Bab 04. Pertarungan Pertama
Tidak jauh dari mereka, Zhao Feng bersembunyi di atas pohon tinggi.
Dia menyembunyikan auranya dan tidak terdeteksi sama sekali.
"Ranah Langit bintang 1 tahap menengah."
Gumamnya menatap Komandan Jin dan Tetua Sekte.
Whush...
Tetua Sekte Gunung Hitam mengayunkan sabit hitam besar.
"Komandan Jin! Kerajaan Qing tidak akan mampu menghancurkan Sekte Gunung Hitam kami!"
Tawanya dingin dan menggema.
"Kalian Aliran Hitam sudah terlalu lama membuat kekacauan!"
"Hari ini aku akan memenggal kepalamu!"
Jawab Komandan Jin mengayunkan tombaknya dan menahan sabit itu.
Bomm Bomm!
Ledakan Energi menyapu pepohonan beterbangan.
"Sekte Gunung Hitam? Aliran Hitam?"
Zhao Feng menyipitkan mata saat mendengarnya.
Dia teringat perkataan para Guru.
Aliran Hitam adalah Sekte sesat.
Mereka sering membantai Desa demi sumber daya dan eksperimen kultivasi terlarang.
Sementara itu di depan sana, puluhan Prajurit Kerajaan tumbang satu demi satu.
Murid Sekte Gunung Hitam juga tidak sedikit yang tewas.
Ini adalah Pertempuran brutal dan tidak ada belas kasihan.
"Bentuk Formasi 3 Sudut dan hancurkan mereka!"
Teriak Wakil Komandan memberi aba-aba.
Namun, Murid Sekte Gunung Hitam menyerang seperti orang gila.
"Darah! Bunuh semuanya!"
Salah satu Murid berteriak histeris sambil mengayunkan pedang.
Zhao Feng mengerutkan alis saat merasakan aura mereka.
Banyak yang menggunakan teknik yang merusak meridian sendiri demi kekuatan sesaat.
"Apa ini teknik Aliran Hitam?"
Gumamnya membatin.
Dhuaarrr!
Pffttt...
Ledakan besar sekali lagi menggema Komandan Jin terbatuk darah.
"Kamu memang kuat, Komandan Jin. Tapi hanya itu saja!"
Ucap Tetua Sekte Gunung Hitam menyeringai.
Whush!
Sabit Hitam berputar dan menciptakan pusaran Energi gelap.
Tekanan pun turun seperti Gunung besar.
"Dia bisa mati."
Zhao Feng langsung menatap dengan serius.
Kalau Komandan Jin kalah, pasukan Kerajaan pasti runtuh.
Dan 500 lebih Murid Aliran Hitam akan lolos.
Desa-desa di sekitar pasti akan dihancurkan juga.
"Baiklah. Aku membutuhkan pengalaman bertarung."
Zhao Feng menghembuskan nafas pelan dan memutuskan untuk membantu.
Membunuh Aliran Hitam tidak bertentangan dengan prinsipnya.
Whush!
Zhao Feng menghilang dari atas pohon dengan Langkah Angin.
Murid Aliran Hitam yang mau menusuk Prajurit Kerajaan pun tiba-tiba membeku.
Slash!
Satu bilah Energi melintas dan kepala Murid itu terlepas.
Tubuhnya bahkan belum sempat menyadari kematian.
"Apa?!"
Slash! Slash!
2 Murid lain terkejut dan terbelalak.
Namun, mereka juga roboh sebelum bereaksi.
Gerakan Zhao Feng seperti bayangan dan tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.
Pedangnya bergerak tanpa suara ledakan.
Hanya ada garis tipis.
Satu tebasan dan satu kematian.
"Siapa itu?!"
Seorang Prajurit Kerajaan menoleh kaget.
Dalam beberapa nafas kemudian, 20 Murid Aliran Hitam telah jatuh.
Zhao Feng tidak menggunakan teknik mencolok.
Hanya kecepatan dan serangan yang presisi.
"Waspada!"
Seorang Murid Aliran Hitam berteriak.
"Bajingan! Matilah bocah!"
8 orang menerjang Zhao Feng bersamaan.
Namun, Zhao Feng hanya melangkah ringan.
Whush!
Pedangnya berputar seperti Angin musim dingin.
Teknik Pedang Kaisar Es.
Satu garis melengkung.
Slash!
8 tubuh membeku sepersekian detik.
Lalu garis darah muncul di leher mereka.
Bugh! Bugh!
Tubuh-tubuh itu roboh ke tanah dengan darah menyembur dari leher.
"Bajingan!"
Tetua Sekte yang melihatnya pun mengumpat kesal.
"Matilah!"
Lalu mengayunkan Sabit Hitam ke arah Komandan Jin.
Whush!
Namun, sosok Zhao Feng melesat dengan kecepatan tinggi.
Klaang!
Dhuaarrr Dhuaarrr...
Zhao Feng menahan serangan itu dan ledakan besar menggema.
Whush...
Sosok Zhao Feng dan Tetua Sekte terdorong beberapa langkah ke belakang.
"Bagaimana mungkin?"
Tetua Sekte menatap Zhao Feng dengan keterkejutan.
"Cih! Dasar sampah Manusia. Kalian benar-benar menjijikkan."
Ucap Zhao Feng berdecak lidah.
"Berani sekali menahan serangan ku!"
Tetua Sekte menatap tajam Zhao Feng.
"Simpan omong kosong mu!"
Zhao Feng mendengus dan menoleh pada Komandan Jin.
"Pulihkan diri Komandan. Biar aku yang mengurus sampah ini."
Ucapnya melempar Pil Pemulih.
"Bajingan! Berani sekali mengatakan aku sampah!"
Whush!
Tetua Sekte meraung marah dan menerjang Zhao Feng dengan Sabit Hitamnya.
Whush!
Sabit hitam berputar membawa pusaran Energi gelap yang menekan udara di sekitarnya.
Tanah di bawah kaki Zhao Feng retak, dan dedaunan beterbangan seperti dihantam badai.
Tetua Sekte meraung dan mengayunkan sabitnya dari atas.
Whush!
Gelombang Energi gelap membelah udara seperti bulan sabit raksasa.
Namun, Zhao Feng tidak tinggal diam.
Dia menghilang dari tempatnya dan muncul di sisi kiri Tetua dalam sepersekian detik.
Slash!
Pedangnya melesat lurus ke arah pergelangan tangan.
"Apa?"
Tetua itu kaget, tapi refleksnya cepat. Sabit berputar menahan.
Klaang!
Dhuaarrr...
Percikan Energi meledak dan keduanya terpental beberapa meter.
"Kau bukan Ranah Bumi."
Ucap Tetua Sekte menatap dengan wajah serius.
"Hentikan omong kosong saat bertarung!"
Whush...
Zhao Feng mendengus dan menerjang lebih dulu.
Tetua Sekte menajamkan indranya. Sabitnya menyapu ke belakang tanpa melihat.
Klaang!
Benturan kedua senjata membuat udara bergetar.
Dalam 3 gerakan berikutnya, keduanya bertukar tebasan cepat.
Slash!
Klaang!
Boom!
Gerakan mereka nyaris tidak terlihat oleh para prajurit di bawah.
Komandan Jin yang sedang memulihkan diri dengan Pil, membuka mata dan terkejut.
"Teknik Pedang yang halus dan presisi yang tajam."
Ucapnya kaget dan kagum.
"Kau pikir teknik mu cukup?"
Sementara itu, Tetua Sekte menggertakkan gigi dan menahan gempuran Zhao Feng.
"Akan aku tunjukkan perbedaan ranah padamu!"
Tetua Sekte meraung dan tubuhnya membengkak sedikit.
Pembuluh darah hitam muncul di lehernya.
Aura gelap melonjak dan ranah Langit bintang 1 tahap akhir dilepaskan sepenuhnya.
Dengan teknik terlarang, dia memaksa peningkatan kekuatan.
Tanah di sekitarnya hancur.
"Matilah bocah!"
Whush....
Sabit Hitam itu menebas lurus ke arah Zhao Feng.
Bahkan tekanan kali ini jauh lebih berat dari sebelumnya.
"Baiklah. Kita akhiri sekarang."
Ucap Zhao Feng menarik nafas dan mengangkat Pedang Kaisar Es.
"Pedang Pembeku Langi!"
Whush...
Udara di Lembah yang penuh asap dan bau darah itu mendadak berubah.
Suhu turun drastis.
Embun beku tipis muncul di tanah yang retak.
Bahkan serpihan batu yang melayang di udara membeku sebelum jatuh kembali.
Sementara itu, Zhao Feng berdiri tegak dengan Pedang Kaisar Es di tangannya.
Whush...
Pedang ditebaskan dan bilah Energi dingin menyapu ke depan.
Dhuaarrr Dhuaarrr...
2 serangan bertemu dan menciptakan ledakan dahsyat.
Ledakan dahsyat itu mengguncang seluruh Lembah dan debu beterbangan.
Gelombang Energi hitam dan Es saling menelan, lali menghancurkan tanah hingga retak seperti jaring laba-laba.
Batu-batu beterbangan dan pepohonan yang tersisa juga tercabut dari akarnya.
Di tengah pusaran Energi itu, satu warna perlahan mendominasi.
Putih kebiruan.
Embun beku menjalar dari titik benturan dan merayap seperti Ular Es yang lapar.
Kreekk...
Sabit hitam Tetua Sekte Gunung Hitam membeku di tengah udara.
"A-apa...?"
Mata Tetua itu membelalak.
