Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Menikah

"Stoooop, apanya yang lucu." bentak Hardian emosi.

 

"Benar sekali boss...dia wanita yang terakhir, Limited Edition" canda Rey yang tertawa puas merasa berhasil membuat Hardian naik darah pagi ini.

 

"Awas kamu, berani menertawakan saya...,, Bulan depan gaji serta bonusmu ku potong tujuh puluh lima persen" ucap Hardian tegas. Yang membuat Rey langsung gelagapan, seperti kebakaran jenggot, dia mulai mengeluarkan jurus andalan untuk merayu. karna Hardian tidak main-main dengan ucapan nya. tapi belum sempat Rey  mengucapkan jurus bujukanya Hardian sudah memotong kata katanya.

 

"Bos, kasiani saya yang belum laku.. laku, dan mobil serta rumah yang masuk nyicil,  sawah serta kebun orang tuaku dikampung masih tergadai, belum mampu Untuk menebusnya. saya janji tidak akan mengulangi nya lagi " Hardian mengucapkan kata-kata itu, dia sudah hafal jurus andalan Rey.

 

"Maaf  boss, bukan maksud ku seperti ini. tapi menurut saya dialah gadis yang tepat. untuk mengandung dan melahirkan anak boss nantinya, coba boss perhatikan sebenarnya dia itu cantik cuma .... perlu dibersihkan saja " ucap Rey.

 

"Memangnya dia perabotan perlu dibersihkan segala, bicara dengan mu hanya menambah pusing kepala ku " Hardian  menutup panggilan dengan kesal. dan kembali menatap wajah Prisla dengan seksama

 

"Hey kamu kenapa bengong saja !" Kembali menatap Prisla yang kali ini menundukkan kepalanya.

 

"Saya tuan", ucap Prisla menunjuk diri sendiri, kemudian celingak-celinguk kiri kanan.

 

"Sapa lagi..,, atau setan kecil disamping mu itu ? tunjuk Hardian asal.

 

"Apa tuan set...set Setan....  Tuan saya takut" Prisla langsung menghambur dibelakang Hardian.

 

"Oh my Good...." Hardian memukul pelan jidatnya

 

"Duduklah yang benar dikursi mu ..!"

 

Prisla pun menurut dengan patuh dia mengikuti kemauan Hardian, yang terus memperhatikan Prisla dengan detail. rambutnya bergelombang dan turun kebawah.  Sambil mersa risih karena mersa tidak ada yang menarik dari gadis itu.

 

"Aaahhk... tidak ada yang menarik sama sekali"

 

"Kulitnya memang terlihat putih mulus tapi aku ragu membedakan nya antara panuan dengan kulit aslinya. meskipun Rey  telah melakukan serangkaian tes kesehatan untuk nya, sapa tau aja mereka sekongkol mengerjai ku, serta rambut nya yang bergelombang dan sangat lebat, padti dipenuhi oleh kutu dan keluarganya serta nenek buyut nya,"

 

Terakhir mata gadis itu, bola Mata nya yang  bulat seperti mata Kucing jalanan yang minta untuk di kasiani. Hardian berfikir sejenak.

 

"Apa aku pelihara dan rawat aja ya Kucing kecil ini?"  sambil magut -  magut memainkan jemari tangan nya.d ia seakan-akan mendapatkan mainan baru.

"Kucing lucu dan imut! ya aku harus memelihara nya. anggap saja mainan baru bagiku."

***

"Selamat pagi, Nona muda."

"Pagi juga mbak."

"Perkenalkan kami dari team WO, kami ditugaskan untuk mendandani nona secantik mungkin dengan pakaian pengantin ini." ucap salah seorang dari mereka.

"Bolehkah kami masuk!"

"Silahkan."

Tiga orang wanita masuk ke dalam kamar, mereka membawa beberapa buah pakaian pengantin dan sebuah koper berisi peralatan makeup.

"Pakaian pengantin? mati aku. apakah aku malam ini akan menikah dengan pangeran tampan itu?"

 

Prisla seakan tidak percaya saat tim perias datang kekamarnya, dan membatu memasang kebaya dan merias wajah.

 

"Iya, Nona wanita yang paling beruntung. bisa menjadi istri pengusaha kota ini." ucap perias satu lagi.

 

Prisla sedikit gugup, meskipun apa yang dibayangkan nya dulu tidak menjadi kenyataan, namun dia mersa takut juga melihat sikap dingin Hardian.

 

Malam ini, Prisla memandangi seluruh tubuh yang terbalut kebaya putih. dengan ukuran begitu pas dan sesuai dengan warna kulit nya, dia seakan pangling melihat pantulan wajahnya di cermin besar ini. Prisla begitu cantik bak seorang putri.

"Nona benar-benar cantik, tuan muda begitu beruntung mendapatkan Anda." puji mereka.

"Nona, semua sudah menunggu kedatangan Anda. apa anda sudah siap?"

"Ya, aku sudah sangat siap."

Langkah kakinya terayun pelan menuruni satu persatu anak tangga. banyak yang memuji kecantikan yang dimiliki Prisla, yang sudah melekat gaun pengantin yang sangat indah.

Mata Prisla tertuju pada sosok pria tinggi bertubuh tegap berjalan menuju kearahnya. Stelan jas biru tua menambah pesona elegan, dilengkapi dengan dada yang bidang. sepasang kaki lurus sempurna yang mengarah kearah Prisla, yang semakin lama semakin mendekat. sudut tatapan pria itu memiliki aura yang begitu kuat.

"Sangat tampan, dan penuh kharisma, sangat cocok dipasang kan dengan gadis ini." terdengar ucapan salah seorang tamu yang berdiri tidak jauh dari mereka.

 

Hardian terpana melihat kecantikan dan pesona alami Prisla. mata nya seakan tidak bisa berbohong, mengakui kecantikan dan keindahan lekuk tubuh Prisla yang terbalut kebaya mewah itu.

 

"Bagaimana bos, pilihan ku tidak pernah salahkan," ucap Rey bangga, dan menyikut Hardian yang masih terpana.

 

"Biasa saja..,, Bi Ijah juga akan terlihat cantik jika didandani dan dibalut dengan pakaian mewah" jawab Hardian asal sambil berusaha menyembunyikan kekaguman nya.

 

Prisla meminta restu menyalami paman dan kedua orang tua Hardian, Mama Merlin terlihat enggan memberikan restu dia lebih banyak memainkan ponselnya dari pada fokus mengikuti sakral nya pernikahan anak menantu nya.

 

Papa yang kesal melihat tingkah istrinya, mengambil ponsel Merlin dan mematikan nya. Merli langsung fokus dia mersa takut juga saat melihat tatapan tajam papanya Hardian jika sedang emosi.

 

Mama Merlin memang tidak merestui pernikahan ini. tapi keputusan yang dibuat Papa dan Hardian sudah bulat, papa ternyata  begitu menyukai dan menyayangi Prisla yang lugu  dan polos. masih teringat oleh nya perdebatan sebelum mereka memutuskan pernikahan ini.

 

"Hardian menikahi Prisla ada alasannya ma, Hardian  penasaran apa reaksi Milka begitu mengetahui bahwa aku sudah menikah dengan gadis yang jauh berbeda dan dibawah standarnya gadis yang sok-sok ingin menjadi desainer dunia itu."

 

"Okey, untuk saat ini Mama mengalah. Hardian boleh menikah dengan wanita kampung itu, tapi dengan syarat hanya nikah siri. Mama tidak akan pernah mau menjadikan dia menantu yang sesungguhnya. lagian sekarang Mama tidak mengharapkan cucu lagi, begitu tau wanita yang jadi menantu Mama  itu tidak jelas asal usulnya. dan tidak selevel dengan keluarga kita"

 

"Itu tidak masalah buatku, asal bisa membalas Milka wanita serakah dan sangat lah egois" jawab Hardian.

 

"Mama pusing, memikirkan ini semua. kenapa seleramu itu bisa berubah sembilan puluh derajat Hardian. setelah ini Mama harap kamu mau menuruti kata-kata Mama" Merlin mengutarakan kegundahan nya panjang lebar

 

Setelah acara pernikahan selesai, paman Aryo pamit pulang dia menemui Prisla.

 

"Prisla, jaga dirimu. jadilah istri yang baik dan menurut pada suamimu." pesan Aryo sebelum pergi.

"Iya paman, terimakasih selama ini telah membantu aku dan ibu."

 

"Prisla, semua itu sudah tangung jawab paman." Sambil berlalu pergi dengan senyum kepuasan membawa amplop coklat berisi sejumlah uang yang telah dijanjikan Rey dulu.

 

Hardian pergi menembus kegelapan malam menuju sebuah villa pribadinya, dia lebih memilih menghabiskan waktu sendirian ditemani minuman keras dari pada menghabiskan malam pertama mereka dikamar hotel yang sudah didekorasi seindah mungkin.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel