Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Bab 2

" Universitas Handayani.? " tanya sopir pada penumpang, dan kebetulan hanya aku dan azis

"iya pak, kita..!" jawab azis dengan penuh semangat karna hari ini, hari pertama kami menginjakkan kaki di kota pendidikan, Kami mulai berjalan kedalam sekitar 10 meter dari jalan raya sampailah pada tujuan yang sebenarnya hanya melihat gerbangnya saja, aku tidak bisa membayangkan bagaimana bangunan didalam kampus ini, gerbang yang tingginya sekitar 8 meter, taman hijau dan bunga yang sedang mekar mengelilingi gerbang, membuat mataku tidak bisa berpaling, mungkin ini yang dibilang cuci mata hehehe..

"Tia... Tia ... Tiaaaaaaaaaa " teriak azis

"ha, iya zis, kenapa..? Lamunanku yang indah buyar gara-gara suara azis yang cempreng, huhhh

"dipanggil daritadi, masih pagi, ngak boleh nglamun ntar cepat botak" ledek azis

" apa hubungannya botak sama nglamun.? "

"ya adalah hubungannya, orang kebanyakan nglamun itu bisa botak, karna mengkhayal sama saja dengan berfikir " jelas azis yang sama sekali tidak masuk di otakku

" terserahlah " oh iya, aku lupa, aku harus nelpon ibu, bentar ya zis " pintaku

" ok " " tut.tut...tut." dering hp

"assalamualaikum ibu "

"waalaikumsalam sayang "

"ibu, Tia udah sampai di kampus, alhamdulillah Tia selamat sampai tujuan, ibu sama ayah jangan cemas ya "

ucapku meyakinkan kedua pahlawanku

"alhamdulillah, Tia belajar yang benar ya nak, jaga diri "

" iya bu, Tia sayang ibu dan ayah, love you "

" love you anak ibu "

"ibu, Tia masuk dulu ya, ntar kalo Tia ada waktu Tia telpon ibu "

"iya sayang, tia sekarang sama siapa.? ada temannya ngak.?"

"tenang aja bu, Tia ada teman kok, namanya azis, palyboy cap gayung " ucapku sambil tertawa kecil, aku tidak peduli walaupun sepasang mata yang disampingku sudah mau keluar dari tempatnya, hahaha

"ya udah, Tia hati- hati "

"siap buk bos "

"assalamualaikum ibu "

"waalaikumsalam sayang "

" tut.." (bunyi hp dimatikan)

" Khem. Khem.., maksudnya..? " tanya azis mengintimidasi

"maksudnya apa zis..? " pura-pura lupa, menutupi kesalahan lebih tepatnya

"playboy cap gayung " ucap azis dengan nada sedikit menekan

"emang benarkan kamu itu playboy cap gayung, semua mau ditampung " balasku yang tidak terlalu peduli

"dihatiku cuma ada kamu istriku " gombalan maut si gayung, alias azissss

" huwek..huwek " dengan ekspresiku seperti orang mau muntah

"sini aku tampung "

" dimana"

"dihatiku "

Kini kami dihadapkan dengan bangunan yang sangat indah dan juga membuat pusing

"udah ah basi, ini gedungnya yang mana ya zis, aku bingung, bangunannya banyak banget, bertingkat lagi, kalo kita datangi satu-satu bisa patah ini kaki " ucapku pada azis dengan tampang memelas, Huhhh sudah capek didalam mobil, belum lagi mau nyari kantor yang gedungnya segini banyak, kalo gedungnya sejajar semua ya enak tinggal baca tulisan didepannya, ini muter-muter bikin pusing, ya ampunnnnn, ingat tia kamu kesini mau pendidikan masa baru hal kecil seperti ini sudah mengeluh. Gumamku memarahi diriku sendiri

" hidup jangan dibikin susah, itukan ada yang lagi nongkrong kita tanya aja " jawab azis dengan ide cemerlangnya, syukur masih ada sedikit kewarasan didalam otaknya

" pintar " balasku sambil mengacungkan jempol

apakah ide seperti itu sebuah kepintaran.? " balas azis bertanya

Pertanyaan azis selalu membuat otakku harus berpikir lebih cepat dari biasanya

" azissss ngak ada bosannya ya bikin aku jengkel " ucapku

Aku dan azis menghampiri beberapa mahasiswa yang tengah asik berbincang itu. Azis berjalan mendahuluiku, aku sengaja menunggu dibelakang

"permisi kak, mau tanya kantor utamanya dimana ya kak.?, kami sedikit bingung karna banyak bangunannya, kami anak baru.?" Tanya azis dengan sopan kalo masalah cewek-cewek ma suruh azis aja yang maju, tanpa disuruh juga bakal inisiatif sendiri, dasar gayung

" belum pernah lihat gedung ya.? " balas senior dengan muka judesnya,

Lah kok aneh, orang nanya gedung kok jawabnya gitu, ngak nyambung, gak

pernah lihat gedung apanya, orang aku tiap hari liat gedung, apartemen lagi, apartemen kambingku maksudnya, hehhe Gumamku dalam hati

" belum kak, ini pertama kali " jawab azis yang mengalah

"baru lihat gedung banyak aja udah pusing, apalagi nanti sudah jadi mahasiswa disini, dari kampung ya..? " ucap senior itu dengan nada mengejek

Mereka sangat sombong, apa susahnya menyebutkan letak kantor tersebut, apakah harus membawa-bawa asal daerah

" ngak kak kami tadi dari bus " azis udah mulai jengkel, aku mending diam dan menonton, ngak guna ladeni orang sombong kayak gitu

"iya tu, kayaknya anak kampung lihat aja bawaannya banyak banget, lemarinya gak dibawa sekalian.?, nanti ya dek kalo udah jadi mahasiswa disini sekalian aja bawa satu kampung biar mereka tau gimana bentuknya gedung bertingkat, biar ngak kampungan balas seorang senior dengan sombongnya

"maaf kak, kami mau tanya kantor utamanya dimana kak..? " tanya azis masih dengan nada sopan aku tau azis susah buat nahan emosinya, kelihatan dari wajahnya yang bentar lagi bakal ngluarin api, hihihi

" kalo nanya itu yang sopan ngak usah melotot juga matanya, jadi junior kok sombong " ucap senior yang memang satu geng lah ya, ngak tau itu geng apa, tapi intinya mereka geng sok cantik kalo menurutku memang sekumpulan orang aneh, mereka yang mulai mereka juga yang emosi, trus pertanyaan sama jawaban gak nyambung sama sekali, susah kalo ngomong sama orang sombong

"kan tadi udah sopan kak " balas azis yang masih dengan kesabarannya

lurus aja sekitar 50 meter, trus belok kanan sekitar 10 meter, disitu nanti ada simpang 4 belok kiri sekitar 5 meter, pas didepannya ada gedung warna biru, disitu kantor utama " sela seorang pria yang kebetulan lewat, terus berlalu begitu saja tanpa menoleh sedikitpun, memang orang-orang aneh batinku..

" makasih kak" ucap azis yang tidak direspon sama sekali, sakit ya, kayak cinta bertepuk sebelah tangan, kami memulai langkah dan meninggalkan segerombolan lalat tadi

" Tia, kamu tadi dengar ngak yang mereka bilang kita orang kampung tanya azis dengan nada emosi

"dengarlah aku kan ngak budek zis" jawabku singkat

" trus kenapa kamu diam aja, takut.?"

"bukannya takut zis, ngapain coba kita ladeni orang kayakgitu, malah bikin pusing " jelasku

Azis cuma diam mendengar penjelasanku

Aku tau kedepannya akan semakin sulit, di awal saja sudah membuat kenangan buruk di otakku, aplagi nanti, hufff, aku hanya perlu diam dan bersabar, disini penuh dengan sekumpulan orang-orang sombong dan aneh, semoga saja aku mendapatkan teman kamar yang baik. Gerutuku

" tu kantornya, ya udah yuk" ucapku sambil menarik tangan azis

" assalamualaikum pak/buk " ucapku dan azis bersamaan

" waalaikumsalam, anak baru ya..?" tanya salah seorang dosen

"iya pak "

