Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Part Theree

“Mengenai kasus yang sedang menjadi tranding topik di media sosial saat ini, tidak perlu kamu hiraukan. Saat ini kita bicarakan saja hal yang lebih penting lagi, ada sebuah rahasia yang ingin aku beri tahu kepada kamu. Aku sangat tahu jika kamu sangat bisa diandalkan, kamu tidak akan mungkin membocorkannya jika kamu sudah mengetahui rahasia ini!” ucap kepala komisaris dengan sangat serus.

“Memangnya saat ini kepala komisaris mempunyai rahasia apa?” tanya Erwin yang terlihat bingung.

“Untuk kasus narkonika ini ternyata anak mentri adalah bandar narkotika besarnya,” bisik kepala komisaris.

“Apa?” tanya Erwin yang terlihat seperti tidak percaya dengan apa yang sudah dia dengar barusan dari bibir kepala komisaris.

“Kamu pasti sangat terkejut, aku pun sama. Aku juga sangat terkejut saat pertama kali mengetahui kasus ini, jadi untuk kasus narkotika ini. Tidak usah terlalu dihiraukan, namun tetap saja kamu harus membuat seolah polisi sedang bekerja keras untuk memecahkan kasus ini. Media harus meliput kerja keras tim kita,” ucap kepala komisaris.

“Kepala komisaris rahasia ini kamu tahu dari siapa?” tanya Erwin kepada atasannya.

“Mentri sendiri yang berbicara kepadaku, saat ini tidak penting kasusnya terpecahkan atau tidak. Yang penting uangnya terus mengalir dan masuk ke dalam rekeningku, kamu tahukan apa yang harus kamu lakukan sekarang ini?” sebut kepala komisaris kepada Erwin.

“Anda tenang saja, kepala komisaris. Saat ini anda sangat tahukan, jika aku adalah orang yang paling bisa diandalkan. Aku akan mengatur semuanya, biarkan aku saja yang membersihkan ini semua. Saat ini anda cukup diam saja dan menerima lebih banyak uang,” ucap Erwin kepada kepala komisaris sembari mencari muka.

“Kamu ini memang sangat bisa untuk aku andalkan,” ucap kepala komisaris saat ini tersenyum melihat Erwin.

Di tempat lain, masih di dalam kantor polisi. Terlihat jika beberapa detektif sedang mengibah, mereka ada yang curiga jika Erwin mendapatkan suap dari kepala komisaris. Namun mereka juga tidak bisa membuktikan hal tersebut, membuka aib atasan sama saja dengan merusak karir mereka sendiri. Jadi mereka hanya bisa berbicara omong kosong, sekaligus menghayal.

“Menurutmu apakah perwira Erwin mendapatkan suap dari kepala komisaris?” sebut deketifk yang saat ini sedang mengibah.

“Entahlah aku tidak yakin,”

“Eh, tapi apakah kalian tidak merasa aneh dengan kepala komisaris. Dia sepertinya sama sekali tidak memperdulikan kasus yang sedang sangat hagat akhir-akhir ini,”

“Hey apakah kamu tidak mendengar, jika detektif Erwin memberikan kita perintah. Untuk berhenti melakukan penyamaran,”

“Apa?”

“Bagaimana bisa?”

“Wah aku sangat tidak percaya, kenapa bisa dadakan sekali. Kapan detektif Erwin memberikan perintah itu?”

“Kamu tidak dengar?”

“Atau kamu tidak ada di tempat waktu itu?”

“Aku tidak tahu sama sekali,”

“Ah itu baru saja di umumkan, baru saja beberapa menit yang lalu. Tadinya kamu ini ke mana, kenapa bisa kamu tidak mendengar hal yang penting seperti ini. Apakah kamu sudah tidak ada niat lagi untuk menjadi polisi,”

“Bukan begitu teman, mungkin tadinya aku berada di kamar kecil. Berbagilah informasi jika aku tidak mendapatkanya,”

“Ah kamu ini membuatku kesal saja,”

Saat ini para detektif yang ada di dalam kantor polisi sedang mengibahi Erwin dan kepala komisari, mereka merasa sangat curiga hari ini. Sangat tiba-tiba sekali, kepala komisaris datang ke kantor polisi waktu pagi dan mencari perwira Erwin. Mereka juga berbicara dengan sangat privasi, mungkin nyamuk pun tidak mereka izinkan untuk mendengar. Belum lagi perintah yang Erwin sebutkan itu sangat aneh, Erwin tiba-tiba saja menyuruh polisi lainnya untuk berhenti melakukan penyamaran. Menurut Erwin, bandar narkotika ini tidak perlu untuk ditanggap. Pihak polisi tidak perlu capek-capek untuk mencari buronan ini, Erwin hanya menyuruh mereka untuk pura-pura mencarinya saja. Di sebuah jumpa pers, saat ini Erwin terlihat sangat rapi. Dia sedang diwawancari oleh para wartawan, terlihat hari ini dia seperti orang penting saja. Dari belakang tirai, tempat Erwin berdiri kepala komisaris memberikan kode kepadanya.

“Detektif Erwin apakah saat ini kami sudah boleh bertanya?” tanya salah seorang wartawan kepada Erwin.

“Ah tentu, tanyakan saja. Apa yang ingin kalian ketahui,” balas Erwin dengan sangat percaya diri.

“Detektif saat ini anda pasti sedang tidak asing lagi dengan kasus yang sedang viral di media sosial, menurutmu ini bagaimana. Apakah tanggapan anda mengenai kasus ini?” tanya salah seorang wartawan yang mulai bertanya kepada dirinya.

“Iya itu sudah tidak asing lagi bagiku, saat ini kami pihak polisi sudah mempunyai rencana lain untuk menangkap pelaku dengan cepat. Karena tidak baik juga jika buronan seperti ini di biarkan terlalu lama bebas,” balas Erwin dengan sangat percaya diri dan tanpa rasa takut sama sekali.

“Bolehkah kami mengetahui rencana apa yang kamu punya?”

“Maafkan aku, tidak mungkin untukku menjawab pertanyaan seperti ini. Jika aku memberi tahukan rencanaku maka pastinya buronan itu sudah bisa bersembunyi,” balas Erwin.

Saat ini terlihat semua wartawan yang berada di dalam ruangan ini mulai tertawa, ada benarnya juga apa yang Erwin katakan. Tidak mungkin memberi tahu, cara apa yang akan Erwin lalukan untuk menangkap buronan.

“Perwira Erwin bolehkah kami bertanya lagi?”

“Tentu saja tanyakan saja, aku akan menjawab semua pertanyaan kalian. Jangan khawatir hari ini waktuku untuk kalian semua,” balas Erwin sambil memberikan candaan agar tidak terlalu tegang.

“Saat ini apakah anda sudah mempuyai terangka, maksudku saat ini apakah pihak polisi ada mencurigai seseorang. Kemarin ada sempat viral sebuah vidio polisi yang sedang meyamar menjadi pembeli sabu untuk menangkap pelaku, jika vidio yang viral itu benar adanya tanpa sebuah setigan. Saat ini apakah pihak polisi sudah mencurigai seseorang?” tanya para wartawan kepada Erwin.

“Ah mengenai vidio yang sedang viral kemarin itu, begini vidio itu tidak ada rekayasa. Itu benar adanya, tapi sangat disayangkan. Kami pihak polisi masih belum bisa menangkap dalang dari semua ini. Saat ini masih masih belum mendapatkan lampu hijau,” balas Erwin yang saat ini sedang membuat wartawan semakin ingin melipun dirinya.

“Saya juga ingin bertanya perwira,” ucap seorang pria berkaca mata.

“Iya silakan saja,” balas Erwin.

“Bandar narkotika ini sepertinya sangat sulit sekali untuk pihak polisi menangkapnya, kenapa? Apa karena bandit ini sangat hebat? Ataukah mungkin ada permainan orang dalam?”

“Apa maksudmu?” tanya Erwin yang terlihat terkejut.

“Saat ini apakah anda belum mengetahui satu informasi, ya saya rasa saya adalah orang pertama yang tahu dengan rahasia ini. Gosibnya anak mentri keamanan adalah seorang pria nakal, dia pernah sekali berhubungan dengan obat terlarang. Namun karena saat itu umurnya masih di bawah umur, maka dia hanya mendapatkan rehabilitasi saja. Tapi saat ini apakah anda tidak merasa curiga,” sebut pria ini.

“Curiga tentang apa?” tanya Erwin yang terlihat bingung.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel