Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Kehidupan baru

Prisla mersa takut dikamar hotel mewah ini sendirian, dia tidak bisa memejamkan mata. kamar ini terlalu luas dan sepi. Prisla mencoba menghubungi asisten Rey, namun tidak ada jawaban. panggilan nya selalu dialihkan. tidak berapa lama terdengar orang menggedor pintu kamar, Prisla membukakan pintu dengan perasaan was-was.

 

"Ada apa Prisla, ada yang bisa saya bantu ?" ternyata asisten Rey yang datang.

 

"Aku takut disini sendirian, bisakah kamu mengantarkan ku keapartemen tempat yang aku tempati semula" ucap Prisla.

 

"Tidak bisa, kamu harus tinggal dirumah besar. disana ada Tuan dan nyonya Merlin, dan juga adik sepupu nya Tasya serta beberapa pelayan. disana nantinya kamu  tidak akan kesepian lagi" terang Rey.

 

"Ti... tidak, aku mau pulang ke Apartemen saja, aku takut jika mereka tidak menerima kehadiran ku disana. " Prisla takut untuk bertemu dengan nyonya Merlin. waktu pernikahan tadi tatapan nya begitu sinis dan menusuk.

 

"Tidak bisa Prisla, ini perintah boss Hardian karena kamu sudah resmi' menjadi istrinya." ucap Rey tegas.

 

Prisla akhir nya menurut mengingat isi kontrak pranikah kemaren. Yang sempat diberikan Rey, yang menyatakan jika Prisla harus patuh dan tidak boleh menolak perintah pihak pertama, Meskipun Prisla keberatan dengan isi kontrak yang hanya memberatkannya. namun dia tidak punya pilihan lain. sampai dirumah besar Pelayan menyambut nya.

 

Prisla tercengang melihat rumah yang tidak kalah mewahnya, terdapat beberapa mobil berjejer dan juga air mancur ditengah-tengah halaman luas.

 

"Selamat datang nyonya muda..,, semoga bahagia dengan Pernikahannya" ucap pelayan.

 

"Terimakasih" jawab Prisla gugup

 

Sudah tidak nampak lagi Mama dan papa mertuanya. Rumah besar itu terlihat begitu sepi, mungkin mereka sudah tidur pikir Prisla.

 

"Mari nyonya muda, kami akan tunjukkan kamar Anda" Prisla mengikuti langkah pelayan wanita itu sampai di lantai dua.

 

" Silahkan masuk nyonya ini kamar anda"

 

"Wah kamar yang indah, dibandingkan kamar di villa dan Apartemen," gumam Prisla.

 

"Ini lemari khusus pakaian nyonya" Prisla membuka lemari itu, penuh dengan pakaian baru dan bagus-bagus dimana koperku, dan pakaian yang aku bawa dari kampung" 

 

"Koper nyonya sudah disimpan kata Tuan Hardian, itu barang menurutnya itu barang-barang sudah tidak layak pakai." ucap pelayan yang terlihat berusaha menyembunyikan senyum mengejek nya.

 

"Apa !!!!"

 

Prisla terkejut tapi dia bisa apa orang kaya mah bebas, bagaimana pun dia tidak akan mampu melawan mereka yang mempunyai kuasa.

 

"Kami permisi dulu, kalau nyonya butuh sesuatu tekan tombol ini" dua orang pelayan itu mulai sibuk menerangkan dan membantu Prisla.

 

"Ya, terimakasih kakak-kakak atas petunjuk dari kalian." Ucap Prisla menunduk hormat.

 

"Tidak, Nona muda tidak boleh seperti itu pada kami. Ini sedah menjadi tugas kami melayani Jona muda. Jadi jangan canggung dan sungkan."  ucap kedua pelayan itu takut jika kepergok Tuan Hardian jika istri menunduk hormat pada pelayan.

 

Setelah kedua pelayan itu pergi, Prisla menutup pintu kamar. Dan berjalan Menuju kamar mandi yang terlihat lebih bagus.

 

"Badan ku rasanya lengket sekali, lebih baik aku mandi saja" Prisla mengambil salah satu baju tidur  dan membawanya kekamar mandi.

 

"Sebaiknya aku berendam" Prisla membuka pakaian, mengatur suhu airnya kemaren diapartemen bibi Ijah sudah mengajarinya. cukup lama dia berendam sambil memijat kepala nya.

 

"Ini benar-benar mengasikkan" Gumam Prisla mencoba beberapa jenis pembersih kulit dan shampo.

 

"Aaahhk, kenapa dengan tangan ku, kok mengkerut? apa tandanya aku mau berubah menjadi Putri Duyung ? karena kelemahan berendam.?"

 

Berbagai pertanyaan bermunculan di benak Prisla. dia teringat sinetron Mrmait In Love yang pernah ditontonnya waktu dikampung dulu. dia menyudahi acara mandinya dengan cepat.

 

Setelah mengering kan badan dan berpakaian kembali, Prisla merebahkan badannya di kasur empuk itu.

 

"Wah  begini ya kalau jadi orang kaya" tidak perlu menunggu lama dia sudah tertidur pulas diranjang empuk itu.

Paginya Prisla terbangun, kamar yang mewah ini terasa sepi Karena ditempati Prisla sendirian, sementara Hardian tidak pulang kerumah semenjak semalam dia langsung menghilang setelah pernikahan sakral itu selesai.

 

Kruuugghh...,, perut Prisla berbunga nyaring.

 

"Aduh aku sangat lapar sekali, kebetulan semenjak semalam aku belum makan apa-apa," gumam Prisla bangkit dan membersihkan tubuhnya.

 

Prisla mengenakan salah satu pakaian yang sudah disiapkan untuk dirinya, yang sangat cocok dan sesuai bentuk tubuhnya yang mungil dan putih bersih.

 

Prisla mengayunkan langkah, menuju meja makan. seorang pelayan wanita langsung menyiapkan makanan dan segelas susu hangat untuk nya.

 

Silahkan Nona muda,"

 

"Terimakasih," balas Prisla sambil mengedarkan pandangannya keseliling ruangan.

 

"Tuan dan Nyonya besar sudah sarapan, tinggal Nona muda saja yang belum sarapan," ucap pelayan tersebut.

 

Prisla menyuap sarapannya, mengingat dia sudah sangat lapar, Tiba-tiba Mama merlin muncul.

 

"Selamat pagi Mama"

 

Sapa Prisla  yang mencoba menutupi kegugupannya dan rasa takut.

 

"Dasar gadis kampungngan, kamu disini jangan besar kepala ya. karena sudah berhasil menikah dengan putraku. dan menarik simpati suamiku...,, kamu itu harus tau diri dan sadar siapa kamu!" Ucap Merlin angkuh.

 

Prisla hanya menunduk mendengarnya.

 

"Dan persiapkan juga hatimu, jika menantu ku yang sesungguhnya datang. kerumah ini.., bersiaplah untuk pergi dan kembali pada kodrat mu yang sebenarnya"

 

Prisla menunduk sedih, hatinya hancur mendengar caci maki Mama mertuanya.

 

"Terimakasih atas perhatian Mama"

 

Jawab Prisla sambil menunduk berjalan pergi. meninggalkan merlin yang masih mengomel, Prisla berjalan menaiki tangga.

 

"Mungkin dengan mengurung diri dikamar aku aman dari omelan Mama "

 

Sementara diluar mobil Hardian berhenti dihalaman utama, dengan langkah panjang dia masuk kedalam diiringi oleh asisten nya dari belakang.

 

"Lihat sifat istri mu itu, membuat Mama pusing menghadapi nya," adu Merlin begitu melihat kedatangan Hardian.

 

Hardian tidak menanggapi Omelan mamanya, dia langsung Menaiki anak tangga satu persatu, sedangkan asisten Rey kembali keperusahaan.

 

"Ceklek,, pintu terbuka lebar.

 

"Kosong.?  kemana perginya Kucing jalanan itu?" Gumam Hardian.

 

Terdengar suara langkah kaki mendekat...., dan pintu terbuka. Prisla  langsung merebahkan tubuhnya disofa, pura-pura tidur dan menenggelamkan diri kedalam bantalan sofa yang empuk.

 

"Jam berapa sekarang, kenapa kamu masih tidur?" Teriak Hardian menarik bantalan sofa yang dijadikan Prisla untuk menutupi wajahnya.

 

"Sudah setengah sembilan pagi, Tuan " jawab Prisla sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, membuat Hardian langsung ilfil melihat tingkah nya.

 

"Aa aaahhk, kenapa kamu masih tidur?" 

 

"Habis aku bingung harus ngapain, dibawah takut sama Mama. Jadi aku pikir dikamar lebih baik, "

 

"Diam... jangan membantah ucapan ku.! apa kamu tidak membaca setiap poin  kontrak itu"

 

Prisla terdiam, ya dia sudah terjebak pamanya. dengan iming-iming akan membantu biaya pengobatan ibu, melunasi hutang-hutang serta biaya pendidikan adiknya. dan tanpa Prisla ketahui, sang Paman  telah meminta uang dengan jumlah banyak pada Hardian. dengan alasan mau melunasi hutang-hutang dan mengembangkan kembali usahanya, tentu Prisla yang polos itu lah yang akan jadi jaminannya.

 

"Kenapa melamun, cepat siapkan air mandi"

 

"Iya Tuan,"

 

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel