Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

WANITA POSESIF

Ingatannya kembali pada saat dirinya masih berada dalam sambungan telepon dengan Taksis saat kecelakaan itu terjadi. Telinganya dengan jelas mendengar suara wanita dari lokasi terjadinya kecelakaan tersebut.

“Kak, Kakak bangunlah! Tolong bangunlah! Maafkan aku, kamu harus baik-baik saja. Kak .... Kumohon jangan seperti ini! Kamu harus baik-baik saja, kumohon. Tolooooog!”

Semakin yakin. Pria ini menurut Leo hanyalah orang yang dibayar untuk menanggung kesalahan yang diperbuat oleh sang majikan. Leo 100% yakin bahwa pengemudi Mazda penabrak Taksis adalah seorang wanita.

“Nggak, pria ini bukan pengemudinya. Pengemudinya adalah seorang perempuan. Bondan, dia penipu!” hardik Leo menunjuk wajah pria itu.

Tanpa berpikir panjang, Leo meraih kerah kemeja pria itu untuk mendesak agar mengatakan di mana keberadaan pengemudi Mazda yang sebenarnya.

“Katakan yang sebenarnya di mana pengemudi yang menabrak Taksis!?” teriak Leo.

“A—aku pengemudinya, Pak,” jawab Temon tergugup, takut.

“Pembohong!”

Bondan dan polisi lain langsung melerai, mencekal Leo agar tidak melakukan penyerangan terhadap tersangka.

“Anjeng! Katakan!”

“Saya tidak berbohong, Pak!”

“Leo, tenang, Leo!”

“Bondan, dia penipu!”

“Leo!”

Bondan menyeret Leo nyaris melewati pintu, tetapi Leo menolak untuk kalah.

“Leo, tenang!”

“Sebelum kecelakaan itu aku berbicara melalui telepon dengan Taksis sampai kecelakaan itu terjadi kami masih dalam panggilan. Dan aku mendengar dengan jelas suara seseorang wanita dari ponsel Taksis, wanita itu mengatakan maaf karena tidak bermaksud demikian. Sekarang katakan padaku di mana wanita itu!?” Terus, Leo terus mendesak Temon agar mengatakan yang sebenarnya juga memberi tahu bahwa pelakunya bukan pria bodoh itu.

“Tidak ada wanita, Pak! Percayalah, saya sendirian waktu itu,” jawab Temon masih terus menyangkal perkataan Leo.

Emosi tingkat tinggi, Leo memberontak dan akhirnya lepas dari pegangan Bondan. Ia lantas menerjang pria pembohong itu.

“Leo! Leo lepaskan! Leo!”

“Bawa dia keluar!”

“Bondan, lepaskan aku!”

“Pulang dulu! Kamu nggak bisa bertindak begini, Leo!”

Kekacauan di ruang penyidik akhirnya mereda setelah Bondan berhasil menyeret Leo meninggalkan ruangan itu juga kantor polisi.

Tidak ada yang benar-benar bersih di dunia ini. Selalu saja ada orang yang bekerja untuk uang dengan cara ilegal sekalipun. Salah satunya ada seorang petugas yang kini secara pribadi membocorkan informasi kepada Katrina tentang pemalsuan pelaku penabrakan.

“Halo, Bu Katrina? Aku Putra dari departemen kejahatan.”

Katrina benar-benar sedang memegang kendali. Orang suruhannya memberikan informasi akurat perihal kedatangan seorang pria yang mengaku sebagai kerabat korban memberikan keterangan berupa keraguan atas tersangka karena menurut pria tersebut tersangka sebenarnya adalah wanita yang tidak lain dan tidak bukan Lea Crystal.

Sebelum kedatangan Katrina ke ruangan papanya. Kini, Nick sedang mendapatkan banyak pujian oleh Mr. Punjabi atas keberhasilannya sebagai produser sekaligus sutradara sinetron unggulan yang digandrungi oleh sebagian besar warga +62 sekarang ini.

“Nick, kamu sangat bertangan dingin. Sinetron belum mencapai puncaknya, tapi rating penonton sudah meroket sebanyak ini. Tidak heran kalau channel itu memberi tahu kita agar kita menambahkan lebih banyak episode. Kerja bagus, Nick! Tambahkan 100 episode lagi, ya!” Mr. Punjabi menepuk pundak menantunya itu dengan perasaan bangga. Bisnisnya menjadi sangat besar berkat kecerdasan Nick.

“Baiklah, Pak. Jika Anda yang menginginkannya maka akan aku lakukan,” jawab Nick. Namun, tiba-tiba istrinya nyelonong masuk ke ruangan itu.

“Aku pikir itu hanya akan membuang-buang waktu! Sebaliknya, tamatkan sinetron itu secepat mungkin. Karena saat ini, Lea telah merusak rencana kita semua,” sela Katrina dengan bersemangat karena akhirnya Lea akan hancur dengan sendirinya tanpa ia harus melakukan apa-apa.

Katrina menyodorkan sebuah tab berisi berita breaking news tentang kecelakaan di depan sekolah Yos Sudarso.

“Ini?” kejut Mr. Punjabi. Berita di sosial media memang sangat cepat meski belum dipastikan kebenarannya.

“Ya, Lea melakukannya sendiri sebelum aku melakukan untuk memberikan peringatan karena telah mencuri suamiku. Huh, dia sudah banyak membuat masalah ternyata. Karma sangat cepat, ya?” lirik Katrina kepada suaminya.

Nick tanpa kata-kata meninggalkan ruangan direktur utama milik papa dari Katrina. Ia tidak yakin dengan berita yang menyeret nama Lea Crystal sebagai pelaku penabrakan. Pria itu kemudian mengkonfirmasi langsung pada manajer Lea tentang kebenaran berita tersebut.

Sesuai yang ia pikirkan. Bahwa manajer Lea mengatakan bahwa itu hanya hoax. Maka dari itu, Nick pun kembali ke ruangan direktur utama.

“Pak, aku sudah mendapatkan info lanjutan dari manajer Lea tentang berita kecelakaan itu. Ini palsu, sejak semalam Lea nggak mengendarai mobil. Dia kembali ke kondominium bersama manajernya dan menggunakan mobil manajernya,” ujar Nick menyampaikan informasi terpercaya untuk menepis hoax tersebut.

“Wah, kamu mengenalnya dengan sangat baik ya, Nick? Berapa lama kalian bekerja sama syuting sinetron bersama? Dari mana kamu mendapatkan waktu untuk mengenalnya dengan begitu detail?” cibir Katrina merasa suaminya itu begitu garcep kalau semua menyangkut tentang Lea.

“Lea dan aku mengenal satu sama lain karena dia adalah teman adikku, Choky! Kamu sudah mendengar ini berulang kali bukan!? Aku dan Lea nggak pernah melakukan apa yang dikatakan oleh mulutmu itu!” balas Nick yang jengah dengan kecurigaan Katrina terhadap dirinya.

“Jangan biarkan aku membongkar perselingkuhan kalian di depan publik, Nick!” teriak Katrina tidak mau dibantah.

“Sudah, cukup! Katrina hentikan! Berhenti berdebat, ini kantor. Singkirkan dulu masalah rumah tangga kalian!”

Mr. Punjabi selaku direktur utama yang juga papa dari Katrina pun bosan dengan pertengkaran rumah tangga putrinya yang seperti tidak pernah menemukan ujungnya. Bahkan di tempat kerja pun mereka berdua kerap kali cek cok.

“Mari kita kembali ke pembahasan. Etan mengatakan Lea tidak terlibat dalam kecelakaan itu, maka kamu bisa melanjutkan sinetronnya, Nick. Pergi dan temui penulis naskah, minta mereka menambahkan skrip untuk 100 episode berikutnya,” perintah Pak Dirut pana menantunya.

“Papa!” sergah Katrina.

“Kate, tolong! Respon untuk sinetron ini sangat luar biasa,” tolak Pak Dirut.

“Tapi, Pa—”

“Tidak sering channel meminta episode tambahan bahkan sampai jumlahnya ratusan. Jangan biarkan berita hoax merusak bisnis kita.” Pak Dirut tahu betul pendapat Katrina itu didomplengi oleh urusan pribadi.

“Pa! Berita kali ini bukan omong kosong seperti video 19 detik Lea! Tapi, ini betul-betul sebuah kejahatan. Kejahatan terhadap salah satu anggota keluarga kita sendiri. Orang yang ditabrak oleh artis kamu itu adalah Taksis!”

”Apa!?”

Mendengar nama korban kecelakaan adalah Taksis. Nick tidak bisa tinggal diam sekarang. Lea maupun Taksis sama-sama penting baginya. Pria itu bergegas meninggalkan ruangan direktur utama, tetapi segera dikejar oleh istrinya.

“Nick! Mau ke mana kamu?”

“Lepaskan!”

“Apa kamu ingin pergi ke tempat Lea dan menghiburnya? Hibur saja dan katakan padanya bahwa dia baru saja dipecat dari sinetron kita!” berang Katrina. Percekcokan rumah tangga itu berlanjut di depan lift dan Katrina selalu menghalangi suaminya agar tidak masuk ke dalam lift.

“Kate, tahukah kamu bahwa yang kamu lakukan ini sangat merugikan bisnis kita? Bisnis ini milik keluarga kita sendiri. Kegilaan yang selalu kamu lakukan itu berdampak menghancurkan semuanya,” balas Nick.

Pria itu menyingkirkan tangan istrinya dari tombol penggerak lift, tetapi Katrina menggunakan tangan satunya untuk menutupinya kembali.

“Terus? Apa buket bunga yang dan kata-kata manis yang kamu kirimkan untuk Lea bisa disebut pekerjaan membangun bisnis, hah!?” tuduh si wanita paling posesif itu kepada suaminya.

“Cukup! Aku beri tahu kamu, jutaan kali aku akan memberi tahu kamu lagi. Aku dan Lea hanya berteman karena dia juga berteman dengan adikku. Semua yang aku lakukan adalah sebagai teman!”

Pria itu kemudian memutar badannya mencari jalan untuk menuju tangga darurat karena Katrina terus menghalangi dirinya.

“Nick! Nick! Aku nggak percaya itu! Aku nggak akan pernah mempercayainya!”

Putri direktur utama industri perfilman tersebut tidak menyerah. Ia terus berlari mengejar Nick, dan berhasil mencekal lengan pria itu.

“Nick!”

“Apa lagi!?”

“Kartu ucapan yang kamu tulis untuknya bahkan lebih manis daripada yang kamu kirim untuk istrimu sendiri. Bagaimana bisa dikatakan sebagai teman!? Teman apa? Teman di ranjangmu, begitu maksud kamu!?” teriak Katrina penuh emosi.

“Kamu keterlaluan, Kate! Sebelumnya kamu nggak seperti ini!” Nick tidak terima dengan tuduhan istrinya itu. Meskipun dirinya tidak pernah mencintai Katrina, tetapi ia bukan pria yang gemar bermain serong sampai-sampai membawa wanita lain ke atas ranjangnya.

“Betul! Sebelum ini aku adalah istri seorang pria baik, aku tinggal di rumah dan membiarkan kamu pergi bekerja dengan papaku. Lalu tahukah kamu apa yang mereka gosipkan tentang aku?”

“Cukup, Kate! Dengarkan aku, aku punya pekerjaan penting yang harus dilakukan untuk papamu. Jangan bicara ini lagi, oke?” pungkas Nick menyudahi perdebatan dengan sang istri.

“Pekerjaan penting? Apa itu membantu Lea keluar dari penjara? Itu akan sulit, aku pastikan kamu nggak akan pernah bisa mengeluarkan Lea dari penjara. Dan jika kamu sampai melakukannya, itu sama artinya kamu kamu mengkhianati Taksis. Kamu masuk belum lupa siapa Taksis, kan? Camkan itu, Nick!”

Terengah-engah, Katrina menatap punggung suaminya yang menghilang setelah menuruni tangga darurat.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel