Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

BAB 4 TARIAN YANG INDAH

Mulan tersentak mendengar pertanyaan dari ibu pantinya, tentu saja ia memikirkan nasib anak-anak yang di adopsi oleh orang tua angkatnya. Pasti mereka sudah sangat bahagia mendapatkan keluarga.

“Aku hanya memikirkan nasib anak-anak yang sudah di adopsi,” jawab Mulan dengan senyuman.

“Pasti mereka sudah hidup layak sekarang, ayo tidur besok kamu kan harus bekerja,” ucap Ibu panti.

Mulan kembali ke kamarnya dan segera tidur. Pagi hari saat ia sudah bangun dari tidurnya ia segera mandi dan menuju dapur untuk mengambil sarapan kemudian bersiap berangkat ke pekerjaan.

“Pagi kakak Mulan, mau berangkat kerja ya?” tanya Talia.

"Iya sayang, kamu sekolah yang rajin ya, kakak semangat cari uang untuk biaya sekolah kamu dan panti ini," jawab Mulan.

Mulan berpamitan kepada ibu panti bahwa dia, akan pergi ke studio untuk bekerja, Ia berangkat sekalian mengantar Tali sekolah. Mulan hari berangkat manggunakan motor miliknya. Tepat pukul delapan pagi Mulan sudah sampai di tempat kerjanya. Riko memanggilnya begitu sampai di tempat kerja untuk membicarakan masalah pekerjaan.

“Mulan, kamu harus latihan menari selama sebulan ini, karena kamu akan menjadi penari utama dalam perjamuan makan keluarga Handoko, kamu akan mendapatkan uang yang besar karena sepertinya tuan muda yang kemarin datang sangat tertarik padamu,” ucap Riko

“Akan saya usahakan untuk memberikan penampilan teraik tuan,” balas Mulan.

Riko mengangguk dan mempersilahkan Mulan untuk bekerja. Pekerjaannya adalah menjadi instruktur menari anak di usia dini. Mengajar bakat anak-anak itu supaya lebih terlihat. Banyak anak usia dini yang di masukkan khursus oleh orang tuanya karena melihat bakat dan kemampuan anak yang terlihat pada diri mereka.

Saat Mulan sudah masuk ke kelas untuk mengajar. Priska masuk ruangan Riko karena tadi menguping pembicaraan mereka. Ia menggoda Riko agar mendapatkan pekerjaan di perjamuan keluarga Handoko.

"Pagi pak Riko aku membawakan sarapan untukmu," sapa Priska ia duduk di pankuan Riko dan melingkarkan tangan k eleher Riko untuk menggodanya.

"Aku lebih suka sarapan denganmu,” Riko mengecup bibir Prika di pagi hari.

Suasana di ruang kerja itu berubah menjadi tenang karena dua orang sedang memadu kasih di dalamnya. Bagaikan kucing yang kelaparan dan di berikan ikan segar Riko melahap habis sarapannya di pagi hari iru dengan gairah napsu yang menggelora.

Selesai melakukan itu ada transaksi yang mereka harus sepakati. Diantaranya akan mencelakai Mulan yang hidupnya selalu dijalan yang benar.

“Aku akan memberimu pekerjaan ini. tapi kau juga harus melakukan sesuatu untukku, karena kita akan mendapatkan uang yang banyak!” seru Riko sambil membetulkan pakaiannya.

“Dengan senang hati aku kan melakukan semua perintah anda tuan,” jawab Priska dengan semangat.

Riko meminta Priska untuk memasukkan obat perangsang ke dalam makanan atau minum yang akan dimakan oleh Mulan nanti. Karena ada seorang pengusaha kaya yang menginginkan Mulan menjadi kekasihnya. Dia selalu menolak untuk berhubungan dengan pria itu karena sudah mempunyai istri dan ingin fokus berkarir.

“Setelah selesai tampil di acara perjamuan nanti. Kamu berikan ini kepada Mulan,” pinta Riko sambil memberikan sesuatu kepada Priska.

“Hanya ini saja, aku akan melakukannya dengan baik,” ucap Priska dengan senyuman liciknya.

Akhirnya rencananya untuk menjatuhkan nama baik Mulan akan segera terlaksana berkat bantuan Riko. Beruntung sekali hidupnya karena sudah merencanakan rencana ini jauh-jauh hari. Rasa iri dan dengki selalu menyelimuti Priska karena Mulan selalu unggul dan terkenal di bandingkan dengan dirinya. Sekarang saatnya mencelakai Mulan.

***

"Oke kelas menari kalian sudah selesai, terima kasih sudah semangat mengikuti kelas menari hari ini,” ucap Mulan dengan senyuman terindahnya.

"Kakak Mulan, bisakah aku nanti jika sudah besar seperti kakak yang terkenal?” tanya salah satu murid menarinya.

“Asalkan kau rajin berlatih dan konsisten, maka kau akan menjadi penari terkenal seperti aku!” jawab Mulan dengan semanagtnya.

Gadis kecil itu sangat senang dengan jawaban Mulan ia berpamitan untuk pulang dan akan kembali esok hari. Mulan kembali ke ruang latihannya. Seperti biasa ia akan latihan selesai mengajar. Setiap hari selama setengah jam ia akan berlatih untuk melenturkan tubuhnya dan memperbaiki gerakan menarinya.

Saat mulan bersemangat latihan di ruang resepsionis seorang pemuda kaya sedang menantinya untuk bertemu.

“Bisakah aku bertemu Mulan hari ini?” tanya Brian.

“Saya akan konfirmasi dulu ke Mulan, biasanya jam seperti ini dia sedang mengajar kelas tari, silahkan tunggu di ruang tunggu tuan,” Jawab Resepsionis.

Ketika resepsionis mengkonfirmasi Mulan. Priska yang tak sengaja melihat Brian duduk diruang tunggu tidak ingin kehilangan kesempatan untuk lebih dekat dengannya. Ia langsung menyapanya namun di abagaikan oleh Brian ia lebih memilih memainkan ponselnya daripada meladeni Priska. Berbagai cata di lakukan Priska untuk merebut perhatian Brian.

“Tuan muda, aku bisa mengajakmu berkeliling studio ini, juga melihat audisi pemilihan penari untuk perjamuan keluarga anda hari ini,” ucap Priska.

“Aku sudah ada janji dengan seseorang, maaf!” seru Brian sambil memainkan lagi ponselnya.

Priska terus menggoda Brian ia duduk di sampingnya dan melakukan apa yang ia biasa lakukan untuk menggoda para lelaki hidung belang itu. Tetapi belum sempat melakukan aksinya lebih lanjut seseorang datang ke ruang resepsionis itu.

“Jadi ini wanita yang kau maksud kak, menjijikkan sekali begitu ambisi dan juga murahan!” seru Bella yang jijik melihat Priska.

“Bella, wanita seperti ini bukan seleraku, begitu gatal dan tidak tahu malu!” hardik Brian yang sangat kesal dengan Priska.

Priska terlihat kesal dan ingin memaki saja, tapi ia harus tetap menjaga citranya. Ia tetap terliaht sopan di depan dua bersaudara itu. Tak lama kemudian wanita cantik dan anggun dengan tubuh tinggi proposional, kulit putih, ramput ikal panjang. Berhidung macung memasuki ruangan. Bella sangat kagum melihat sosok itu yang begitu ramah dan sopan saat menyapa mereka.

“Permisi, tuan ada apa mencari saya?” tanya Mulan seraya membungkukkan badannya.

“Wah kak kau cantik sekali, tubuhmu juga professional, bagaimana jika kau menjadi model konsmetik peruhasaan Handoko?” Bella mengelilingi tubuh Mulan dan memperhatikannya dari ujung rambut sampai kaki.

Brian menutup mulut adiknya yang terus mengoceh ia mengucapkan kata maaf kepada Mulan dan mengajaknya mengobrol dengan santai. Dia mengajak mulan untuk melihat audisi pemilihan penari yang akan tampil di acara keluarganya besok. Priska merasa iri kenapa bisa Mulan merebut semua apa yang ia impikan termasuk menjadi seorang model. Karena mereka akan menuju ruang audisi, priska menjadi mempunyai akal untuk mengompori peserta audisi lainnya agar memprotes satu orang yang tidak mengikuti audisi.

“Tuan juri aku menyukai peserta nomor tujuh, bisakah dia menjadi penari di acara perjamuan nanti?” tanya Bella.

“Nona muda sesuai keinginan anda, kami akan memilih peserta nomor tujuh untuk menari di ancara perjamuan anda besok,” jawab seorang juri.

Brian tak mau kalah dari Bella ia juga memilih peserta yang ia rasa bagus dan cocok untuk mengisi acara hiburan di perjamuannya. Mulan juga memberikan piliahan penari mana yang cocok. Pilihan mereka di setujui oleh juri yang ada. Audisi selesai dan di umumkan siapa saja yang akan menjadi talent di perjamuan keluarga Handoko. Tapi beberapa peserta audisi ada yang protes mengenai Mulan yang tiadak ikut audisi. Tentu saja itu semua karena hasutan priska.

"Ini tidak adil, mulan terpilih tetapi dia tidak mengukuti audisi, jangan-jangan dia melakukan kecurangan!” seru salah satu peserta.

“Aku rasa dia tidak mengikuti audisi karena main belakang dengan petinggi, sungguh licik dan bermain kotor!” celetuk sealah seorang peserta lainnya dengan wajah sinis.

Brian sangat kesal dengan beberapa talen yang melayangkan protes karena Mulan tidak mengikuti audisi. Mulan menenangkan Brian dan melakukan tarisannya agar meredam para talen yang protes dan menganggap dirinya wanita kotor main belakang dengan para petinggi perusahaan, “Kalau begitu ijinkan aku menari di hadapan kalian semua,”

Mulan menari di hadapan semua juri dan talen yang protes, sebuah tari balet yang sangat memukau, tubuh Mulan lentur dan menari dengan sangat indah. Membuat banyak mata yang melihatnya terpana akan keindahan tarian yang dilakukan Mulan.

Riuh tepuk tangan memadati ruangan itu saat Mulan selesai menari.

“Kakak tarianmu sangat indah sekali, pantas saja kakakku sangat terpesona oleh mu,” ucap Bella yang sangat senang.

“Terima kasih atas pujianmu nona muda,” jawab Mulan.

“Sekarang apa kalian lihat, kenapa Mulan tidak mengikuti audisi, siapa tadi yang mengatakan Mulan berbuat curang minta maaflah!” seru Brian.

Peserta yang tadinya memprotes karena hasutan priska mereka meminta maaf pada Mulan. Karena hatinya baik Mulan memaafkan mereka semua. Melihat Mulan yang selalu di sanjung dan di puji membuat Priska ingin sekali lagi mencelakainya.

“Apa yang ingin kau lakukan lagi Priska?” tanya Riko yang menahan Priska untuk tidak melakukan kesalahan.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel