Balapan
Safiah membuka pintu dan melihat tidak ada siapa - Siapa. Bunda dan Zayyan sedang mengajar di pesantren.
Tepat jam 10.00 ia keluar, dengan berjalan perlahan - lahan. Di kejauhan Safiah melihat Ali sedang menunggunya di atas motor.
Ia menghampiri Ali.
"Woy"
Ali melihat Safiah.
"Kenapa lu suruh gua jemput di tempat seperti ini?"
"Udah, jangan banyak tanya. Nanti gua cerita sama lu, sekarang kita pergi dulu."
Safiah naik ke motor Ali, sementara Ali menyetir. Merekapun pergi dari tempat tersebut.
Setelah perjalanan yang cukup lama. Mereka memasuki hutan dan memasuki sebuah gerbang.
Di dalam hutan itu ada lingkaran besar yang tertutupi tembok dan pagar.
Ketika mereka masuk ke dalam pagar tersebut, jalan yang tadinya tanah menjadi aspal.
Dan aspal tersebut hanya ada dalam lingkaran besar.
Disana juga ada beberapa gedung, Ali berhenti dan merekapun turun.
Ya! Itu adalah tempat tersembunyi para gang yang ingin bebas dari polisi.
Mereka harus bermain aman, setelah kedatangan Safiah dan Ali.
Segerombolan manusia dengan berpakaian merah dan membawa tongkat datang.
Jumlah mereka sangat banyak tapi itu tidak membuat Safiah dan Ali takut.
Ketua dari geng tersebut maju dengan jubah merah panjang dan bergambar kepala singa.
Mereka adalah geng Graxda. Geng terkuat nomer 3 yang ada di kota tersebut.
"Akhirnya kau datang juga, Aku pikir kau tidak akan berani datang." Ucap Micle ketua geng Graxda.
"Siapa yang kau bilang tidak berani? Apa mungkin ketua geng terkuat nomer 2 akan takut kepada sampah seperti kalian."
"Cih! sampah, berani kau katakan itu. Aku akan menjadikan geng kalian seperti sampah yang berserakan."
"Sudahlah, apa kalian ingin bertarung?"
"Aku tidak akan bermain kotor kali ini, Dan seperti yang kau inginkan. Kau tidak ingin ada banyak korban. jadi,
Aku akan menantang kau untuk balapan. Jika aku menang, maka tahta nomer dua itu adalah aku. Dan aku sudah mengumpulkan semua gang agar melihat kemenangan saya." Ucap Micle dengan sombong dia berkata akan menang.
Tiba tiba cahaya terang menyorot mereka. Itu adalah sekumpulan gang motor yang masuk dan membawa bendera dari lambang geng tersebut.
Bendera merah berlambang awan yang begitu gelap dengan bulan yang abu - abu. Dan bertulis Drakness. Mereka adalah geng terkuat nomer dua, dan wakil ketua mereka adalah Safiah.
Jadi di kota yang tentram ini. Seorang yang misterius, Dan memiliki jiwa bertarung yang hebat datang dan membuat sebuah geng.
Pada awalnya orang tersebut di remehkan tetapi setelah mengetahui seberapa hebat orang tersebut. Perlahan orang - orang mulai bergabung.
Dan banyak orang dan anak muda yang suka sekali bertarung.
Mereka ikut membangun geng mereka sendiri.
Dan melawan geng terkuat tersebut, tapi tidak ada yang bisa mengalahkannya.
hingga ada geng Graxda yang merebut kekuasan geng misterius tersebut. Dan mereka menempati tahta pertama, Tapi geng misterius tersebut membalaskan dendam.
Karena perebutan tahta membuat banyak orang terluka dan banyak orang meninggal dunia. Ia tidak mau pemimpin dunia adalah orang yang salah dan tidak berjiwa kemanusiaan.
Ia pun melawan kembali geng Graxda, dan dengan usaha mereka bersama - sama mereka dapat memenangkan pertarungan tersebut.
Hingga Safiah tertarik dan ikut bergabung, tapi tidak semudah itu bergabung dengan geng misterius. Oleh karena itu Safiah bergabung ke geng Drackness.
Dan setelah lama bergabung di geng tersebut dia menggantikan ketua nya yang pergi menempuh pendidikan di luar negri.
Dan sekarang geng Drackness adalah tanggung jawab dia.
"Safiah!! jika kamu ingin melawannya.
Kami akan mendukung kamu, jika kamu kalah itu tidak masalah. Geng Graxda sudah membuat kekacauan.
Dia kembali bangkit tapi jika kamu menang, kami akan merasa sangat bangga. Dan ketua juga akan bangga kepada kamu." Teriak salah satu geng dari Drackness.
"KALIAN! KALIAN! KALIAN."
Teriak Micle menunjuk semua orang yang ada di tempat tersebut.
"KALIAN LIHAT!"
"aku akan memenangkan balapan ini. Dan akan menjadi nomer dua, Dan setelah aku menjadi nomer dua aku akan berperang melawan Angga!!"
"HAHAHAHAHA."
Ia tertawa dan berteriak kepada semua orang yang ada di tempat tersebut. Seperti kehilangan akal ia tertawa dengan sombong.
Dan Safiah hanya diam bersikap tenang.
"Dan jika aku yang menang, kau tidak boleh menganggu geng kami lagi." Ucap Safiah.
"Heh! geng kau ini pengecut! Sudah lama kalian menduduki peringkat ke dua. Tapi kalian tidak menyerang peringkat pertama, dan hanya diam! Dan kalian melupakan tentang geng Angga. KALIAN MENGECUT!!."
"Kami hanya menunggu ketua kami kembali. Dan aku pikir pemimpin dari semua pemimpin, sudah sangat baik. Dan aku belum tentu sebaik dia, Tapi jika kamu ingin mengambil alih kepemimpinan itu. Aku tidak akan membiarkannya, orang seperti kau TIDAK PANTAS MENJADI PEMIMPIN!!."
Teriak Safiah. Ia sudah sangat geram dengan omongan yang di lontarkan oleh Micle.
Dia memang sombong dan tidak memiliki hati nurani, dia tidak pantas untuk menjadi pemimpin.
"Heh! kita lihat saja apakah Angga pantas menjadi pemimpin."
"Ingat! kesombongan kau akan ada balasannya. Tapi aku takjub dengan Kau, meski selalu kalah tapi kau selalu bertahan."
Safiah tersenyum miris dengan perkataannya.
"Berisik! Kau hanya seorang wanita pengecut!"
"Heh! apa katamu? Wanita pengecut? Jika aku seorang wanita pengecut tidak mungkin aku berada di sini. Kau yang pengecut karena melawan wanita!"
"Heh! ingat saja ketika aku sudah mengalahkan kamu! Aku akan menghancurkan kalian."
"Jangan senang dulu, mengalahkan kami bukan berarti kau mengalahkan pemimpin yang sebenarnya." Ucap Ali, dia kesal karena perkataan Micle yang merendahkan geng lain.
Dan dia memang tidak pantas untuk menjadi seorang pemimpin.
"Diam kau lelaki busuk!!"
Micle kesal karena Ali ikut campur dengan urusannya.
"Kau tidak lebih kuat dari anak buah saya. Dan kalian sama sama pengecut!"
"Dari tadi kau banyak bicara, lebih baik kita mulai balapannya." Ucap Safiah, dia sudah muak. Dan merekapun bersiap - siap untuk balapan tersebut.
Karena Safiah tidak membawa motornya. Temannya meminjamkan motornya tapi sebelum itu mereka harus memperbaikinya agar motor tersebut menjadi lebih berguna untuk balapan.
Butuh waktu untuk mereka memperbaiki motor tersebut.
Dan agar permainan lebih seru, Ali dan gangnya menyalakan obor.
Mereka menyalakan obor di setiap sudut, hingga tempat tersebut di penuhi api yang menyala nyala.
Ketika motor sudah siap, Safiah dan Micle bersiap - siap dengan pakaian khusus mereka.
Mereka menaiki motor masing - masing dan memakai helm. Dan di tengah sudah ada orang yang membawa bendera.
"Semuanya siap?"
"1"
"2"
"3"
..
