Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

#####Bab 4. Sedikitnya Penerus Keluarga

"Omong kosong! Bagaimana mungkin semua daging itu lenyap begitu saja? Bahkan seekor burung pegar pun tak terkecuali! Ini sudah hari yang ketiga dan kalian masih belum menemukan pelakunya?!" Suara Nyonya Besar meninggi.

Sudah sejak pagi Sang Nyonya mengamuk. Namun karena tidak bisa memberikan jawaban untuk pertanyaannya, Meng Mama hanya bisa pasrah terkena ledakan amarah sang majikan.

Ia kemudian memerintahkan, "Segera ganti semua pelayan yang ada di dapur utama! Kita tidak ingin terus menerus menyimpan pencuri di lumbung beras!"

Beraninya tikus-tikus rendahan itu mencuri barang-barang remeh seperti daging!

Meskipun selalu bisa dibeli lagi, namun karena sang suami bahkan ibu mertuanya sudah mulai bersuara, tak pelak ia harus segera membereskan masalah ini.

Saat memberi salam pagi pada sang Nyonya Tua, hampir semua anggota keluarga berkumpul sehingga memenuhi ruangan di Taman Anyelir tempat Nyonya Tua tinggal.

"Bagaimana keadaan Li Shi? Apakah dia masih tidak sehat?" Wanita tua dengan pelipis yang sebagian besar telah tertutupi oleh rambut keperakan itu bertanya kepada menantunya.

Sudah lama sejak terakhir kali cucu menantu perempuan itu datang untuk memberi penghormatan kepadanya. Ia juga telah mendengar kabar kecelakaannya.

Gu Shi tersenyum sopan, menjawab ibu mertuanya, "Nyonya Muda Pertama masih akan tinggal di halamannya untuk beberapa waktu. Ibu mohon maklumi dia, kesehatannya benar-benar sedang buruk."

Nyonya Tua Shen mengangguk-angguk mengerti.

Di seluruh kediaman, siapa yang tidak tahu bagaimana keadaan yang sebenarnya?

Namun, karena ia sudah tua dan tidak mampu lagi mengurus urusan rumah tangga, maka ia menyerahkan seluruh urusan untuk ditangani oleh satu-satunya menantu perempuan yang dia miliki.

Selama ini Gu Shi terbukti selalu mampu menangani masalah dengan baik, yang membuatnya bisa tenang menyerahkan urusan kediaman kepadanya.

Namun, niat lain menantunya ia tentu bisa membacanya sekilas.

Bagaimana mungkin seorang menantu dari keluarga pedagang bisa memuaskannya?

Namun karena janji yang telah terlanjur dibuat oleh suaminya dulu kepada keluarga cucu menantu ini, mereka tidak bisa mengabaikannya begitu saja karena keluarga mereka akan dipandang buruk oleh orang-orang luar.

Begitulah akhirnya sang cucu menantu dengan terpaksa diterima masuk ke dalam keluarga mereka sebagai istri sah dari cucu tertua keluarga.

Ia tidak bisa menyalahkan Gu Shi karena ketidakpuasannya dengan pengaturan ini. Kalau itu dirinya, dengan putra sulung yang begitu berharga, ia juga tidak akan rela menikahkannya dengan seorang putri dari keluarga pedagang rendah.

Bagaimanapun, wajah bangsawan mereka masih dipandang tinggi oleh orang-orang biasa, meskipun sekarang mereka hanya bisa disebut bangsawan kelas tiga.

Nyonya Tua beralih ke cucu perempuan tertuanya, bertanya, "Bagaimana dengan persiapan pernikahan Ling'er, apakah semuanya berjalan lancar?"

Shen Ling segera menundukkan kepalanya, dengan malu-malu khas wanita muda ia menjawab, "Persiapannya lancar, Nenek tenang saja."

"Bagus, bagus.. pernikahanmu tinggal satu bulan lagi. Semua persiapan harus ditangani dengan baik. Jangan sampai ada kesalahan saat hari itu tiba. Kita harus menjaga wajah baik Kediaman Bangsawan kita dihadapan orang luar."

"Baik Nenek, Cucu mengerti. Ibu akan membantuku menangani semuanya dengan hati-hati."

Di dalam keluarga Shen, hanya ada satu cabang penerus keluarga yaitu putra kandung dari Nyonya Tua dan Tuan Tua Shen, yakni Tuan Besar Shen, Shen Min, yang kemudian menikah dengan Gu Shi dan melahirkan dua orang putra dan seorang putri sah.

Di samping itu, Shen Min juga memiliki beberapa selir yang telah melahirkan seorang putra dan seorang putri tidak sah untuknya.

Bisa dikatakan, keluarga Shen ini cukup kecil karena anggota keluarga prianya tidak banyak.

Tuan Muda Pertama Shen, Shen Rong sebelum menikah dengan Li Yun, sang Nyonya Muda Pertama, memilki dua orang pelayan kamar yang segera diangkat menjadi selir setelah Li Yun menikah ke dalam keluarga.

Pada masa itu, adalah hal yang normal di kalangan keluarga biasa yang memiliki kemampuan maupun di kalangan bangsawan, bagi setiap tuan muda untuk memilki pelayan kamar.

Pelayan kamar ini sejak dini telah diatur oleh sang ibu untuk mengajari putra-putra mereka mengenai hal-hal yang berkaitan dengan hubungan antara pria dan wanita.

Dan kebanyakan pelayan kamar ini selanjutnya akan diangkat menjadi selir sang tuan muda ketika istri sah telah masuk ke dalam keluarga.

Menyadari sedikitnya penerus keluarga, Gu Shi telah berencana untuk menambahkan beberapa selir lagi bagi putra sulungnya.

Sayangnya, kini putra sulungnya sedang berada jauh di Perbatasan Selatan, sehingga keinginannya untuk segera memiliki cucu-cucu yang montok pun menjadi tertunda.

Selain itu, dengan menantu yang tak dianggap itu, ia tidak akan membiarkan putranya menghamilinya dan menunda rencana besarnya.

Dengan keadaan seperti ini lebih baik bagi putranya untuk menghamili para selirnya. Namun, ini juga tidak benar menurut peraturan. Bagaimana orang akan memandang keluarga mereka jika mengetahui bahwa para selir dibiarkan hamil duluan sebelum istri utama?

Ia juga tidak menginginkan hal itu terjadi. Akan ada banyak konflik yang akan terjadi di masa depan.

Sekarang, jalan satu-satunya adalah ia harus segera menyingkirkan sang menantu dari keluarga pedagang itu dan segera mengambil menantu baru untuk menjadi istri utama putra sulungnya.

Dengan begitu ia bisa menantikan mereka untuk memberikannya cucu-cucu laki-laki kecil yang montok.

Kalau tidak berhasil, maka ia akan menambahkan beberapa selir lagi untuk putranya. Selalu ada tambahan orang untuk melahirkan penerus keluarga.

Sang Nyonya Tua hampir selalu mengeluh padanya tentang sedikitnya anak laki-laki di rumah. Oleh karena itu, saat dulu ia memberikan beberapa selir bagi suaminya, Sang Tuan Besar, Gu Shi hanya menelan amarah dan menerimanya tanpa berkata apapun.

Wanita mana yang ingin berbagi suami dengan beberapa wanita?

Diam-diam ia mengutuk mertua perempuannya karena kelicikannya. Saat itu terjadi pada dirinya sendiri, ia bahkan tak membiarkan suaminya, Tuan Tua untuk mengambil selir.

Hasilnya, mereka hanya memiliki seorang putra untuk meneruskan garis keturunan keluarga Shen.

Meski selir sudah banyak ditambahkan untuk sang putra tunggal, setelah bertahun-tahun, mereka hanya berhasil melahirkan seorang putra tidak sah. Ini sungguh mengecewakan.

Keturunan tidak bertambah banyak, namun seringnya konflik di antara para selir tidak terhindarkan.

Akhirnya, demi ketenangan rumah tangga, para selir yang tidak berhasil melahirkan putra maupun putri pun diusir dari rumah dan di tempatkan di perkebunan keluarga.

Dengan beberapa orang berkurang, selain mengurangi masalah, pengeluaran kediaman pun jauh lebih ringan.

Kini di kediaman, selain ia sebagai istri utama, Tuan Besar juga masih mempertahankan dua orang selir untuk melayaninya.

Melihat temperamen Nyonya Tua, ia mungkin masih akan menambahkan selir-selir baru dan muda untuk putranya.

Putranya masih tergolong muda di usianya yang empat puluh tahun, tentu saja ia masih bisa menghamili beberapa wanita lagi sehingga menambah cucu-cucu laki-laki untuknya.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel