Bab 18 Semua Orang Syok!
Ketika pesta baru dimulai, Jocelyn sudah merasa sangat tidak nyaman, karena yang duduk di sampingnya bukan Frederic, melainkan Wayne. Kalau Frederic duduk di sampingnya, dia bisa merasa rileks, sedangkan Wayne membuatnya merasa gugup dan tidak tenang.
Wayne bukanlah orang yang disukainya, oleh karena itu, dia mulai mencari-cari Frederic di seluruh ruangan, pada akhirnya, dia melihat Frederic duduk di meja dekat pintu masuk.
Setelah berpikir beberapa detik, dia tetap memutuskan untuk menghampiri Frederic.
Sesampainya di samping Frederic, dia langsung menggenggam tangan Frederic, "Ikut aku!"
Tidak lama kemudian, dia membawa Frederic ke meja Nyonya Besar Kusuma, dia mengambil sebuah kursi untuknya, "Kamu duduk di sini!"
"Dia tidak boleh duduk di sini!" Teriak Nyonya Besar Kusuma dengan keras secara tiba-tiba.
Jocelyn bertanya, "Kenapa tidak boleh? Dia adalah suamiku, dia berhak duduk dan makan di sini."
"Aku bilang tidak boleh, ya tidak boleh! Dia ini siapa? Sedangkan kita ini siapa? Apakah dia layak duduk di sini?" Nyonya Besar Kusuma menggebrak meja dengan keras, berdiri dengan marah.
Melihat itu, Sabina juga langsung berdiri, dengan kesal dia berkata, "Jocelyn, apa yang sedang kamu lakukan? Ini adalah hari yang spesial bagi kita, cepat bawa pria bodoh ini pergi dari sini, siapa yang menyuruhnya datang ke sini? Sungguh membawa sial."
"Maaf ya, Wayne, kami akan mengusir pria bodoh ini dari sini!" Ucap Sabina pada Wayne sambil tersenyum-senyum.
Jocelyn masih tidak terima, "Nenek, bagaimanapun juga, dia adalah suamiku yang ditentukan oleh kakek, selain itu, dia juga merupakan salah satu anggota Keluarga Kusuma! Baiklah, kalau nenek tidak mengizinkannya duduk di sini, maka kami berdua akan duduk di belakang."
"Tunggu!" Nyonya Besar Kusuma marah besar, sambil melihat semua orang di sekelilingnya, dia berkata, "Mulai hari ini, dia bukan suamimu lagi! Sekarang akan kuumumkan, Jocelyn dan Frederic sudah putus hubungan, dan hari ini Jocelyn akan bertunangan dengan Tuan Wayne!"
"Tidak!" Jocelyn langsung menggeleng-geleng, "Nenek sudah berjanji padaku, kalau aku berhasil mendapatkan kontrak ini, nenek tidak akan memintaku menceraikan Frederic. Sekarang aku sudah berhasil mendapatkan kontraknya, kenapa nenek masih memintaku menceraikannya?"
"Mendapatkan kontrak?" Nyonya Besar Kusuma tersenyum sinis, "Memangnya kamu mengira kamu bisa mendapatkan kontrak itu tanpa bantuan dari Tuan Wayne? Kamu bisa berhasil berkat bantuan Tuan Wayne, jadi kamu harus menceraikan Frederic."
Nenek tua ini sudah keterlaluan, demi kepentingan keluarganya sendiri, dia bisa melakukan hal segila ini.
Frederic mengepalkan kedua tangannya, dia tidak keberatan membunuh nenek sihir ini sekarang juga.
Tiba-tiba, terdengar suara yang keras dari luar, sepertinya ada sesuatu yang sedang terbang di atas Hotel Ornate, dari suaranya, terdengar seperti helikopter!
Suasana di dalam ruangan yang tadinya hening pun menjadi heboh, tiba-tiba ada seorang pria berusia lebih dari 60 tahun yang berlari ke dalam, "Nyonya, ada delapan helikopter dari daerah militer yang terbang di atas, juga ada ratusan tank yang berhenti di depan hotel, mereka sudah mengevakuasi semua orang di dalam hotel, mereka juga meminta Keluarga Kusuma untuk tetap tinggal di sini."
Ucapannya ini seperti bom atom yang membuat suasana menjadi hening.
"Apa yang terjadi?" Tanya Nyonya Besar Kusuma dengan panik.
Kepala pelayan berkata, "Tidak tahu."
Ada beberapa orang yang penasaran yang berjalan ke pintu masuk hotel, sesampainya di pintu masuk hotel, mereka semua syok dengan apa yang mereka lihat sampai tidak berani bernapas.
Para pejuang muda dari daerah militer turun dari tank, wajah mereka semua terlihat sangat serius, mengenakan simbol kehormatan, jumlahnya mencapai ribuan orang, mereka semua yang berdiri di sana terlihat seperti tembok besi yang tidak bisa ditembus.
Mereka berdiri membentuk beberapa barisan yang rapi di depan tank dengan wajah yang datar.
Bahkan Nyonya Besar Kusuma yang sudah setua ini juga tidak pernah melihat pemandangan seperti ini, dia tercengang sampai kedua mata dan mulutnya terbuka lebar.
Helikopter di atas mulai mendarat di atas tanah, semuanya sedang melayang di ketinggian 10 meter di atas tanah.
Ada delapan pria bertubuh besar yang turun dari masing-masing helikopter, semuanya terlihat sangat bengis, membuat semua orang tahu kalau mereka adalah orang-orang yang selalu berjuang di medan perang.
"Aku Malcolm Chandra dari Pasukan Langit, memohon pada Raja Selatan untuk kembali ke pasukan!"
"Aku Nicholas Setio dari Pasukan Bumi, memohon pada Raja Selatan untuk kembali ke pasukan!"
"Aku Regan Zuneng dari Pasukan Air, memohon pada Raja Selatan untuk kembali ke pasukan!"
"Aku Barret Gondo dari Pasukan Guntur, memohon pada Raja Selatan untuk kembali ke pasukan!"
Mereka berdelapan berdiri berbaris dengan aura yang ganas, seperti monster-monster yang sedang mengamuk.
Setelah mereka semua selesai berteriak, mereka berlutut di atas tanah dan berteriak secara serentak, "Aku memohon pada Raja Selatan untuk kembali ke pasukan!"
Kemudian, ribuan pejuang di belakangnya mengangkat senapannya tinggi-tinggi sambil berteriak, "Raja Selatan! Raja Selatan! Raja Selatan!"
Teriakan-teriakan ini terdengar sangat mengintimidasi.
Hening! Suasana menjadi hening! Bahkan kalau ada sebuah jarum yang terjatuh, semua orang pasti bisa mendengarnya.
Formasi ini begitu kuat dan mengerikan, tidak ada satu pun orang di sini yang pernah melihatnya.
Mereka semua merasa seperti sedang bermimpi!
Raja Selatan, siapa Raja Selatan ini?
Serigala Serakah maju ke depan, berlutut di atas tanah, dia mengangkat sebuah pedang yang sudah patah dan berkarat tinggi-tinggi sambil berteriak, "Pedang patah ini sudah kubawakan, aku Ksatria Bertopeng Besi, Serigala Serakah, memohon pada Raja Selatan untuk mengambil pedang ini dan menyelamatkan Negara Merania, sekarang musuh sudah mengirim 800 ribu pasukan tambahan untuk menyerang perbatasan, kalau Raja Selatan tidak memimpin pasukan, maka perbatasan akan ditembus oleh musuh, Negara Merania juga akan berbahaya, Raja Selatan, perbatasan membutuhkanmu! Mohon Raja Selatan mempertimbangkannya lagi."
"Mohon Raja Selatan mempertimbangkannya lagi." Teriak ribuan pasukan di belakangnya dengan keras.
Serigala Serakah adalah Ksatria Bertopeng Besi di medan perang, anak buah Frederic yang setia, sekarang Serigala Serakah sudah mengenakan topeng besi miliknya untuk menyambut Raja Selatan. Jadi anggota Keluarga Kusuma yang pernah bertemu dengan Serigala Serakah sama sekali tidak mengenalinya.
Nyonya Besar Kusuma melihat ke kiri dan kanannya dengan tubuh yang gemetar, "Ini, siapa sebenarnya Raja Selatan ini?"
"Apakah masih perlu ditanyakan? Tentu saja mereka datang mencari Wayne! Di sini, selain Wayne, siapa yang memiliki kedudukan setinggi ini!" Ucap Sabina.
Nyonya Besar Kusuma langsung menyadarinya, Wayne adalah wakil komandan di perbatasan, mereka pasti datang mencarinya. Oleh karena itu, sambil menepuk pahanya dia berkata, "Benar juga, kenapa aku tidak kepikiran!"
Dari tadi Wayne sudah syok dengan kedatangan mereka sampai kakinya melemas, dengan formasi seperti ini, bagaimana mungkin mereka datang mencari sampah sepertinya. Tapi mereka juga tidak mungkin datang mencari anggota Keluarga Kusuma, jangan-jangan mereka benar-benar datang untuk mencari dirinya?
Setelah memikirkan ini, dia menelan air liurnya, lalu menggerakkan kakinya yang gemetar satu langkah ke depan, "Apakah kalian datang mencariku?"
"Pergi!" Tiba-tiba terdengar teriakan yang keras dari dalam ruangan, kemudian, ada seseorang yang gagah berjalan keluar dari ruangan perlahan-lahan.
