Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 7 Alex Subrata

Bab 7 Alex Subrata

Sebuah mobil mewah memasuki rumah megah yang semua catnya berwarna putih..Mobil berhenti dan seorang asisten membukakan pintu belakang..Seorang pria tinggi dan tampan keluar,dan masuk kedalam rumah..Wajahnya terlihat dingin,namun sinar matanya memancarkan kelembutan..

"Ayah..."..suara nyaring menyambutnya begitu dia membuka pintu..

"Hallo sayang..."..dia meraih gadis kecil itu dan menggendongnya...Dia mengecup pipinya,dan memeluknya hangat..

"Bagaimana harimu sayang? Mau cerita pada ayah?"

"Hari ini membosankan ayah..Amelia tidak bisa main di luar"jawabnya merajuk..

"Amelia kan sudah berjanji, hanya bisa keluar saat weekend sayang.."

"Dan besok, Ayah akan menemanimu okey?..

Amelia tersenyum senang..matanya berbinar bahagia mendengar janji ayahnya..Dia menunjukkan jari kelingking mungilnya dan mengaitkannya pada jari ayahnya..

"Promise.."..

"Promise sweety"..Dia turun dari gendongan ayahnya dan menarik tangan ayahnya ke arah sofa..

Mereka duduk berdampingan..Amelia mulai bercerita pada ayahnya apa yang telah ia lakukan seharian ini..

Setelah puas bercerita..dia mulai menguap..

"Amelia tidur sekarang ya..besok bangun pagi dan kita bisa bersepeda bersama ayah"..

Amelia mencium pipi ayahnya dan segera ke kamarnya di ikuti pengasuhnya..

"Pak Alex..apa ada tugas lagi untuk saya?"Anton asistennya bertanya..

"Tidak Anton..aku akan di rumah saja,kau istirahat saja"..

"Baiklah Pak Alex, saya permisi dulu"

Anton pergi meninggalkan bosnya..

Alex Subrata....

Ya....dia seorang pengusaha muda yang sukses..usahanya sedang berkembang pesat.Dan kini, dia mulai merambah dunia properti.Sudah banyak tender juga yang dia menangkan.Kepiaweannya dalam bernegosisi sudah tidak bisa diragukan lagi.Ditunjang dengan penampilannya yang tampan dan penuh kharisma.

Alex melangkah ke kamarnya,bersiap mandi...

Berendam di air hangat..tubuhnya terasa nyaman..sambil memejamkan matanya...

Sosok Larasati hadir dalam pikirannya.

Senyumnya telah menggetarkan hatinya, menyirami hatinya yang gersang..

Sudah lama Alex tidak merasakan perasaan seperti ini.

Alex tersenyum memikirkan sosok seorang Larasati.Wajahnya yang cantik, dan lembut, namun Alex melihat ada kesedihan yang terpancar disana.

"Ah...ada apa gerangan denganmu Laras.."guman Alex.

Malam sudah semakin larut,namun Alex masih sibuk di ruang kerjanya..Dia tidak bisa konsentrasi..pikirannya hanya tertuju pada sosok wanita itu...

"Larasati"...lirihnya...

Dia mengambil hendpone..dan menghubungi sahabatnya...

"Hallo Lex..ada apa malam malam begini menelponeku?"

"Andre..kau belum tidur kan? Mau menemaniku minum?..

"Sudah lama kita tidak minum, apa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?"

"Tidak....hanya ingin mengobrol, sudah lama rasanya kita tidak pernah mengobrol"..Alex menjelaskan.

"Hahaha..ok baiklah Alex,kita bertemu di tempat biasa"....

Andre memahami sahabatnya....Pasti ada sesuatu yang mengganggu pikirannya.Sudah lama Alex tak menyentuh minuman beralkhohol.

Tidak berapa lama, Alex sampai di sebuah bar yang malam ini terlihat sangat ramai..Dia langsung menuju tempat favorite mereka..

Andre sudah memesan minuman untuk mereka..

Setelah waitress menyajikan minumannya,..mereka mulai perbincangan mereka..

"Lama juga kita tidak pernah kesini"Andre memulai..

"Ya karena kesibukan kita..bagaimana keadaan istrimu"Alex bertanya..

"Sonia sehat..kehamilannya juga sehat,sudah memasuki bulan ke 7"..

Matanya memancarkan kebahagiaan..

"Senentar lagi kau kan menjadi seorang ayah bro.."Alex tertawa.

"Bagaimana denganmu Alex? Sudah waktunya mencari pendamping,Amelia pasti merindukan sosok ibu".Andre menatap sahabatnya..

"Ya... mungkin kau benar Ndre,tapi mungkin akan sulit"..

"Apa yang sulit,kau tampan,mapan..wanita mana yang mampu menolak pesonamu"Andre menepuk pundak sahabatnya..

Alex tersenyum....

"Tapi yang mau menerima dan diterima Amelia mungkin akan sulit ,oh ya..aku mau menanyakan sesuatu"....

"Apa itu?

"Larasati.."..

"Larasati? Ada apa dengannya?Tunggu...tunggu kalian saling mengenal?"tanya Andre penasaran.

Alex terkekeh...

"Dia anak buahmu kan? Aku sempat bertemu dengannya tanpa sengaja, di cafe dekat kantormu itu."

"Dan aku tidak sengaja mendengar temannya memanggil namanya, makanya aku tahu dia namanya Larasati"jawab Alex panjang lebar.

Andre tersenyum melihat sahabatnya yang mulai tertarik pada seorang wanita..

Sudah lama rasanya tidak melihat sahabatnya seantusias sekarang kalau mengenai seorang wanita.

"Ya..dia memang bawahanku. Yang aku tahu,dia cantik,baik..dia sosok yang sederhana..itu yang aku lihat,aku tidak begitu tahu lebih dalam tentangnya,dia agak tertutup dengan kehidupan pribadinya".. jawab Andre

"Hey..tapi itu bukan penghalang untuk seorang Alex untuk lebih mengenalnya kan..."

Alex tersenyum. .

"Bukan begitu...karena dia bekerja denganmu, siapa tahu kamu tahu tentangnya lebih banyak..."

"Tapi aku akan coba mencari tahu sendiri"jawab Alex dengan pandangan menerawang.

Andre menepuk bahu sahabatnya..

"Itu baru sahabatku yang kukenal...Sudah lama aku ingin kamu membuka hatimu Lex"..

"Kasihan Amelia...Dia membutuhkan sosok seorang ibu"

"Apalagi dengan kesibukanmu saat ini, aku yakin waktumu sangat sedikit untuk bisa bersamanya kan"Andre menatap wajah Alex.

Alex mengangguk..

"Kamu benar Ndre...Akhir akhir ini waktuku tersita karena pekerjaanku, apalagi dia sering kutinggal kalau aku ada dinas di luar"

"Itulah makanya Alex...Kamu coba dulu, jangan tergesa gesa, kalau memang kamu tertarik dengannya, kamu bisa coba untuk lebih mengenalnya lebih dekat"kata Andre memberi semangat..

"Thanks bro...beruntungnya aku punya sahabat sepertimu"

Andre terkekeh..

"Itulah gunanya teman bro.."

"Kita sudah seperti saudara, jangan sungkanlah"

Alex tersenyum...

Ya...mereka memang sudah lama berteman, bahkan mereka merasa sudah seperti saudara.

Malam semakin larut..sebelum berpisah Andre memberi nomor telp Laasati pada Alex...

Semoga ini langkah awal yang baik untuk Alex.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel