Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

BAB 7 MULAN YANG KEBINGUNGAN

Bella memarahi Priska yang seakan tak tahu siapa di dalam sana. Tentu saja itu kakak pertamanya dia adalah BennI Handoko. Bella menagtakan dengan jelas siapa yang ada di kamar itu. Ia segera memerintah pengawal untuk mengusir Priska dari sana.

“Kau jangan pura-pura polos ini kamar kakak pertamaku, Benni Handoko kau pasti berencana menggodanya kan!” tuduh Bella dengan tidak suka.

“Apa katamu, tidak, ini pasti tidak mungkin!” seru Priska.

Apanya yang tidak mungkin Priska sungguh tidak tahu mana tuan muda asli dan palsu. Di balik kamar itu ada seorang gadis yang bangun dengan rasa penyesalan, ketakutan dan juga sedih karena ketika bangun tidur ada seorang pria asing di samping ranjangnya. Ia terkejut bukan main.

“Kau kenapa ada dikamarku, apa yang terjadi semalaman,” teriak Mulan dengan kencangnya.

“Kau sepagi ini sudah membuat keributan saja, siapa namamu?” tanya Benni sambil mengucek matanya.

Mulan melihat tubuhnya yang penuh dengan tanda kepemilikan dari pria asing yang ada di sampingnya. Ini menandakan bahwa semalam mereka telah bermain dengan liar. Mulan menggelengkan kepalanya.

“Aku tidak akan memberitahukan siapa diriku, itu tidak penting, apa yang kau lakukan padaku semalam?” tanya Mulan.

“Kau yang menyodorkan dirimu sendiri dikamarku, heh nona manis trik seperti ini sudah sering aku terima, kau memang ingin naik ke atas ranjang tuan muda ini, sekali lagi siapa namamu?” tanya Benni.

Mulan tidak menyahut pertanyaan Benni ia memilih untuk memakai bajunya dan ingin segera pergi menjauh dari kamar itu. Benni memeluknya dari belakang sekali lagi mengujinya dengan menggunakan sebuah cek sebesar seratus juta.

“Ku beri cek seratus juta, dengan ini kita impas, memang ini kan yang kau inginkan, mendapatkan banyak uang dari tuan muda keluarga kaya?” ucap Benni sambil memberikan cek kepada Mulan.

“Kau ini sungguh tuan muda yang penuh percaya diri,” ucap Mulan.

Gadis itu mengambil cek yang di berikan padanya lalu merobeknya dan melemparkan serpihan kertas cek itu di depan muka Benni, “Aku tidak butuh uangmu, aku tidak akan meminta pertanggung jawaban padamu, anggap saja kita tidak pernah bertemu sama sekali!”

Bukannya marah Benni malah tercengang dengan keberanian Mulan, ia semakin ingin mengenal lebih dalam wanita yang menikmati cinta satu malam dengannya itu. Mungkin wanita seperti Mulan yang pantas mendampingi hidupnya.

"Menarik sekali, Jelas jelas aku adalah lelaki pertama yang menjamah tubuh indahmu," ucap Benni sambil tertawa geli.

Benni memerintahkan pengawal untuk mencari tahu asal usul Mulan, sepertinya Benni jatuh cinta pada pandangan pertama. Di tempat lain Mulan sedang menyesali apa yang terjadi padanya.

Mulan kembali ke studio menggunakan taxi ia sangat meratapi apa yang terjadi pada dirinya. Kesuciannya telah di renggut oleh pria asing yang dia kenal sama sekali.

***

Pak Saryo memberikan kabar kepada nyonya besarnya kalau tuan muda pertamanya semalam ada di pesta perjamuan. Ia juga menginformasikan bahwa tuan muda Benni sedang mengutus pengawal untuk mencari tahu asal usul perempuan yang telah ia tiduri semalam.

“Apa kamu bilang anak itu semalam pergi di acara perjamuan tapi aku tidak melihatnya, dan malah asyik bersenang-senang dengan seorang wanita?” tanya nyonya besar agak marah.

“Benar nyonya kalau tidak salah, itu adalah seorang gadis penari,” jawab pak Saryo.

"Pasti dia sengaja masuk ke kamar anak ku, dia sengaja melakukan itu untuk mendapatkan uang," kata nyonya Sanjaya.

Nyonya Handoko sudah mengira jika gadis penari itu sudah merencanakan jauh-jauh hari untuk naik ke ranajng putranya. Sungguh trik murahan ingin masuk ke keluarga kaya seperti ini sudah banyak dilakukan oleh perempuan murahan seperti ini.

Seorang pengawal yang di utus Benni sudah menemukan informasi tentang Mulan, tanpa sepengetahuan Benni informasi itu sampai duluan di tangan nyonya besar Handoko ibunda Benni.

“Seorang gadis penari dari panti asuhan, pantas saja ia dengan sengaja naik ke atas ranjang putraku,” ucap nyonya Handoko.

“Kau sedang melihat foto siapa Liani, boleh ibu lihat siapa dia?” tanya mertua nyonya Handoko.

“Lihat saja bu, gadis penari murahan itu menggunakan trik murahan untuk masuk keluarga kaya,” jawab Nyonya Handoko sambil menyerahkan foto.

Mertua nyonya Handoko terkejut melihat foto Mulan, belaiau meminta informasi lengkap tentang gadis yang bermalam dengan cucunya. Beliau memerintahkan juga untuk mengambil sampel dna yang ada di tubuh gadis itu. Pengawal yang di perintahkan Benni langsung bergegas melaksanakan perintah nyonya tua keluarga Handoko itu.

***

Tidak ada gunanya untuk murung, toh hidup harus terus dijalani. Mulan kembali bersemangat dan tidak ingin terlalu memikirkan kejadian yang menimpanya semalam. Setelah pekerjaannya selesai ia pergi ke kampus pada sore hari.

“Permisi aku butuh parfum dengan aroma bunga daisy satu botol,” ucap Mulan mampir di toko kosmetik di dekat kampusnya.

“Ini untukmu nona cantik,” jawab penjaga toko yang wajahnya tak asing.

Mereka saling menatap satu sama lain dalam waktu yang lama. Aslinya mereka terkejut karena dipertemukan seperti ini. mungkin mereka sudah berjodoh. Sudah meminta pengawal mencari informasi ia malah bertemu lagi dengan Mulan di tokonya.

“Kau kenapa menatapku seperti itu nona?” tanya Benni.

“Karena kau mirip dengan seorang yang menyebalkan, berapa harga parfum ini, aku harus segera masuk kelas sore ini,” jawab Mulan.

Benni menggratiskan parfum itu untuk Mulan, namun gadis itu menolak dan meninggalkan uang di atas etalase itu. Ia segera berlari karena jam kuliahnya sudah mepet sekali. Benni melihat gadis yang berlari ke arah kampusnya itu. “Nona sepertinya kita berjodoh, aku akan terus mencari informasi tentangmu,”

Benni masih terus kepikiran tentang Mulan gadis cantik yang mampu memikat hatinya. Apalagi tubuhnya mereka sudah pernah dekat sebelumnya. Rasanya kepala Benni di penuhi oleh Mulan seharian ini. Dia berniat untuk menemui Mulan saat pulang kuliah nanti.

Tepat pukul Sembilan malam, Benni melihat Mulan sedang menenteng sebuah tas plastik berada di halte. Ia ingin sekali mendekatinya malam itu dan mengantarnya pulang. Tapi apakah gadis itu mau.

Getaran di dadanya saat melihat Mulan kembali muncul, ia tidak tahu apa yang ia rasakan saat ini yang jelas ia ingin menjadi lebih dekat dengan Mulan untuk saat ini.

“Nona bawaanmu banyak sekali, apakah aku boleh mengantarmu pulang?” tanya Benni.

“Kau bukannya tuan muda yang sombong itu, apa kau menguntitku, aku tidak perlu bantuanmu, aku sudah biasa pulang sendiri,” balas Mulan sewot melihat wajah Benni.

Tak lama kemudian sebuah bus datang, mulan segera naik ke bus itu, Benni juga ingin mengikutinya tapi seseorang menghalanginya.

“Tuan Muda, maaf saya mengganggu waktu anda,”

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel