Bab 02. Setelah 9 Tahun
"Apa?"
Zhao Feng terperanjat dan melompat menjauh.
Murid yang satunya juga menelan ludah dan melangkah mundur perlahan.
Slash!
Namun, sebuah cahaya melesat dengan kecepatan tinggi dan menembus dahi Murid itu.
Bugh!
Murid itupun roboh dan mati.
"Si-siapa?"
Zhao Feng gemetar dan mencari sosok yang membunuh kedua Murid.
"Apa? Tubuh Roh Dewa?"
Namun, bukannya jawaban yang didapat, Zhao Feng justru mendengar suara keterkejutan dari 3 suara.
"Hahahaha! Akhirnya aku menemukan Murid!"
Lalu 3 tawa menggema dan 3 sosok transparan melayang keluar dari pohon.
"Si-siapa kalian?"
Zhao Feng ketakutan dan melangkah mundur.
"Jangan takut bocah. Kami tidak akan menyakiti mu.".
Ucap salah satu sosok tersenyum.
"Benar. Kami tidak akan menyakiti mu."
Yang lain mengangguk menimpali.
"Siapa nama mu, Bocah?"
"Apa kamu mau menjadi Murid ku?"
Sosok yang satunya lagi tidak berbelit-belit
Dia menatap Zhao Feng dan ingin mengangkat bocah itu sebagai Muridnya.
"Yang mereka katakan itu benar. Kami tidak akan menyakiti mu."
"Justru sebaliknya. Kami akan mengajari mu teknik kultivasi."
"Apa kamu mau menjadi Murid kami?"
Melihat Zhao Feng terdiam, sosok itu kembali menjelaskan.
Namun, Zhao Feng tidak menjawab mereka.
Bocah itu jatuh berlutut dan menangis.
Dia masih tidak menyangka dengan apa yang baru saja terjadi.
Kehidupan tenang yang selama ini dia miliki, telah direbus dengan paksa dan harus kehilangan semuanya.
Bahkan Ayah dan Ibunya juga dibunuh.
Zhao Feng masih berlutut di tanah hutan yang dingin.
Tangannya mengepal kuat hingga kuku-kuku jarinya memutih.
Bayangan Ibunya terlempar keluar dari gubuk kembali terulang di benaknya.
Suara ledakan.
Tubuh yang menghantam tanah.
Pedang yang menembus dada.
Lalu tebasan terakhir yang membelah tubuhnya.
Napas Zhao Feng menjadi berat.
Lalu bayangan Ayahnya.
Tubuh berdarah.
Namun tetap berdiri.
Menghadang pedang.
"Selama aku masih bernapas, Aku akan membalaskan dendam ini."
"Aku akan menghancurkan mereka semua!"
"Aaaaaaaaaargh!"
Teriak Zhao Feng dengan Air mata yang mengalir deras.
Dia menggigit bibirnya sampai berdarah.
Rasa takut ketika pedang hampir memenggal kepalanya masih begitu jelas.
Namun...
Dia tidak memiliki kekuatan untuk melawan.
Yang ada hanyalah ketakutan dan putus asa.
Namun, tiba-tiba rasa takut itu menghilang.
Rasa takut itu berubah menjadi bara kecil.
Lalu menjadi Api.
Api yang membakar dadanya.
Zhao Feng lalu mengangkat kepala dan menatap 3 sosok transparan di depannya.
"Kalian benar-benar bisa membuat ku kuat?"
Tanyanya pelan dengan suara serak.
Namun, di dalamnya tersimpan tekad dan ambisi untuk balas dendam.
"Benar. Kalau kamu mau menjadi Murid kami, Kami akan membuat mu kuat."
Jawab salah satu dengan anggukan kepala.
"Apa aku bisa menghancurkan Klan Yao?"
Tanyanya lagi dengan menatap ketiganya.
"Tergantung pada seberapa besar tekad mu menjadi kuat."
"Dan seberapa keras kamu mampu bertahan."
Jawab yang lain.
Mendengar jawaban itu, Zhao Feng menunduk dan mengepalkan tangannya.
Lalu bersujud pada ketiga sosok itu dengan serius.
"Aku, Zhao Feng, Bersedia menjadi murid kalian. Tolong jadikan aku kuat."
Ucapnya dengan nada serius.
Ketiga sosok itu saling menatap dan tersenyum.
Akhirnya mereka menemukan Murid juga.
Ketiganya adalah 3 Jiwa Dewa Kuno yang telah lama mati.
Yang pertama adalah Dewa Es, yang juga dikenal sebagai Dewa Penempa.
Yang kedua adalah Dewa Angin, yang juga dijuluki Dewa Formasi.
Dan yang terakhir adalah Dewa Pedang, yang juga merupakan Dewa Obat dan Alkemis Dewa Agung.
Namun, mereka tidak akan mengatakan itu pada Zhao Feng.
Dewa Angin lalu mengangkat tangan dan Angin besar berputar.
Dunia di sekitar Zhao Feng langsung berubah dan mereka berpindah tempat.
Saat Zhao Feng membuka matanya lagi, dia berada di sebuah Lembah yang luas.
Langitnya biru keperakan.
Gunung Es menjulang di kejauhan.
Dan Angin berputar membentuk pola rumit di udara.
Di tengah Lembah itu, berdiri Istana Hitam yang memancarkan Niat Pedang yang mengerikan.
"Ini adalah Ruang Warisan kami,"
Ucap Dewa Es menjelaskan.
"Waktu di sini 3 kali lebih cepat dibandingkan Dunia luar,"
"1 tahun di Dunia Luar setara dengan 3 tahun di sini."
Tambah Dewa Angin.
"Jika kamu mati di sini, Jiwamu tidak akan hancur. Tapi rasa sakitnya nyata."
Sahut Dewa Pedang menatap Zhao Feng.
"Aku tidak takut sakit. Aku harus menjadi kuat."
Namun, Zhao Feng mengepalkan tangan dan menjawabnya dengan tekad yang besar.
Kalau dia takut sakit dan tidak memiliki kekuatan, Zhao Feng akan menyalahkan diri karena tidak bisa balas dendam.
Ketiga Dewa pun saling menatap dan membawa Zhao Feng ke sebuah Lembah.
Di mana Lembah itu dipenuhi tebing curam dan terjal.
"Sebelum membangkitkan Bakat mu yang masih terpendam, Kamu harus mendaki dari sini hingga ke puncak."
"Setelah mencapai puncak, Kamu harus kembali dan mengulanginya sebanyak 10 kali."
"Apa kamu sanggup?"
Ucap Dewa Pedang menjelaskan metode latihan.
"Aku sanggup, Guru."
Zhao Feng kecil menarik nafas dalam dalam dan menatap puncak Gunung.
Tidak membuang waktu, bocah itu mulai mendaki ke Gunung.
3 tahun kemudian.
Setelah menaiki Gunung selama 3 tahun, Zhao Feng merasa tubuhnya sangat ringan.
Bukan hanya 10 kali yang dia lakukan. melainkan lebih dari 30 kali sehari.
Dan selama 3 tahun ini, Zhao Feng tidak berlatih lain dan hanya melatih tubuh fisiknya.
Saat malam hari, dia akan berendam di Kolam Energi untuk memulihkan diri dan menempa tulang dan dagingnya.
Di 3 tahun kedua, Zhao Feng mempelajari Obat obatan.
Dia menghafal puluhan ribu jenis tanaman di Kitab Obat.
Lalu belajar meramu obat dan menyuling Pil.
3 tahun ketiga, Zhao Feng belajar menempa Senjata dan Armor.
Padahal usianya baru 10 tahun di Dunia Luar.
Namun, karena tekadnya untuk menjadi kuat dan membalaskan dendamnya, Zhao Feng tidak protes dan terus belajar.
Di 3 tahun keempat, Zhao Feng belajar berkultivasi.
Lalu di 3 tahun kelima, Zhao Feng mempelajari teknik bertarung.
Namun, karena usianya yang baru 13 tahun di Dunia Luar, ketiga Guru melarang Zhao Feng meningkatkan kekuatan dengan cepat.
Bagaimana pun juga, Zhao Feng belum mampu menampung kekuatan besar.
Dan setelah 27 tahun semenjak pertama kali datang ke tempat itu, Zhao Feng tumbuh menjadi Pemuda yang tampan dan berotot.
Pemahamannya tentang Alkemis, Tabib, Menempa Senjata, Membuat Formasi dan sebagainya telah meningkat drastis.
Zhao Feng mampu menempa Senjata Bumi hingga Senjata Langit.
Dia juga mampu menyuling Pil Bumi hingga Langit.
Bahkan, Zhao Feng mampu membuat Formasi tingkat tinggi.
"Guru, Aku sudah berusia 17 tahun. Aku juga sudah menerobos hingga Ranah Bumi bintang 10 tahap sempurna,"
"Apa aku boleh membalaskan dendam orang tua ku, Guru?"
Setelah menguasai semuanya, Zhao Feng menatap ketiga Gurunya dengan serius.
Dia ingin membalaskan dendamnya dengan cepat.
Tekad untuk menjadi kuat adalah balas dendam.
