Bab 01. Awal
"Keluar kamu, Yao Lian! Klan Yao memanggil mu kembali!"
Pada saat ini, seorang bocah berusia 8 tahun sedang mempelajari kitab Kultivasi di Rumahnya.
Namun, tiba-tiba sebuah teriakan keras terdengar dari luar rumah.
Lalu disertai dengan niat membunuh yang kuat.
Hal itu membuat jantung bocah 8 tahun yang bernama Zhao Feng itu berdegup kencang.
"Ternyata mereka menemukan ku juga."
Gumam Yao Lian yang sedang memasak di dapur.
Lalu meletakkan masakannya dan bergegas ke ruang tengah.
Sementara itu, Zhao Fan mengeratkan rahangnya.
Dia hanyalah Pemuda Desa yang menikahi wanita dari Klan Kuno.
Selama 8 tahun dalam persembunyian mereka, ternyata Klan Yao menemukan mereka juga.
Braakk...
Sebelum Zhao Fan dan Yao Lian keluar, pintu depan ditendang dan hancur.
Lalu 6 sosok masuk kedalam Gubuk kecil itu dengan menenteng Pedang.
"Yao Lian! Berani sekali kamu menikah dengan rakyat jelata dan melahirkan darah campuran?"
"Kamu sudah mencoreng nama Klan Yao!"
Pria paruh baya yang memimpin Murid Klan Yao, menatap Yao Lian dan membentuknya.
Zhao Feng gemetar saat melihat 6 sosok yang masuk kedalam.
Dia belum pernah merasakan tekanan seperti ini sebelumnya.
Lututnya gemetar dan hampir tidak bisa berdiri.
Melihat 6 sosok itu masuk, Yao Lian langsung berdiri di depan dan melindungi anaknya.
Jubah hijaunya berkibar pelan meski tidak ada angin.
"Aku sudah meninggalkan Klan Yao sejak 8 tahun yang lalu. Aku bukan lagi bagian dari kalian."
Ucap Yao Lian dengan dingin.
Seorang pria paruh baya pun menatap Zhao Feng.
"Yao Lian, Kamu mungkin bisa lari. Tapi darah mu tetap milik Klan Yao. Dan bocah itu adalah Noda Klan."
"Dia harus mati!"
Ucapnya dengan menatap Zhao Feng.
"Aku takut, Bu."
Melihat tatapan itu, Zhao Feng semakin ketakutan dan memeluk paha Ibunya.
"Bunuh bocah itu!"
Sebelum Yao Lian mengatakan sesuatu, pria paruh baya itu memberi perintah untuk membunuh Zhao Feng.
"Coba saja kalau berani!"
Whush...
Namun, Yao Lian langsung menghalangi mereka dan melepaskan auranya.
"Dasar wanita jalang!"
Whush...
Pria paruh baya meraung marah dan menerjang Yao Lian.
Dhuaarrr Dhuaarrr...
Pukulan mereka beradu dan ledakan menggema.
Bersaman dengan itu, Yao Lian terlempar hingga menembus keluar.
Sedangkan pria paruh baya itu terdorong mundur beberapa langkah.
"Lari Feng'er! Ayah akan melindungi mu!"
Zhao Fan semakin panik saat melihat Istrinya terlempar.
Dia juga berdiri di depan Zhao Feng dan menyuruhnya melarikan diri.
"Aku takut Ayah."
Namun, Zhao Feng justru memeluk kaki Ayahnya dengan ketakutan yang sangat.
"Lari dari sini! Cepat lari!"
Namun, Zhao Fan membentak Putranya dan menyuruhnya lari.
"Bunuh bocah itu!"
Di saat yang sama, pria paruh baya kembali memberi perintah.
Whush...
Mendengar kata 'bunuh', Zhao Feng menguatkan hatinya dan berlari ke belakang.
"Mau lari kemana kamu bajingan kecil!"
Teriak salah satu Murid Klan Yao dan mengejar Zhao Feng.
"Langkahi dulu mayat ku!"
Namun, Zhao Fan lebih menghalangi Murid itu.
"Cari mati!"
Whush...
2 Murid lain langsung menerjang Zhao Fan dengan pedang yng diayunkan.
Slash Slash...
Zhao Fan menghindari serangan itu dan tebasan mengenai udara kosong.
"Aku hancurkan kalian semua!"
Bomm...
Terdengar teriakan dari luar dan Yao Lian menerjang masuk dengan aura yang dilepaskan semua.
"Siapa pun yang menyentuh anak ku, Akan ku bunuh tanpa ampun!"
Suaranya menggema, dan dipenuhi niat membunuh yang tidak kalah mengerikan.
Whush...
Gelombang Energi menyapu ruangan kecil itu.
2 Murid yang mau menusuk Zhao Fan pun terpental dan menghantam dinding bambu.
Braakk!
Dinding gubuk roboh sebagian.
Pria paruh baya itu menyipitkan mata.
"Hmph. 8 tahun bersembunyi ternyata tidak membuat kultivasi mu mandek, Yao Lian."
Aura pria itu perlahan naik dan tekanan berat memenuhi udara.
Sementara itu di belakang sana, Zhao Feng terus berlari menjauh dari R.
Namun, sesekali dia menoleh dan air matanya menetes.
Namun, Zhao Feng terus berlari sekencang yang dia bisa.
Di dalam gubuk.
Dhuaarrr!
Yao Lian dan pria paruh baya kembali beradu pukulan. Ledakan Energi pun menghancurkan sisa sisa dinding.
Ledakan itu juga membuat Zhao Fan terlempar hingga keluar rumah.
Meski hanya manusia biasa, dia tetap berdiri dan menghadang 2 Murid yang kembali menyerangnya.
"Selama aku masih bernapas, Jangan berharap bisa menyentuh anakku!"
Teriak Zhao Fan dengan keberanian yang belum pernah dia tunjukkan.
Slash...
Namun, Pedang salah satu Murid menggores bahunya dan darah memercik.
Meski begitu, Zhao Fan tidak mundur dan meninju salah satu murid tepat di rahang.
Bugh...
Murid itu terpental dan mulutnya meneteskan darah.
"Hanya Cacing Desa tapi berani melawan!"
Slash!
Pedang lain menebas punggung Zhao Fan dan darah mengalir semakin deras.
Zhao Fan terhuyung-huyung ke belakang.
Di sisi lain.
Yao Lian memuntahkan darah setelah bertarung beberapa jurus.
Kultivasi pria paruh baya itu 3 tahap lebih tinggi dari Yao Lian.
"Kamu telah mencoreng nama klan. Dan Hukuman mu adalah kematian!"
Ucap pria paruh baya menebas sekali lagi.
Whush
Bilah Energi Pedang pun melesat dengan kecepatan tinggi.
"Buruk."
Yao Lian segera mengangkat tangan dan membentuk perisai Energi.
Dhuaarrr Dhuaarrr!
Ledakan keras menggema dan retakan menjalar seperti jaring Laba-laba di Perisai itu.
"Klan Yao tidak punya hati!"
Yao Lian menjerit dan melepaskan seluruh sisa Energinya.
Boommm!
Ledakan besar mengguncang area itu.
Tanah sekitar gubuk hancur dan pohon-pohon di dekatnya tumbang.
Para Murid terdorong mundur dan debu berterbangan.
Saat debu perlahan menghilang, Pria paruh baya itu masih berdiri.
Pedangnya menembus dada Yao Lian dan darah mengalir deras.
Mata lembut Yao Lian lalu menoleh ke arah Zhao Fan yang berlutut bersimbah darah.
"Maafkan aku."
Ucapnya lirih dan parau.
"Matilah jalang!"
Pedang itu dicabut dan pria paruh baya menebas sekali lagi.
Sreekk!
Tubuh Yao Lian terbelah dan jatuh ke tanah.
"Tidak!"
Zhao Fan histeris saat melihat isinya dibelah.
"Kenapa berteriak? Kamu akan menyusulnya juga."
Murid di belakangnya tersenyum dingin dan mengayunkan Pedang juga.
Slash!
Pedang itu menembus perut Zhao Fan dari belakang.
Mata Zhao Fan membelalak dan darah keluar dari mulutnya.
"Kalian berdua kejar bocah itu dan habisi dia!"
Setelah Zhao Fan dan Yao Lian tewas, pria paruh baya memerintahkan 2 Murid untuk mengejar Zhao Feng.
"Baik Tetua."
Whush...
Jawab kedua Murid dan melesat mengejar bocah 8 tahun itu.
Sementara itu di hutan sana, Zhao Feng terus berlari dengan kekuatannya.
Dia tahu orang tuannya sudah dibunuh. sehingga Zhao Feng sangat ketakutan dan berlari dengan tubuh gemetar.
"Ayah, Ibu. Aku takut."
Tangis bocah itu tidak berhenti.
Dia terus menangis dan melarikan diri.
"Mau lari kemana kamu, Bocah? Hehehehe..."
Namun, tiba tiba salah satu Murid muncul dari depan dan mengejutkan Zhao Feng.
Zhao Feng terkejut dan melangkah mundur.
Namun, Murid lain muncul dari belakang juga dan Zhao Feng membeku.
"Bocah, Kamu adalah Aib keluarga. Sekarang matilah!"
Teriak Murid dari depan dan mengayunkan Pedangnya.
Slash...
Kepala terlepas dan darah menyembur keluar.
Namun, bukan kepala Zhao Feng yang terlepas. melainkan kepala Murid itu.
"Kenapa kalian begitu tidak tahu malu dengan membunuh anak kecil?"
Lalu sebuah suara muncul dari dalam Pohon besar di dekat Zhao Feng.
******
Ranah Kultivasi.
Ranah Bumi.
Ranah Langit.
Ranah Raja.
Ranah Kaisar.
Ranah Surga.
Ranah Dewa.
Setiap ranah ada 10 bintang.
Dimulai dari ranah Bumi bintang 1 tahap awal, hingga ranah Dewa bintang 10 tahap sempurna.
Dan setiap bintang juga terdapat 5 tahapan.
Yaitu tahap awal, tahap menengah, tahap akhir, tahap puncak dan tahap sempurna.
