Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 9 Aku Belum Siap

Bab 9 Aku Belum Siap

Larasati menghempaskan dirinya di sofa..Dia merasa lelah..

Hari ini Bik Nah aku ijinkan pulang ke keluarganya.Aku selalu memberikan kesempatan untuknya berkumpul dengan keluarganya, meskipun kadang dia menolak karena meninggalkanku sendiri...

Dia bangkit dari sofa..

Mencari kesibukan, untuk menenangkan suasana hatinya..

Larasati merapikan rumahnya..Dia benar benar ingin melupakan rasa perih dalam hatinya..

"Sungguh memalukan perasaan ini"...gumannya dalam hati... Dia sungguh tidak ingin menjadi benalu dalam hubungan seseorang.Tak ada dalam kamus hidupnya merusak hubungan seseorang.

Setelah liburan akhir pekan, saatnya memulai aktivitas kantornya..Dia bertekad mengubur perasaannya dalam dalam.Toh juga dia tidak akan bertemu lagi dengan Alex..Larasati menyemangati dirinya..

Dia melangkah dengan semangat dan berusaha untuk tersenyum..langkahnya riang menuju kantor..

"Laras...."suara teriakan Hana sahabatnya menghentikan langkahnya..

"Kecilkan suaramu..ini kantor Hana.."aku melotot kearahnya..

Hana hanya tertawa.."Sorry..sorry..aku lupa"jawabnya enteng..

Mereka melangkah masuk bersama..

Seperti biasanya..morning breafing akan segera di mulai..Kami bergegas ke ruang pertemuan..

Setelah beberapa saat pak Andre memasuki ruangan di ikuti seoarang pria..

Degggg...Jantung Larasati seperti mau berhenti berdetak..

Dia melihat kearah pria yang berjalan dengan atasannya.

Kenapa dia ada di sini? Larasati bertanya tanya..Dia hanya menunduk, menenangkan perasaannya...

Hana menyikut lengan larasati..

"Hei, siapa pria itu..tampan"Hana berbisik..

Aku hanya mengangkat bahuku tanpa mengacuhkannya..

"Selamat pagi semuanya"..pak Andre memulai pertemuannya..

"Mari kita mulai pertemuannya,tapi sebelumnya, perkenalkan sahabat saya ini..Alex,dia yang akan bertanggung jawab untuk salah satu proyek besar perusahaan kita"Alex berdiri dan memperkenalkan dirinya..

"Hallo..saya Alex Subrata, semoga kita bisa bekerja sama"sapanya sopan..Alex tersenyum kepada semua orang dan matanya sempat melirik ke arah Larasati sekilas..

Pertemuan berjalan lancar membahas proyek baru..dan diskusi pagi itupun selesai..Kami meninggalkan ruang pertemuan..

Sebelum melangkah keluar, pak Andre berbalik..

"Hana,Larasati dan Yuda,..sehabis ini langsung ke kantor saya"..

Kami mengangguk dan pak Andre keluar bersama Alex..

Beberapa saat kemudian, kami bertiga bersama sama menuju kantor pak Andre..

Alex berada disana juga..

Aku benar benar merasa tidak nyaman..apalagi melihat tatapn Alex kearahnya..

Kami melanjutka membahas proyek itu, dan kami termasuk dalam tim inti di bawah Alex..

"Hei Laras...selama pertemuan tadi, pak Alex selalu melirikmu, dan aku lihat kamupun gelisah, apa ada sesuatu yg aku lewatkan?"tanya Hana penuh selidik..

"Ah tidak ada apa apa.."aku berusaha menghindar..

"Ow..ow..ow..jangan bohong dengan sahabatmu ini, aku tahu kamu tidak pandai berbohong"Hana terus mengejarku..

Aku tahu, sebelum rasa penasarannya terjawab, dia tidak akan berhenti mencercaku..Dan pada akhirnya akupun menyerah..

Aku menceritakan semuanya pada Hana. Tentang pertemuan kami, dan juga ketakutanku akan perasaanku sendiri.Hana manggut anggut mendengar ceritaku..

"Ya juga sih, aku juga tidak mau kamu jadi orang seperto itu"

"Tapi aku lihat, dia orang yang baik dan tegas..kamu kan belum mengenalnya lebih jauh laras"..

"Bagaimana mungkin aku melakukannya Hana..Aku tidak mau merusak rumah tangga orang lain"jawabku

.

Hana hanya diam mencerna perkataanku.Lalu kembali menenangkan sahabatnya..

"Yah..kau harus sabar jangan putus asa dan ingat..jangan sedih..kamu masih muda, cantik, kamu pasti akan menemukan orang yang tepat"Hana menghiburku.

"Atau kamu mau aku jodohkan dengan teman tunanganku?"Hana tersenyum menggoda Larasati..

"Ih..memangnya sekarang masih zaman Siti Nurbaya..Main jodoh jodohan segala.."aku melotot pada Hana..

Hana tertawa terbahak melihat kemarahan sahabatnya..

Hana memang sahabat dekatnya, dia selalu menjadi penghibur dan penyemangat Larasati..Dia tidak mau melihat sahabatnya murung..

Dan begitulah waktu berjalan..karena tanggung jawabnya dengan pekerjaan, Larasati bekerja dengan profesional..Meskipun setiap hari dia harus bekerja dengan Alex, dia berusaha bekerja dengan baik..dan itu sungguh menyiksanya..

Belum lagi menghadapi sikap dan perhatian Alex padanya..Yang terus berusaha mendekatinya..Tapi dia berusaha untuk menjaga jarak darinya.

Hari ini..kami harus meninjau ke lapangan..Melihat tahap akhir proyek tersebut sebelum grand openingnya..

Dan aku mendapat tugas untuk meninjaunya bersama Alex..

Selama perjalanana suasana sangat kaku..

"Aku tidak pernah melihatmu olah raga di taman akhir akhir ini?"Alex memecah kesunyian ini..

"Ah ya..saya agak malas akhir akhiir ini Pak Alex".. jawabku berusaha menenangkan degup jantungku..

Bagaimana tidak..kami hanya berdua saja dalam perjalanan ini..

"Apa kamu baik baik saja?"Alex menatapnya..

"Saya baik baik saja Pak Alex"aku menjawab tidak berani melihat kearahnya..

"Amelia selalu menanyakanmu.."

Aku terkejut dengan perkataan Alex..

"Sepertinya dia menyukaimu..dia tidak biasanya seperti itu"..Alex melanjutkan..

"Amelia anak yang cantik dan manis dan juga pintar..pasti semua orang yang melihatnya akan menyukainya"..aku terbayang dengan senyum cantik Amelia..

Pasti ibunya sangat cantik pikirnya..

Alex hanya tersenyum mendengar jawaban Larasati..

Akhirnya mereka sampai ke tempat tujuan, dan disana ternyata sudah ada Pak Andre yang juga meninjau langsung..

"Aku kebetulan ada meeting dekat sini, jadi aku sekalian mampir"katanya menjelaskan pada Alex..Sambil tersenyum melirik ke arah Larasati..

Aku hanya mengangguk dan tersenyum..

Setelah berkeliling melihat semuanya, dan memberi intruksi untuk beberapa hal yang perlu perbaikan, kami akhirnya menuju sebuah restauran untuk makan siang...

Kami menikmati makan siang..dan selanjutnya menikmati kopi sambil berbincang bincang..

Aku permisi pada mereka untuk ke toilet..sambil aku berusaha menenangkan diri..Debaran jantungku masih belum bisa berkompromi dengan ku.

.

"Bagaimana perkembangannya"Andre bertanya pada Alex setelah Larasati pergi..

"Sepertinya dia berusaha menjaga jarak dariku"Alex mendesah..

"Apa dia tahu tentangmu?..

"Sepertinya tidak, tapi dia tahu Amelia, kami sempat bertemu, dan Amelia menyukainya"..

Andre menatap sahabatnya..

"Mungkin karena itu Larasati menjauhimu Lex, pasti dia tidak mau mengganggu hubunganmu dengan ibunya Amelia..Wanita itu sensitive Lex, kamu harus memberitahukan tentang ibunya Amelia, jika kamu mau mendekatinya"..Alex terdiam sejenak..

Sampai saat Larasati datang,mereka mengalihkan pembicaraan ..

Andre pamit lebih dulu, memberi kesempatan pada Alex dan Larasati.. Dia sungguh berharap, Alex mendapatkan kebahagiaanny lagi.

Alex tahu maksud sahabatnya..namun dia merasa belum siap untuk mengungkapkannya saat ini..

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel