Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Part four

“Anda ternyata masih belum mengetahuinya, mentri pertahanan saat ini mengirim anaknya untuk pergi keluar negeri. Menurut kamu adakah yang aneh dari itu, kenapa harus tiba-tiba. Kenapa dia harus mengirim anaknya ke luar negeri pada saat kasus ini sedang viral, menurut saja seperti ada sebuah rahasia yang disembunyikan. Namun saat ini karena saya tidak mempunyai alibi jadi jangan dianggap serius, itu hanyalah pendapat saya saja. Anda adalah polisi kepercayaan negeri ini saya sangat yakin jika anda bisa menangkap bandit ini,” ucap pria ini.

“Bolehkah aku mengetahui siapa namamu?” tanya Erwin.

“Nama saya adalah Irvan,” balas pria ini.

“Irvan saat ini sepertinya kamu bekerja sangat keras, terima kasih atas tanggapan kamu ini. Saya berjanji akan memecahkan kasus ini dengan segera,” balas Erwin dengan tatapan seperti akan melakukan hal yang gila kepada pria ini.

Setelah selesai menjawab semua pertanyaan, Erwin akhirnya kembali menemui kepala komisaris di dalam mobilnya. Terlihat mereka hanya berbicara berdua saja, tidak ada orang lain yang dapat mendengar diskusi mereka saat ini.

“Bagaimana dengan jumpa pers hari ini?” tanya kepala komisaris yang sedang memancing Erwin.

“Semuanya berjalan dengan lancar, saat ini anda tenang saja. Saya sudah mengatur semuanya untuk anda,” balas Erwin.

“Ini adalah hadia untuk kerja kerasmu,” ucap kepala komisaris kepada Erwin.

Saat ini terlihat jika kepala komisaris memberikan Erwin uang sebanyak satu koper kecil, uang itu tersusun sangat rapi.

“Ah anda memang sangat murah hati sekali,” balas Erwin yang terlihat sangat menginginkan uang ini.

“Oh, saat ini aku sudah memberikan kamu hadia. Untuk wartawan yang tadinya sudah bertanya hal yang tidak terduga, menurutku sepertinya dia harus disingkirkan. Kita tidak tahu, jangan sampai dia membuat bencana untuk kita. Lagi pula kita tidak mungkin untuk menusuk mentri dari belakang,” ucap kepala komisaris kepada Erwin.

“Ah iya saat ini saya mengerti,” balas Erwin yang saat ini mengerti dengan apa yang diperintahkan oleh kepala komisaris kepada dirinya.

“Bagus, kamu memang sangat bisa untuk diandalkan. Bersihkan semua yang menganggu,” sebut kepala komisaris.

“Baiklah, saya akan membersihkan semuanya. Anda tidak perlu cemas, saat ini saya permisi dulu.” Ucap Erwin lalu meninggalkan mobil kepala komisaris.

Saat ini terlihat jika ada seorang supir kepala komisaris polisi yang sedang merokok di depan mobil, Erwin melihat supirnya sembari tersenyum. Sepertinya di antara dua orang ini, ada sebuah rencana yang sedang mereka jalankan. Tidak lama Erwin pun mulai benar-benar meninggalkan kepala komisaris, saat ini dia mulai pergi dengan mengendarai mobilnya. Di dalam mobil saat ini hanya tersisah anatar kepala komisaris dan supirnya saja, terlihat jika saat ini supirnya sedang mencing kepala komisaris untuk melakukan sebuah kesalahan.

“Saat ini apakah kita bisa berangkat?” tanya supirnya dengan sangat sopan.

“Saat ini antar aku ke hotel, hari ini aku akan bermain bersama barang bagus. Rahasiakan ini dari istriku,” ucap kepala komisaris kepada supirnya.

“Anda tenang saja, semua rahasia yang saya tahu tidak akan pernah saya bocorkan. Saya adalah orang anda,” balas supirnya dengan senyum yang mengandung sebuah maksud.

“Sepertinya sangat beruntung, aku di kelilingi oleh orang-orang yang bisa aku percaya. Ai hidup yang aku punya saat ini terlalu sempurna,” balas komisaris polisi.

