Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 10 Beri Aku Waktu

Bab 10 Beri Aku Waktu

Siang ini pekerjaan kantor sangat banyakAku dan Hana menikmati makan siang di kantin kantor..

Masih ada waktu sebelum kembali ke ruanganku, aku iseng membuka facebookku yang jarang aku buka..

Aku buka chat ada permintaan pertemanan, aku terima saja..

Beberapa saat kemudian ada inbox ..

"Hai Laras..apa kabar? Masih ingatkah denganku"..

aku membacanya, aku berusaha mengingat siapa gerangan..Aku buka profilnya dan aku tersenyum..

Dia Ilham teman sma ku

"Hai Ilham...tentu aku masih ingat, apa kabarmu?"..

aku membalas..

Aku asyik dengan chatku sambil tersenyum senyum membaca chat Ilham..ya dia memang suka membuat lelucon..

"Ada apa denganmu Laras? Senyum senyum gitu?"..tiba tiba Hana mengejutkanku..

"Ini aku chat teman lamaku, dia orangnya lucu"aku menjawab dan beralih menikmati kopiku setelah menutup hpnya..

"Memang asyik kalau ketemu teman lama ya.Sampai sampai aku di lupakan"Hana merengut..

Aku tertawa melihatnya..gemas aku cubit pipinya.

.

"Kamu ini ada ada saja Han".. aku melihat Hana mengelus pipinya..

"Eh, Laras..Bagaimana kabar Pak Alex? Apa dia masih berusaha mendekatimu?"Hana bertanya sambil berbisik..

"Hmm entahlah aku sendiri tidak tahu Han"..

"Aku dengar, dia orang tua tunggal"..Aku terkejut mendengar kata kata Hana..

"Apa maksudmu?"

"Ya aku dengar cerita Pak Alex sudah berpisah dengan istrinya sudah sejak lama, dan dia sendiri merawat putrinya"..

Aku terdiam...

"Entahlah Hana..Aku tidak berani berpikir terlalu jauh "..aku bangkit dan mengajak Hana kembali ke ruangan..

Tanpa mereka sadari..Alex terus menatap mereka dari jauh..

Dia penasaran melihat Larasati tersenyum bahagia selama dia memegang hpnya..

Senyuman itu telah menggetarka hatinya.Apa dia merasa cemburu?

Ah bagaimana aku bisa begini?..Alex berlalu dengan segala pertanyaan dalam benaknya..

Sudah beberapa hari Larasati tidak melihat Alex di kantor..Ada perasaan lega namun terasa ada yang hilang di hatinya..Dia berusaha mengalihkan perasaannya..Mungkin ini lebih baik, begitu pikir Larasati.

Hari ini,kantor libur..

Larasati bersiap untuk jogging, sudah lama rasanya dia tidak berolahraga..

Pagi ini dia memutuskan untuk ke taman..

Udara pagi terasa sejuk..Larasati berlari lari kecil..

Setelah beberapa putaran dia berhenti sebentar sambil mengatur nafasnya..

"Tante Larasss..."aku dikejutkan suara anak perempuan..

Aku menoleh ke arah suara itu..

"Amelia...suara Laras pelan...

Amelia berlari dan langsung memeluk Larasati..

"Amel kangen.."katanya..

"Ah sayang..tante juga kangen"..

Aku memeluknya dan melihat Alex berjalan ke arah mereka..

Jantungku kembali berdetak keras..

"Pagi Laras...apa kalian sehati? Amel begitu yakin akan bertemu denganmu pagi ini"kata Alex tersenyum melihat mereka..

Aku malu dan mengalihkan pandanganku pada putri kecil di hadapannya..

"Tante ayo jalan jalan lagi"Amelia menggandeng tangan Larasati...

Dia mengikuti langkah kecilnya.Amelia begitu gembira. Dia melangkah sambil bersenandung kecil.Alex tersenyum melihat kegembiraan putrinya.

Setelah beberapa saat mereka duduk di bangku taman..

Alex duduk di sebelahku, sementara Amel asyik bermain dengan anak anak di sana..

"Terima kasih ya..mau menemani Amelia"..Alex memecahkan suasana..

"Ah tidak apa apa Pak Alex...saya senang juga bisa bersamanya"jawabku tanpa berani melihat kearahnya..

"Panggil saja aku Alex"..

Aku mengangguk dan melihatnya sekilas..

Ah..jantungku berdetak kencang saat mata kami beradu..dan aku cepat cepat mengalihkan pandanganku..

"Apa nanti malam kamu ada acara"tanya Alex..

"Hmm tidak ada"jawabku..

"Maukah nanti makan malam bersamaku?"

"Ada yang ingin aku sampaikan padamu"kata Alex menatap mataku..

Aku menatapnya, dan ada ketulusan disana..

Laras mengangguk mengiyakan permintaan pria di sampingnya..."

"Baiklah nanti aku jemput jam 7"..

Kami berpisah, setelah Larasati memberi alamat rumahnya pada Alex...

Jam 7 malam, Alex datang menjemput Larasati..

Selama perjalanan mereka membisu..

Laras mengutuk dirinya sendiri karena menyetujui makan malam bersama pria ini..

Apa yang kamu lakukan Laras?.

Bagaimana kalau istrinya tahu? Bagaimana bisa dia mengiyakan ajakan makan malam ini?

Laras merasa bersalah, mau bagaimana lagi, dia sudah terlanjur disini..

Akhirnya mereka sampai di tempat yang di tuju..

Alex sudah memesan meja untuk mereka..

Suasananya terasa romantis..Apa ini? pikir Laras..Apa yang akan dibicarakan oleh Alex dengan suasana seperti ini? Laras tak bisa berhenti dengan segala pertanyaan dalam benaknya...

"Apa kamu suka tempatnya Laras?"Alex bertanya mencairkan suasana..

"Ya lumayan, suasananya nyaman"jawabnya..

Alex tersenyum mendengar jawaban Laras..

Setelah menikmati makan malam..

Alex menawarkan makanan penutup..

Laras memilih ice cream strawberry..

Alex tersenyum melihat Laras menikmati ice creamnya dengan santai..Sungguh berbeda dengan wanita wanita lainnya, yang selalu menjaga imagenya di depan seorang pria.

"Laras..."..tiba tiba aAex berkata lembut..Setelah mereka selesai menikmati hidangan.

Laras melihat pria didepannya..

"Ada yang ingin aku bicarakan padamu.."Laras kembali merasakan debaran jantungnya melihat tatapan lembut Alex.

"Kita sudah lama saling mengenal, dan aku ingin mengenalmu lebih jauh..Bisakah kamu memberiku kesempatan?"Alex menatap Larasati.

"Apa yang kamu maksudkan Alex?"

"Maaf, saya tidak mau menjadi orang ketiga dalam sebuah hubungan".. Laras menjawab memberanikan diri..

Alex tertawa mendengar jawaban Laras..

"Kenapa tertawa? Apa ada yang salah?"Laras menatap kesal..

"Apa maksudmu jadi orang ketiga?, pasti kamu berpikir begitu karena Amelia?..Laras menatap Alex tak mengerti..

"Aku ..aku orang tua tunggal"Alex berkata pelan..

"Aku harap kamu bisa menerima masa laluku Laras..Amelia putriku satu satunya..Mungkin kamu bertanya tanya tentang ibunya..".

Alex menatap Laras..

Laras melihat ke dalam mata Allex..Ada kepedihan disana..

"Kami telah lama berpisah..Waktu itu kami masih terlalu muda,dan kami hanya memikirkan kenikmatan sesaat..

Sampai akhirnya Sonia hamil, dan kami terpaksa menikah muda"Alex berkata getir..

Dan saat Amelia lahir..Sonia memutuskan pergi meninggalkan kami, tanpa memikirkan kami..

Aku berusaha membujuknya, paling tidak demi putri kami, tapi dia tetap pada keputusannya, dan akhirnya kami berpisah.."Alex mengakhiri ceritanya..Aku diam mendengar cerita Alex, aku melihat kedalam matanya..ada kejujuran ada kepedihan yang aku rasakan..

"Itulah masa laluku Laras.."Alex menatap dalam mata Laras..

"Ini terlalu mengagetkanku Alex..aku..aku tidak bisa berpikir saat ini.."Laras berkata lirih..

"Aku mengerti..Dan aku tidak memaksamu untuk menjawabnya langsung..Aku menceritakan ini agar kamu tahu masa laluku bukan dari orang lain"..Alex menggenggam tangan Laras..

Laras menatap Alex ..

"Beri aku waktu Alex."..

Dan Alex mengangguk dan tersenyum..

Dia kan dengan sabar menunggu hingga Laras bisa membuka hatinya untukku..

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel