Bab 16. Aku Percaya Kamu.
Apa yang sudah mereka lakukan akan menjadi cerita untuk kedua insan ini. Frans sudah menuruni bagian perut Michele dan mendekati bagian intim Michele. Dan terus di ciumnya hingga ke dua tangan Fran menuruni cd yang digunakan Michele.
Michele berkata dengan nafas menggebu-gebu dan berbisik di telinga Frans ... “Frans saya percaya sama kamu” dan badannya mulai mengencang kala Frans mencium bagian intim Michele. Dan lidah Franspun sudah main di area itu
Frans mendengar apa yang Michele ucapkan. Tangan Michele mendorong dan menarik kepala Frans agar tetap di sana. Frans mengetahui maksud keinginan Michele yang setelah sekian lama menikmati permainan ini. Frans berpindah ke ranjang sebelah Michele sambil terlentang menghadap langit-langit.
Michele merasa Frans sudah lelah, dan menduduki Frans, dan menggigit pelan bibir tebal Frans serta memainkan lidahnya. Terus dan terus hingga berhenti di bawah puser Frans dan melihat Frans yang memejamkan mata, sambil tangannya memegang kepala Michele. Melihat “adik angkat” Frans menegang keras, Michele perlahan menggemgam “adik angkatnya” naik turun dan mulai mencium dan membungkusnya ke dalam mulut Michele.
Tak terasa permainan mereka memanas dan sangat dalam untuk urusan seks. Frans tersadar dan menarik kepalas Michele dan saling berhadapan.
Michele sayang... cukup yach. Saya tidak ingin kamu kecewa terhadap saya. Saya wajib menjaga kamu dan mengingatkan kamu. Kamu tidak marah kan? Michele yang melihat Frans memasang muka cemberut, karena hasrat menggeloranya di hentikan sepihak oleh Frans. Diapun terdiam sesaat … Hingga akhirnya Frans memanggilnya.
Micheleeee sayang ... Kamu marah? Michele hanya tersenyum, melihat Frans, dan mengucapkan, “Terima kasih ya sayang”. Kamu sungguh perduli dan sayang sama saya yach. Dan entah kenapa, saya merasakan kamu memiliki saya seutuhnya, dan sayapun demikian ke kamu, kata Michele yang berbicara di dada Kekar Frans.
Berarti malam ini, hari ini kita sudah meresmikan hubungan kita ya. Ucap Frans serius. “Iya sayang” ucap Michele. Kamu seutuhnya milik aku ya Frans, inget itu !!! Aku juga milik kamu Frans. Awas kalau berani menggoda wanita lain. Tapi Frans, kalau aku mau minta lagi, boleh yach … yach … ? Minta apa ucap Frans. Michele tersenyum dan langsung mencium bibir Frans.
Frans berkata sambil mengangkat kepala Michele agar sejajar dengannya. “ Banyak orang yang suka sama kamu, bahkan ingin memiliki kamu” tetapi ternyata aku yang beruntung mendapatkan kamu ya. Sambil tertawa bahagia meledek Michele. Iyah kamu yang beruntung bisa melakukan seperti malam ini. Orang di kantor itu ya, hanya mau wanita sebagai obyek seks mereka saja ucap Frans. Kamu tidak begitu kan Frans? Yupe, aku gak suka kalau wanita dijadikan seperti tidak ada harganya.
Michele mencium bibir Frans lagi. Sudah ah, aku mau bersih-bersih dulu. Frans tanpa rasa malu berjalan tanpa pakaian apapun dan hanya membawa handuknya tadi ke kamar mandinya.
Michelepun mengambil semua pakaian dalamnya dan menyusul Frans. Sambil menatap cermin yang full dari atas hingga bawah lantai, mereka menatap milik pasangannya masing-masing sambil tersenyum lucu, lalu berjalan bersama ke bawah shower.
Setelah mandi malam bersama, dan mereka berdua sudah rapi seutuhnya. Kemudian mereka bergegas turun dari kamar Frans.Mulai sekarang panggilan saya kamu, jadi aku kamu ya Frans, ucap Michele. Atur ajah sayang … kata Frans.
Sekarang aku antar kamu pulang, aku harus bergegas ke rumah sakit. Aku takut mami gak bisa tidur, tunggu aku lagi dia...? Iya ... iya... sayang. Yang jelas hati Michele masih berbunga-bunga karena baru jadian sama Frans. Sekarang Michele merasakan dirinya sudah ada yang memiliki dan dia sudah memiliki Frans seutuhnya. Sedikit lebay... tapi itulah cinta jaman now kali yach.
Michele hendak menuju pintu yang menuju teras, tiba-tiba Frans menariknya. Sini sayang, kita pakai mobil saja, lagian bawaanku banyak... sambil menunjukkan bawaannya ada 2 tas. 1 baju kantornya, 1 lagi tas kerjanya... dan yang paling berat... kamuuu ! Ucap Frans. Enak ajah, aku disamakan sama barang, ucap Michele cemberut.
Frans mengambil kunci mobilnya. Dia keluar melalui pintu yang terletak dekat ruang tamunya yang tembus langsung ke garasinya. Di dalam garasi yang sudah ada 2 unit mobil. I BMW X5 terbaru, dan 1 lagi mobil Audi. A8L. malam ini Frans menggunakan BMW X5nya. Frans berjalan di depan Michele dan langsung membukakan pintu untuknya. “Silahkan Tuan Putri, Michele …. “ ucap Frans. Terima kasih bang Frans, canda Michele. Kamu koq tega sich, aku di panggil bang, emangnya bang becak … Michele tertawa dan langsung mencium pipinya Frans, yang sudah berada di belakang kemudi. Lalu Frans membuka pintu garasinya dan kemudian pintu pagarnya. Semua serba otomatis dengan remote. Mobil meluncur dengan cepat dan tidak selang beberapa lama, mobil sudah berada di depan rumah Michele. Jarak rumah Michele dan Frans tidak terlalu jauh, hanya 5 menit saja kalau lancar. Kalau pakai macet ya 10 menitan.
Sampai … ucap Frans. Makasih ya sayang ,,, kamu hati-hati ke rumah sakitnya yach. Jangan ngebut… “ingat ada aku yang menunggu kamu” ucap Michele sambil tersenyum. Iya sanyang… Michelepun mendapat hadiah kecupan di keningnya. Koq di kening? Michele protes … dan dia memejamkan matanya sambil mengarahkan mukanya ke muka Frans. Muaaaaach …cium Frans. Setelah Michele keluar dari mobil dan menutupnya, Frans langsung meninggalkan Michele, setelah Michele masuk ke dalam rumahnya.
Hati Michele yang masih berbunga-bunga terus tersenyum sambil membayangkan apa yang terjadi di rumah Frans tadi. Aku tidak menyangka hal yang memalukan tadi bisa terjadi pada diriku. Sepertinya aku bukanlah aku yang dulu. Mengapa aku mudah percaya dan yakin kepada Frans yach? pria cuek, suka bercanda, bawahannya pula. Yang terpenting bukan siapa dia di bawah atau di atas dariku, dia adalah pria yang aku cintai sekarang ini. Semoga saja dia tidak mempermainkan aku. Awas saja kalau berani.
Michele berjalan menuju kamarnya di lantai 2 sambil berjalan mengendap-endap pelan. Tiba-tiba lampu ruang tamunya menyala, betapa kagetnya Michele dan ia menoleh ke arah tempat saklar lampu berada.
“Eh papa” .... belum tidur? Ucap Michele memecah kagetnya setelah tahu itu papanya. Belum, papa haus ajah makanya keluar, ucap papanya.
“Kamu baru pulang, tumben ?” Habis dari mana, pulang pagi begini.
Eeeh .. tadi habis dari rumah sakit, ada teman yang maminya jatuh dan dibawa ke sana. Lalu Michele kumpul bareng teman-teman dan ngobrol sampai lupa waktu dech, itu penjelasan Michele ke papanya.
Sama Frans juga !!! , kata papanya. Koq papa bisa tahu kalau aku sama Frans juga. Jangan-jangan menyelidiki aku nich.
“Kenapa diam” potong papanya memecah lamunan Michele. Ehm.. iya pa... tadi pulang diantar Frans juga. Oh ya sudah, tidur sana... papa tanya itu ajah. Papanya mematikan lampu dan berjalan menuju kamarnya. Michelepun pergi menuju kamarnya.
Hadeeeh .... selamat akhirnya, ucap Michele setelah memasuki kamarnya, dan bersandar pada pintu. Ini belum berakhir, besok pasti papa mama akan mengintrogasi aku. Sekarang ganti pakaian dulu d.
Michele mengganti pakaian tidurnya dan pergi ke kamar mandi untuk gosok gigi. Lalu dia pergi tidur sambil memimpikan kejadian malam itu yang sungguh indah.
Frans tiba di rumah sakit dan ia langsung menuju ruangan mamanya dirawat. Frans membuka pintu geser ruangan itu dan pelan-pelan masuk untuk menaruh barang2 yang dia bawa. Dan menyiapkan sofa kasur yamg bisa di rubah menjadi tempat tidur .
Kamu baru datang Frans? Ucap maminya yang terbangun. Eh iya mi.. mami tidurlah.. ucap Frans. Baiklah... kata maminya sambil memiringkan badannya ke kiri.
Kayaknya ada yang salah nich, apa yach? Sudah ah, besok ajah mikirnya. Mendingan tidur... Frans sudah merapikan tempatnya untuk tidur dan mulai memiringkan badannya, wajahnya tersenyum sambil memikirkan hal yang terjadi tadi.
