Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 7

selamat pagi..!, apa kabar hari ini..? " sapa cowok aneh pada kami anggotanya, tumben dia ramah walaupun masih dengan wajah datar kayak tembok, ngak pa-pa lah setidaknya ada perubahan

"selamat pagi kak, baik kak " balas kami serentak

"baiklah, hari ini kita mulai pengenalan dengan ibuk/bapak dosen " jelas cowok aneh pada kami

" baik kak "

"satu lagi, kalian kenalkan ini teman saya namanya david, sekarang kami berdua adalah ketua kalian, jadi kalian harus menghargainya sebagai senior sekaligus ketua

" jelas cowok aneh memperkenalkan

" baik kak " balas kami serentak

kami mulai lagi berjalan menuju bangunan yang kemaren belum sempat

di datangi

"kak david.!???, aku sedikit memutar kembali ingatanku, wajahnya tidak asing bagiku, tapi aku pernah lihat dimana ya, hmmmm, dimana yaaaa..????? batinku

" bruuukkkk " (bunyi tabrakan)

" aduhhhhhhh .!!!" aku meringis menahan sakit didahiku, gara-gara mikirin david aku malah menabrak cowok aneh, iihhh!!!, kenapa sih setiap kali ketemu sama cowok aneh aku selalu sial, aku sebenarnya nabrak punggung atau tembok sih, keras banget

"punya mata ngak..? " tanyanya dengan tatapan membunuh

"ya punyalah kak, ini mataku empat

"jawabku dengan nada bicara yang agak keras karna ngak trima dibilang begitu

"makanya itu kamu ngak bisa lihat lebih jelas, orang itu punya mata dua bukan empat " ucapnya mengejekku, aku memang pakai kacamata, tapi aku pakai kacamata ini bukan karna mataku bermasalah , aku pake cuma buat jaga-jaga dari debu, mungkin cowok aneh mengira mataku sudah tidak berfungsi dengan baik, menjengkelkan

"iya kak maaf "ucapku tidak mau memperpanjang masalah, lebih baik mengalah setelah membuatku jengkel dia dengan tampang tak bersalahnya, dengan gaya tak berdosanya, selalu saja seperti itu, iihhhh dasar cowok aneh, aku menggenggam erat bajuku saking jengkelnya

"dek.!, kasian bajumu ngak bersalah !" kata seseorang yang tiba-tiba datang dan berjalan disampingku, tak lain dan tak bukan dia adalah david, aku rasa david juga sama seperti cowok aneh yang suka bikin orang jengkel, kesan pertamanya saja sudah tidak baik

" heheeh, iya kak " senyum terpaksaku

" boleh kenalan ngak..? " ucap david

" boleh kak " ya ampun dia ternyata beda, dia ramah, udah ganteng ramah

lagi, beda sama cowok aneh kutup utara

" david " ucapnya sambil memberikan senyuman indah

" fitria kak, oh iya kakak udah semester berapa..? tanyaku basa basi pada kak david

"semester 4 dek " ucap kak david singkat

"owh berarti kakak sama kak anggara sama.? " tanyaku pada kak david karna penasaran dengan cowok aneh

"iya dek, emangnya kenapa..?, suka sama anggara ya..? "

"ngaklah kak " pertanyaan macam apa itu..?, siapa juga yang suka sama cowok dingin begitu, batinku memaki

dari depan terlihat anggara tengah melihat ke arah tia yang sedang ngobrol dengan david, tidak tau apa yang dia pikirkan, tapi dilihat dari wajahnya dia sedang penasaran

"jihh sok cantik, kenapa harus senyum-senyum begitu dengan david. " gerutu anggara

aku dan kak david semakin akrab, aku rasa nyaman dengan kak david, orangnya lucu, sama kayak azis, enak di ajak ngobrol

"bisa minta nomormu " pinta kak david padaku

" boleh kak, kakak catat aja, 081..." ucapanku terhenti, cowok aneh datang dan langsung menarik tangan kak david, aku tidak atau apa yang mereka bicarakan, yang jelas kak david pergi bersama cowok aneh, dasar pengganggu, padahal aku baru mau deket sama kak david

haahha, ( tawa kemenangan ) tidak ada yang boleh mendekatimu selain aku, tidak ada yang boleh mengambil apa yang sudah menjadi milikku batin anggara

cowok aneh memalingkan kepalanya ke arahku dan memberikan senyuman yang mematikan, senyum yang memiliki arti yang sangat dalam, aku tidak mengerti sama sekali maksud senyuman itu, aku adalah orang yang beruntung yang bisa melihat senyumnya tapi aku juga sangat takut melihatnya tersenyum seperti itu

" ayo cepat.!! cepat.!, kalian jalan kok lama banget, eh kura-kura cepat kamu..? ucap cowok aneh sedikit berteriak

siapa yang dia panggil kura-kura, apakah aku..? kayaknya memang aku, cuma aku yang terakhir, ihhh menyebalkan

"iya kak " ucapku karna merasa kalo aku yang dipanggil

"namamu sudah ganti..? bukan gadis kampung lagi.? " ejek cowok aneh padaku

"ngak kak, namaku Tia buka gadis kampung, lagian cuma aku yang terakhir berarti yang kakak panggil kura-kura itu aku.? "

"ngak usah kePDan " ejeknya lagi padaku

"siapa juga yang senang dipanggil kura-kura, dasar cowok aneh " ucapku lirih

"kamu bilang apa barusan " cowok aneh itu menatapku lekat, kayak harimau yang mau memakan mangsanya

"khem khem " kak david memberi kode, ahhhh penyelamat

david sial, pengganggu, padahal aku belum puas melihat wajahnya batin anggara

"apaan sih " ucap cowok aneh pada kak david

"ngapain kamu lihat Tia kayakgitu, makanan enak..? "

" iya enak buat kasih makan buaya " jawab si cowok aneh mencibir emang ngak ada akhlak, suka-suka mulutnya aja kalo ngomong, emangnya aku ini apaan main kasih ke buaya aja batinku mulai murka

" baiklah, kita sudah sampai di

kantor utama, kalian harus pergi menemui dosennya masing-masing, cari tau namanya trus tanda tangannya, bukti yang akan kalian berikan pada kami kalo kalian sudah kenal dengan dosen tersebut, paham " jelas kak david dengan lantang

"siap, paham kak " kami mulai menyusuri kantor dan mencari dosen satu persatu, setelah 3 jam berpetualang kami kembali ke tempat kak david dan cowok aneh

"ok..! sekarang kami akan tanya masing-masing peserta, kalian harus bisa menjawab, jika tidak tau akan dikenai sanksi" jelas cowok aneh dengan tegas

kami satu kelompok berjumlah 10 orang, karna memiliki dua ketua kami dibagi menjadi dua kelompok, aku dapat bagian dengan cowok aneh, kayaknya ini adalah proses berakhirnya hidupku, satu persatu sudah ditanya dan mendapatkan hukuman bagi yang tidak tau, saatnya giliranku

"gadis kampung, sekarang giliranmu panggil cowok aneh padaku,

"kenapa dia malah ikut-ikutan memanggilku dengan sebutan gadis kampung, dasar cowok jahat, dia pikir dia siapa, batinku memaki tidak terima atas apa yang diucapkan padaku

"iya kak " celetukku

"sebutkan ciri-ciri bapak komar " cowok aneh memberikan pertanyaan, tapi kenapa berbeda dengan yang lain. Mereka hanya ditanyai tentang nama dosen dan mata pelajaran yang di ampu, kenapa samaku harus nanya ciri-ciri orangnya, akukan ngak ingat

"pak komarrr "ya ampun aku tadi tidak bertemu dengan pak komar, bagaimana ini, pasrah aja deh, atau aku tebak-tebak aja ya, aku mencoba bertanya pada teman disebelahku siapa tau dia bisa menyelamatkan nyawaku

" khem khem " kode keras pada teman sebelah hehe

"kenapa..?"

"tau ciri-ciri pak komar ngak.? "

"owh, pak komar orgny..." ucapannya langsung disela oleh cowok aneh

" kasih tau kamu akan dikeluarkan dari kelompok " ancaman cowok aneh

pada temanku, baiklah aku sekarang menyerah

"maaf kak aku lupa " alasan yang paling masuk akal

"namaku masih ingat ngak "

"masih kak "

"bagus "

" sekarang kamu bilang gini, kak anggara aku cinta kamu.! " ucap cowok aneh padaku dengan senyum sinis

HAAA, ungakapan perasaan, akukan tidak suka padanya, kenapa aku harus bilang begitu, apa apaan dia, sudah ngak waras kayaknya, aku ngak mau, ngak mauuuuu

"maaf kak, aku tidak bisa " ucapku dengan mimik wajah jengkel

" harus bisa " balas cowok aneh

"tapi kak, aku ngak bisa, akukan ngak suka sama kak, kenapa aku harus bilang begitu " ucapku membantah

"jadi kamu masih mau melawan, apa kamu mau dikeluarkan dari kelompok.? " ancaman yang ampuh

" baik kak " huffffff, aku menghela nafas panjang, setelah ini aku harus siap-siap dihajar oleh nenek lampir, iya semua mahasiswa baru akan mendengar termasuk para ketua, nenek lampir salah satu ketua disini

" kak anggara aku cinta kamu (berteriak) aku malu sekali

"masih kurang jelas, tambah kan lagi kata-katanya " perintah cowok aneh padaku

"apa kak..!, aku ngak tau.? " jawabku dengan polos

" kak anggara aku cinta padamu, maukah kaka menjadi pacarku " ucap cowok aneh itu dengan bangganya ide macam apa ini kak, aku lebih

baik keluar dari kelompok

"cepat " perintah cowok aneh

"baik kak " aku hanya bisa pasrah

"kak anggara aku cinta padamu, kaka mau ngak jadi pacarku ? " ucapku dengan lantang

"baiklah karna kamu sudah mengumumkan perasaanmu didepan semua orang aku akan membalasnya"

cowok aneh mendekat dan menatapku dengan tatapan anehhh I

" baiklah semuanya, sekarang gadis kampung ini adalah pacarku " cowok aneh mengucapkan dengan lantang didepan semua siswa

aku tidak atau ini pacaran beneran atau cuma permainannya, sekarang perasaanku tidak bisa diungkapkan, ntah sedih, senang, bingung, aku tidak tau sesaat suasana menjadi hening, semua heran kebingungan, semua mata tertuju padaku, apalagi nenek lampir, aku mau mati sajaaaa, ahkkhkhk aku

mengacak rambutku karna frustasi, aku rasa mau gilaaaaaaa

" baiklah sekarang kalian boleh istirahat, kecuali gadis kampung " ucap cowok aneh padaku

" kak, kenapa kakak membuat aku jatuh dalam masalah.?, kenapa kak.?, apa kak tidak puas melihat nenek lampir itu membuliku.? " ucapku pada cowok aneh, air mataku mulai jatuh

" aku cuma becanda, siapa juga yang mau jadi pacarmu " dengan rasa tidak bersalahnya dia masih bisa mengatakan hal yang sangat menyakitkan

"iya aku tau, tidak akan ada yang suka pada gadis kampung sepertiku, tapi setidaknya perlakukan aku seperti seorang gadis, bukan seperti ini " aku sudah tidak bisa menahan emosiku kak david yang merasa kasian padaku, langsung menarik tanganku

"Tia, kamu sebaiknya balik ke asrama, kamu harus istirahat, tenangkan pikiranmu jangan pikir yang macam- macam, masalah anggara biar kakak yang urus " ucap kak david padaku

" baik kak, makasih kak david, permisi " aku pamit pada kak david dan meninggalkannya memang tidak ada orang baik disini selain sahabatku, semua berlaku semena-mena, apa salahku...

"David sialan, kenapa dia selalu mengacau" ucap anggara sembali menendang semua benda yang ada dihadapannya

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel