Bab 4. Hari Kelulusan
Sebulan telah berlalu. Hari ini adalah hari kelulusan mei. Hari yang selalu ia nanti-nantikan. Mei lulus dengan predikat siswa berprestasi dan berkesempatan mendapat beasiswa untuk melanjutkan study nya. Zen dan mira sangat bangga kepada putri nya karena memiliki otak yang cerdas.
Acara pelepasan siswa/siswi kelas tiga selesai. Mei bersiap akan pulang bersama kedua orang tuanya. Tapi teman-temannya menahannya.
“Mei tunggu… “ teriak yuri dan berlari kearah mei bersama dani.
“kamu ini suka sekali teriak-teriak shin.” Ucap zen.
“hehehe…. Halo pak.. bu.. saya mau minta izin ke bapak dan ibu buat ngajak jenn jalan-jalan buat merayakan kelulusan kita.” Izinya kepada zen dan mira.
“emang mau pergi jalan-jalan kemana?” Tanya mira.
“saya mau ngajak mei ke Jakarta bu, sekalian buat nemenin saya cari kontrakan.”
“jauh sekali nak shinta. Dan kamu cari kontrakan buat apa jauh sekali cari kontrakan di Jakarta memang ditempat kita ini tidak ada kontrakan” celetuk zen.
“yuri udah ketrima di Universitas X di Jakarta. Dani juga keterima disana. Cuma sebentar kok pak, jadi boleh ya” mohonya kepada kedua orang tua mei.
Sedangkan mei dan dani hanya melonggo melihat tingkah temannya yang satu itu. Yang dengan berani meminta izin untuk mengajak mei pergi.
“tapi-“ mira menjeda ucapannya dan sedikit menghela nafas sebelum melanjutkan perkataannya “tapi mei belum pernah pergi sejauh itu mira sedikit tidak tega. Apalagi jogja ke jakarta kan cukup jauh.”
“kami janji bakal jagain jenn bu. Dan kami juga pergi beramai-ramai bersama teman-teman yang lain.” Jelas dani yang melihat sedikit kegelisahan di wajah mira. Kalau zen sih dia pasti akan mengizinkan asal mereka tidak berbuat yang macam-macam saja. Dan zen, dia cukup lama mengenal dani dan yuri karena rumah meraka yang berdekatan membuat mereka berteman sejak masih TK. Dan zen juga mengenal baik keluarga mereka.
Dibantu oleh mira kini mei yang sedangkan mengemas baju-baju yang akan ia bawa. Setelah melalui perizinan yang cukup panjang akhirnya mira mengizinkan mei untuk pergi jalan-jalan bersama teman-temannya. Meski dengan berat hati ia mengizinkannya.
Sebenarnya bukan jalan-jalan sih tapi lebih ke survey kampus yang akan mereka masuki. Kecuali Mei ia memilih untuk kuliah di jogja yang tidak jauh dari rumanhya dengan pikiran jika ia kuliah di jogja maka ia pasti masih bisa membantu meringankan pekerjaan kedua orang tuanya.
Sedangkan di tempat lain empat orang pemuda sedang berkumpul di kolam renang hotel bintang lima yang ada di Jakarta sambil menikmati minuman yang tersedia.
“hei fengying, ngomong-ngomong gimana kabarnya tunangan mu itu” ucap salah satu pemuda.
“entahlah aku tidak peduli. Aku dan dia sudah tdak ada hubngan apa-apa lagi. Aku bosan dengan tingkahnya yang sok lugu itu padahal nyatanya dia adalah serigala berbulu domba.” Ketusnya.
“sudahlah bryan jangan kamu ingatkan fengying dengan pacarnya itu atau dia nanti akan menelan mu hidup-hidup jika dia emosi”
“sial, diam kamu wiliam atau aku akan melemparmu kedalam kolam” sungut fengying.
“sudahlah kalian itu sama saja. Sama-sama aneh.”
“apa kamu bilang? Kami aneh, memang kamu tidak aneh?” sahut brayn sambil melirik kearah fengying dan chen dengan smirk nya dan memberi kode kepada fengying dan chen untuk menceburkan temannya itu.
BYURRR…..
Suara deburan air yang cukup nyaring karena seeorang yang tercebur kedalam kolam dengan keras. Bukan tercebur tapi lebih tepatnya di lempar kedalam kolam. “dasar sialan kalian” teriaknya kesal karena ia dilempar kedalam kolam tanpa aba-aba dari teman-temannya itu.
Sedangkan teman-temannya malah tertawa terbahak-bahak melihat kekesalan dari temannya itu. Selesai berenang fengying dan teman-temannya kini sedang berada di bar. Tiba-tiba saja temenya mengajaknya taruhan untuk mendapatkan seorang gadis selama mereka di Indonesia.
“bukankah mereka terlihat manis aku ingin memacari salah satu dari mereka.” Ucap chen.
“apa kamu gila? Waktu kita disini hanya tersisa dua minggu dan kamu ingin berpacaran dengan wanita disini. Apa aku tidak salah dengar?” Bryan menyahuti chen.
“tapi itu bukan hal yang buruk”
“fengying apa kamu serius?” Bryan yang tak habis pikir dengan tingkah dari teman-temannya.
“bagaimana jika kita taruhan. Siapa yang bisa berkencan dengan salah satu wanita di sini sebelum kita kembali ke china aku akan memberikan mobil Porsche kesayanganku untuk siapapun yang menang.”
“SETUJU…” ucap fengying dan chen antusias mendengar hadiah taruhan yang di janjikan oleh felix kecuali Bryan yang terlihat tidak tertarik dengan taruhan mereka.
“aku tidak ikut.” Ucap Bryan.
“terserah kau saja.” Sahut mereka bersamaan.
Mei, yuri dan juga dani serta teman-temanya yang lain akhirnya sampai juga di Jakarta. Rencananya mereka malam ini akan pergi menikmati liburan singkat mereka di sebuah hotel mewah yang sudah di sewa oleh orang tua dani. Orang tua dani memang orang kaya dan salah satu pebisnis yang terkenal hanya saja ia lebih memilih tinggal di jogja daripada di jakarta.
“wahhh… tempatnya bagus banget. Gedungnya juga tinggi banget.” mei dan yuri terkagum-kagum saat melihat gedung yang menjulang tingga dihadapannya.
“gak usah lebay. Ayo kita masuk, panas tau diluar” ucap jeki. Tentu saja jeki tidak kagum seperti mei dan yuri karena ia cukup sering bolak-balik kejakarta saat ikut ayahnya. Dan pemandangan gedung-gedung tinggi itu sudah sering ia lihat.
Di tempat lain. Dua laki-laki yang berniat jahat pada jeno sudah menyiapkan semuanya. Dia menaruh bubuk yang entah itu apa ke dalam botol minuman yang rencananya nanti akan disuguhkan untuk fengying.
Kini keduanya menatap botol minuman yang sudah berisi serbuk aneh di dalamnya seraya berkata ‘kalau sekarang mereka harus mencari cara agar minuman ini bisa sampai ke tangan fengying.’
“kalau dia meminumnya, maka dia akan kuat di malam hari.”
Ternyata dua orang itu menaruh obat kuat alias obat perangsang di botol minuman tersebut, yang akan membuat fengying menjadi pribadi bergairah ketika malam tiba, dan seorang wanita bayaran sudah disiapkan untuk memuluskan malam fengying. Setelah itu Video Scandal mesum nya fengying akan menyebar dan meruntuhkan nama baik keluarga Lu yang selama ini mereka banggakan.
Mei yang berada di pesta tiba-tiba bersin dan batuk-batuk. Mei sempat menolak untuk ikut ke pesta itu tapi karena dani bilang pesta itu adalah pesta yang diadakan oleh kantor ayahnya membuat mei akhirnya mau ikut ke pesta tersebut.
Mei ingin minum untuk menghilangkan batuk, lalu dia menghentikan seorang pelayan yang membawa gelas dan langsung meminum air yang berada di gelas itu hingga tandas tak tersisa. Pelayan itu hendak menghentikannya tapi telat.
Ternyata minuman yang diminum oleh mei adalah minuman yang berasal dari botol yang didalamnya sudah dicampur obat kuat. Obat perangsang. Pelayan itu hanya bisa geleng kepala.
“gagal sudah rencanaku. Aku harus membuat rencana baru sekarang.”
.
.
(...)
