Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 05. Kota Perak

Energi gelapnya yang mengamuk itu dipadamkan oleh dingin yang mematikan.

Dari bilah Pedang Kaisar Es, hawa beku menyusup melalui senjata dan menjalar ke lengannya.

Kreek... Kreekk...

Es menutup pergelangan tangannya.

Lalu dari lengan ke bahu hingga ke seluruh tubuhnya.

"Tidak mungkin! Aku sudah mencapai Ranah Langit bintang 1 tahap menengah!"

Tetua itu meraung dan memaksa Energi terlarangnya bergejolak.

Namun, semuanya sia-sia.

Zhao Feng melangkah maju satu langkah.

Tatapannya dingin dan tenang.

"Teknik terlarang yang menggerogoti meridian sendiri. Kalian benar-benar menjijikkan."

Whush...

Ucap Zhao Feng mengayunkan Pedang sekali lagi.

Slash!

Garis tipis melintas dan dalam sepersekian detik kemudian, Tetua Sekte Gunung Hitam terbelah menjadi 2.

Bagian atas tubuhnya masih membeku saat meluncur ke samping, lalu hancur menjadi serpihan Es sebelum menyentuh tanah.

Sunyi.

Seluruh Lembah terdiam.

Para Murid Sekte Gunung Hitam yang tersisa membeku.

Bukan karena Es, tapi karena ketakutan.

Tetua mereka yang ahli Ranah Langit, tewas dalam beberapa puluh jurus saja.

Komandan Jin yang berdiri tidak jauh dari sana juga menelan ludah.

Pemuda itu terlalu luar biasa.

Dia adalah Monster.

Namun, Zhao Feng tidak berhenti.

Whush!

Dia menghilang seperti bayangan yang tertiup angin.

Slash... Slash...

Seorang Murid Sekte Gunung Hitam yang mau kabur itu tiba-tiba terhenti.

Garis merah muncul di leher dan tubuhnya roboh.

"Jangan biarkan mereka kabur!"

Teriak Komandan Jin yang sudah berdiri tegak.

Aura Ranah Langitnya kembali stabil setelah menelan Pil Pemulih.

"Serang! Hancurkan Aliran Hitam!"

Pasukan Harimau Perak yang tadi terdesak kini melihat harapan.

Teriakan perang menggema.

Booomm...

Klaang...

Slash...

Pertempuran berubah arah sepenuhnya.

Zhao Feng bergerak seperti Angin di musim dingin.

Setiap kali pedangnya melintas, 1 hingga 5 nyawa melayang.

Darah mengalir di tanah yang sudah retak.

Namun di sekitar Zhao Feng, hawa dingin menekan bau amis itu.

Seorang Murid mencoba menyerang dari belakang.

Whush...

Zhao Feng bahkan tidak menoleh.

Pedangnya berputar setengah lingkaran.

Slash...

Tubuh Murid itu terpotong diagonal.

"Aaaargh!"

Jeritan terhenti sebelum selesai.

Komandan Jin juga meraung dan menerjang barisan musuh.

Tombaknya menusuk lurus dan menembus 2 tubuh sekaligus.

"Untuk Kerajaan Qing!"

Pasukan Harimau Perak bangkit dengan moral membara.

Dalam waktu kurang dari seperempat jam, lebih dari 500 Murid Sekte Gunung Hitam yang tersisa telah tumbang.

Sebagian mati dibunuh Zhao Feng.

Sebagian lagi oleh Pasukan Kerajaan yang telah percaya diri.

Setelah semuanya selesai, Lembah itu berubah menjadi medan mayat.

Angin berhembus dan membawa aroma darah dan bau besi yang masih mengudara.

Dan Zhao Feng berdiri di tengah-tengah dengan jubah hitam yang tetap bersih, seolah darah tidak berani menodainya.

Komandan Jin kemudian berjalan mendekatinya.

Aura pemuda itu ditekan dan terlihat seperti kultivator biasa.

Namun, Komandan Jin tahu itu hanya topeng.

"Terima kasih atas bantuanmu Anak Muda. Jika bukan karena mu, Pasukan Harimau Perak mungkin akan musnah."

Ucap Komandan Jin menangkupkan tangan dengan hormat.

"Aku hanya tidak suka melihat Aliran Hitam berkeliaran."

Jawab Zhao Feng mengangguk.

"Tetap saja, Hutang ini tidak kecil."

Komandan Jin tersenyum tipis.

"Kamu berasal dari Sekte mana, Anak Muda? Dan siapa nama mu?"

Tanya Komandan Jin.

Zhao Feng terdiam sesaat.

"Sekte?"

Tanya balik Zhao Feng menggeleng pelan.

"Aku tidak berasal dari Sekte manapun."

Lanjutnya lagi.

"Kultivator bebas?"

Komandan Jin mengangguk.

Komandan Jin kemudian menanyakan tujuan Zhao Feng.

Namun, Zhao Feng terdiam dan tidak tahu harus menjawab apa.

Tujuan?

Zhao Feng tidak ada tujuan.

Rumahnya telah lama hancur.

Klan Yao terlalu jauh untuk disentuh saat ini.

"Aku belum punya tujuan."

Hingga beberapa saat kemudian, Zhao Feng menatap Komandan Jin dan menjawabnya dengan jujur.

"Bagaimana kalau kamu ikut dengan ku ke Kota Perak?"

Komandan Jin tertawa kecil.

"Markas Pasukan Harimau Perak berada di sana. Kota itu berada di bawah langsung Kerajaan Qing."

"Kami selalu kekurangan Prajurit Muda yang berbakat. Dengan kemampuan mu ini, Posisi Wakil Komandan bukan hal mustahil."

Ucap lanjut Komandan Jin.

Zhao Feng tidak langsung menjawab.

Karena memang dia tidak tertarik pada jabatan.

Namun...

Zhao Feng membutuhkan pengalaman.

Dia membutuhkan jaringan.

Dia membutuhkan tempat berpijak sebelum melangkah lebih jauh.

Dan Pasukan Harimau Perak mungkin bisa menjadi batu loncatannya.

"Aku tidak suka terikat."

Ucapnya Zhao Feng setelah berpikir cukup lama.

"Tak ada yang mengikat mu. Anggap saja Kota Perak sebagai tempat singgah. Jika suatu hari kamu ingin pergi, Tidak ada yang akan menahan mu."

Komandan Jin tersenyum mengangguk.

Zhao Feng menatapnya lama.

Dia bisa merasakan ketulusan dalam kata-kata pria paruh baya itu.

"Baiklah. Aku ikut."

Dan akhirnya Zhao Feng mengangguk setuju.

"Bagus! Pasukan Harimau Perak akan menyambut mu."

Wajah Komandan Jin langsung berseri.

Pasukan itupun bergerak pulang ke Kota Perak.

Di mana Markas Pasukan Harimau Perak berada di sana.

Beberapa hari kemudian.

Rombongan Pasukan Harimau Perak akhirnya memasuki sebuah Kota Besar.

Gerbang raksasa berlapis baja berwarna perak menjulang tinggi di sana.

Bendera dengan Lambang Harimau Perak juga berkibar gagah di atas tembok Kota.

Yang mana Kota itu adalah Kota Perak.

Saat memasuki Kota, Penduduk memberi jalan pada rombongan prajurit.

Sorakan kecil terdengar saat kabar kemenangan atas Sekte Gunung Hitam menyebar.

Sementara itu, Zhao Feng berjalan di samping Komandan Jin dengan tenang.

Tatapannya menyapu kota.

Dia melihat Bangunan megah, Toko-toko senjata, Aula Alkemis dan Arena latihan yang luas.

Energi Qi di Kota juga jauh lebih padat dibandingkan di hutan liar.

"Kota Perak berada di jalur strategis antara 3 Provinsi,"

"Namun, Aliran Hitam sering mencoba menembus wilayah ini."

Ucap Komandan Jin menjelaskan.

Zhao Feng mengangguk pelan.

Mereka lalu berhenti di depan kompleks besar dengan dinding batu putih keperakan.

Inilah Markas Pasukan Harimau Perak.

Di sana, ada ratusan Prajurit berlatih di Halaman Utama.

Dentang senjata dan teriakan Komando menggema bersahutan.

"Mulai hari ini, Anggap tempat ini sebagai rumah mu."

Ucap Komandan Jin yang berhenti dan menatap Zhao Feng

Rumah?

Kata itu membuat Zhao Feng terdiam sesaat.

Rumahnya dulu telah dibakar dan dihancurkan.

Dan sekarang dia membutuhkan tempat baru untuk berdiri.

"Aku hanya akan tinggal sementara."

Jawabnya mengangguk.

"Tidak masalah. Selama kamu berada di sini, Kamu adalah tamu terhormat."

Komandan Jin tertawa.

"Siapkan Halaman Timur untuk Saudara Zhao. Dan beri akses penuh ke arena latihan."

Lalu memanggil seorang Perwira Muda dan menyuruhnya mengantar Zhao Feng.

"Baik, Komandan!"

Perwira itu menatap Zhao Feng dengan kagum.

Kabar tentang pembantaian di Lembah sudah menyebar lebih cepat dari angin.

Sehingga mereka tahu apa yang dilakukan Zhao Feng di sana.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel