BAB 5 - DAY 4 (GOBLIN GENERAL)
"Kami mendengar ada seorang petualang lagi yang ikut mengambil misi pengawalan ini" Kata ahli pedang level 158 menghampiri karakter Naoki yang baru saja selesai berbincang dengan salah satu pegawai perusahaan dagang milik tuan Asta.
"Perkenalkan aku Fren, dari party Black Mist. Aku seorang ahli pedang" Kata Fren memperkenalkan dirinya.
"Pria besar membawa perisai itu adalah Dante, dia seorang tangker. Dan terakhir, Rafaela seorang support" Tambah Fren memperkenalkan teman separtiannya.
Sebenarnya tanpa mereka memperkenalkan diri pun Naoki sudah tahu dari melihat status mereka. Meskipun demikian, Naoki menghargai sikap mereka yang menurut Naoki cukup ramah.
"Aku petualang solo, Nao" Balas Nao memperkenalkan dirinya.
"Mari bekerjasama tuan Nao" Kata Fren yang hanya dibalas anggukan oleh Nao.
"Baiklah karena kita sudah lengkap, waktunya kita berangkat menuju kota Rune" Kata pegawai tuan Asta.
Perjalanan menuju kota Rune menempuh waktu perjalanan selama 3 hari 2 malam. Semalam Naoki telah mempersiapkan segala keperluan untuk karakternya Nao. Selama bermain game, misi pengawalan seperti ini kerapkali ada pihak yang tidak menanggung makanan para petualang yang mengawal. Beberapa pengalaman Nao ada yang seperti itu sehingga semalam Nao sudah menyiapkan segala keperluannya terutama makanan selama perjalanan.
Setengah perjalanan menuju kota Rune masih terpantau aman-aman saja, hingga akhirnya sore ini setelah memutuskan melanjutkan perjalanan setelah istirahat, rombongan Noa kini dihadang oleh sekumpulan goblin. Sekumpulan goblin tersebut berjumlah 20 ekor dengan 1 ekor goblin general. Seharusnya untuk Fren, Dante dan Rafaela melawan beberapa goblin dapat partyan mereka tangani, hanya saja yang menjadi masalah ialah goblin general.
Goblin general adalah monster yang memiliki kemampuan yang melebihi goblin lain, bisa dikatakan mereka memiliki kemampuan atau skil. Selain itu goblin general cukup pintar. Biasanya di dalam dungeon menegah goblin general akan ditemui di lantai 7-10. Kekuatan goblin general lumayan kuat, untuk mengalahkan goblin general yang bertubuh lebih besar dari ukuran goblin lainnya bisanya membutuhkan partyan rank C.
"Dante" Panggilan Fren tentu saja dengan cepat di respon Dante yang maju ke depan untuk mengalihkan perhatian.
"Skill mengalihkan perhatian!" Dante mengaktifkan skilnya sebagai seorang tanker sehingga perhatian para goblin kini beralih padanya.
Fren minta para kusir dan pegawai tuan Asta untuk segera mundur kebelakang dan mencari tempat yang aman. Mereka pun lantas segera bergerak sesuai arahan Fren.
"Rafael, tolong" Pinta Fren.
Rafaela lantas mengantuk ia merapalkan mantar dan mulai memberi bantuan support sihir penguat dan serangan untuk Fren dan Dante. Nao hanya mengamati partyan kabut hitam tersebut yang kini bergerak mengalahkan goblin. Partyan mereka lumayan bagus di mata Nao, hanya saja jumlah goblin yang mereka lawan lebih banyak dari jumlah penyerang. Partyan mereka hanya bergantung pada Fren sebagai ahli pedang. Tentu saja akan sangat berat dan membebani tubuh Fren yang saat ini tampak kesulit saat di kepung meski ada Dante bersamanya.
"Tuan mengapa Anda diam saja dan tidak membantu mereka" Tanya salah satu pegawai tuan Asta yang tampak khawatir dengan partyan kabut hitam.
"Aku akan membantu tapi tidak sekarang. Jika aku membantu mereka maka kerjasama tim mereka akan pecah dengan adanya orang baru yang datang bukan?" Tanya Nao.
"Lagi pula aku bukan tipe orang yang terbiasa bertarung sendirian. Sehingga keberadaan orang lain bagiku hanyalah beban atau pengganggu" Tambah Nao.
Setelah menjelaskannya pegawai tersebut hanya mengangguk meski kekhawatiran yang ia tunjukkan akan hilang. Nao tau ketakutan dan kekhawatiran rombongan yang ia kawal. Hanya saja saat ini Nao belum ingin bergerak, ia sudah memperhitungkan. Terlebih lagi saat ini Nao terus melihat status ketiganya.
Rafaela terus memberi sihir bantuan seperti punguat dan penyembuh berulang kali hingga ia kehabisan MP. Rafaela lantas terduduk lemas dengan penyangga tongkat sihirnya. Fren dan Dante yang menyadari itu lantas memilih mundur. Mereka hanya mampu membunuh 6 goblin dan menyisahkan 14 goblin dan 1 goblin general.
Fren dan Dante memilih untuk mundur. Itu tentu saja keputusan yang tepat mengingat saat ini mereka bukanlah player game pada umumnya. Fitur recall tidak ada lagi karena bug, sehingga mereka tidak boleh terlalu gegabah. Dante lantas menggendong Rafaela dan berlari menuju rombongan.
"Kurasa kita harus mundur" Kata Fren yang tampak kelelahan.
"Mundur pun percuma, mereka akan mengejar" Kata Nao.
"Lalu apa yang akan kita lakukan? Kami sudah tidak mampu melawannya. Kami bertiga hanyalah petualang pemula, dengan keterbatasan pengalaman" Jelas Fren tampak mulai panik.
"Kalian beristirahat saja, biar aku selesaikan" Kata Nao yang langsung dihadang oleh Fren.
"Anda jangan gegabah tuan Nao. Aku tahu Anda juga player tapi melawannya seorang diri itu tidak mungkin. Anda bisa saja mati di sini" Kata Fren.
"Yang tahu kemampuan ku hanya aku. Jadi kau diam saja. Pulihkan HP dan MP kalian dengan ramuan" Balas Nao.
Nao maju kedepan menghadapi sisa goblin dan goblin general yang sempat mengejar partyan kabut hitam. Nao mengaktifkan skill penguat, skill pemulihan, skill ketahanan, skill kecepatan, dan skil bertarung. Ia mengaktifkan 5 skill secara bersamaan.
"Fire ball" Nao melemparkan sihir api yang membakar para goblin. Seperti dugaan Nao, goblin general memiliki skill anti sihir yang membuatnya sama sekali tidak tersentuh oleh sihir api milik Nao.
Nao hanya tersenyum dan berkata "pemimpin pasukan memang harus yang lebih kuat" Katanya lantas menyerang goblin general tersebut.
Nao menarik pedang miliknya, skill cepat yang ia aktifkan membuatnya berlari sangat cepat hingga orang-orang yang ada di rombongannya tidak dapat melihatnya dengan jelas.
"Terbang"
Nao terbang ke atas langit sehingga goblin general tidak mengetahui posisinya, tanpa sempat melakukan perlawanan Nao menusuk pedangnya pada kepala goblin general. Nao segera mencabut pedangnya dan lompat dari kepala goblin general. Tak berselang berapa lama setelah Nao mendarat, goblin general pun tumbang. Nao lantas segera mengambil batu permata yang ada pada goblin general. Sehubung karena ia yang mengalahkan goblin general itu seorang diri maka batu permata milik goblin general adalah miliknya.
"Apakah kalian tidak ingin mengambil batu kristal dan kuping goblin yang telah kalian kalahkan?" Tanya Nao pada partyan kabut hitam.
Orang-orang dari partyan kabut hitam pun akhirnya tersadar. Mereka terlalu terkejut dengan kemampuan yang dimiliki Nao. Wajar saja Nao mengatakan bahwa yang tahu kemampuannya hanya dirinya. Sebab sekuat itulah seorang Nao. Ia berhasil mengalahkan sisa goblin yang tidak bisa mereka kalahkan bahkan goblin general pun ia kalahkan sendirian. Pantas saja ia lebih memilih menjadi petualang solo ketimbang memiliki partyan. Hal itu dikarenakan tidak ada seorang pun yang mungkin dapat mengimbangi kemampuan Nao.
"Lekaslah kalian ambil. Kita harus segera melanjutkan perjalanan sebelum malam"
Fren dan Dante pun mengangguk mengerti meski saat ini mereka bergerak dengan linglung. Mereka mengambil batu kristal dan telinga kanan goblin yang mereka kalahkan. Setelah mengambilnya mereka pun kembali melanjutkan perjalanan. Nao berharap mereka bisa mencapai sebuah desa sebelum larut malam.
