Bab 06. Konflik Kecil
Zhao Feng lalu mengikuti Perwira itu melewati lorong panjang.
"Klan Yao."
Zhao Feng bahkan menggumamkan nama Klan itu.
Dia belum melupakan wajah yang menyerang Ibunya dulu.
Dan kali ini dia bukan lagi bocah yang gemetar ketakutan.
Saat matahari tenggelam di balik tembok Kota Perak, bayangan panjang memanjang di tanah.
Zhao Feng berdiri di halaman timur dan menatap langit yang berubah jingga.
"Dunia luar ternyata lebih luas dari yang ku bayangkan."
Gumam Zhao Feng menarik nafas pelan.
Keesokan harinya.
"Kamu mau melihat lihat di luar? Baiklah."
Saat ini Zhao Feng menemui Komandan Jin dan memberitahunya.
Di mana Zhao Feng ingin keluar Markas dan melihat lihat isi Kota.
Bagaimana pun juga, Zhao Feng hanya hidup di Pegunungan hingga berusia 8 tahun.
Lalu hidup di sebuah Dimensi hingga berusia 17 tahun ini.
Setelah memberitahu Komandan Jin, Zhao Feng meninggalkan Markas Pasukan Harimau Perak.
Selain ingin melihat lihat, Zhao Feng juga ingin tahu apakah ada Informasi tentang Klan Yao atau tidak.
"Sepertinya aku harus membeli Pakaian dan menggantinya lebih dulu."
Saat melihat pakaian yang dia kenakan, Zhao Feng tersenyum kecut.
Pakaiannya sudah tua dan warnanya mulai luntur.
Zhao Feng kemudian mencari pasar untuk membeli pakaian.
Langkahnya tenang saat memasuki distrik perdagangan Kota Perak.
Jalan utama dipenuhi kios dan toko yang berjajar rapi.
Bau dupa, logam panas, dan ramuan obat bercampur di udara.
Para kultivator berlalu-lalang, sebagian memamerkan aura, dan sebagian lagi menyembunyikan aura mereka.
Zhao Feng kemudian berhenti di depan toko pakaian yang cukup besar.
Setelah masuk kedalam, seorang pelayan menyambutnya dengan senyum profesional.
"Tuan Muda ingin mencari pakaian jenis apa?"
Tanya pelayan sopan dan ramah.
"Pakaian yang sederhana saja. Tapi cukup kuat dan nyaman untuk bergerak."
Jawab Zhao Feng menjelaskan.
Pelayan itu menatap jubah hitam lamanya sejenak lalu mengangguk.
"Silakan ikut saya."
Kemudian membawa Zhao Feng untuk memilih.
Setelah membeli 5 set pakaian, Zhao Feng memakai salah satunya.
Lalu menyimpan 4 set lainnya di cincin penyimpanan dan melangkah keluar.
Zhao Feng kemudian menyusuri pusat Kota hingga sebuah bangunan megah menarik perhatiannya.
Bangunan 5 lantai dengan atap melengkung dan dinding merah tua berdiri di tengah Alun-alun Kota.
Di atasnya terpampang papan Emas besar bertuliskan 'Paviliun Harta Karun'.
Energi Qi di sekitar bangunan itu terasa lebih padat.
Orang-orang yang masuk dan keluar juga bukan sembarang orang.
Sebagian besar adalah ahli Ranah Bumi bintang 5 ke atas.
"Tempat seperti ini pasti menyimpan banyak informasi dan benda langka."
Gumam Zhao Feng menyipitkan mata dan melangkah masuk.
Saat masuk kedalam, Paviliun itu sangat luas.
Rak-rak kayu jati tertata rapi, memajang senjata, pil, jimat hingga kitab teknik.
Di tengah ruangan, sebuah meja panjang tempat transaksi bernilai tinggi berlangsung.
Seorang pelayan pria segera menghampirinya.
"Selamat datang di Paviliun Harta Karun. Apakah Tuan Muda ingin membeli atau menjual?"
"Membeli. Tapi aku ingin melihat-lihat dulu."
Jawab Zhao Feng.
"Tentu."
Pelayan mengangguk ringan.
Zhao Feng berjalan perlahan dan menyapu isi ruangan.
Dia melihat Pedang Bumi bintang 3, Tombak Bumi bintang 4 hingga Armor Bumi bintang 6.
Namun, yang membuatnya tertarik bukanlah senjata.
Di sudut ruangan, Zhao Feng menemukan rak khusus berisi gulungan informasi.
"Kami juga menjual informasi wilayah, Klan dan Sekte Besar."
Ucap Pelayan menjelaskan.
"Berapa harga informasi tentang Klan Kuno?"
Tanya Zhao Feng tiba-tiba.
"Klan Kuno?"
Pelayan itu sedikit terkejut.
"Hmm..."
Zhao Feng mengangguk ringan.
"Itu termasuk informasi tingkat tinggi. Harga dasarnya 3.000 Koin Perak."
Pelayan menjelaskan.
Zhao Feng tidak menunjukkan perubahan ekspresi.
Dia masih memiliki banyak uang dari ketiga Gurunya.
"Hahaha! Menarik sekali."
Sebelum Zhao Feng menjawabnya, suara arogan terdengar dari belakang.
Zhao Feng tidak perlu menoleh untuk merasakan aura sombong yang mendekat.
Beberapa saat kemudian, seorang pemuda berpakaian mewah berdiri di sampingnya.
Dia mengenakan Jubah Emas dengan sulaman Naga hijau.
Wajahnya tampan tapi sangat sombong.
Di belakangnya, 2 pengawal berwajah dingin berdiri dengan tenang.
"Tuan Muda Chen."
Pelayan langsung membungkuk hormat.
Pemuda itu adalah Chen Wei.
Sang Tuan Muda dari Klan Chen, salah satu Klan besar di Kota Perak.
Chen Wei memandang Zhao Feng dari atas ke bawah.
"Hanya kultivator bebas berpakaian biasa, Berani mencari informasi tentang Klan Kuno?"
"Apa kau tahu arti Klan Kuno?"
Ucap Chen Wei mendengus.
"Itu bukan urusanmu."
Jawab Zhao Feng tenang.
"Bajingan. Apa kamu tahu dengan siapa kamu berbicara?"
Wajah Chen Wei langsung berubah dingin.
Zhao Feng akhirnya menoleh dengan tatapan datar.
"Kamu hanya seorang pria yang banyak bicara."
Jawab Zhao Feng tenang.
Ruangan itupun seketika sunyi.
Beberapa pengunjung juga menahan nafas.
Mereka sangat mengenal sifat Chen Wei ini.
Dan pemuda tidak di kenali ini berani sekali.
"Menarik. Sangat menarik."
Chen Wei tertawa pelan dan melangkah lebih dekat.
"Di Kota Perak, Siapa pun yang ingin membeli informasi tingkat tinggi, Harus melalui izin keluarga besar."
"Dan itu aturan tidak tertulis."
Ucapnya menyeringai.
"Benarkah?"
Tanya Zhao Feng menatap pelayan.
Pelayan itu terlihat gugup.
"Ti-tidak Tuan Muda. Paviliun Harta Karun terbuka untuk semua yang mampu membayar."
Jawabnya gugup.
"Diam!"
Chen Wei langsung mendengus dan membentaknya.
Si Chen Wei ini suka mencari masalah dengan mengandalkan latar belakangnya.
Dia juga gampang marah dan suka menindas orang dengan sesuka hati.
"Aku hanya ingin membeli sesuatu. Jangan buang waktu ku."
Zhao Feng menghela nafas pelan.
"Kalau begitu, Bagaimana kalau kamu berlutut dan meminta izin padaku?"
"Kalau tidak..."
Tanya Chen Wei menyeringai.
2 Pengawal di belakang Chen Wei pun melepaskan aura mereka.
Whush...
Aura ranah Bumi bintang 7 tahap akhir pun merembes keluar.
Dan ranah itu cukup kuat di Kota Perak.
Namun, Zhao Feng hanya merasakan seperti angin sepoi-sepoi.
Zhao Feng mengabaikan mereka dan melihat lihat lagi
Sepertinya tidak mudah mendapatkan informasi Klan Kuno.
"Bajingan! Berani sekali mengabaikan ku!"
"Patahkan kakinya!"
Chen Wei meraung marah dan memberi perintah pada kedua Pengawalnya.
"Bocah! Berani sekali mengabaikan Tuan Muda!"
Whush...
Salah satu Pengawal membentak dan melompat ke arah Zhao Feng.
Namun, Zhao Feng menghindar ke samping dan menampar Pengawal itu.
Plaakk...
Bomm...
Suara tamparan terdengar nyaring dan sang Pengawal terpelanting.
"Hah?"
Chen Wei dan semua orang tercengang.
Menampar ahli Bumi bintang 7 semudah itu?
"Mati!"
Namun, Pengawal yang satunya lagi segera menerjang Zhao Feng lagi.
Plaakk...
Bomm...
Dan sekali lagi terdengar suara tamparan dan Pengawal itu juga terpelanting ke lantai.
"Aku tidak suka mencari masalah. Tapi kamu selalu mengganggu ku."
Whush...
Zhao Feng berkata dingin dan tiba tiba muncul di depan Chen Wei.
