Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 8 Harapan Alex

Bab 8 Harapan Alex

Sabtu pagi yang cerah..

Larasati sedang memakai sepatu olah raganya..Dengan setelan baju olah raga berwarna hijau,rambut di ikat ekor kuda dia terlihat cantik..

Setiap akhir pekan Larasati senang menghabiskan paginya, hanya sekedar berjalan kaki di sebuah taman dekat komplek rumahnya...

Hari masih pagi,masih belum banyak orang disini..Dengan headset terpasang di telinga,dia memulai langkahnya pelan..Udara serasa sejuk dan menyegarkan...Suasana yang sangat dia sukai..

Taman ini cukup luas..Orang orang yang tinggal di sekitar taman ini sering menghabiskan waktu pagi ataupun sore hari hanya untuk sekdar jalan jalan ataupun berolah raga..Dan kebanyakan mereka bersama keluarganya atau teman teman mereka.

Semakin lama Larasati menambah ritme langkahnya..Dann mulai berlari lari kecil sambil mendengarkan musik...

Setelah beberapa putaran,dia mulai memelankan langkahnya..Sambil masih menikmati lagu yang di putar dari handponenya..Larasati tidak mendengar dering sepeda di belakangnya..Dan..

"Aaaah..bruak....

Seseorang telah menabraknya dari belakang..Dia terjatuh dan melihat anak kecil meringis sambil menatapnya merasa bersalah...

Dia bangkit dan bergegas menghampirinya..

"Kamu tidak apa apa sayang? Apa kamu terluka?"Larasati khawatir dan membantu gadis kecil itu berdiri..

"Aku tidak apa apa tante"..jawabnya..

Larasati merasa lega setelah memeriksa keadaanya..dia tersenyum dan meraih pipinya..

"Syukurlah sayang kamu tidak apa apa..Siapa namamu"tanyanya lembut..

"Amelia"...

"Ow nama

yang cantik..Secantik wajahmu"Amelia tersenyum lembut..

"Benarkah"..matanya berbinar menggemaskan..

"Tante juga cantik"..katanya malu malu

"Terima kasih sayang, kamu manis sekali"...

"Tante siapa namanya?"..

"Larasati..tapi panggil saja tante Laras ya, senang bertemu denganmu..Maaf tadi tante tidak mendengar bel sepedamu sayang"..

"Tapi apa Amelia sendirian saja disini?"tanyaku sambil melihat sekelilingku..

"Amel bersama ayah,tapi ayah tertinggal dibelakang"..sambil menoleh kebelakang..tapi aku tidak melihat siapa siapa di sana..

"Ok kita duduk di bangku itu dan menunggu ayahmu ya"..Amelia mengangguk dan kami duduk berdampingan..

Amelia anak yang pintar..Kami saling bercerita,dia sungguh menggemaskan..Kami bercanda dan tertawa bersama..

Dari jauh seorang pria takjub melihat pemandangan di depannya..

Amelia terlihat bahagia dengan seorang wanita..

Suatu hal yang sangat jarang terjadi dengan putrinya

Perlahan dia mendekati putrinya..

"Ayah..."teriaknya begitu melihat ayahnya..

Wanita itupun melihat kearahnya...

Degg...Mereka sama sama terkejut..

Bukankah pria yang kemarin menolongku dan kulihat di kantor pak Andre? Larasati bertanya dalam hatinya..

Alex pun tak kalah terkejut..Larasati..

Dia tidak menyangka akan bertemu dengannya di sini..

"Ayah,ini tante Laras,yang menemani Amel menunggu ayah"..Amelia menarik tangan ayahnya..

Mereka saling mengulurkan tangan..

"Alex"..

"Larasati"..

Saat tangan mereka saling menggenggam seakan ada tarikan listrik menjalar dalam tubuhnya..jantungnya berdebar kencang...karena gugup Larasati segera melepas tangannya..

"Rupanya kita berjodoh nona..kita berjumpa lagi"kata Aex sambil tersenyum melihat wajah Larasati yang merona..

"Mungkin begitu pak Alex"

"Panggil saja aku Alex"..ujar Alex..

"Kesannya aku terlalu tua kalau dipanggil pak"kata Alex sambil tertawa..

"Tante, mau menemani Amel jalan jalan?"..Amelia menyela

"Tentu saja cantik"..Alex pun setuju..

Larasati mengikuti langkah kecil Amelia dan tangan mungilnya menggengam tangan Laras..

Alex melihatnya dengan tatapan heran,tidak biasanya putrinya cepat akrab dengan orang yang baru dia kenal..Alex merasa terharu melihat putrinya.Melihat keceriaannya dan kedwkatannya dengan Laras.Mungkin benar kata Andre, Amelia mungkin merindukan sosok ibu.Alex berguman dalam hati dan mendesah, sambil mengikuti langkah mereka.

Sampai beberapa menit perjalanannya Amelia mulai terlihat capek..

"Ayah,bolehkah Amel makan bubur ayam"Amel bertanya sambil menunjuk ke warung bubur dekat taman..Alex mengangguk..Dan Amel melonjak kegirangan..

Dia menarik tangan Larasati agar mengikutinya..

Meraka duduk bertiga dalam satu meja..Buburpun telah terhidang di depan mereka..

"Tante..maukah menyuapi Amel?"Amelia merajuk manja pada Larasati...

"Amel...kan bisa makan sendiri jangan manja"kata Alex merasa tidak enak dengan Larasati..

"Gak apa apa Alex..biar saya suapin"..

"Tapi Amel harus menghabiskannya ya sayang"dan Amel pun mengangguk..

Larasati menyuapinya dengan telaten, hingga bubur habis dengan cepat..Laras membersihkan bibir Amel dengan tissue..

"Anak pinter.."kata Laras sambil mengelus rambut Amelia..

Mereka menghabiskan bubur dengan cepat,karena warungnya mulai ramai..

Hari sudah semakin siang..Mereka berpisah di persimpangan menuju rumah masing masing..

Amel memeluk dan mencium Larasati sebelum berpisah...

Dunia ini sempit..guman Larasati..

Dia tak menyangka komplek perumahan mereka tinggal berdampingan..

Laras melangkah pelan menuju rumahnya dengan segala perasaan yang berkecamuk di dalam hatinya...Apa aku mulai suka dengan Alex?Dia menggeleng gelengkan kepalanya.

Ini tidak boleh terjadi.Larasati mendesah dan memegang dadanya...Mengapa orang yang mampu mengalihkan perasaannya telah berkeluarga dan mempunyai seorang putri? Ah..sakit rasanya..

Guman Laras dengan persepsinya sendiri....

Di lain pihak Alex melangkah senang menggendong putrinya..Ada secercah harapan dalam hatinya..Dia melihat senyum bahagia putrinya dan Alex mencium pipinya lembut..

"Apa putri ayah merasa senang pagi ini?"kata Alex..

Amelia mengangguk, sambil memeluk leher ayahnya.

"Amel senang...apalagi bisa berjumpa tante Laras."

"Amel suka pada tante Laras?"

"Ya ayah...tante Laras orangnya baik"katanya penuh semangat.

"Amel pengin punya ibu seperti tante Laras"katanya lagi.Alex tersenyum dan mengelus rambut putrinya...

"Ya sayang...Amel harus banyak berdoa, agar keinginan Amel bisa terkabulkan."

"Ya ayah..."kata Amel sambil mengeratkan pelukannya.Alex melangkah menuju rumahnya dengan penuh semoga. Ada secercah harapan di hatinya.

Semoga dia orang yang tepat...Harapnya dalam hati....

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel