kamar.
Setelah selesai mandi, Michele ke meja riasnya sambil berpikir mau kemana tujuan hari liburnya ini. berfikir kalau ke rumah sakit sekarang enak gak ya? Itu manusia sudah bangun belum ya? Maksud Michele adalah Frans.
Tiba-tiba Hp Michele berbunyi... siapa sich pagi-pagi sudah telphone, ucap Michele dalam hati.
Frans ... hehehehe sudah bangun dia, pasti kangen sama diriku.
“Pagi sayang” ucap Frans sedikit berbisik. Lagi apah?
“Halo sayangku juga, sudah bangun ya? “ kenapa pelan banget sich suaranya kamu.
Ada mami di sini, gak enak kalau keras-keras.
“Oh begitu, jadi kamu takut sama mami ketauan ya, pacaran sama aku”
Oh bukan begitu, aku belum kasih tahu mami soal hubungan kita. Nantilah kalau ada saatnya yang tepat kasih tahu mami, baru. Kamu ke mana, hari ini say... mau gak tolong aku.
“Kenapa dengan kamu” Michele bertanya curiga. Jawab jujur ya Frans.
Hmmm... Kasih tahu gak ya?
“Cepet dech gak pakai bercanda”
Hmm aku salah bawa baju say... aku pikir hari ini kerja, ini kan hari sabtu. Kita kan libur... Frans tersenyum sendiri.
“Teruuus....” kata Michele penasaran.
Ya nanti temenin aku ke mall seberang beli baju yach...
“Ya sudah, kamu mandi dulu dech, nanti ke mall beli baju dan langsung ganti di sana”.
Baiklah tuan putriku, kamu gak mau ikutan?
“Mulai dech... “ Tunggu aku !!!
Telphone langsung dimatikan Michele. Dan setelah berpakaian dengan kemeja blus putihnya dan celana jeans. Michele menuju ke meja makan, dimana papa dan mamanya sudah menunggu.
Loh, pagi-pagi mau kemana nich anak papa. Kamu gak sarapan dulu? Gak pa … buru-buru di tunggu temen ucap Michele… “Temen atau temen?” mamanya memotong pembicaraan. Paling juga janjian sama Frans, ya kan?!?
Ich koq mama tau sich, ucap Michele dalam hatinya. Kalau kamu sudah yakin bawa ke rumah dong, kenalkan papa mama, jangan di umpetin sendiri, “Kata papanya”. Michele hanya terdiam sambil meminum tehnya cepat, agar tidak terlalu banyak pertanyaan yang di tanya papa mamanya nanti.
Oh iya mereka sudah pernah aku ceritakan beberapa hari lalu, lupa gue …. Ucap Michele dalam hati. Sudah ach … Michele pergi dulu …. Michele mencium papa dan mamanya, dan langsung pergi…
Pak Soleh mana yach …
“Iya Non Michele” .
Ayo pergi …
“Siap Non”. Setelah di dalam mobil Michele berkata ke pak Soleh,. Kita ke rumah sakit kemaren yach … nanti pak Soleh tinggal saya di sana. Nanti non Michele mau dijemput jam berapa? Tanya pak Soleh. Tidak usah jemput saya pak, saya pulang sendiri ajah nanti, jelas Michele. Aduh non, jangan atuh, hubungi saya ajah non, jam berapapun saya jemput koq, Nanti saya di omelin Tuan non, jelas pak Soleh. Pak Soleh,… saya bilang pulang sendiri, sudah dech. Lagian saya bukan anak kecil lagi, ingat itu ! ucap Michele kesal.
Nanti pulang sama pak Frans yach non,’ ucap pak Soleh sambil tersenyum dan melihat kaca spion tengah ke arah Michele. Ich bapak sok tau banget dech … Ya tahulah non, saya tidak sengaja kan liat waktu non gandengan tangan dengan pak Frans di rumah sakit, jelas pak Soleh. Upssss …., ternyata pak Soleh melihat gue sama Frans waktu gandengan, gawat dech, pantesan mama papa tau, jangan-jangan mereka menyuruh pak Soleh buat mata-matai gue lagi … ucap Michele dalam hatinya. Melihat Michele yang sedikit bingung, pak Soleh berkata, “tenang non, saya belum bilang ke Tuan dan Nyonya koq” Michele hanya diam sambil melihat-lihat Hpnya.
Pak Frans orangnya baik loh non, dulu waktu saya belum kenal pak Frans, di parkiran basement mobil ini bannya kempes, nah pak Frans yang liat saya sedang ganti ban, tiba-tiba datang dan bantuin saya ganti ban tanpa di mintai tolong. Nah yang lucu lagi … waktu saya makan di kantin, biasa supir-supir makan, saya lupa gak bawa dompet, hehehehe … pak Frans juga yang bayarin saya makan, eh supir lain malah ikutan di bayarin juga.
Nah sejak itu, saya kenal pak Frans … dan kalau ketemu sering kita ngobrol atau sekedar basa-basi. Karyawan lain mana mau ngobrol sama kita supir, cerita pak Soleh. Kenal lama dengan Frans kenapa baru cerita ke saya, ucap Michele. Lah non Michele gak tanya, ya saya gak cerita non. Saya pikir non gak bakalan tertarik pasti, dengan cerita itu non. Trus adalagi ? kata Michele penasaran cerita soal Frans. Oh ada non … ini waktu pak Frans jatuh dari motornya … “Apa?” jatuh dari motor potong Michele … “iya jatuh dari motor dua bulan lalu kalo gak salah... waktu saya telat jemput non di lobby, yang non marah-marah ke saya, inget kan non … saya di suruh berhenti sm non Michele. Nah kejadian itu pak Frans jatuh.
“Terus” … Michele penasaran. Ya waktu pulang kantor motor pak Frans di tabrak sama supirnya pak Guntur yang manager lantai sepuluh. Gak sengaja sich supirnya, karena dia ngelamun kayaknya. Saya taunya pak Frans sudah tergeletak di tolong supir-supir lainnya.
Terus supir itu ganti rugi? Tanya Michele, Gak non. gaji kita cuma seberapa sich non. Lagi pula pak Frans itu baik, dia gak mau di ganti sama supir pak Guntur. Kita-kita para supir malah mau urunan bantu. Ya gitu .. pak Frans malah pergi naik motornya.
Mobil sudah sampai di pelataran lobby rumah sakit, seorang satpam langsung membukakan pintu mobil Michele. Selamat pagi bu. Hormat pak satpam itu. Michele memang cukup di kenal di mana-mana, di group perusahaannya. Apalagi dia boss yang cantik dan baik, walau kadang galak juga ding.
Michele langsung menuju lift, Di depan lift juga sudah berdiri satpam yang siap membukakan pintu liftnya. Sesampai di dalam lift, Michele terasa aneh. Kenapa ada satpam yang membukakan pintu mobil dan lift. Sudah gitu dia tau lagi … gue mau ke mana. Ini pasti karena dokter Handoko yang suruh dech. Ya sudah, biarkanlah.
