Bab 17 Bencana Selalu Berasal Dari Mulut!
"Astaga!" Ucapan Wayne ini membuat beberapa wanita hampir berteriak, identitas yang dimiliki Wayne ini sangat hebat, Wayne baru berusia lebih dari 20 tahun, tapi sudah memiliki pencapaian seperti ini, sungguh menakjubkan.
Ada beberapa wanita di antara mereka yang dengan iri berkata, andai saja dia menyukai dirinya.
Nyonya Besar Kusuma sangat senang, dia bukan hanya berhasil mendapatkan kontrak dengan Grup Yohan, tapi juga bisa mendapatkan cucu menantu sehebat ini, Keluarga Kusuma bukan hanya akan menjadi keluarga papan atas, tapi juga berpeluang menjadi keluarga nomor satu di Kota Nogova.
Ketika semua orang sedang antusias, ada seseorang yang sama sekali tidak memedulikan hal ini, justru sebaliknya, dia malah menatap Wayne dengan sinis, seakan-akan Wayne adalah orang yang aneh. Frederic tidak pernah bertemu dengan orang bermuka setebal ini, bisa dibilang dia hari ini sudah mengetahui kehebatan Wayne seperti apa, ternyata benar, dia adalah seorang badut yang hanya bisa menipu orang lain.
Tiba-tiba, dia mengeluarkan ponselnya untuk menelepon seseorang, ketika semua orang sedang memuji-muji Wayne, dia berbicara dengan suara yang dingin, "Dalam waktu lima menit, aku mau nama Wayne Anadra menghilang dari daftar nama tentara!"
Suaranya memang tidak besar, tapi bisa didengar oleh semua orang, membuat mereka semua mengarahkan pandangannya ke Frederic.
"Apakah kalian semua mendengar apa yang dikatakan pria bodoh itu barusan? Dia bilang, dalam waktu lima menit, dia mau nama Tuan Wayne menghilang dari daftar nama tentara. Ketika dia sedang menelepon, layar ponselnya saja gelap, dia ini sedang melawak?"
"Haha! Beberapa hari yang lalu ada orang yang bilang dia sudah sembuh, tapi kurasa dia malah semakin parah, sepertinya dia menjadi semakin bodoh setelah terjatuh beberapa hari yang lalu! Hahaha."
"Kurasa otaknya sedang bermasalah, mungkin sebentar lagi dia akan menabrakkan kepalanya ke tembok."
"..."
Sambil melihat beberapa orang yang sedang menertawakannya, Frederic bertanya, "Kenapa? Kalian tidak percaya? Kalau begitu kalian tunggu saja, lima menit lagi, pasti ada seseorang yang meneleponnya."
Wayne melihat Frederic dari atas sampai bawah, sambil tertawa-tawa dia berkata, "Kamu yakin, lima menit lagi aku akan dikeluarkan?"
"Maaf!" Jocelyn langsung berjalan menghampiri Frederic, sambil menarik lengannya, dia berkata dengan canggung, "Apa yang kamu lakukan?"
Frederic melihat Jocelyn sekilas, lalu dia melihat semua orang yang ada di dalam vila Keluarga Kusuma dengan serius, "Aku hanya tidak suka ada orang yang berpura-pura menjadi aku, sebenarnya hadiah-hadiah itu adalah pemberianku, aku sudah berhutang pada Jocelyn, jadi aku meminta anak buahku untuk mengirimnya, kalau kontrak itu, kepala Keluarga Yohan adalah anak buahku yang dulu, aku yang memintanya memberikan kontrak itu pada Jocelyn."
Suasana menjadi hening, semua orang menatap Frederic dengan syok.
Akhirnya, Dean tertawa-tawa, "Hahaha, pria bodoh ini sedang berhalusinasi, hadiah-hadiah itu diberikan olehnya? Bagaimana mungkin dia mampu? Berlian Darah Phoenix Merah, anggur merah dari perbatasan utara, Vila Stratsay tingkat tertinggi di selatan kota, uang tunai 80 miliar! Apakah ini semua adalah idenya? Selain itu, dia bilang kepala Keluarga Yohan adalah anak buahnya yang dulu, dia sedang melawak?"
Mendengar itu, semua orang di dalam vila juga ikut tertawa-tawa.
Jocelyn merasa sangat malu, orang boleh miskin, boleh tidak memiliki apa-apa, tapi kenapa Frederic bisa berbicara seangkuh itu? Dia sudah memperingatkan Frederic satu kali, tapi tidak disangka, Frederic masih berani berbicara seperti itu.
Mungkin Frederic ini sedang cemburu! Melihat Wayne bisa memberikan hadiah semahal itu untuk Jocelyn, timbul rasa iri di dalam hatinya, jadi dia mulai membual. Tapi bukan ini yang diperlukan Jocelyn, Jocelyn hanya berharap Frederic bisa menjadi orang yang baik dan normal.
"Cukup!" Nyonya Besar Kusuma marah besar, sambil menginjak lantai dengan keras, dia meneriaki Frederic, "Pergi kamu dari sini! Di hari yang membahagiakan seperti ini, aku tidak mau melihat sampah sepertimu, sungguh membawa sial!"
Frederic kehabisan kata-kata, dia sudah mengatakan yang sebenarnya, tapi tidak ada orang yang memercayainya, keluarga ini sungguh keras kepala dan bodoh.
Tiba-tiba, ponsel Wayne berdering, dia mengeluarkan ponselnya, ternyata atasannya yang meneleponnya.
Dia langsung mengangkatnya, "Halo komandan!"
Dengan tegas pria di balik telepon itu berkata, "Wayne, namamu akan dihapus dari daftar nama tentara selamanya, mulai hari ini, kamu dilarang masuk ke daerahku lagi, kalau kamu melawan, akan kubunuh!"
"Ha!" Wayne langsung merinding setelah mendengar ancaman itu.
Dengan bingung dia bertanya, "Komandan, kenapa?"
Pria itu berkata, "Jangan banyak tanya, kamu sudah mencari masalah dengan orang yang salah, orang besar itu juga memintaku untuk menyampaikan satu hal padamu, bencana selalu berasal dari mulut!"
"Tut tut tut!" Setelah berbicara, telepon langsung dimatikan.
Setelah keluar dari militer, Wayne bisa memasuki daerah militer di Wilayah Barat Daya berkat relasi-relasi dari ayahnya, kalau hal ini diketahui oleh ayahnya, mungkin kakinya bisa dipatahkan!
Hanya karena mencari masalah dengan orang yang salah, jabatannya dicopot begitu saja, siapa sebenarnya orang ini!
Jangan-jangan dia? Wayne mengarahkan pandangannya ke Frederic, barusan dia bilang, lima menit lagi, namanya akan menghilang dari daftar nama tentara, dan kebetulan waktu sudah berlalu selama lima menit!
Tidak, tidak, tidak mungkin dia, dia hanyalah seorang pria yang bodoh!
Melihat wajah Wayne memucat, Nyonya Besar Kusuma bertanya, "Tuan Wayne, ada apa? Siapa yang meneleponmu?"
Wayne tersenyum dengan paksa, "Tidak apa-apa, pemimpinku memintaku kembali minggu depan, katanya dia mau memberiku satu misi."
Di depan banyak orang yang sedang mengaguminya, tentu saja dia tidak akan mengakui kalau dirinya sudah dikeluarkan dari daerah militer. Jadi, dia tetap menebalkan mukanya untuk lanjut berpura-pura, dia sedang berada di Kota Nogova, sangat jauh dari Kota Santhoma.
"Oh! Bagus kalau begitu." Nyonya Besar Kusuma tertawa-tawa, lalu berkata, "Malam ini, kita akan berpesta di Hotel Ornate!"
Di malam hari, di Hotel Ornate.
Semua anggota Keluarga Kusuma sedang berbahagia, sesampainya di Hotel Ornate, mereka langsung menyewa satu ruangan, tentu saja juga ada orang yang sangat tidak senang, seperti Dean dan keluarganya, beserta orang-orang yang cukup dekat dengan Dean. Hotel Ornate adalah hotel bintang lima di Kota Nogova, juga merupakan hotel yang sangat bergengsi, bisa dibilang Hotel Ornate adalah salah satu hotel termewah di Kota Nogova.
Pesta sudah dimulai, Dean dan yang lainnya melihat Jocelyn dan keluarganya dengan kesal, sekarang yang ada di samping Nyonya Besar Kusuma hanya Sabina, Jocelyn dan Wayne, orang-orang lainnya harus menjaga jarak dengannya, yang dianggap oleh Nyonya Besar Kusuma juga hanya mereka.
Bisa dibilang, kali ini Jocelyn berhasil memberikan kontribusi yang besar untuk Keluarga Kusuma, kedudukan Joycelin dan keluarganya juga bisa meningkat, mengingat Jocelyn mulai sekarang bisa menginjak-injaknya, Dean pun marah besar.
Tentu saja Frederic tidak melewatkan pesta ini, ini adalah pesta untuk merayakan keberhasilan istrinya, bagaimana mungkin dia tidak hadir.
Meski begitu, dia tetap menjaga jarak yang sangat jauh dengan Nyonya Besar Kusuma, Nyonya Besar Kusuma duduk di meja paling dalam dan yang paling mewah, sedangkan dia duduk di meja di samping pintu masuk, ini adalah tempat yang paling sunyi, dia sama sekali tidak bisa merasakan kemeriahan pesta ini.
Tapi Frederic sama sekali tidak memedulikannya, karena baginya, semua orang yang ada di sini tidak ada bedanya dengan seekor semut.
