Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Tingkah Norak

Calon suamiku, ternyata dia orang kota sombong, dia terlihat cuek dan tidak menyukai ku. berbeda dengan para pemuda di dikampung, malah sebaliknya mereka sangat ramah tamah." gumam Prisla.

"Sudahlah Prisla, makanya kalo dikota kamu harus mengikuti sifat mereka. yakinkan semua akan berjalan baik-baik saja." ucap Rey mengajak Prisla memasuki sebuah ruangan.

"Ini kamar tidurmu sementara, silakan kamu istrahat dulu. dan disamping itu kamar mandinya " tunjuk Rey.

 

Prisla mengedarkan pandangannya keseliling kamar, dia seperti bermimpi dapat menginjakan kaki ditempat seperti ini.

 

"Wah mewah sekali, dan kasurnya empuk banget"  disudut ruangan terdapat sofa dan televisi ukuran besar. Prisla tertawa senang, namun sebaliknya akan sedih kembali jika membayangkan wajah calon suaminya barusan.

 

"Ngak papa lah, pernikahan ini cuma sementara. Mudah-mudahan saja cepat berakhir dan aku segera terbebas." Doa Prisla. selepas kepergian Rey, Prisla mengunci pintu kamar  mengambil handuk bersiap untuk mandi.

 

"Ya Tuhan kamar mandinya saja seluas rumah ku" sambil berjalan memutari  Prisla mencoba mandi  mengunakan shower.

 

"Wah aku bisa dan rasanya begitu sejuk " dia juga mempraktekkan gaya orang iklan sabun mandi, yang sering dia tonton dirumah tetangga di kampung dulu.

 

"Anabel dan ibu, pasti ikut senang jika mengetahui apa yang aku alami, karena aku tahu mereka belum pernah merasakan kemewahan seperti ini." tiba-tiba mata Prisla mengembun.

 

Setelah merasa badannya dingin, Prisla menyudahi acara mandi dan mengenakan pakaian kembali. Prisla menatap bagian samping rumah mewah tersebut, terdapat enam mobil mewah merek import berjejer dalam bagasi. dengan taksiran harga miliaran rupiah. terdapat juga beberapa moge.

"Kehidupan orang kaya, sangat membingungkan? semua sudah tersedia, namun penghuninya tidak ada, melainkan hanya pelayan yang aku temui." bathin Prisla.

Semua gerak gerik Prisla, tidak pernah lepas dari pantauan Hardian. melalui camera yang terhubung langsung dengan ponselnya.

Malam nya, Prisla merebahkan tubuh lelahnya diranjang yang empuk. seraya memikirkan jika esoknya adalah hari paling bersejarah dalam hidup nya, meskipun tidak sesuai dengan impian, menikah dengan seorang yang mencintai dan dicintai nya.

Rasa ngantuk membuat Prisla beberapa kali menguap, dia memejamkan mata dan mulai terbawa kedalam mimpi, karena rasa lelah ditubuh nya yang belum hilang. meskipun begitu dia masih bisa mendengar seseorang seperti membuka pintu kamar dan mematikan lampu kamar tiba-tiba.

"Siapa kamu?"

"Aku, adalah calon suamimu?"

"Tidak mungkin?

"Ja...ja.. jangan mendekat!"

Prisla mundur ketakutan, dia menyilang kan kedua tangan kedada berusaha melindungi diri.

"Tidak lama lagi, kita akan menikah, tidak salahnya jika malam ini aku sedikit bermain dengan mu." tersenyum mesum, Prisla berusaha mempertajam penglihatan pada sosok pria misterius dihadapannya. namun dia tidak bisa, dikarenakan cahaya yang semakin gelap.

"Calon suamiku itu bukan kamu." teriak Prila.

"Ha...ha... Aku adalah manusia jadi-jadian, sekarang aku siap menelanmu hidup-hidup."

"Apa, jadi kamu siluman?"

Prisla segera membaca doa apapun yang dia bisa, berharap siluman dihadapan nya segera lenyap, namun malah sebaliknya, bayangan gelap itu semakin mendekati nya.

Prisla langsung ambruk tidak sadarkan diri, setelah mendapati kenyataan, apa yang dia takutkan benar-benar kenyataan.

Melihat calon istrinya pingsan, bukannya cemas. namun Hardian seolah-olah mendapatkan permainan yang paling menyenangkan. yang belum pernah dia lakukan dengan perempuan manapun, bahkan Milka sekalipun. yang merupakan cinta pertamanya yang tidak pernah mendapatkan restu dari sang Mama.

***

Pagi hari yang cerah, secerah harapan Prisla untuk hidup lebih baik lagi kedepannya. tiba-tiba pintu kamar di ketuk dari luar.

"Nona silahkan sarapan, Tuan muda Hardian sudah menunggu anda di meja makan." terdengar suara perempuan yang sudah berumur memangil namanya dari luar kamar.

 

"Iya sebentar bibi."

Prisla mulai mersa cemas dan takut, dia membayangkan wajah calon suaminya lebih kurang dari wajah suami yang suka menyiksa istri nya, seperti film drama kejam film India. Prisla gugup dan takut. perlahan dia berjalan mendekati cermin besar, menatap pantulan wajahnya yang tegang.

 

"Apa menariknya diriku ini, semoga saja dia membatalkan niatnya menikahiku, dan aku akan memohon meminta pekerjaan untuk jadi pelayan saja dirumah ini."  gumamnya Prisla dalam hati dengan niatnya yang semula mulai berubah.

 

Prisla menyisir rambut nya untuk mengurangi kegugupan. membiarkan rambut panjang bergelombang nya tergerai, melangkah Keluar kamar sambil menunduk. Prisla benar-benar tidak mempunyai keberanian untuk mengangkat kepalanya. Dan menatap pantulan wajahnya.

 

"Aku tidak boleh terlihat cantik, agar dia tidak tertarik melihku," kembali mengacak-acak rambutnya, dan mencari pakaian yang paling lusuh yang dia miliki lalu berjalan keluar.

 

Hardian memperhatikan gerak-gerik Prisla,  yang berjalan keluar dari kamar menunduk menuju dapur. Dia terlihat gugup seperti ketakutan.

 

" Hey gadis kecil.....kamu kesini dan makanlah sarapan mu." ucap Hardian yang sedikit ragu melihat calon istrinya yang jauh berbanding terbalik dengan keinginannya.

 

"Baik,  Tuan."

 

Terdengar suara pelan dan wajah menunduk. meremas kedua belah jemarinya, gadis itu tidak punya keberanian menatap Hardian. Dia benar-benar takut jika wajah dihadapannya ini tidak lebih baik dibandingkan monster.

 

"Coba ulangi... tinggi kan nada suara mu sedikit, jangan berbisik dan tatap wajah ku " suara Hardian semakin meninggi.

 

"Baiklah...,, Tuan muda," ucap nya dengan suara lantang, membuat Hardian terlonja. Sambil memegang dadanya kaget, entah datang dari mana keberanian Prisla yang mengeluarkan suara lantang. Prisla mengangkat kepalanya dengan ragu, dan melihat wajah Hardian perlahan.

 

"Masya Allah...,, benarkah pria tampan ini akan menjadi suami ku, tidak mungkin dia, ibarat film dia pasti pemeran utamanya." membulatkan mata dengan mulut sedikit terbuka. Prisla begitu terpesona dengan ketampanan Hardian.

 

"Kenapa... kamu kesambet ya, apa kamu belum pernah melihat pria tampan sebelumnya...tapi aku baru ingat kamu kan dari kampung. mana ada pria setampan aku disana, kenapa kamu masih berdiri disana duduk..!!" perintah Hardian.

 

Dengan langkah bimbang Prisla duduk bersimpuh di lantai samping sofa. Prisla madih syok dan tidak menyangka akan bisa bertemu pria setampan ini. karena sewaktu pertemuan pertama, Prisla lebih banyak menundukkan kepalanya, sehingga dia tidak terlalu jelas memperhatikan wajah Hardian.

dia menyesal kenapa tidak berdandan Secantik mungkin jika tau calon suaminya setampan aktor favoritnya ini. Membuat Hardian Semakin geram melihat tingkah Prisla yang terus menatapnya sambil menyisir rambut bergelombang nya mengunakan sebelas jarinya.

 

"Ah apa- apan ini....apa tidak ada wanita lain.?? Suara keras Hardian, membuat Prisla terkejut. Hardian mulai terlihat gusar, berjalan mondar-mandir sesekali meremas kepalanya, kemudian Hardian menghubungi Asisten Rey.

 

"Hallo boss, bagaimana apa boss menyukai nya?"

 

"Suka bokong mu, brengsek,  kenapa anak kecil  bau kencur  ini kamu suruh menikah dengan ku. apa di Dunia ini sudah kehabisan stok wanita nya, lihatlah tingkah nya sekarang Melihat kearahku ibarat makanan lezat melotot tanpa berkedip.?"

 

"Ha....ha.... ha....," Rey spontan tertawa lepas membayangkan tingkah norak dan Kampungan Prisla.

 

"Stoooop, apanya yang lucu." bentak Hardian emosi.

 

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel