Bab 5
pagi ini aku tidak lagi mendengarkan nyanyian burung yang merdu, melainkan alarm cemprengnya ayu, aku masih perlu waktu mengumpulkan nyawaku, hehehe, maklum baru bangun, seperti biasa setelah ritual bersih-bersih aku dan tiga sejoli bersiap untuk upacara penyambutan, dilapangan sudah terlihat banyak mahasiswa yang berbaris sesuai jurusan masing-masing, aku harus bangga !, karna hari ini aku akan jadi bagian dari mereka
*******
" Tia, kamu senang ngak..? " tanya ayu padaku
"senanglah, aku bisa kuliah di universitas seperti ini, pokoknya kita harus bisa wisuda sama-sama dilapangan ini adalah awal dan akan berakhir juga disini " ucapku menyemangati dengan senyum yang indah
"aamiin " balas ayu cuma aku dan ayu yang barisannya tidak terlalu jauh, beda dengan tara dan kasih kami terpisah antara 3 jurusan, aku tidak bisa bercengkrama dengan mereka
"harap tenang !, sebentar lagi upacara akan dimulai !!" ucap host (pembawa acara)
"assalamualaikum, selamat pagi, hari ini kita kedatangan mahasiswa baru, untuk peresmian, kita persilahkan kepada bapak direktur, kepada bapak direktur kami persilahkan " ucap host mempersilahkan akhirnya hari ini aku sudah resmi menjadi Mahasiswi di Universitas Handayani direktur kami bernama Abdul Hasin, orangnya tegas, berwibawa, dan wajah yang sangar, jadi kalo mau cari masalah pikir dua kali, hehe, setelah penyambutan dan peresmian selesai kami di bagi menjadi beberapa kelompok untuk melakukan kegiatan MOS, (masa orientasi siswa)
*********
disini diperkenalkan dengan semua gedung, sarana dan prasarana, aturan kampus, dosen-dosen dan banyak lagi, aku dan 3 sejoli pisah kelompok karna kami beda jurusan, huhhh sangat disayangkan, dan yang paling menyakitkan ketua kelompokku adalah cowok anehhhh..
" saya akan memperkenalkan diri terlebih dahulu, kalian bisa memanggil saya dengan sebutan kak anggara, mungkin cukup itu saja pengenalannya, baiklah, karna kalian anggotaku kalian harus ikut aturan yang sudah ku buat, jika ada yang melanggar aku akan mengeluarkan dari kelompok, paham..!! " ucap anggara dengan tegas
"paham kak " jawabku dan yang lain bersautan, dasar cowok aneh, setelah apa yang dia lakukan padaku tadi malam, dia seolah-olah tidak ada rasa bersalah bahkan seperti orang yang tidak tau apa2, sekarang baru terdengar suaranya, ngomong kok ngak ada senyumnya, senyum itu ngak bayar bro, aku harus bikin dia dengan ekspresi yang berbeda, ini kesempatan yang bagus, hmmm apa ya..?, marah, senyum atau jengkel.? batinku dengan ide yang aneh lagi, cowok aneh membawa kami
berkeliling untuk memperkenalkan semua gedung kampus
"aku akan menjelaskan semua gedung yang ada dikampus, kalo ada pertanyaan kalian bisa tanyakan sekarang, aku tidak menerima pertanyaan diluar kegiatan "
"sombong " ucapku lirih, ya aku ada ide.!!!
" kak, mau nanya " ucapku dengan memberikan senyuman yang paling indah
"iya silahkan.! " masih dengan wajah datar kayak tembok
" kenapa bangunan setiap jurusan berbeda ?"
" biar lebih mudah membedakan antara masing-masing jurusan, dan setiap jurusan memiliki lambang masing- masing " jawabnya singkat, dan sebenarnya juga pertanyaan ku aneh, semua juga tau alasannya, aku cuma mau manguji cowok aneh bisa jengkel apa ngak
dia menjelaskan dengan detail semua yang ada di kampus, aku mulai lagi dengan pertanyaanku yang menyenangkan
"kak, aku mau nanya lagi "
" silahkan "
"kenapa gedung perikanan warnanya biru " ( perikanan contoh jurusannya ya)
" kepala jurusan yang minta, jadi bangunan tiap jurusan dibedakan warnanya sesuai warna jurusan, contoh jurusan perikanan di cat dengan warna biru muda yang melambangkan warna air, dan lambangnya berbeda-beda tiap jurusan, sudah paham.! " cowok aneh menjelaskan
" kenapa harus biru, kan banyak warna lain " ucapku ngeyel
" kan kepala jurusan yang menentukan jadi kita terima aja, itu sudah ketentuannya " jelasnya masih dengan wajah datar, kayaknya cowok ini memang punya kelainan
"yang lain ada yang mau ditanyakan" tanya cowok aneh pada mahasiswa lain
" ngak bisa gitulah " ucapku dengan nada tidak terima
"ya sudah kalo kamu tidak terima, kamu pergi ke kantor, lapor sama direktur supaya warnanya diganti "ucapnya mencibir tapi masih dengan wajah datar mahasiswa lain hanya tertawa kecil, sepertinya aku harus cari ide baru
beberapa menit kemudian, terjadilah tragedi yang sangat memalukan
" ahhkkkkkkhkkkhkkhk "
"plakkkkk " (bunyi orang jatuh)
seketika suara tawa mulai terdengar ditelingaku, aku tidak mau keluar, aku disini aja, kenapa malah aku yang jatuh, harusnya dia, sial, ini semua gara-gara si cowok aneh, batinku tidak terima
"mungkin hari ini sudah cukup, kalian bisa istirahat, silahkan bubar.!" cuma terdengar suaranya yang membubarkan anggota yang lain, aku
masih dengan posisi indahku didalam comberan
" masih nyaman didalam " ucap si cowok aneh
"nyaman apanya semua gara-gara kakak " balasku dengan nada kesal
"iya kah.?, kok bisa.? " dengan senyum tipis yang terlihat diwajahnya
" tampannnn.!!!!, kata pertama yang bisa ku ucapkan, yes, aku berhasil, aku berhasil, batinku cekikikan, saking bahagianya lihat si cowok aneh senyum, walaupun rencana tidak sesuai kenyataan tapi hasilnya memuaskan sini,
"pegang tanganku " ucapnya sambil memberikan tangan kanannya padaku jangan Tia, batinku menolak, aku masih tidak percaya, jangan-jangan dia punya rencana jahat.. !!!
"cepat, mau keluar ngak..? " tawar anggara
" iya, iya " aku memberikan tanganku
padanya, aku tidak tau entah dia punya rencana jahat atau tidak, intinya sekarang aku mau keluar dari comberan bau ini
"sekarang kamu balik ke asrama perintah si cowok aneh
"aku malu, nanti pasti ditertawai sama anak-anak lain " rengekku
"makanya jangan yang aneh-aneh, pake nyemplung segala, kamu sebetulnya kerbau atau apa..? " ucap anggara mengejek
pertanyaan macam apa ini, batinku tidak terima dengan ucapannya, sabar Tia, sabarrrr
"iya tad.. " belum sempat menyelesaikan ucapanku
" tadi mau ngerjaiku begitu..? " anggara memotong pembicaraan
"kok tau ya.?, peramal deh kayaknya, wahh hebat, selain tampan dan dingin dia juga bisa membaca pikiran orang lain, batinku bergumam
" trus sekarang kamu mau ngapain.?, tetap disini sampe siang?, sampe malam..? " tanya cowok aneh beruntun
"ngak kak, tapi badanku bau sekali, kotor lagi, aku maluuuuu" rengekku pada si cowok aneh
"ikut aku " ajak si cowok aneh sambil menarik tanganku kenapa dia menarik tanganku, aku mau dibawa kemana, aku mau diculik kah.?, kalo diculik sama cowok tampan kayak dia sih ngak pa-pa, heheheh, Tia sadar Tia, sejak kapan kamu jadi centil begini, sadar, sadaaaarrrrrrrr !!!!!!!!
"kak, lepasin tanganku, ntar ada yang lihat, aku takut ada yang salahpaham, apalagi yang lihat si nenek lampir " jelasku yang malu-malu tapi mau hehehehe
" kamu takut "
"bukan takut kak, aku ngak mau aja ada masalah "
ingat pesan ibu, jadi anak baik ngak boleh nakal !!!, apalagi sekarang aku berpisah dengan 3 sejoli, aku cuma bisa kumpul sama mereka di asrama kalo ngak di kantin, jadi si nenek lampir akan lebih leluasa membuli ku
" udah tenang aja, aku bawa kamu ketempat yang tidak ada orang tau "
" huhhh " kaget, ya ampun, aku mau dibawa ketempat yang tidak ada orang, mau kemana, aku beneran diculik, ibu tolong Tiaaaaa, batinku dengan pemikiran bodoh, mana mungkin aku diculik, dasar Tia kalo udah dekat cowok tampan bawaannya kikkuk aku berusaha melepaskan tanganku dari cowok aneh,
"megang tangan cewek kok kayak megang kayu sih, kuat banget, pake tenaga dalam ini mah "
"ngak usah brisik, diam !!! " dasar cowok aneh tukang perintah
" iya kak " aku cuma bisa
mengangguk, melawan juga tidak akan berhasil seperti yang diperkirakan disini memang tidak ada satupun manusia, kecuali kami berdua, aku baru tau kalo dikampus ternyata ada tempat seindah ini, danau kecil dengan air yang biru, dikelilingi bunga yang sangat cantik, kupu-kupu beterbangan,
Ya Allah sungguh indah ciptaanMu batinku terkagum-kagum akan keindahannya
" khem khem " memberi kode
"iya kak "
" ngak mau mandi " ucap cowok aneh cobaan apalagi iniiiii, masak aku disuruh mandi, trus dia menonton gitu..????, otakku ku mulai capek berfikir dengan tingkah cowok aneh yang daritadi tidak masuk akal
" mand..ii. " ucapan ku terbata-bata
"iya, mandi " jawabnya dengan wajah yang datar
"oh, kamu pasti bingung, secara otakmu kan dangkal..!, maksud ku, kamu masuk aja ke danau, bersihkan kotoran dibadanmu, habis itu kita balik " jelas si cowok aneh sambil mencibirku dengan ucapan yang membuat batinku pengen mencekiknya
"iya kak"
setelah selesai bersih-bersih aku keluar dan mendekatinya, tiba-tiba..
" ustt diam " ucap si cowok aneh memberi perintah padaku
"kenapa tiba-tiba sembunyi, tanganku juga sakit main tarik aja" ucapku dengan tatapan kesal
"udah diam "
terdengar langkah kaki yang tidak jauh dari kami, ternyata ada orang yang datang, laki-laki tinggi semampai, kulit putih, aku tidak tau siapa yang jelas tadi si cowok aneh bilang tidak ada orang yang tau, kenapa sekarang ada orang lain disini, jangan-jangan dia melihat kejadian mengerikan antara aku dan cowok aneh.? batinku bergumam intinya sekarang aku terjebak di semak-semak, huhhh nasib nasib...
