#####Bab 6. Merebut Mahar
"Ibu, apakah Ibu tidak berencana menambahkan mahar untukku?" Shen Ling meraih lengan ibunya dari samping, bergelayut dengan manja di sana.
Gu Shi melirik putrinya dengan sayang, bertanya dengan heran, "Bukankah mahar milikmu sudah cukup banyak? Mengapa kau ingin menambahnya lagi?"
Shen Ling mengerucutkan bibirnya, berkata dengan tidak senang, "Aku mendengar bahwa saat Zhu Niang menikah ke dalam keluarga Bangsawan Deng, mahar yang menyertainya telah memenuhi jalan sejauh delapan Li!"
Zhu Niang adalah teman sebaya Shen Ling yang berada dalam satu kelompok yang sama dengannya.
Para gadis muda ini, meskipun mereka selalu berkumpul bersama untuk bersenang-senang maupun sekedar bersosialisasi, namun dibalik itu persaingan diam-diam di antara mereka sangat kuat.
Bisa dibilang gadis Zhu itu adalah rival utama Shen Ling. Sejak muda mereka berdua selalu bersaing dengan ketat.
Para wanita muda ini selalu berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik di antara yang terbaik dalam kelompok mereka.
Tentu saja dengan pertunjukan Zhu Niang yang begitu megah, mengapa ia tidak bisa melakukannya dengan lebih megah lagi!
Ia tak pernah kalah dari gadis itu. Ia lebih cantik, bakatnya juga lebih baik. Sayangnya, keberuntungan pernikahannya satu-satunya yang lebih rendah darinya.
Zhu Niang telah dijodohkan dengan putra tertua Bangsawan Deng yang kini telah memegang jabatan yang cukup bergengsi di pemerintahan.
Sedangkan dirinya sendiri, meski keluarganya mampu menemukan calon suami yang juga berasal dari keluarga bangsawan, namun calon suaminya sendiri bahkan belum secara resmi masuk ke dalam pemerintahan.
Ia sudah merasa sangat kesal dengan hal ini. Kini ditambah dengan berita mengenai betapa megahnya mahar Zhu Niang, ia tak bisa menerima kekalahan lagi!
Shen Ling kembali membujuk ibunya, mengguncang pelan lengannya, "Ibu, bagaimana mungkin aku begitu rendah dibandingkan dengan Zhu Niang.."
Gu Shi memutar matanya, "Anak ini. Berhentilah membanding-bandingkan dirimu dengannya! Lihat, keluarga macam apa yang berada di belakangnya? Keluarga kelahiran ibunya sangat kaya, tentu saja ia akan mampu menambahkan semua mahar itu untuk putrinya."
Ia mendecakkan lidahnya, berkata lagi, "Kau..Ayahmu hanya seorang pejabat tingkat lima. Keluarga ini bisa bertahan selama ini berkat bisnis keluarga yang sudah ada sejak lama. Dengan gaji Ayahmu, mana mungkin bisa mencukupi segala kebutuhan keluarga?!"
Ia hanya tidak memberi tahu putrinya bahwa bahkan sebagian besar dari maharnya sendiri hampir habis digunakan untuk menghidupi kediaman bangsawan ini.
Keluarga kelahirannya pun bukanlah keluarga yang berkecukupan. Ayahnya sendiri hanya menduduki jabatan rendah di kabupaten.
Saat menikah, meski maharnya terbilang cukup banyak, itu tidak berarti apa-apa saat dibawa ke ibu kota. Dalam beberapa tahun semua itu hampir habis.
Shen Ling bergeser lebih dekat ke sisi ibunya, berkata dengan suara rendah, "Ibu, kudengar Kakak Iparku membawa banyak mahar saat menikah kemari. Bagaimana kalau Ibu coba membujuknya? Mungkin saja ia akan berbaik hati dan membiarkan kita yang mengurus semua itu untuknya."
Sebelumnya, Gu Shi bahkan tidak pernah memikirkan harta benda yang dibawa masuk oleh putri pedagang itu. Kini setelah diingatkan oleh putrinya, keserakahan alaminya segera muncul.
Gu Shi menatap putrinya. Mereka saling menatap, seakan pikiran mereka telah terhubung. Ia segera menyusun rencana dalam pikirannya untuk menguasai kekayaan itu.
Ketika itu ada di depan mata, bagaimana mungkin ia bisa melewatkannya begitu saja?
Mengapa tidak menghisap habis darahnya baru setelah itu membuangnya!
Sudut bibirnya terangkat. Sebuah seringai jahat segera menghiasi wajahnya yang telah jauh menua.
Perjalanan Shen Ling menemui ibunya siang itu tidak sia-sia. Sejak awal ia sudah tahu tidak bisa berharap banyak dari keluarganya sendiri untuk menambahkan maharnya.
Satu-satunya cara adalah merebut yang sudah tersedia di depan mata!
-------
Pikiran-pikiran licik ibu dan anak itu tentu saja belum diketahui Li Yuan.
Saat ini, gadis itu sedang menyegarkan diri dengan berendam di bak mandi air hangat barunya.
Kerja keras selama dua hari kini sudah bisa ia nikmati.
Ia berpikir untuk mencari herba yang bagus untuk ketenangan pikiran untuk ditambahkan di air mandinya lain kali.
Di malam hari ia berencana untuk pergi berlatih di halaman terpencil di bagian paling belakang kompleks kediaman.
Meski belum lama ini ia melatih kekuatan tubuhnya, kondisinya saat ini sedikit lebih baik dari pada saat ia baru saja terbangun.
Seharusnya untuk latihan-latihan keterampilan pedang yang paling sederhana bisa ia lakukan.
Ia sedang menyusun rencana-rencana latihannya selama beberapa waktu ke depan saat mendengar suara langkah seseorang mendekati ruang mandi.
Li Yuan menjadi sedikit waspada.
"Nyonya Muda, apakah Anda sedang mandi?" Suara Xiao Du terdengar dari luar.
"Mm. Ada apa?"
"Nyonya Muda, Nyonya Besar menyuruh pelayan ini untuk memanggil Nyonya Muda ke Taman Peony."
Taman Peony yang disebutkan adalah halaman Nyonya Besar tinggal.
Ada apa wanita pemarah itu tiba-tiba memanggilnya?
Ia menjawab, "Aku mengerti. Aku akan ke sana setelah mandi."
"Baik, Nyonya. Pelayan ini akan segera memberitahu pelayan Nyonya Besar."
Setelah itu suara langkah kaki terdengar menjauh.
Li Yuan menghela napas.
Apapun itu, tidak ada hal baik yang akan terjadi.
-----
Menurut ingatan sang pemilik tubuh, selama sebulan setelah menikah, hanya sekali ia bertemu dengan mertuanya. Termasuk di sini, ibu, ayah, dan sang nenek. Yaitu pada hari ia memberi penghormatan pertama kepada mereka setelah menikah.
Setelah itu, dengan berbagai alasan mereka menolaknya untuk datang memberi penghormatan.
Sang pemilik tubuh asli adalah seorang gadis muda yang polos dan baik hati. Diperlakukan seperti itu ia masih tidak menyadari penolakan mereka terhadap dirinya.
Saat ditolak dengan alasan kesehatan sang ibu mertua maupun kesehatan sang nenek sedang terganggu sehingga ia tidak perlu datang berkunjung, ia malah akan dengan murah hati mengirimkan suplemen-suplemen mahal untuk mereka.
Meski sudah begitu baik, ia masih saja diabaikan.
Setelah beberapa minggu seperti itu, sang pemilik tubuh asli akhirnya mulai merasa bahwa mereka mungkin tidak menyukai dirinya.
Kemudian, karena tidak ada yang bisa ia lakukan, ia hanya mengurung diri di halamannya. Sampai pada malam ia didorong ke dalam kolam oleh pelayan pribadinya sendiri.
Jadi, sejauh ini Li Yuan hanya memiliki sedikit gambaran mengenai karakter para tetua utama di rumah ini.
Li Yuan sudah tiba di depan gerbang Taman Peony ketika seorang wanita yang berjaga di depan dengan sopan segera mempersilahkannya untuk masuk dan mengantarnya ke dalam.
Halaman ini terlihat jauh lebih megah dari pada halaman tempat ia tinggal.
Beberapa pelayan wanita terlihat sedang bekerja di taman, beberapa lagi terlihat berdiri di depan paviliun utama, belum termasuk para wanita penjaga gerbang tadi.
Pelayan sebanyak itu untuk mengurus sebuah halaman pribadi, apakah normalnya memang seperti ini? Li Yuan bertanya-tanya.
Mempertahankan wajah tanpa ekspresinya, ia masuk ke dalam ruangan mengikuti pelayan tadi.
