Bab 6
huhhhh.!!!, siang yang melelahkan, syukurlah ada cowok aneh, aku bisa terselamatkan dari hujatan anak-anak kota yang merasa diri paling wauuuu, paling baik, paling sempurna, tapi.. siapa siswa yang ada di danau tadi.?, mmmm!!!!, sudahlah ngapain memikirkan hal yang tidak penting gumamku sedikit memutar ingatan pada kejadian tadi
"tok.. tok.. tok.. " (suara ketukan pintu)
terdengar suara ketukan pintu dari luar, aku sudah bisa menebak siapa yang datang, itu pasti 3 sejoli sahabatku
" hi cintuaaaaku, zayeennngku ucap si centil plus alay kasih
"iya cinteeeeeku, mmmm" rengekku manja sambil memanyunkan mulutku, versi alay ala-ala aku, hehheh, huhhh..!!! akhirnya aku akan ikut gila juga
seperti biasa kami mencari posisi ternyaman masing-masing sambil bercengkrama, karna mulai hari ini kami akan jarang sekali untuk kumpul bareng,
jadi harus menikmati waktu bersama dengan sebaik mungkin
" Tia, tadi gimana kegiatannya aman ngak..? " tanya ayu padaku
"iya, gimana.? " ucap tara menimpalinya
"alhamdulillah aman terkendali, aku senaaaang bangeeeetttttt " aku tersenyum lebar, saking senangnya mengingat kejadian tadi, upsss lupa ternyata ada dua pasang mata yang sedang memperhatikanku
"ciee ciee ada apa ayoooo..!!!, udah mulai senyum-senyum sendiri ni.??? " ucap kasih menggodaku membuatku tersadar kembali
" kayaknya ada sesuatu yang disembunyikan, ayo Tia ngaku.!, ngaku!! ngakuuuuuu.!" ucap tara dengan nada bicara yang agak memaksaku sambil menggoyang-goyang badanku
" cepet Tiaaaa..!!!, cerita.!, apa jangan-jangan Tia naksir sama cowok..? kalo dari ekpresi saat ini kayaknya bener Tia lagi kasmaran, ayo sama siapa.????? " goda tara kepo yang membuat kasih dan ayu makin penasaran, dasar mulut ember
" ngak kok, ngak ada apa-apa, aku cuma seneng aja, akhirnya bisa mengenal kampus kita, hheehhheh " senyum dengan alasan yang tidak masuk akal, ngak mungkinlah aku crita pergi ke danau sama si cowok aneh, bisa mati aku diteror sama si tara kepo
" hmmmm iyalahhhhh " jawab 3 sejoli bersamaan, karna sudah putus asa tidak mendapatkan apa yang mereka mau
"sekarang giliran kasih yang cerita..! " ucapku pada kasih
" kalian denger ya, denger baik-baik pokoknya " perintah kasih
"iya "
"tadi waktu aku lagi asik jalan aku ngak sadar ternyata ada cowok didepanku, trusss- " ucap kasih terhenti
"Trus kenapa..??? " tanyaku pada
kasih penasaran
" lanjuttt, lanjuttt " balas tara dan ayu bersamaan
"Trus aku nabrak dia, dannnn- " kasih diam, menghentikan ceritanya
" iihhhhh kasih ngak seru ah, masak ngomongnya nanggung-nanggung, kata ibuku kalo kita ngomongnya nanggung ntar dapat suaminya juga nanggung" ucapku dengan tegas pada mereka bertiga, aku kan udah kepo sama ceritanya kasih, malah dibikin jengkel
"nanggung gimana maksudnya Tia ..? " ucap ayu penasaran
"ngak tau, pokoknya nanggung aja balasku pada ayu karna aku juga ngak tau heeheh
"ya elahhh " kata-kata putus asa lagi dari si tomboi ayu hehe
" kasih lanjut " ucapku pada kasih
" iya, pas aku nabrak, kakiku kesandung sama kakinya, hmmmmm tiba-tibaaaaa aku jatuh ketubuhnya yang
kekar.!, hmmmm seneeeng bangetttttt, aku bahkan bisa mencium aroma tubuhnya, aku bisa merasakan tubuhnya yang kotak-kotak bak roti sobek, hmmmm jadi pengen ulannngggggg ucap kasih dengan wajah yang merah kayak udang rebus, bahagia banget kayaknya bisa jatuh dipangkuan cowok tampan
" iyakah, lanjut, lanjut " ucap ayu kepo
"tapi cuma beberapa menit aja " jelas kasih jelas kasih kecewa
" trus kamu kenalan ngak, tau namanya ngak..? " ucapku kepo, hehhe sekarang aku malah jadi si kepo
"itu masalahnya, aku ngak sempat kenalan, soalnya kita beda kelompok " jelas kasih dengan wajah memelas
"yaahhhhhhh " keputusasaan kami para pendengar
" tapi kalian tenang aja guys, aku bakal ketemu lagi sama dia " ucap kasih dengan semangatnya
"kok bisa " balas tara penasaran
"iya karna aku udah nulis nomor handphone ku dikertas trus aku lempar ke dia, dia udah ambil kertasnya, trus dia kasih kode kedipan mata, hehehe " ucap kasih dengan penuh semangat, si centil kasih tidak akan pernah kehilangan cara kalo urusan cowok
"mantap, mantap, kalo kasih bahagia berarti 4 serangkai bahagia " kami tertawa lepas mendengar cerita kasih yang begitu semangat buat mendapatkan pujaan hatinya
" ok, sekarang giliran tara " ucap ayu pada tara si kepo, sekarang giliran tukang kepo yang kita kepoin guys
" hmmm, kalo aku sih kena sial " ucapnya dengan mimik wajah yang kurang semangat
" kenapa, ada yang jahat sama kamu..?
" ada yang ganggu kamu..? " ucap ayu karna takut temannya ada masalah, secara ayu adalah pelindung diantara kami berempat
"ngak, bukan itu, yaaa kalian tau sendiri lah, akukan suka nanya orangnya..!, trus aku nanya sama ketua kelompokku " jelas tara
" kamu tanya apa emangnya " tanyaku pada tara dengan tatapan yang sangat dalam
" aku tanya dia udah punya pacar apa belum..? " suasana menjadi hening mendengarkan penjelasan dari tara dan tiba-tibaaaaaaaaa
" hahahahahaahahhahahhah " kami serentak tertawa pecah, ntah selera humor kami yang jelek aku kurang tau, yang jelas ini sangat lucu
"kamu kok lucu banget sih taraaaa " ucapku sambil mencubit pipinya
" hahahah, kita kan lagi orientasi, masak kamu nanya pacar, sama senior lagi, tara tara " ucap ayu sambil tertawa mendengar kelakuan tara yang lucu
" ngak pa-pa kok, aku setuju sama
tara, berarti tara cewek pemberani, iyakan sayang, berarti kita sama, sama- sama sedang berjuang mendapatkan pujaan hati " ucap kasih menyemangati tara
"ngak kok, aku ngak suka sama ketuaku, aku cuma senang aja lihat dia, dia orangnya manisss " ungkap tara
" sama aja " jawabku singkat
" sekarang giliran miss tomboi kita, pelindung ayuuuu..!, kepada ibuk ayu kami persilahkan .!! " ucapku dengan gaya bicara seperti pembawa acara
" biasa aja " ucap ayu singkat
"apanya yang biasa sayang " balas kasih
" aku malah di ajak ribut sama ketuaku "
"kok bisa " kami kaget mendengar ucapan ayu yang diajak ribut sama ketuanya "
"habisnya, dia nanya ke aku trus,
setiap ada pertanyaan pasti aku yang disuruh jawab, aku jengkel lah, yaaaa ujung-ujungnya aku di ajak ribut, hehehe
dasar si ayu memang ngak salah aku kasih julukan tomboi
"Ayu ayu, trus udah baikan sama seniornya.?? " tanya tara dengan tatapan tajam, , takut nanti ayu kena masalah di kantor
"udah kok, aman " jawab ayu singkat
" syukurlah " jawab kami serentak
"aku senang banget ada kalian, kalian mau kan jadi saudara aku selamanya " ucapku dengan perasaan iba bercampur senang
"Tia , kamu tenang aja, sebenarnya kamu pikir apa sih..??, kok sering banget nanya masalah gitu ?" balas ayu sambil memegang tanganku
aku memang sering mengatakan hal seperti ini pada mereka, wajar mereka heran dan penasaran apa maksudku sebenarnya
" Tia lagi ngak ada masalah kan, Tia baik-baik aja kan, atau ada niat buat berhenti kuliah" tanya tara penuh selidik
"ngak sakitkan sayang " balas kasih padaku
"ngak kok, aku cuma ngak mau kehilangan teman seperti kalian, aku cuma gadis kampung, aku takut jika anak-anak lain jahat padaku, karna penampilanku jadi aku di bulli, aku cuma punya kalian disini " jelasku dengan mata yang sudah berkaca-kaca mengingat jahatnya nenek lampir padaku ditambah lagi cowok aneh yang tidak bisa ditebak apa maunya, kadang baik kadang jahat
"selama kita bertiga masih disini ngak akan ada yang ganggu Tia, jika ada maka mereka berurusan dengan kami " ucap ayu dan tara menimpali
kami saling pegangan tangan dan pelukan, heheh, udah kayak teletabis aja ya, tapi inilah kami, aku hanya gadis kampung, yang tidak pandai dalam segala hal, tidak bisa dandan seperti yang lain, tidak tau sama sekali tentang fashion, style, tapi berkat mereka aku lebih percaya diri dengan apa adanya aku.... intinya hari ini kami 4 serangkai sama-sama memiliki skandal dengan ketua kelompok, suatu kesalahan yang kebetulan heheh....