Saat ini supirnya pun mulai mengendari mobilnya, mereka mulai menujuh sebuah hotel. Di sana kepala komisaris menyuruh supirnya untuk pulang ke rumah, jika sudah selesai maka dia akan meneleponnya.

“Saat ini kita sudah sampai,” ucap supirnya dengan sangat sopan.

“Saat ini kamu pulanglah saja, nanti jika selesai aku akan menghubungi kamu kembali. Ingat jika ada yang mencariku, bilang saja jika saat ini aku sedang ada sebuah rapat. Jangan beri tahu jika saat ini aku akan bermain dengan seorang gadis cantik,” ucap kepala komisaris kepada supirnya.

“Anda tenang saja,” ucap supirnya.

Saat ini terlihat jika kepala komisaris sudah menuruni mobilnya, dia mulai masuk ke dalam hotel mewah. Ternyata supirnya tidak benar-benar pergi, supirnya dengan cepat memarkirkan mobilnya di tempat yang aman. Lalu ikut masuk ke dalam hotel, diam-diam supirnya ini mengambil semua gambar. Saat ini kepala komisaris sedang bersama dengan seorang wanita cantik, mereka terlihat sangat mesrah sekali. Dengan cepat supirnya mempotret adegan mesrah ini, pada sebuah kamerah yang sedang dia pakai. Tidak tanggung-tanggung, ternyata saat ini kamar yang sudah diboking oleh kepala komisaris pun. Sudah dipasang sebuah alat perekam suara dan kamera kecil untuk mengawasinya, ternyata supirnya sudah bekerja sama dengan kru hotel. Saat ini setalah supirnya berhasil mengambil semua gambar ini, supirnya langsung dengan cepat menujuh ke kantor polisi untuk menemui Erwin. Di kantor polisi saat ini terlihat jika supirnya dan Erwin sedang berbicara dengan sangat pribadi, mereka menutup semua pintu dan jendela agar tidak ada yang bisa mendengarnya.

“Bagaimana apakah kamu mendapatkannya?” tanya Erwin.

“Saya berhasil mengambil beberapa foto saja,” ucap pria ini kepada Erwin sambil menunjukkan beberapa lembar foto yan berhasil dia tangkap.

“Ternyata kamu sangat kompeten juga, kamu cocok untuk menjadi poto grafer. Saat ini karena kamu sudah bekerja dengan baik, maka aku akan memberikan kamu hadia yang sangat besar. Ambilah ini,” ucap Erwin.

Saat ini terlhat Erwin memberikan semua uang yang diberikan oleh kepala komisaris kepadanya, dia memberikan uang itu kepada supirnya komisaris. Saat ini Erwin tidak mengambil satu lembar pun, dia benar-benar memberikan semuanya secara langsung.

“Anda sangat baik,” sebut pria ini.

“Ini tidak seberapa, nantinya aku sangat memberikan kamu hadia yang lebih besar dari ini. Saat ini yang harus kamu lakukan adalah setia kepadaku,” ucap Erwin kepada pria ini.

“Tenang saja, dari dulu sehingga saat ini. Aku masih orang yang akan melayanimu,” balas pria ini.

“Ah hampir lupa,” ucap pria ini kepada Erwin.

“Ada apa?” tanya Erwin.

“Saat ini aku sudah bekerja sama dengan kru hotel, untuk menaruh kamera pengawas dan perekam suara. Siapa tahu ada hal penting yang mungkin akan kamu butuhkan,” sebut pria ini.

“Benarkah?” tanya Erwin yang terlihat sangat senang dengan apa yang dilakukan oleh pria ini.

“Mungkin besok pagi aku akan mengantarkan rekamannya kepadamu, karena saat ini filmnya baru saja dimulai!” sebut pria ini lalu pergi meninggalkan Erwin dengan sangat sopan.

Saat ini masih tidak diketahui kenapa Erwin menguntit kepala komisaris, dia hanya tersenyum saja. Merasa jika sebantar lagi dia akan menang, tidak lama ada seorang detektif magang yang mendatangi ruangannya.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel