Bab 7. Pendekar Zhou
"Pendekar Zhou ... aku sangat berterima kasih kepada Pendekar Zhou yang tetap mempertahankanku sebagai walikota Ming Yin ini!" ujar walikota Mao saat Zhou Shen mengunjunginya.
"Aku tidak akan lama di kota Ming Yin, walikota Mao! Aku ingin berpetualang mencari ilmu bela diri baru yang bisa kugunakan nanti untuk menjaga kota kita ini lebih aman."
"Aku hargai keputusanmu, Pendekar Zhou!' ujar walikota Mao.
"Aku juga tidak ingin penduduk kota Ming Yin terganggu oleh banyaknya pendekar-pendekar yang berdatangan ke kota Ming Yin untuk menantangku hanya karena satu Pedang Naga Emas yang hendak mereka miliki."
"Apa rencana Pendekar Zhou sekarang?" tanya walikota Mao.
"Mungkin aku akan pergi dalam waktu dekat, karena semakin lama peminat Pedang Naga Emas semakin banyak. Aku khawatir dengan keselamatan penduduk Kota Ming Yin."
"Apa keistimewaan Pedang Naga Emas ini, Pendekar Zhou?" tanya walikota Mao.
"Itu yang akan kuselidiki dalam petualanganku nantinya untuk mencari kebenaran dari Pedang Naga Emas ini! Aku telah memberitahu semua perguruan bela diri di kota Ming Yin untuk membantu walikota Mao apabila ada gangguan bandit atau perampok yang berusaha mengacau di kota kita ini selama aku pergi."
"Kapan Pendekar Zhou hendak pergi dari kota Ming Yin?" tanya walikota Mao.
"Tidak akan lama lagi, walikota Mao!" jawab Zhou Shen.
"Aku harap Pendekar Zhou menemukan jalan terbaik nantinya dalam berpetualang di dunia persilatan yang kejam!" harap walikota Mao.
"Aku memang hendak meninggalkan kota Ming Yin sudah sejak lama, jauh sebelum aku menjadi Pendekar Zhou seperti yang kalian kenal! Setelah penduduk kota Ming Yin aman tentram, sudah saatnya aku meninggalkan kota Ming Yin untuk sementara ini! Aku harap walikota Mao mau menjaga harta benda milikku selama aku berpetualang. Aku percaya penuh kepada walikota Mao" ujar Zhou Shen.
Wajah walikota Mao agak berseri-seri mendapat kepercayaan dari Zhou Shen.
"Terima kasih atas kepercayaan Pendekar Zhou ... aku akan menjaga harta benda Pendekar Zhou selama Pendekar Zhou pergi!" janji walikota Mao.
"Oh ya ... berikan sedikit koin emas kepada paman Zhang yang tinggal dekat pegunungan Huashan dekat rumahku dulu! Aku lupa dengannya, dia banyak menolongku saat hidupku susah dengan menawarkan makanan kepadaku!' ujar Zhou Shen.
"Akan aku berikan sesuai permintaan Pendekar Zhou!" ujar walikota Mao.
"Bilang saja bantuan dari walikota Mao ya ... jangan sebut namaku!" pesan Zhou Shen.
"Baik, Pendekar Zhou!"
"Semoga kota Ming Yin akan bertambah maju saat aku kembakli nanti ya, walikota Mao!" harap Zhou Shen sambil tertawa.
"Aku harap juga begitu, Pendekar Zhou!"
"Hahaha ... aku suka dengan kejujuran walikota Mao! Maaf ya aku belum berpikir untuk berumah tangga! Xin Yin layak mendapat yang lebih baik dariku! Sampaikan maafku padanya ya!" kata Zhou Shen sopan.
"Akan aku sampaikan, Pendekar Zhou! Semoga Pendekar Zhou berubah pikiran nanti setelah kembali dari berpetualang ... hahaha!" kata walikota Mao tanpa merasa tersinggung.
"Semoga selalu sehat dan selamat dalam perjalanan, Pendekar Zhou!" kata walikota Mao.
"Semoga juga diberi kesehatan dalam memimpin kota Ming Yin ya, walikota Mao!" balas Zhou Shen.
Petualangan Zhou Shen alias Pendekar Pedang Naga Emas akan segera dimulai.
Dunia Persilatan akan kedatangan pendekar yang sangat sakti namun selalu rendah hati ini.
*****
Setelah memastikan keadaan kota Ming Yin sudah aman dari segala macam bandit dan pendekar luar kota yang mencarinya, Zhou Shen mulai meninggalkan kota yang penuh kenangan baginya ini dengan perasaan yang berat. Apalagi semua keinginannya untuk memiliki harta yang banyak sudah terwujud di kota ini.
Zhou Shen mendengar dari beberapa pendekar yang berdatangan ke kota Ming Yin kalau ada Naga di desa Wu Han yang terletak tidak jauh dari kota Ming Yin. Banyak yang telah melihat naga ini, namun bisa saja itu hanya rumor belaka.
"Aku harus ke sana untuk memastikan ada atau tidaknya naga yang disebutkan oleh pendekar asing ini. Mungkin saja hanya rumor, tapi lebih baik dipastikan saja."
Walikota Mao mengantarkan Zhou Shen hingga ke gerbang kota Ming Yin.
"Selamat jalan Pendekar Zhou! Semoga kamu menemukan apa yang hendak kamu capai ya!' kata walikota ini memberi semangat.
"Semoga ya, walikota Mao! Kalau sudah beres, aku akan kembali kok ke kota ini, jadi jangan khawatir ya!" kata Zhou Shen memberi semangat juga kepada walikota Mao.
Bayangan Zhou Shen yang berjalan kaki dengan membawa Pedang Naga Emas perlahan-lahan menghilang dari pandangan walikota Mao.
*****
Zhou Shen merasakan kesenangan yang luar biasa dalam perjalanannya menuju desa Wu Han. Tempat pertama yang akan dikunjunginya setelah meninggalkan Kota Ming Yin.
"Semoga tidak ada bahaya yang mengancam yang membuatku harus mengeluarkan Pedang Naga Emas! Pedang ini sangat berbahaya kalau diketahui pendekar dunia persilatan!" gumam Zhou Shen.
Pendekar Pedang Naga Emas ini juga telah memperingatkan walikota Mao agar tidak pernah memberitahukan siapa-siapa mengenai jati dirinya sekarang ini. Kalau ada pendekar asing yang datang ke kota Ming Yin, Zhou shen menyarankan untuk mendiamkannya saja tanpa memberitahukan apa-apa mengenai kepergiannya dari kota Ming Yin.
"Pendekar Zhou ..."
Tiba-tiba terdengar teriakan suara wanita dari arah belakangnya.
Xin Yin yang berlari mengejarnya tampak membawakan beberapa bekal untuknya.
"Semoga suka ya Pendekar Zhou ... aku buatkan khusus untukmu!' kata Xin Yin sambil memasang wajah manja dan genitnya untuk memikat hati Zhou Shen.
"Kamu ke sini sudah kasih tahu ibumu?" tanya Zhou shen.
"Ibu yang menyuruhku mengantarkan makanan ini kepada Pendekar Zhou! Ibu juga pesan, kalau Pendekar Zhou menginginkan yang lainnya, aku harus melayani Pendekar Zhou juga!" ujar Xin Yin polos.
Zhou Shen sebenarnya tertarik dengan Xin Yin yang wajahnya cukup cantik dengan tubuhnya yang berisi. Tentu saja dia ingin sekali menerima apa yang dimaksud oleh ibunya Xin Yin ini. tapi rasa segan terhadap walikota membuatnya membuang jauh-jauh pikiran seperti itu.
"Kenapa kamu menolak Zhou Shen?"
Tiba-tiba ada suara Naga Emas yang terdengar di pikirannya.
"Maksud kamu ini apa, Naga Emas?" tanya Zhou Shen.
"Gadis ini menawarkan dirinya kepadamu, kenapa kamu menolaknya?" ujar Naga Emas.
"Aku tidak ingin merusak masa depan gadis ini ... aku tidak mencintainya Naga Emas!" ujar Zhou Shen.
"Gadis ini juga tidak perlu cintamu ... dia hanya ingin menemanimu! Kenapa kamu tolak?"
"Sudah Naga Emas ... aku tidak mau dengar lagi!"
"Pendekar Zhou kenapa?" tanya Xin Yin sambil memegang tangan Zhou Shen.
Baru kali ini Zhou Shen disentuh perempuan, membuat darah mudanya bergejolak.
"Ayo ... tunggu apa lagi!" kata Naga Emas menyemangatinya.
