BAB 5 CINTA SEMALAM
Priska tak bisa menahannya lagi ia langsung ke luar dari ruangan pemilihan dan melampiaskan kemarahannya. Di susul dengan Riko di balakangnya yang menagwasi suapya Priska tidak melakukan hal yang memalukan.
“Aku kesal sekali dengan wanita itu, kenapa selalu menjadi pusat perhatian,” jawab Priska.
“Sudahlah kita masih punya rencana yang indah besok malam, kau seharusnya berlatih untuk mengalahkan Mulan,” pinta Riko sambil memeluk Priska untuk menenangkannya.
***
Hari yang di tunggu tiba, para talen yang terpilih menuju tempat perjamuan makan keluarga Handoko. Mereka sudah memeprsiapkan diri dengan tampilan yang akan membuat mata terpana. Mereka akan tampil di ballroom hotel mewah. Para talen itu juga di fasilitasi kamar menginap karena acara akan berlangsung semalaman.
Hari ini semua bersiap siap dari studio menuju hotel bintang lima dimana perjamuan makan keluarga Sanjaya di adakan, tamu undangan dan pekerja seni di fasilitasi menginap dikamar hotel mewah tersebut. tentu saja tamu undangan nya adalah pengusaha dan sosialita kelas atas di kota ini.
“Mulan apakah gaun dan peralan untuk perform sudah diap semua?” tanya Betti penanggung jawab talen yang akan tampil.
“Sudah siap semua kak, aku akan memeriksanya sekali lagi agar tidak ada yang tertinggal” jawab Mulan.
Mulan berdoa supaya hari ini berjalan dengan lancar. Mereka berangkat serentak menggunakan mobil perusahaan menuju hotel bintang lima yang digunakan untuk acara perjamuan keluarga Handoko.
Persiapan yang sudah dilakukan jauh-jauh hari pasti tidak akan mengecewakan. Mereka saling mengobrol di dalam mobil. Berbeda dengan Priska yang bersiap untuk mencelakai Mulan karena selalu iri padanya.
“Mulan apakah nanti aku bisa menari sebagus dirimu?” tanya Nilam yang tegang sebelum acara.
“Tentu saja bisa, kau sudah latihan dengan baik akhir-akhir ini,” jawab Mulan memberi semangat.
Priska tidak senang semua orang memuji Mulan ia ingin menjadi yang nomor satu dimanapun berada. Ia selalu berpikir bahwa dirinya tidak kalah cantik, menarik dan berbakat dari Mulan. Priska mencoba menyombongkan dirinya.
“Kalian nanti mumpung perform di keluarga kaya harus memanfaatkan hari ini untuk mencari kekasih dari keluarga kaya, biar hidup tidak susah terus!” seru Priska.
“Priska kau ini bicara apa, seharusnya kau menyemangati mereka agar tidak canggung karana mungkin ini perform pertama mereka. Jadilah contoh yang baik!” gertak Mulan.
“Benar kata Mulan, kita harus saling support bukannya mengajari hal yang tidak benar,” ucap Nilam.
Priska menyipitkan matanya, dalam hatinya hanya orang munafik yang berkata seperti Mulan, padahal kalau di lihat dari kenyataan, Priska memang kuliah dengan biaya dari sugar Daddy nya, entah ada berapa banyak lelaki kaya yang di rayu nya, semua itu hanya demi kepopuleran, dan kepuasan dirinya.
"Sudah sampai hotel, ambil kunci kamar kalian masing masing dan beristirahat," kata Betti dan menyerahkan kunci kamar ke talent.
“Baiklah aku akan istirahat sebentar dan menyiapkan peralatan untuk perform,” ucap Mulan.
***
Orang kepercayaan nyonya Handoko kebingungan mencari dimana tuan muda pertama keluarga itu. Padahal sebentar lagi acara keluarga akan dimulai tapi tuan muda itu belum juga terlihat. Ia melaporkan kejadian ini kepada nyonya besar.
"Maaf nyonya, sampai saat ini tuan muda pertama belum juga terlihat,” ucap pak Satyo.
“Dimana anak nakal itu, tolong cari sampai ketemu!” seru nyonya Liani Handoko.
“Baik nyonya sesuai perintah anda,” jawab pak Satyo.
Nyonya Besar khawatir jika Benni tidak datang di acara keluarganya. Beruntung sekali ada orang kepercayaannya yang membantu mencarinya. Tetapi sepertinya pencarian itu juga nihil karena Benni entah dimana bersembunyi. Dia selalu malas untuk menghadiri pesta perjamuan seperti itu. Pak Satyo menyerah mencari Benni dan melapor lagi ke nyonya besarnya.
“Apa orangmu sudah menemukan dimana Benni berada Liani?” tanya tuan Handoko.
“Belum suamiku, aku merasa gagal menjadi seorang ibu tidak bisa mendidik anak itu dengan benar,” jawab nyonya Liani yang bersedih.
“Sudahlah lebih baik kita sapa tamu undangan dulu, mungkin dia akan datang agak telat,” ajak tuan Handoko.
Perjamuan makan malam di mulai, tuan Handoko memberikan sambutan dan pagelaran seni untuk menghibur tamu sudah mulai. Dibuka dengan pentar music, dan para menari. Penutupan pagelaran seni dilakukan oleh Mulan. Tarian yang begitu luwes dan mempenosa membuat para mata lelaki yang melihatnya terpesona dengan gerakan demi gerakan tarian yang dipertunjukan oleh Mulan. Tarian yang dilakukan Mulan terlihat elegan dan berkelas. Tepuk tangan meriah dihadiahkan untuk Mulan saat tariannya sudah selesai.
“Mengagumkan sekali, siapa nama penari itu, sepertinya aku harus memberikan hadiah lebih,” ucap tuan Handoko yang merasa terhibur.
“Tarian yang sangat indah dan juga sepertinya wajahnya familiar,” gumam ibunda tuan Handoko.
“Ibunda benar wajahnya juga sangat enak di pandang mata selain tariannya yang memukau,” ucap Nyonya Handoko.
Disaat yang lain memuji Mulan dan memberikan tepuk tangan yang meriah. Riko mengedipkan matanya memberikan kode untuk Priska agar segera menjalankan aksinya. Setelah ini mereka akan mendapatkan banyak uang jika berhasil membawa Mulan ke atas ranjang seorang pengusaha kaya yang menginginkan tubuhnya.
“Mulan kau sangat mempesona tadi, aku iri padamu karena banyak yang mengagumimu, ayo bersulang untuk keberhasilan kita tampil di acara kelas atas seperti ini,” ajak Priska sambil memberikan gelas yang sudah di campur obat kepada Mulan.
“Terima kasih Priska, kau juga tampil sangat bagus mala mini,” ucap Mulan menerima gelas pemberian Priska.
Mulan meneguk habis minuman yang di berikan oleh Priska. Saat akan menuju kamarnya tiba-tiba kepalanya pusing. Priska menawarkan diri untuk mengantar Mulan ke kamarnya. Namun bukan di antar ke kamarnya Mulan diantar Priska ke kamar yang katanya milik pengusaha kelas atas yang menginginkan tubuh Mulan. Rupaya Priska salah mengantar Mulan ke kamar yang salah. Saat pemilik kamar masuk ke kamarnya ia terkejut ada seorang wanita cantik di atas ranjangnya.
“Baru juga kembali, sudah ada yang bermain licik seperti ini, siapa yang mengirim seorang wanita ke atas ranjangku ini?” gumam Benni
“Tuan Tolong badanku panas,” Mulan merangkul Benni.
“Sebuah trik murahan untuk menggaet tuan muda keluarga kaya, sungguh menjijikkan,” gumam Benni lagi.
Siapa yang tidak tegoda melihat kecantikan dan tubuh indah Mulan, Benni mencoba menahan hasrat yang telah muncul. Mulan terus meronta dan mencoba melepas seluruh pakaiannya karena memang merasakan panas di sekujur tubuhnya. Efek obat yang diberikan oleh Priska sudah mulai bekerja.
"Sepertinya wanita ini telah diberi obat oleh seseorang yang ingin menjebaknya,” gumam Benni sambil menahan hasrat yang ada.
“Tuan tolong aku, panas, tubuhku panas,” ucap Mulan sambil merengek manja kepada Benni.
“Seperti apa yang kau minta, gadis cantik aku akan memenuhi permintaanmu!” seru Benni yang sudah tidak sanggup menahan hasrat di tubuhnya.
Benni melepas pakaian yang ia kenakan dan juga medaratkan kecupan mesra pada bibir Mulan. Ia menyapu seluruh lereh Mulan juga menjelajah tubuh indah Mulan yang sepertinya belum pernah di jamah oleh seorang lelaki manapun. Tak butuh waktu lama semua pakaian mereka sudah terlepas dan berserakan di lantai kamar. Mereka melewatkan malam panjang yang sangat syahdu berdua.
“Aku suka mendengar desahan seperti ini, kau semakin membuatku tidak sabar melakukan hal yang lebih menyenangkan lagi,” ucap Benni.
“Tuan aku sudah tidak sabar lagi, bagaimana jika aku yang akan memuaskanmu,” bisik Mulan.
Gadis cantik yang masih dalam pengaruh obat itu, mendorong tubuh Benni dan menaiki tubuhnya. Ia memainkan permainan naik turun yang membuat Benni merem melek menikmati kenikmatan yang di berikan oleh Mulan. Benni juga sudah tak tahan ingin mencicipi tubuh Mulan yang sekarang menajdi liar dan agresif ini, “Sekarang giliranku membuatmu tidak bisa melupakan hari ini,”
Desahan demi desahan terdengar di seluruh penjuru ruangan, Mereka benar-benar menikmati malam bergairah berdua. Di tempat lain di waktu yang sama, pengusaha yang ingin menikmati tubuh Mulan marah karena apa yang ia inginkan tidak kesampaian.
“Cari dimana gadis itu berada, cari sampai ketemu, jika tidak aku akan menghukum kalian!” teriak pengusaha yang sudah tak tahan mencicipi tubuh Mulan itu.
“Ma-afkan aku tuan, aku akan segera membawa Mulan untukmu,” ucap Riko terbata.
