#####Bab 5. Membuat Bak Mandi
Di Taman Anggrek, Li Yuan tengah mondar mandir di dalam paviliun dengan tempo yang malas. Alisnya sedikit berkerut, nampak berpikir.
Ia sangat ingin memperkuat tubuh barunya ini, namun di kediaman ini, cara apa yang bisa dilakukan tanpa menarik perhatian orang-orang?
Dipandang aneh tentu saja ia tidak peduli, namun ia hanya tidak suka menarik perhatian yang kemudian akan membuat orang-orang berspekulasi tentang perilaku sang Nyonya Muda yang sangat tidak biasa.
Di zaman yang lebih kuno ini, kepercayaan terhadap hal-hal gaib masih melekat kuat.
Tentu saja ia tidak ingin menarik perhatian Nyonya Besar untuk mengundang seorang pemuka agama dengan dalih mengusir roh jahat dari tubuhnya yang akhirnya akan menimbulkan implikasi yang lebih luas.
Keributan seperti itu ia tidak tahan. Ia selalu suka ketenangan. Bahkan tak keberatan jika keberadaannya tidak dianggap.
Sejak mengantarkan makanan siang tadi, pelayan kecil bernama Xiao Du sudah tak terlihat di halaman.
Sebenarnya, sejak kemarin ia belum membersihkan diri. Karena hal ini adalah hal yang biasa terjadi di kehidupan sebelumnya ketika ia bertugas sebagai pengintai dalam waktu yang lama, ia tidak terlalu memikirkan.
Bagi para pembunuh terlatih sepertinya, ini adalah hal-hal yang paling remeh dan tak layak untuk diperhatikan lebih jauh.
Namun kini, ia memiliki tubuh seorang wanita muda yang halus dan rapuh yang tak akan tahan lama-lama dengan kekotoran.
Jika diabaikan dalam waktu lama, kulit pun akan mulai ruam dan gatal, yang tidak akan terasa nyaman.
Sampai dua hari yang lalu, masih ada seorang pelayan wanita tua yang akan datang mengantarkan air untuknya. Namun entah mengapa pelayan tua itu tidak lagi muncul.
Ia juga tidak bisa mengandalkan Xiao Du untuk mengambil air.
Jangankan menyuruhnya untuk mengambil air, kini pelayan kecil itu juga telah mengabaikan pakaian kotornya yang menumpuk di sudut ruangan.
Apakah ini level pengucilan lainnya yang diperintahkan oleh sang ibu mertua?
Li Yuan menatap dengan acuh tak acuh.
Jika dipikirkan lebih dalam, bukankah ini adalah sebuah kesempatan baik untuk melatih tubuh lemah ini?
Semakin banyak ia bekerja, semakin banyak otot yang akan terbangun, dan semakin mudah ia menggerakkan tubuhnya.
Meski memiliki ilmu bela diri, namun tubuh rapuhnya sekarang sama sekali tidak menunjang untuk latihan apapun.
Baiklah. Mari kita masuk ke dalam permainan sang ibu mertua!
------
Gu Shi sedang duduk di luar ruangan di halamannya.
Cuacanya sangat bagus untuk dilewatkan dengan mengurung diri di dalam rumah.
Matanya menatap ke depan sambil mendengarkan laporan Chen Mama.
"Nyonya Muda telah pergi mengambil sendiri air dari sumur di dekat Taman Anggrek. Kemudian, Xiao Du juga telah mengabaikan kebutuhan sehari-hari Nyonya Muda. Selain hanya makanan yang masih diantarkan, yang lainnya telah diabaikan."
Chen Mama melapor dengan kepala tertunduk.
Gu Shi menyeringai dingin: "Bagus. Aku ingin melihat, berapa lama lagi wanita bodoh itu akan bertahan. Dia, wanita muda yang telah dimanja selama bertahun-tahun, melakukan semua pekerjaan berat itu, apakah ia masih tidak akan mati karena kelelahan!"
Ia menyapu sehelai daun yang jatuh di bahunya, mendesah, "Lebih baik jika ia segera mati karena kelelahan, atau tidak ia bisa saja bunuh diri karena merasa diperlakukan tidak adil. Semua ini menghemat waktuku untuk memikirkan cara menyingkirkannya."
Berpikir sejenak, ia menambahkan, "Awasi saja untuk saat ini. Jangan biarkan dia mengirim surat satupun kepada keluarganya."
"Baik, Nyonya."
Dengan begitu, Chen Mama pun mengundurkan diri.
------
Li Yuan telah menemukan sebuah tong air besar yang tidak terpakai di halaman terbengkalai.
Ia kemudian membawanya dengan susah payah kembali ke Taman Anggrek.
Tidak masalah, kegiatan ini untuk melatih otot-otot yang telah tertidur di tubuh barunya.
Sebelumnya, ia telah pergi ke gudang kediaman dan meminta kepada pengurus di sana untuk memberinya sebuah tong air besar, yang kemudian ditolak oleh sang pengurus dengan alasan mereka tidak memilki barang seperti yang dia minta.
Dengan itu Li Yuan berkeliling di seluruh kediaman untuk mencari bahan-bahan yang ia perlukan.
Pada zaman itu, untuk bisa mandi air hangat, orang-orang masih menggunakan cara tradisional dengan memanaskan air secara manual di atas tungku, kemudian memindahkan air panas ke dalam ember kayu yang selanjutnya dicampur dengan air dingin, dan setelah itu baru diantarkan ke halaman para majikan.
Semua ini membutuhkan banyak waktu dan tenaga.
Li Yuan kemudian terpikir untuk membuat bak mandi air hangatnya sendiri. Ia masih ingat pernah membaca di sebuah buku tentang cara sederhana membuat bak mandi yang sudah ada pada zamannya.
Setelah memindahkan pot tanah liat yang cukup besar dari gudang barang tidak terpakai, ia mulai bekerja.
Ruang mandi di halamannya merupakan sebuah bangunan kecil yang terpisah dari paviliun utama. Letaknya tepat di belakang kamar tidur.
Li Yuan mulai melubangi bagian bawah dinding ruang mandi, tidak besar namun cukup untuk memasukkan kayu bakar ke dalam.
Setelah pot tanah liat dibersihkan, ia melubangi bagian bawah pot dan menyelipkan sebuah bambu pendek ke dalamnya, tak lupa menutup lubang bambu yang terbuka dengan sumbat kayu sederhana.
Kemudian pot tanah liat itu ditaruh di dalam ruang mandi, tepat di atas lubang tempat kayu bakar akan diletakkan.
Lalu ia mengisi celah-celah yang ada dengan tanah liat. Ini dilakukan agar asap dari kayu bakar tidak masuk ke ruang mandi.
Tentu saja ia juga membuat lubang pembuangan asap tersendiri menggunakan bambu tua yang telah dipotong dan dirakitnya.
Setelah semua ini selesai, ia tinggal menaruh bak mandi kayu yang biasanya dipakai untuk berendam tepat di sebelah pot tanah liat.
Dengan begitu ia tinggal membuka sumbat kayu pada pot tanah liat ketika air di dalamnya sudah cukup panas, yang akan mengalirkan air panas itu ke dalam bak mandinya.
Untuk memudahkan mengatur suhu air, ia juga telah menaruh tong air besar yang telah dilubangi seperti pot tanah liat tadi tidak jauh dari bak mandi, dan menggunakan bambu panjang untuk mengalirkan air dingin ke dalam bak kayu.
Dengan ini, semua kerja kerasnya untuk memperoleh pengalaman mandi yang nyaman telah selesai.
