Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

BAB 6 MENCARI MULAN

Riko ketakutan dan mencari dimana Mulan berada. Ia takut kalau pengusaha besar seperti Harun yang memberinya banyak uang akan menghukumnya. Uang sudah ia gunakan untuk foya-foya tidak mungkin jika dikembalikan.

“Kau ingin mencari dimana, yang ada jika membuat keributan di sini akan mengundang perhatian banyak orang, serahkan saja wanita di sampingmu itu untukku!” gertak Harun.

“Tunggu Tuan, beri kami waktu untuk mencari mulan,” jawab Priska terbata.

Harun memberi waktu satu jam, jika mereka tidak bisa menemukan dimana Mulan maka Priska harus menggantikan Mulan melayani Harun mala mini. Tentu Priska tidak mau karena Harun sudah terkenal sebagai penggila kelainan seksual di kalangan para pekerja seni seperti dirinya.

“Riko aku yakin tadi mengantar Mulan ke ruangan ini,” ucap Priska penuh keyakinan.

“Biarkan aku yang mengetuk pintunya,” balas Riko.

Pintu kamar itu terbuka perlahan dan yang keluar dari kamar itu sungguh mengagetkan bagi Priska. Apakah teman sekolahnya itu sedang melayani tante-tante untuk memenuhi kebutuhan hidupnya?

“Kenapa tengah malam seperti ini mengetuk pintu kamarku, menggangguku saja!” seru Benni.

“K-kau kenapa ada di hotel mewah seperti ini, atau jangan-jangan kau melayani tante-tante untuk mendapatkan uang, kau ternyata seorang gigolo!” ledek Priska.

Benni hendak menutup pintu kamarnya karena merasa tidak penting mengurus Priska dan gadun yang ada di sampingnya itu. Tapi Riko harus memastikan bahwa Mulan ada di dalam kamar itu.

“Tuan muda tunggu dulu, apakah kau tadi melihat seorang gadis di atas ranjangmu?” tanya Riko

“Gadis yang mana, apa kau sedang mencurigaiku sedang bermain dengan gadis sembarangan?!” jawab Benni penuh amarah.

Priska juga ikut memastikan bahwa ia tadi mengantar Mulan ke kamar ini. Ia tidak mungkin salah ingat, Dia mendesak ingin masuk ke kamar Benni untuk memastikan dengan mata kepalanya sendiri bahwa memang ada Mulan di dalam sana.

“Benni, emm bolehkah aku masuk ke kamarmu, kita teman sekolah apakah kamu tidak mau mengijinkan aku masuk ke dalam?” tanya Priska dengan manja.

“Apa aku tidak salah dengar, jadi kau sudah menurunkan standar pria yang akan kau kencani ya, kau sungguh mau bermalam dengan pria miskin ini?” jawab Benni seraya membanting pintu sudah enggan meladeni mereka berdua.

Benni menelpon pak Saryo untuk mengusir Priska dan Riko yang berada di depan kamarnya. Dia jijik melihat wajah keduanya. Benni membelai halus wajah Mulan. Gadis yang baru saja di unboxing olehnya, “Ternyata kau dijebak oleh wanita jahat itu, untung kau bertemu denganku, kedepannya aku akan melindungimu!”

Pak Saryo sudah mengusir Priska menjauh dari kamar Benni. Priska sedang kesal karena Mulan menghilang entah kemana. Ia tidak mau melayani Harun yang sudah tua dan mempunyai kelainan seksual itu. Dia akan membuat pasangan tidurnya menderita baru bermain dengannya.

“Riko aku tidak mau melayani Harun, aku bisa mati ditangannya,” ucap Priska.

“Ini semua salahmu sendiri, tidak bisa melakukan tugas dengan baik, kau harus melayaninya untuk mempertanggung jawabkan kesalahanmu!” bentak Riko.

Priska akhirnya masuk ke kamar Harun, ia sudah tidak punya piihan lagi, setelah ini mungkin Priska akan meminta hal lebih kepada pengusaha paruh baya nan kaya itu. Melayaninya malam ini. mungkin dia bisa kaya mendadak.

Tuan Harun meminta priska meminum entah minuman apa di dalam gelas, ia juga meminta Priska memakai pakaian tembus pandang yang disukai olehnya. Tak lupa cambuk dan borgol di siapkan olehnya untuk bermain malam ini. tak lupa juga tuan Harun merekam adegan intim mereka.

Cetak … Cetak … Beberapa kali suara cambuk mendarat di tubuh Priska ia berteriak kesakitan. Kedua tanagnnya di borgol.

“Teruslah berteriak aku sangat menyukai itu saat kau berteriak menggodaku,” ucap tuan Harun sambil mengayunkan cambuk ke tubuh Priska.

“Ampun tuan tolong lepaskan aku,” pinta Priska.

“Ini adalah hukuman untukmu karena lalai menjalankan tugasmu, harusnya aku malam ini bercinta dengan Mulan, tapi kau tampaknya sengaja ingin menggantikan dia,” balas tuan Harun.

Pak Bobby mematikan kamera, kini gilaran dia yang bekerja, hampir dua jam tuan Bobby mengerjai Priska, hingga Priska mohon ampun agar pak Bobby segera menghentikan kerja nya.

Semakin Priska kesakitan semakin pula tuan Harun semakin senang, ia semakin terangsang karena melihat wanita cantik itu kesakitan. Kamera yang telah ia siapkan semuanya sudah merekam semua yang terjadi pada Priska. Setelah melakukan penyiksaan kini saatnya menjamah tubuh Priska yang aduhai itu.

"Ampun tuan, aku sudah tidak kuat lagi," kata Priska.

"Tidak sayang, ini hukuman untuk mu, kau harus melayaniku hingga tuntas," balas tuan Harun.

"Aaaahhh," teriak Priska dengan kencangnya.

Mendengar desahan Priska tuan Harun semakin bersemangat menjamah tubuh gadis cantik berkulit sawo matang, bermata bulat, berambut hitam lurus panjang, namun gadis itu mempunyai hari yang terus iri dengan pencapaian orang lain.

"Teruslah mengeluarkan suara sayang, suara mu membuatku semakin bersemangat," ucap tuan Harun sambil memompa barang miliknya ke tubuh inti Priska.

"Sudah tuan, ampun, aku mohon," pinta Priska.

Tuan Harun memepercepat kerja nya, akhirnya ronde ke dua, permainan ranjang nya selesai, seluruh tubuh Priska penuh keringat, nafasnya kembang kempis tak beraturan, begitupun tuan Harun, pria paruh baya itu, tertidur karena kecapekan.

"Semua ini gara gara Mulan, aku jadi melayani pria setengah tua ini, harus nya dia yang melayani kakek ini," gerutu Priska di pagi hari sambil merasakan sakit di area punggungnya.

"Kau sudah bangun sayang, apa kau mau melakukan satu permainan lagi pagi ini?" tanya tuan Harun yang memeluk Priska dari Belakang.

Priska hanya terdiam ia ingin kabur tapi pria paruh baya itu sudah bangun, dalam hatinya tidak mau lagi melayani pria paruh baya tersebut, namun dia tak mampu berkata, badan nya masih lemas, akibat permainan semalam.

"Ini cek lima puluh juta, anggap setelah ini kita tidak pernah bertemu lagi.” Tuan Harun melempar cek ke wajah Priska.

"Terima kasih tuan,” ucap Priska sambil memungut cek itu.

Tuan Harun masih meminta Priska memandikannya, Priska memandikannya pria paruh baya itu dengan mendengus kesal. Ia ingin membuat perhitungan dengan Mulan karena semua ini berawal dari dia, “Aku akan membalas ini semua kepadamu Mulan,”

Tuan Harun memerintahkan sopirnya untuk mengantar Priska ke studio dansa nya. Tapi setelah mengantar beliau ke perusahaan dahulu. Priska tak memasalahkan itu karena ia sudah bahagia menerima uang sebesar lima puluh juta rupiah dari tuan Harun. Mungkin ia akan mengahabiskannya untuk berberlanja uang itu.

“Aduh punggungku sakit sekali, apa pria tua itu adalah titisan setan sehingga mengayunkan cambuk kasar seperti itu, dan juga tenaganya sangat kuat di banding Riko!” gumam Priska sambil memegang punggungnya.

Priska menunggu sopir dan menyusun rencana lagi untuk mencelakai Mulan. Semua yang dia dapatkan semalam karena Mulan menghilang. Maka untuk membalaskan rasa sakit yang dialami tubuhnya ia harus menyakiti Mulan.

Tok tok tok. Terdengar suara ketukan di pintu kamar hotel itu.

"Nona, saya sopir tuan Harun, beliau memerintahkan saya untuk menjemput anda," ucap seseorang di balik pintu.

"Oh tunggu sebentar, aku segera membuka pintu," kata Priska.

Priska membuka pintu dan menyuruh sopir itu membawa koper dan peralatan perform nya kedalam mobil, sebelum pulang dia menuju kamar Benni ia niat hati ingin meledek Benni yang menjadi simpanan tante-tante ia malah mendapatkan kabar mengejutkan.

"Maaf nona anda mau kemana?" seorang pengawal menghalangi priska.

“Ada apa ini, aku hanya ingin bertemu temanku,” ucap Priska.

"Area ini steril dari orang luar, tuan muda pertama sudah memerintahkan kami untuk memblokir siapapun yang datang kemari," kata pengawal satu lagi.

Priska memaksa masuk, namun Bella yang mendengar keributan keluar kamar dan menyuruh pengawal mengusir siapapun yang membuat gaduh.

“Nona muda keluarga Handoko, sebenarnya siapa yang ada di dalam sana, dan siapa yang di sebut dengan tuan muda pertama itu?” gumam Priska.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel