Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Gumshin yang Terbelah Dua

Ling Fei, Lee Gon, dan Bai Lu berlari begitu cepat. Semakin cepat mereka berlari, semakin cepat pula gumpalan angin menyerang mereka bertiga, menyebabkan Ling Fei terpisah dari kedua saudaranya.

"Ling Fei hilang!!!"

Lee Gon menyadari bahwa saudaranya tidak ada di belakangnya. Bahkan, Asahi yang telah berlari bersamanya, tiba-tiba menghilang begitu saja.

"Apa? Menghilang? Bagaimana mungkin? Bukankah Ling Fei ada di belakang kita sebelumnya?"

Bai Lu menghentikan langkahnya. Begitu dia berhenti, gumpalan angin berhenti tepat di depannya, menyebabkan bayangan hitam itu muncul kembali dan terbentuk sebagai manusia yang lengkap dan sempurna, yang muncul dari balik bayangan hitam berkabut.

"Yuram, ada apa?" Lee Gon mendekati Bai Lu yang berdiri tepat di depan bayangan hitam itu.

"Ada seseorang yang muncul dari balik bayangan hitam itu, Lee Gon."

Lee Gon dan Bai Lu menatap bayangan hitam itu. Seseorang yang tinggi besar muncul dan berjalan menghampiri Lee Gon dan Bai Lu, dengan langkah kaki yang terlihat gemetar saat mendekat.

"Han Yuram, mengapa kau dan kedua saudaramu pergi begitu saja saat aku datang menemuimu?" katanya dengan suara yang terdengar menggema, besar dan keras.

"Di mana Ling Fei? Kemana kamu membawanya?" Bai Lu terlihat lebih berani kali ini. Suaranya terdengar keras, dan dia menatap pria besar itu dengan tatapan tegas.

"Saudaramu ada di sana!"

Pria besar itu menunjuk ke arah pohon beringin besar. Dan, Ling Fei terperangkap di pohon dengan kedua tangannya terikat oleh akar pohon beringin, yang mengikat seluruh tubuhnya dengan sangat erat, sehingga meninggalkan banyak memar di sekujur tubuh Ling Fei.

"Lepaskan Ling Fei! Apa yang sebenarnya kamu inginkan dariku?"

"Serahkan pedang Hayeongsan-mu padaku, maka aku akan mengembalikan saudaramu padamu dalam keadaan utuh dan tidak terluka."

"Apa, apa kau sudah gila?" teriak Bai Lu kesal dan merasa terjebak oleh situasi yang tidak menguntungkannya.

Bagaimana mungkin pria besar itu melakukan pertukaran yang tidak adil. Dan, bagaimana mungkin Bai Lu menukar senjata pamungkasnya, senjata andalannya, dengan nyawa saudaranya sendiri. Hal itu membuat Bai Lu sangat kesal, dan dia bahkan mengepalkan tinjunya karena dia sangat kesal dengan pertukaran yang tidak adil itu.

"Jangan dengarkan dia, Yuram. Untuk waktu yang lama, Gumshin telah mengincar pedang Hayeongsan-mu. Jika kamu menyerahkan pedangmu, maka kamu akan mudah dikalahkan oleh musuh-musuhmu. Selain itu, kau tidak akan bisa memberikan pedangmu, karena Hayeongsan sudah menyatu dengan tubuhmu. Jika Gumshin menginginkan pedangmu, maka dia harus membunuhmu terlebih dahulu."

Mendengar semua penjelasan Lee Gon, membuat Bai Lu tersenyum sinis dan menatap wajah pria besar yang dipanggil Gumshin itu, dengan tatapan mata seorang pembunuh berdarah dingin.

Ternyata, Han Yuram memiliki banyak musuh juga. Apakah aku sudah membuat keputusan yang tepat untuk menjadi dia di Dinasti Joseon ini? Pikiran Bai Lu tampak sedikit gelisah.

Pedang Hayeongsan memang memiliki kekuatan yang jauh melebihi pedang biasa. Dalam setiap ayunan pedang, pedang ini mampu mengeluarkan energi yang mematikan dan melumpuhkan musuh-musuhnya. Kekuatan pedang ini tidak dapat ditandingi oleh senjata lain, menjadikannya senjata yang luar biasa dan sangat berbahaya.

Pedang Hayeongsan juga memiliki karakteristik yang membutuhkan keberanian dan keteguhan hati untuk menggunakannya dengan benar. Hanya orang yang memiliki cukup keberanian dan keperkasaan, yang dapat mengendalikan kekuatan pedang ini.

Han Yuram, sebagai pemilik pedang ini, harus memiliki keberanian dan kepercayaan diri yang luar biasa untuk menghadapi musuh-musuh yang ingin merebut pedangnya tersebut.

Kekuatan dan keunikan Pedang Hayeongsan juga membuatnya menjadi incaran para gumiho dan roh-roh jahat. Mereka ingin menguasai pedang tersebut untuk mendapatkan kekuatan tak terbatas, dan menggunakan kekuatan pedang untuk mencapai tujuan jahat mereka. Han Yuram harus melindungi pedang tersebut dari serangan mereka, dan menggunakan kekuatan pedang tersebut untuk melawan musuh-musuhnya.

Pedang Hayeongsan juga memiliki energi spiritual yang kuat. Energi ini memancar dari pedang dan dapat digunakan oleh Han Yuram untuk melindungi dirinya sendiri, dan orang-orang yang dicintainya. Energi spiritual ini memberinya daya tahan dan perlindungan tambahan dalam pertempuran melawan gumiho dan roh-roh jahat. Oleh karena itu, pedang ini hanya dapat dikendalikan dan dipanggil oleh pemilik abadi yang terpilih.

"Bagaimana? Kamu akan menyerahkan pedangmu dan menyelamatkan saudaramu, kan?"

"Tidak akan pernah! Aku tidak akan membiarkanmu mengambil pedangku, dan aku jamin aku akan menyelamatkan saudaraku."

Bai Lu berlari dan segera menghunus pedangnya ke arah wajah Gumshin. Tapi, Gumshin dengan cepat menangkis serangannya hanya dengan menggunakan tangannya.

Dia sangat cepat. Pikir Bai Lu kembali untuk menyerang Gumshin dari sisi kanan.

Saat Bai Lu mencoba menyerang Gumshin dengan pedangnya, seseorang terbang dari satu pohon ke pohon lain dengan begitu cepat.

"Ada apa ini? Siapa yang terbang begitu cepat?"

Lee Gon mendongak dan melihat sekelebat bayangan yang terbang dari satu sisi ke sisi lain dengan begitu cepat.

Dengan satu tebasan, akar yang mengikat seluruh tubuh Ling Fei terlepas dan sangat mengganggu Gumshin yang sedang bertempur dengan Bai Lu.

"Siapa itu? Mengapa dia bisa melepaskan akar yang mengikat tubuh Ling Fei?"

Bukannya menjawab, bayangan itu malah membuat Gumshin, Lee Gon, dan Bai Lu bingung lagi. Bayangan itu sepertinya sengaja mempermainkan mereka dengan membuat mereka bertiga bingung.

"Siapa itu?" teriak Gumshin lagi dengan kesal.

"Hei, Kang Taeshin, kau sengaja mempermainkan Gumshin, kan?" teriak Asahi yang tiba-tiba muncul dari atas pohon.

Kang Taeshin? Siapa dia sebenarnya? Lee Gon tampak bingung.

"Keluar! Jangan lari dan berlarian seperti anak kecil!" Gumshin berteriak lagi dan melihat ke kanan dan ke kiri, mengikuti gerakan bayangan hitam yang terlihat begitu cepat.

Bayangan itu mendorong tubuh Bai Lu dan tubuh Lee Gon ke depan secepat kilat.

"Hei, jangan bermain-main denganku. Atau aku akan membunuhmu!" teriak Gumshin dengan emosi.

Asahi yang melihat adegan itu, tersenyum tipis. Dia mengeluarkan tongkat sihir bunga teratai alas dewanya, terbang ke arah Gumshin, dan menyerangnya dari atas.

"Jangan diam saja, bantu aku menyerangnya lagi!" Asahi berteriak, membuat Lee Gon dan Bai Lu membantunya untuk menyerang Gumshin kembali.

Gumshin yang diserang oleh kelompok seperti itu tidak tinggal diam. Dia mengerahkan seluruh kekuatannya untuk membuat angin yang bergemuruh datang dan menghempaskan tubuh Lee Gon, Asahi, dan Bai Lu ke belakang, membuat mereka bertiga terlempar jauh.

"Jangan main-main denganku!"

"Jangan main-main denganku, Gumshin!!!" teriak seseorang yang langsung berlari begitu cepat ke arah Gumshin dan menerobos masuk ke dalam tubuhnya, hingga Asahi, Lee Gon, Bai Lu, bahkan Ling Fei yang masih setengah sadar pun terkejut melihatnya. Kecepatannya benar-benar di luar nalar.

"Dia, terbelah menjadi dua!!!" seru Lee Gon, Asahi, Ling Fei, dan Bai Lu sekaligus.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel