Bab 07. Konflik Membesar
"Apa?"
Chen Wei tersentak kaget dengan kecepatan Zhao Feng.
Plaakk...
Bomm...
Sebelum Chen Wei bereaksi, Zhao Feng lebih dulu mendaratkan tamparan dan si Tuan Muda pun terpelanting juga.
"Kalau kamu masih mengganggu ku, Tidak akan semudah ini lagi."
Ucap Zhao Feng dan menendang Chen Wei dengan keras.
Bomm...
Si Tuan Muda pun terlempar keluar seperti Peluru yang ditembakkan
Hening...
Semua orang terdiam dengan apa yang dilakukan Zhao Feng.
Namun, mereka juga merasa kasihan padanya.
"Anak Muda, Aku akui keberanian mu. Tapi sebaiknya kamu tinggalkan Kota ini segera."
"Klan Chen adalah salah satu Klan besar di Kota ini."
Lalu seorang pria paruh baya menasihati Zhao Feng dengan serius.
"Tidak apa apa. Terima kasih."
Zhao Feng hanya menanggapinya dengan senyuman.
"Nona, Aku ingin membeli Informasi Klan Kuno tadi."
Kemudian menoleh pada pelayan tadi dan berbicara padanya.
"Sebaiknya Tuan Muda segera pergi dari sini. Klan Chen akan balas dendam pada Tuan Muda."
Namun, pelayan itu juga menyuruh Zhao Feng pergi.
"Baiklah. Aku akan kembali lagi."
Zhao Feng menghela nafas berat dan keluar dari Paviliun Harta Karun.
Dia hanya ingin bersantai sejenak setelah pelatihan berat selama 27 tahun.
Namun, ketenangan yang dia inginkan itu tidak benar-benar dia dapatkan.
Setelah meninggalkan Paviliun Harta Karun, Zhao Feng masih berkeliling Alun alun Kota.
"Sepertinya Guru Pertama benar."
Gumam Zhao Feng yang teringat dengan ucapan Guru Pertamanya.
Yang tidak lain adalah Dewa Pedang, Jian Chen.
Dan perkataan itu adalah masuk ke Sekte dan menggunakan sumber daya di sana.
Walaupun Zhao Feng adalah Master Alkemis, tapi dia tidak memiliki bahan untuk memurnikan Pil.
Namun, Zhao Feng tidak tahu menahu tentang Sekte.
Dia hanya Bocah miskin yang hidup di Pedesaan dan tumbuh besar di Dimensi lain.
Tidak ada pengetahuan apapun tentang Dunia Luar.
"Akhirnya kamu ditemukan juga."
Saat terus memikirkan Klan Yao dan masa depannya, 6 sosok tiba tiba muncul dan menghadang Zhao Feng dari depan.
Yang mana keenam orang itu adalah Pengawal Klan Chen.
"Siapa kalian?"
Zhao Feng mengerutkan kening.
"Dia menanyakan siapa kita!"
"Hahahaha!"
Ucap salah satu tertawa dan diikuti 5 yang lain.
"Patahkan kakinya dan seret dia ke Klan!"
Lalu pria paling depan memberi perintah untuk menyerang.
Karena Zhao Feng mengalahkan ranah Bumi bintang 7 dengan mudah, kali ini Klan Chen mengirim 5 orang ranah Bumi bintang 8, dan 1 orang ranah Bumi bintang 9 tahap sempurna.
"Rasakan ini, Bocah!"
Whush...
Teriak kelima lainnya dan menerjang bersama sama.
Namun, Zhao Feng menghentakkan kaki ke tanah dan gelombang Energi meledak keras.
Bomm Bomm...
Gelombang Energi itu menyapu kelima Pengawal dan melempar mereka.
Pffttt Pffttt...
Kelimanya jatuh ke jalan dan menyemburkan darah.
"Bajingan!"
Whush...
Komandan Pengawal meraung marah dan melesat dengan melepaskan tinju.
"Tidak tahu diri."
Zhao Feng mendengus dan mengangkat tangan juga.
Bomm...
Tinju mereka beradu dan ledakan kembali terjadi.
Kreekk Kreekk...
"Aaargh!"
Bersamaan dengan itu, retakan tulang terdengar dan Komandan Pengawal itu menjerit histeris.
Whush...
Bomm...
Tidak melepaskannya begitu saja, Zhao Feng melayangkan tendangan dan melempar Komandan Pengawal juga.
"Dia mengalahkan mereka semua."
Para penduduk Kota dan kultivator bebas yang melihatnya pun terbelalak tidak percaya.
Itu adalah ranah Bumi bintang 8 dan 9.
Tapi mereka semua dikalahkan dengan mudah oleh bocah 17 tahun.
"Bocah ini tidak sederhana. Dia pasti menggunakan Artefak Ilahi."
Dari sekian banyak kultivator bebas yang ada di sekitarnya, beberapa dari mereka menatap Zhao Feng dengan keserakahan.
Mereka tidak percaya Zhao Feng memiliki kekuatan sebesar itu.
Bagaimana pun juga, Zhao Feng hanyalah bocah 17 tahun.
Mereka yakin Zhao Feng memiliki Artefak Ilahi yang mendukungnya.
Zhao Feng mengabaikan keterkejutan semua orang dan memutuskan untuk pulang.
Jika dia berada diluar terus, Zhao Feng yakin akan ada masalah lagi yang datang.
Beberapa saat kemudian, Zhao Feng tiba di Gang sepi yang tidak jauh dari Markas Pasukan Harimau Perak.
"Keluarlah!"
Namun, dia tahu sedang diikuti sekelompok orang.
Zhao Feng pun berhenti dan menyuruh mereka keluar.
"Hahahaha!"
"Persepsi mu cukup tajam, Anak Muda."
Kelompok itu keluar dari persembunyian dan pemimpin mereka tertawa.
"Bocah! Sebaiknya serahkan Artefak Ilahi itu padaku."
"Kalau tidak..."
Lalu mengubah raut wajahnya dan mau merampok Zhao Feng terang-terangan.
"Aku tidak punya Artefak apa pun."
Zhao Feng menatapnya datar.
"Hah. Berani menyangkal?"
Pria itu menyeringai.
"Kalau begitu, Kami akan mencarinya di mayat mu."
"Serang dia!"
Lalu memberi perintah pada anak buahnya.
Whush Whush...
2 orang langsung menyerang dari kiri dan kanan.
Whush..
Pedang berkilat membelah udara.
Namun, Zhao Feng tidak bergerak sampai jarak mereka tinggal satu langkah.
Slash...
Tubuhnya miring tipis dan Pedang pertama meleset.
Plaakk!
Lalu tamparannya mendarat di rahang penyerang pertama.
Bomm!
Sosok itu terpental dan menghantam tembok.
Sebelum yang kedua sempat menarik pedangnya, Zhao Feng lebih dulu menendangnya.
Bomm...
Orang kedua juga terlempar dan darah mengalir.
"Bajingan! Habis bajingan kecil itu!"
Teriak marah Pemimpin mereka.
Whush.. Whush..
5 orang yang tersisa pun langsung melepaskan aura penuh.
Ranah Bumi bintang 6 hingga 8.
Mereka mengepung Zhao Feng dari berbagai arah.
Zhao Feng mendengus dsn kakinya menghentak tanah.
Bomm...
Gelombang Energi menyebar dan mereka terlempar ke berbagai arah.
"Dasar tidak berguna!"
Pemimpin kelompok membentak anak buahnya dan melesat ke arah Zhao Feng.
Whush...
Tinjunya terangkat dan mengarah ke dada Zhao Feng.
Namun, Zhao Feng lebih dulu bergerak dan meninju dada pria itu.
Bomm...
Ledakan menggema dan melempar sang pemimpin.
Pffttt...
Sang Pemimpin memegang dadanya dan menyemburkan darah.
"Cepat tinggalkan tempat ini!"
Menyadari kekuatan Zhao Feng sangat besar, pemimpin kelompok langsung melarikan diri dengan ketakutan.
Prok prok prok...
"Luar biasa."
Belum juga Zhao Feng beranjak dari tempat itu, terdengar suara tepuk tangan dari belakang.
Saat membalikkan badan, Zhao Feng melihat beberapa sosok mendarat di atap rumah.
"Siapa kalian?"
Tanya Zhao Feng pelan.
"Kurang ajar!"
"Berani sekali menatap langsung Ketua Klan!"
Sebelum pria paruh baya paling depan itu menjawabnya, salah satu Pengawal sudah menunjuk dan membentak Zhao Feng.
"Ketua Klan?"
Zhao Feng menaikkan alis sebelah.
"Anak Muda, Kamu sudah mempermalukan Putra ku di depan umum."
"Kamu juga telah melukai Pengawal Klan Chen. Sebaiknya hancurkan kultivasi mu dan patahkan kedua tangan mu."
"Kalau tidak..."
"Kalau tidak kenapa?"
Zhao Feng langsung memotong dengan dingin.
Dan ternyata, pria paruh baya itu adalah Ketua Klan Chen.
Sang pemimpin Klan Chen.
"Bajingan! Bunuh dia!"
Ketua Chen naik pitam karena ucapannya dipotong.
"Baik Ketua."
Whush...
4 pria paruh baya pun langsung menerjang Zhao Feng dari berbagai arah.
"Matilah bajingan kecil!"
Teriak salah satu pria paruh baya dengan mengayunkan Pedangnya.