"ayo ikut bapak ke ruangan " perintahnya

"kenalkan dulu nama bapak Mahyeldi, kalian bisa panggil pak yeldi" ucap pak yeldi memperkenalkan dirinya

" namuku azis pak " jawab azis singkat

"fitria pak " aku juga ikut-ikutan sama azis, ngak pa'pa lah ya

"kalian isi formulirnya dulu, tanda kalian sudah masuk ke kampus"

"jadi selama kalian jadi mahasiswa di universitas Handayani, kalian wajib mengikuti aturan, mungkin kalian sudah tau, salah satunya harus tinggal di asrama " jelas pak yeldi

"siap pak" balas kami serentak

" ok, mungkin kalian sudah paham, kalo ada apa-apa masalah, kalian bisa lapor sama bapak, ini kunci kamar masing-masing, yang kebetulan kalian yang pertama datang"

" baik pak"

"silahkan azis ke asrama siswa dan fitria ke asrama siswi, kalian bisa istirahat sambil menunggu teman yang lain,

bapak harap kalian bisa saling menjaga sesama teman sekamar "

" siap pak "

"silahkan ke asrama masing-masing "

" trima kasih pak, permisi pak " ucap kami serentak

" ok "

kami mulai menyusuri setiap bangunan dan dipisahkan antara gedung biru dan putih

" Tia, hati-hati ya, kalo ada yang macam-macam lapor sama aku, biar ku patahkan tulangnya " azis dan

gombalannya yang ngak akan pernah berakhir

"siap, daaaa azis " aku melambaikan tangan pada azis

" daaaa istriku " balas azis sambil tertawa kecil

" huh, mulai lagi " suara tawa azis sudah tidak terdengar, aku mulai membuat nyaman tubuhku yang seharian sudah berjuang

"emmm, nyamannya "

Entah apa lagi yang akan aku lalui nantinya, intinya aku akan tetap semangat, aku tidak boleh mengecewakan ayah dan ibu

*************

"tok.. tok.. tok " suara ketukan yang membangunkanku, ternyata aku tertidur, mungkin karena capek aku jadi tidak sadarkan diri, huhhh, sekarang aku tidak bisa mendengarkan nyanyian merdu burung lagi, ya ampun aku lupa, aku mengunci pintu

" iya, maaf aku tadi ketiduran, udah lama .? "ucapku pada seorang mahasiswi yang baru datang, dia teman sekamarku

" ngak kok, kamu sendirian.? "

Akhirnya datang juga teman sekamarku, dia sepertinya baik, cara bicara juga sopan

"iya, belum ada yang datang"

" hmm, sekarangkan udah ada aku, jadi kita sudah berdua"

" oh ya kitakan belum kenalan "

"ayu, kamu ? " ucap ayu memperkenalkan diri sembari mengulurkan tangan

" fitria, panggil aja Tia " jawabku membalas uluran tangannya

"sip, sekarang kita teman " balas ayu dengan senyum indah sambil memegang tanganku aku akhirnya memiliki teman kamar, ayu yang memiliki tubuh ideal, bisa dibilang tinggi, kulit putih, hmmm ini yang jadi masalah, aku rasa nama ayu sangat tidak cocok, ayu cewek tomboi, tapi aku senang ada ayu, berarti dikamarku ada pelindung, hehehe

"udah makan belum.? " tanya ayu singkat

"belum, kamu..? " balasku

"sama berarti, gimana kalo kita cari makan dulu" ajak ayu

" oh iya bentar, aku ada bawa oleh- oleh" aku membuka kardus yg berisi oleh-oleh yang kubawa dari kampung

"nanti aja, kita cari makan dulu " pinta ayu

Akhirnya kami keluar dari asrama mencari pengganjal perut yang sudah meminta di isi

Syukurlah, aku mendapatkan teman sekamar yang baik, dari kesan awal saja sudah terlihat kalo ayu orang yang sangat baik, semoga saja yang dua lagi sama seperti ayu

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel