Bab 5. Jus Anggur
Mei merasa aneh dengan minuman yang ia minum. Warnanya seperti jus anggur tapi kenapa rasanya sedikit pahit. Mungkin ini minuman jenis baru. Minuman orang kaya memang aneh-aneh. Seperti itulah kiranya yang ada di pikiran mei saat ini.
Fengying yang datang dengan wajah kesalnya karena masalahnya dengan mantan pacarnya tidak kunjung selesai langsung mengambil minuman yang dibawa oleh pelayan yang dipersiapkan yuri untuk sahabatnya mei. Fengying langsung menenggaknya hingga habis. Pelayan itu terlihat bingung tapi tidak berani untuk menegur Fengying.
Kedua pria yang awalnya ingin memberikan minuman kepada fengying hanya bisa diam saja tanpa berbuat apa-apa. Tetapi sesaat kemudian kedua pria itu sangat senang melihat umpannya berhasil dengan sukses. Karena tanpa diketahui oleh siapapun kedua pria itu melihat aksi seorang wanita yang mencampurkan obat yang sama seperti yang akan dilakukan oleh dua orang itu.
Dua pria itu adalah suruhan dari mantan pacar fengying. Dia ingin menjerat fengying dengan menggunakan dirinya. Agar fengying tidak bisa menghindar darinya terus-menerus. Dan terpaksa menikah dengannya jika apa yang ia rencanakan berhasil.
Minuman itu mulai bereaksi di tubuh fengying. Tiba-tiba saja fengying merasa lemas dan terjatuh. Kedua temannya yang berdiri tidak jauh dari sana langsung membantunya.
“Hei Fengying, kamu kenapa?”
“Fengying, kamu sakit?”
Chen dan Bryan terlihat panik melihat kondisi sahabatnya itu.
“Ada apa dengan Fengying.... kenapa dia terlihat sedikit aneh?” Tanya felix yang yang baru datang. Keduanya hanya mengedikkan bahu mereka karena tidak tau ada apa dengan fengying.
“kalian nikmati saja pestanya aku sedikit pusing. Aku mau ke kamar dulu.” Mereka menawarkan untuk membantu fengying untuk ke kamarnya. Tapi fengying menolaknya
“dasar aneh dia yang punya pesta tapi dia malah pergi ke kamar” komentar bryan.
“sudahlah lebih baik kita nikmati saja pestanya. Siapa tau kita bisa menemukan mangsa untuk taruhan kita” ucap felix dengan matanya yang mula jelalatan melihat sekitarnya.
Sedangkan dua pria asing itu, mereka senang melihat Fengying terjatuh tanda bahwa obat itu sudah mulai bekerja. Mereka bahkan sempat berkata dengan pelan kalau obat yang diberikan oleh wanita itu seperti nya lebih kuat daripada obat yang sudah mereka siapkan sebelumnya.
Fengying terhuyung-huyung saat akan menuju kamarnya. Saat sudah ada di depan pintu kamarnya yang ternyata bernomor 2009. Fengying masuk dan melepas sepatunya asal membuat salah satu sepatu nya menghalangi pintu dan membuat pintunya tidak bisa tertutup dengan benar.
Saat sudah berhasil masuk ke kamarnya, langkah jeno masih belum tegap. Dia mencoba duduk di ranjang, berdiri dan memukul wajahnya agar dia kembali fokus dan tak lemas seperti ini. Tapi ternyata tubuh Fengying langsung terhempas jatuh di kasur. Matanya pun perlahan terpejam.
“bagaimana apa kalian sudah memberikan minuman itu kepada wanita yang berada disana” seseorang menanyai pelayan yang ia suruh untuk memberikan minuman kepada jenna yang duduk sendirian.
“maafkan saya nona tapi minuman itu tidak sampai kepada wanita itu. Karena sebelum saya sampai disana seorang pria mengambil minuman yang saya bawa dan meminumnya hingga tandas.” Jelas pelayan itu. Orang itu hanya bisa menghela nafas kesal karena rencananya gagal sebelum akhirnya menyuruh pelayan itu pergi.
Ditempat lain. Saat seorang cleaning service selesai membersihkan lorong hotel tanpa sengaja salah satu gagang pel tanpa sengaja menyentuh angka 9 di kamar 2009, kamar Fengying, dan membuat angka 9 itu berbalik menjadi angka 6. Jadi saat ini ada dua kamar dengan nomor yang sama, 2006.
Mei yang duduk sendiri merasakan kepalanya sedikit pusing. Minuman yang mei teguk tadi juga mulai bereaksi. Dani datang menghampirinya setelah ia selesai berbincang dengan ayah dan juga teman-teman bisnis ayahnya yang lain. Perusahaan ayah dani dan perusahaan Fengying memang sedang menjalin kerjasama. Mereka mengadakan pesta itu untuk merayakan kerjasama yang terjadi di antara perusahaan mereka.
“Mei, kamu sendirian? Dimana yuri?”
“dia lagi pergi ke toilet”
Dani mengernyit melihat mei yang sedari tadi memegangi kepalanya terus-menerus “kamu kenapa? Kamu sakit?”
“aku tidak tau tiba-tiba kepala ku terasa berat”
“apa perlu aku antar ke kamar?”
“tidak usah dani, aku bisa pergi sendiri kok”
Dia kembali ke kamar dengan sempoyongan dan berusaha menemukan dimana kamarnya. Mei yang kesadarannya hanya tinggal seberapa, akhirnya salah masuk kamar. Dia dengan santai berjalan menuju tempat tidur dan langsung merebahkan dirinya. Mei mana sadar jika sudah ada orang lain di tempat tidurnya. Yang penting dia butuh terpejam saat ini.
Yuri yang baru datang dari toilet tidak tau apapun dan bertanya dimana keberadaan mei sekarang.
Fengying bergerak dalam tidurnya karena tiba-tiba ada yang mengusik tidurnya. Dia mendapati ada sosok di sampingnya. Fengying mengira itu perempuan sewaan yang mungkin di sewa oleh salah satu sahabatnya untuk memuaskannya malam ini. Fengying mulai melancarkan aksinya kepada wanita yang kini tengah tidur seranjang dengannya.
Obat p******* itu benar-benar bekerja sesuai fungsinya. Mereka tak sadar satu sama lain. Otak mereka tidak bisa berpikir dengan jernih karena pengaruh obat laknat itu.
Tanpa sadar Fengying menelan salivanya ketika melihat pemandangan yang indah didepan matanya. Tubuh wanita yang sintal dan sedikit berisi dan wajahnya yang terlihat samar karena cahaya lampu kamar yang temaram membuatnya terlihat lebih mempesona untuk Fengying.
Fengying mulai dengan mencium bibir gadis itu “kurasa dia masih amatir, atau mungkin dia sengaja menguji kesabaranku.” batinnya. Karena wanita itu tidak membalas ciuman darinya.
Mei yang dibuat mabuk kepayang tanpa sadar bibirnya mengeluarkan suara lenguhan kecil yang membuat Fengying merasa senang dengan ulahnya itu. Fengying tidak bisa menahan dirinya lagi. “kuharap kamu menikmatinya, jangan salahkan aku jika kamu akan merasa kesakitan malam ini, karena suara desahanmu membuatku semakin bergairah denganmu.” ucapnya dengan suara serak dan beratnya.
“Ooooohh.. shit, ternyata kamu masih virgin” smirk nya, ada gelenyar aneh saat ia mengetahui jika gadis itu masih perawan. “ini pasti akan menjadi pengalaman pertama yang tidak akan bisa kamu lupakan girl."
'Sungguh aku sangat puas, siapa yang menyewa wanita ini.... aku akan berterima kasih kepada kalian yang menyewakan wanita inni untukku'
.
.
(...)
