10. Tumbuh Benih-benih Cinta
Prita dan Surti menoleh ke asal suara. Dapat dilihat bahwa ekspresi wajah Firas sangat menakutkan. Entah kesalahan apa yang sudah Surti perbuat hingga membuat Firas begitu marah.
Surti tergopoh-gopoh berjalan menuju Firas. Tidak ada yang tahu apa yang akan Firas lakukan pada Surti.
"Saya, Tuan," kata Surti menunduk.
"Kamu tahu kesalahan kamu apa?" Firas bertanya pada Surti tentang kesalahannya.
"Tidak, Tuan. Saya tidak tahu kesalahan saya apa," jawab Surti menggelengkan kepalanya.
"Kamu lihat, siapa wanita yang baru saja kamu tatap matanya?" tanya Firas bertele-tele.
Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Firas sampai marah begitu. Dan kenapa tidak langsung pada intinya saja. Malah memutar kata-katanya membuat Surti bingung.
"Tahu, Tuan. Beliau Nyonya Muda, istri Tuan yang tadi Tuan jelaskan," jawab Surti ketakutan.
"Kalau sudah tahu, di mana sopan santunmu, huh?! Berani-beraninya kamu menatap mata istriku," Firas membentak Surti hanya karena kesalahan sepele.
Hanya karena menatap mata Prita membuat Firas marah besar pada Surti. Padahal itu memang kemauan Prita sendiri yang memaksa Surti untuk menatap matanya, ketika sedang berbicara dengannya. Rasanya sangat tidak nyaman jika berbicara dengan seseorang. Namun, seseorang itu menunduk atau melihat ke arah lain.
Prita bergegas menghampiri Firas dan mencoba untuk menenangkannya. "Udah, Mas. Ini bukan salah Surti karena menatap mataku," kata Prita menjelaskan alasan kenapa Surti menatap matanya.
"Lalu salah siapa lagi kalau bukan salahnya?" Firas mengernyitkan dahinya bertanya siapa yang salah. Padahal memang Surti yang menatap mata Prita.
"Surti, kamu ke belakang dulu. Biar saya yang menjelaskan semuanya sama Mas Firas," kata Prita meminta Surti pergi ke belakang.
***
Setelah menceritakan kejadian itu dan selesai membuat minuman dan camilan. Surti mengantarnya ke depan dan langsung kembali ke belakang.
"Makasih," kata Anggi pada Surti.
Prita dan Anggi sibuk mengobrol. Mereka tidak sadar di tempat lain, ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka melalui layar ponsel.
"Oh iya, Ta. Gimana malam pertama lo? Om Firas ganas ngga di atas ranjang? Ceritain dong sama gue," tanya Anggi mengenai malam pertama Prita dengan Firas.
"Ngga ada malam pertama malam pertamaan. Gue masih sekolah, Anggi. Kalo gue hamil gimana? Apa kata orang nanti?" sahut Prita tidak mau hamil saat masih sekolah.
"Emangnya kenapa? Lo 'kan udah nikah. Ya wajar-wajar aja kalo lo hamil," tanya Anggi. Benar saja yang gadis itu katakan. Untuk apa takut jika ia memiliki seorang suami.
"Tapi gue belom siap, Onyon. Gue juga ngga mau ngelakuin itu tanpa cinta. Emang lo pikir Om Firas cinta sama gue? Ngga, Anggi. Udah ah ngomongin yang lain aja," sahut Prita tidak mau membicarakan tentang hal itu.
"Terus alasan dia maksa nikah sama lo apa kalo bukan karena cinta?" tanya Anggi benar-benar masuk akal.
"Gue juga ngga tau, Nggi. Tapi, sumpah deh gue ngga kepikiran sampe situ kalo lo ngga nanya," sahut Prita jadi bertanya-tanya.
"Nah loh," kata Anggi.
Bahkan Prita tidak berpikir sampai di situ. Berkat ucapan Anggi, membuat Prita berpikir apa alasan Firas menikahinya. Namun, ia tidak menemukan jawabannya.
"Eh, Ta. Kira-kira Pak Irsyad bakal nyesel ngga yah, kalo tau lo udah nikah? Secara dia 'kan udah nolak lo hampir ratusan kali." kata Anggi mengenai pak Irsyad.
"Ngga nyampe ratusan juga kali, Nggi. Gue ngga tau dia bakal nyesel apa ngga. Oh iya, lo tau ngga kenapa gue bisa nikah sama Om Firas?"
"Kenapa emang?" tanya Anggi penasaran.
"Karena gue kena karma ditolak pas ngelamar Pak Irsyad. Abis ngelamar Pak Irsyad, pulang ke rumah gue disuruh nikah tuh sama om-om mesum yang nyebelin," jelas Prita mengenang kejadian itu.
"Seriusan lo, Om Firas itu mesum? Gue mau dong dimesumin sama orang ganteng kayak Om Firas," kata Anggi menghentak-hentakkan kakinya sambil duduk.
"Gila lo, yah!" Prita benar-benar tidak habis pikir dengan pemikiran Anggi.
"Hehehe, peace," kata Anggi menunjukkan huruf V.
Sementara di tempat lain, Firas masih menatap tajam layar ponselnya. Ia menimbang-nimbang setiap ucapan yang ia dengar. Terutama pertanyaan mengenai alasannya ia menikahi Prita. Dan, yang kedua mengenai sosok Pak Irsyad yang membuatnya penasaran.
Alasan Firas menikahi Prita hanya satu. Ia ingin membalaskan dendamnya pada Indira. Karena Indira meninggalkannya demi mengejar karirnya hingga ke mancanegara. Apalagi setelah kecelakaan yang membuat Firas lumpuh. Membuat Indira semakin mantap untuk meninggalkannya.
Beberapa kali Firas mengajak Indira untuk menikah, tetapi dengan alasan ingin menggapai mimpinya, Indira selalu menolak ajakan Firas. Karena terlalu mencintai Indira, Firas mau menunggu hingga tujuh tahun. Hampir setiap tahun ia melamar Indira. Tetapi hasilnya nol besar karena Indira selalu saja menolaknya.
Sampai pada suatu hari, Firas melamar Indira ketika Indira mendapat tawaran kontrak film di luar negeri. Ia sengaja ingin mengetahui seberapa besar rasa cinta Indira pada dirinya daripada impiannya. Dan dengan tegas Indira menolak lamarannya. Itu semua membuat Firas hancur dan mengalami sebuah kecelakaan.
Ketika mengalami kecelakaan, ia berpura-pura menjadi lumpuh. Berharap bahwa Indira akan tetap tinggal dan menikah dengannya. Tetapi rencananya sia-sia, karena Indira memutuskan menjemput impiannya dan meninggalkannya.
Setelah kejadian itu, Firas bersumpah akan membuat Indira menyesal karena telah meninggalkannya. Kebetulan, ia bertemu dengan Susilo dengan cara yang tidak terduga. Firas pernah menyerempet Susilo dan membawanya ke rumah sakit. Ketika itu, Prita dan ibunya pergi ke rumah sakit dan bertemu dengan Firas.
Firas melihat sosok cantik Prita. Walaupun masih terbilang muda, tetapi Prita memiliki tubuh yang indah dengan dada besar seperti wanita dewasa.
Prita memiliki rambut hitam panjang, hidung mancung yang imut, dan bola mata coklat dengan bulu mata lentik. Tinggi badannya sekitar seratus enam puluh sentimeter. Jika disandingkan dengan Firas, maka tingginya akan sebahunya.
Karena sedang ada rapat penting, Firas meninggalkan mereka. Ia hanya menyerahkan kartu nama agar Susilo menghubunginya di saat membutuhkan bantuan. Dan saat itulah, Susilo menghubungi Firas untuk meminjam uang. Namun sebagai ganti, Firas meminta Prita untuk dipinang olehnya.
Firas memutuskan untuk menikahi Prita demi melancarkan rencananya untuk membuat Indira menyesal. Tidak ada salahnya bagi Firas jika menikah dengan Prita. Karena sosok Prita yang tidak kalah cantik dengan Indira. Jika dipoles sedikit saja, mungkin Prita akan jauh lebih cantik daripada Indira.
Masalah Prita bukan berasal dari kalangan keluarga orang kaya. Itu bukan masalah baginya karena kekayaannya sudah sangat cukup dan tidak harus mendapat istri kaya.
"Apa benar yang dikatakan Anggi kalau hampir ratusan kali Prita menyatakan perasaanya pada Irsyad?" Firas bergumam bertanya-tanya mengenai kebenaran dari ucapan Anggi.
"Sepertinya aku harus memastikan sosok Irsyad itu seperti apa. Apa dia lebih tampan dariku? Atau dia lebih kaya dariku?" gumam Firas lagi penasaran dengan sosok Pak Irsyad.
Entah apa yang terjadi pada Firas saat ini. Kenapa ia begitu peduli mengenai hubungan Prita dengan Pak Irsyad? Apa jangan-jangan sudah tumbuh benih-benih cinta di hatinya? Padahal Prita baru dua hari tinggal bersama di rumahnya. Tapi sepertinya ia sudah mampu mengalihkan perhatian Firas.
