BAB 6 - DAY 5 (BANDIT)
"Anda sangat keren tuan Nao" Puji Fren yang tidak ada hentinya ia lontarkan untuk karakter milik Naoki.
Sejak semalam hingga hari berganti pagi, seluruh member kabut hitam dan rombongan perusahaan dagang tuan Asta terus memuji kehebatan Nao. Nao tentu saja kurang nyaman diperlakukan seperti ini, ia adalah tipe orang yang tidak ingin mencuri perhatian banyak orang. Hal itulah yang membuatnya selalu hampil sederhana, bahkan orang-orang mengiranya bahwa ia adalah orang yang sangat lemah dan mudah di tindas.
Bagi Naoki, menertawakan orang-orang yang menganggapnya lemah adalah kesenangan tersendiri untuknya. Menginjak-injak orang-orang yang meremehkannya adalah suatu hiburan. Maka dari itu Naoki selalu membuat karakternya terlihat lemah.
Semalam mereka menginap di hutan. Tidak ada desa terdekat, sehingga mengharuskan mereka tidur di alam liar. Tentu saja Nao harus bergantian berjaga dengan Fren dan Dante. Meski Nao sudah memasang penghalang agar monster tidak mendekat, yang ia khawatirkan adalah para bandit. Para bandit adalah NPC yang cukup pintar, mereka tentu saja memiliki alat sihir yang bisa dengan mudah menghancurkan penghalang yang ia ciptakan. Maka dari itu ia bekerjasama dengan Fren dan Dante untuk menjaga secara bergantian.
Pagi ini Nao bangun seperti biasa. Meski kurang tidur, ia tetap saja masih bangun sangat pagi. Bahkan ia telah membersihkan dirinya. Jangan tanya di mana Nao mandi, ia cukup menggunakan sihir untuk membersihkan dirinya. Ketika ia bertemu penginapan nantinya, ia akan mencari permandian meski itu sangat sulit mengingat permandian hanya dimiliki oleh orang yang kaya raya dan para bangsawan. Bersyukur di rumahnya Nao memiliki permandian, meskipun ia belum memilikinya, ia berniat untuk membangunnya.
"Tuan Nao, anda bangun sangat pagi" Sapa Dante menghampiri Nao.
"Sudah menjadi kebiasaan ku seperti ini, Dante" Jawab Nao.
"Aku kadang bangun kesiangan sehingga kerap kali harus mendapat hukuman berdiri di depan kelas" Kata Dante.
"Tunggu, kalian anak sekolah?" Tanya Nao tidak percaya.
"Iya, kami siswa SMA" Jawab Dante.
"Aku, Fren dan Rafaela adalah teman sekelas. Kami memainkan game ini baru seminggu karena kepopulerannya di media sosial. Karena fomo kami pun memainkannya dan endingnya seperti yang Anda ketahui, kami bertiga terjebak seperti player-player lainnya" Jelas Dante.
"Ngomong-ngomong di mana kalian sekolah?" Tanya Nao.
"SMA Chidori" Jawab Dante.
"Bukankah itu sekolah khusus laki-laki?" Tanya Nao.
"Rafaela tentu saja remaja laki-laki tuan Nao. Dia sengaja membuat karakter wanita di game ini. Ia berkata akan menciptakan waifu-nya melalui karakternya ini" Jelas Dante.
"Lalu bagaimana sekarang? Apakah ia menyesal saat ini? Tidak ada yang tahu kita bisa kembali ke dunia nyata, bisa saja ia akan selamanya menjadi karakternya" Kata Nao.
"Kurasa hal itu biar Rafa saja yang menjawabnya tuan Nao" Jawab Dante yang saat ini pandangannya tertuju pada sosok yang mereka bahas saat ini. Rafaela berjalan menuju mereka dan tampaknya ia sudah mendengar pertanyaan Nao.
"Aku sama sekali tidak menyesal tuan Nao. Sejujurnya di dunia nyata pun aku menyukai semua yang berbau feminim. Bahkan aku berulang kali ikut event cosplay, dan aku sangat suka cosplay menjadi karakter-karakter anime perempuan. Saudari perempuan dan bahkan ibu ku pun mendukung hoby ku. Mereka mengatakan bahwa aku mulai memancarkan aura kehidupan karena hoby ku" Jelas Rafaela ketika ia sampai.
"Hanya saja aku tidak bisa membayangkan jika nanti harus menikah. Anda tau maksudku bukan?" Tanya Rafaela bergidik ngeri.
Nao tentu saja sangat tahu maksud Rafaela, begini-begini ia sudah tua dan memasuki usia seharusnya ia sudah menikah. Yang Rafaela khawatirkan adalah sex. Di game VRMMORPG 'World of Netherland' ini ada banyak karakter yang memasang afinitas pasang. Bahkan di dunia nyata mereka berpacaran dan ada yang sampai menikah.
Ada banyak player pada game ini yang menikahkan karakternya dengan karakter player lain, mereka bahkan mengadakan pernikahan di game ini. Game developer bahkan mendukung hal itu dengan memberi fitur khusus para pasang. Katanya karakter mereka bisa bercinta. Namun sering berjalannya waktu banyak player yang melancarkan protes mereka, mereka mengatakan harusnya fitur bercinta bisa dilakukan oleh semua player, baik player dengan player atau player dengan NPC.
Mendengar keluhan para player, game developer pun menyetujui hal tersebut dengan ketentuan bahwa fitur bercinta akan di dapatkan ketika player berusia 21 tahun. Naoki tentu saja menyetujui keputusan akhir pengembang game 'World of Netherland' mengingat ada banyak anak dibawa umur yang juga memainkan game tersebut. Tidak perlu bertanya bagaimana game developer bisa tahu para player berusia demikian. Tentu saja saat membuat karakter atau avatar game, para player diminta mengisi sejumlah pertanyaan mulai dari nama, pekerjaan, umur, bahkan mereka di minta untuk foto. Hal ini dikarenakan untuk mengurangi resiko kecurangan yang dilakukan para player. Game developer cukup ketat, bahkan untuk melakukan top up mereka harus berusia sekitar 17 tahun. Sedangkan untuk anak-anak harus ada pengawasan dari orang tua. Kadang Naoki berpikir game ini tampaknya tidak mempedulikan keuntungan, tapi lebih mempedulikan kejujuran, dan budaya orang Jepang yang kental akan tata peraturan.
"Setidaknya kau masih memiliki waktu beberapa tahun kedepan untuk mempersiapkannya" Balas Nao bijak.
Obrolan ketiganya terus mengalir hingga semua orang terbangun. Saat semua orang telah bangun, perjalanan pun dilanjut. Hari ini adalah hari kedua mereka mengawal, setidaknya Naoki ingin karakternya Nao bisa mencapai sebuah desa sebelum malam. Selain karena agar mereka bisa menginap dengan nyaman, tentu saja demi menghindari para bandit. Sayangnya belum sampai mereka di sebuah desa, rombongannya kini tengah dihadang oleh para bandit yang telah mengepung mereka.
Ada sekitar 25 bandit yang saat ini mengelilingi mereka, beberapa di antaranya bersenjatakan pedang dan tombak, ada pula yang menggunakan alat sihir tipe api. Tampaknya tongkat itu bisa menembakkan api, namun saat Nao memeriksanya maksimal tembakan tongkat sihir itu hanyalah 10 tembakan.
"Sial, kita sudah sangat kelelahan melawan monster-monster selama perjalanan sekarang malah dihadang oleh para bandit" Keluh Fren.
"Tidak ada cara lain kita hanya bisa melawannya" Balas Dante.
Seperti biasa, Nak mendahulukan party kabut hitam menyerang terlebih dahulu. Tentu saja hal itu ia lakukan bukan karena ingin menjadi pahlawan kesiangan, tetapi karena Nao ingin partyan kabut hitam mendapatkan Exp yang dapat meningkatkan level mereka. Sejauh ini level anggota party kabut hitam telah naik cukup pesat berkat melawan banyak monster selama pengawalan. Saat ini Nao ingin melihat dan mengamati seberapa banyak exp yang mereka dapatkan jika lawan mereka adalah seorang bandit.
Serangan mereka selalu diawali oleh Dante yang merupakan seorang tanker. Fren pun menyerang setelah Dante berhasil menahan beberapa serangan bandit yang menyerang. Saat ini Dante tengah menahan 3 orang bandit yang dengan cepat Fren tebas. Mereka berhasil menumbangkan 3 bandit namun itu masih permulaan. Nao cukup terkejut dengan exp yang mereka dapatkan. Satu bandit mereka bisa mendapatkan 30-50exp. Angka yang cukup tinggi di bandingkan saat mereka melawan para goblin.
Serangan ketiganya sedikit terhambat akibat serangan para bandit yang terus melancarkan tembakan api. Alat sihir yang para bandit punya tentu saja cukup merepotkan untuk Fren, Dante dan Rafaela. Terlebih saat ini HP dan MP ketiganya makin menipis.
"Alele.. Tak kusangka kalian bisa mengalahkan setengah bawahan ku dengan mudah. Apakah kalian seorang player?"
Seorang ras semi human dengan wujud serigala datang lengkap dengan zirah yang menempel pada badannya. Sebuah pedang besar dibalik punggungnya dan perawakannya mengingatkan Naoki pada seorang player bernama Leon. Semi human ras serigala itu baru saja menyebutkan tentang player yang tentu saja menarik kecurigaan Naoki.
"Bos"
Para bandit memanggilnya dengan sebutan 'Bos' yang tentu saja menandakan bahwa ia adalah pemimpin dari orang-orang jahat yang ingin mencuri barang bawaan dari rombongan yang tengah ia kawal. Naoki tentu saja tidak diam, ia lantas mengecek status semi human ras serigala itu dan cukup tekejut saat mengetahui fakta bahwa orang yang para bandit panggil 'Bos' tersebut adalah seorang player.
