Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 8. Desa Wu Han

Zhou Shen yang awalnya mempertimbangkan segalanya dari sisi baik dan buruk, mulai terpengaruh oleh bujukan Naga Emas.

Tanpa menunggu lama, Zhou Shen langsung menarik Xin Yin ke dalam dekapannya dan melumat habis bibir gadis ini.

Anehnya juga Xin Yin juga seakan menginginkan hal yang sama dengan membalas melumat bibir Zhou Shen juga, tanpa ragu sedikitpun dan tidak ada sikap untuk menolak perbuatan Zhou Shen.

Zhou Shen langsung membopong Xin Yin menuju ke pepohonan yang tertutup dari jalan dan mulai menanggalkan semua pakaian gadis ini. Suara tertawa cekikikan dari Xin Yin membuat Zhou Shen semakin berani dan membenarkan semua perbuatannya ini.

Xin Yin juga melakukan hal yang sama, membuat Zhou Shen tambah berani menikmati tubuh mulus Xin Ying termasuk bukit kembarnya yang menantang.

Rintihan dan teriakan kecil Xin Yin menahan kenikmatan yang diberikan Zhou Shen saat pemuda ini memasuki diri Xin Yin, membuat Zhou Shen makin mempercepat gerakannya. Zhou Shen yang belum pernah bersentuhan dengan wanita, merasakan juga sensasi yang dirasakan oleh Xin Yin.

Tiba-tiba Zhou Shen tersadar saat melihat dirinya dan Xin Yin dalam posisi tanpa sehelai benangpun yang melekat di tubuh mereka.

"Apa yang telah kulakukan?' pikirnya.

"Kenapa berhenti Pendekar Zhou? Teruskan ...!' ujar Xin Yin dengan manjanya. Gadis ini seakan sudah merencanakan dirinya berhubungan intim dengan Zhou Shen. Tidak tampak rasa penyesalan sedikitpun di wajah gadis ini.

Tapi Zhou Shen yang merasa bersalah telah melakukan perbuatan terlarang ini, sudah tidak ingin melanjutkan permainannya dengan Xin Yin lagi.

Xin Yin yang tidak mengerti mengira Zhou Shen tidak suka kepadanya, menjadi marah besar dan timbul rasa benci terhadap pendekar ini karena dianggap telah mempermainkan dirinya.

"Pendekar Zhou jahat!!!" serunya sambil mengambil pakaiannya dan berpakaian kembali kemudian pergi berlari kembali ke kota Ming Yin sambil menangis. gadis ini tidak berpaling lagi melihat Zhou Shen dan berlari sekencang-kencangnya untuk kembali ke Kota Ming Yin.

"Maafkan aku Xin Ying! Aku akan menjelaskan nanti ke ayahmu, dan aku berjanji akan menikahimu setelah urusanku selesai!" teriak Zhou shen yang entah didengar atau tidak oleh Xin Yin.

"Hufh! Apa yang telah kuperbuat? Kenapa aku bisa salah langkah seperti ini?" batin Zhou Shen penuh penyesalan karena telah merusak hidup Xin Yin.

Zhou Shen baru sadar, betapa berbahayanya Naga Emas yang ada di dalam Pedang Naga Emas ini.

Pengaruh buruk selalu diberikan kepadanya, jauh dari dugaannya yang semula mengira Pedang Naga Emas ini akan membawanya ke dalam kehidupan yang lebih baik.

"Aku harus cepat menemukan rahasia Naga Emas ini, agar aku bisa melawannya kelak kalau dia tidak membutuhkan diriku lagi! Aku harus berhati-hati mulai sekarang terhadap pengaruh buruk Naga Emas ini!

*****

Desa Wu Han tidak seperti desa-desa lainnya yang penduduknya hidup dari pertanian dan nelayan.

Penduduk Desa Wu Han kebanyakan adalah pandai besi yang menempa pedang dan perisai, serta sebagian lagi bekerja sebagai pengawal atau penjaga tempat hiburan di kota-kota sekitarnya.

Jadi tidak heran kalau desa ini agak sepi. Hanya terdengar suara dentingan logam saat pandai besi membuat pedang untuk pesanan ataupun untuk dijual di toko-toko kecil mereka.

Desa Wu Han juga terletak di kaki pegunungan, jadi udara sejuk akan menerpa begitu tiba di desa ini.

Zhou Shen juga tanpa kesulitan berhasil tiba di Desa Wu Han.

Tidak terlihat kalau di desa ini merupakan tempat bersarangnya naga yang disebut-sebut ada di desa ini.

Keadaan Desa Wu Han yang terlalu ramai dengan suara-suara pandai besi menempa logam sangat tidak mungkin untuk ditinggali naga yang disebut-sebut ada di desa ini.

"Maaf paman .... aku mendengar rumor adanya naga di desa ini, apa itu benar paman?" tanya Zhou Shen kepada salah satu pandai besi.

"Buat apa kamu mencari naga, anak muda?' tanya paman pandai besi.

"Aku hanya mendengar rumor, ingin memastikan saja, paman!" jawab Zhou Shen.

"Kalau mengenai naga, kamu bisa tanya Bao-Yu ... dia menjaga toko yang tidak jauh dari sini,' ujar paman pandai besi.

"Bagaimana aku tahu kalau itu Bao-yu, paman?' tanya Zhou Shen.

"Hanya dia satu-satunya wanita yang menjaga toko peralatan pandai besi di desa Wu Han ini!" ujar paman pandai besi.

"Baiklah ... terima kasih paman!' ujar Zhou Shen.

Saat Zhou Shen memasuki desa Wu Han, keadaan desa sepi dari penduduk. Hanya suara berisik pandai besi yang membuat suasana desa ini tidak sepi sama sekali.

*****

Toko yang disebut oleh paman pandai besi ini cukup indah dipandang dibandingkan deretan tempat pandai besi yang agak kotor dan panas.

Hanya ada satu gadis yang menjaga toko peralatan senjata ini.

"Maaf Nona ... apa saya sedang berbicara dengan Nona Bao-yu?" tanya Zhou Shen.

"Ada keperluan apa ya?' tanya gadis ini dengan wajah yang agak curiga.

"Saya tahu nama Nona dari paman pandai besi yang ada di dekat jalan masuk desa. Katanya Nona Bao-yu tahu banyak mengenai naga!' ujar Zhou Shen.

"Kenapa kamu ingin tahu tentang Naga?' tanya Bao-yu.

"Aku Zhou Shen dari kota Ming Yin. Kata pendekar yang singgah di kota Ming Yin, kalau di Desa Wu Han ini ada naga, apa itu benar?" tanya Zhou Shen.

"Buat apa kamu mencari naga?" tanya Bao-yu lagi.

"Ceritanya panjang ... aku sedang mempelajari semua sifat-sifat naga untuk keperluanku kelak!" ujar Zhou Shen singkat.

"Setahuku tidak ada naga di desa Wu Han! Aku memang banyak tahu mengenai naga, kalau itu yang kamu maksud!" ujar Bao-yu.

"Apa Nona Bao-yu tahu banyak mengenai Naga Emas yang menghuni Pedang Naga Emas?" tanya Zhou Shen langsung.

"Kenapa kamu menanyakan Naga Emas yang jahat itu?" tanya Bao-yu lagi.

"Ssst ... jangan keras-keras bicaranya!" ujar Zhou Shen memberi isyarat agar Bao-yu tidak melanjutkan perkataannya.

"Kenapa? Apa yang sedang kamu sembunyikan?" tanya Bao-yu lagi.

"Naga Emas itu ada di dalam Pedang Naga Emas yang kubawa ini ... jadi jangan sampai dia tahu Nona Bao-yu mengatakan dia jahat!" ujar Zhou Shen.

"Kenapa tidak bilang dari tadi?" ujar Bao-yu. 'Kenapa kamu bisa memiliki Pedang Naga Emas ini?'

"Bagaimana? kamu tahu tidak tentang Naga Emas ini?" tanya Zhou Shen lagi.

Pemuda ini ingin mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai Naga Emas sebelum memutuskan untuk melawan Naga Emas ini kelak.

"Aku tahu sejarah Naga Emas ini ... tapi ada baiknya kamu sembunyikan pedangmu ini dahulu jauh darimu agar Naga Emas ini tidak mendengar pembicaraan kita," bisik Bao-yu.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel