Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

BAB 3 TERESONA DENGAN PENARI CANTIK

Mulan mengucapkan terima kasih atas kebaikan Brian, tapi sepertinya ia tak ingin merepotkan Brian. Ia mengatakan pulang ke panti asuhan. Disanalah tempat tinggalnya dari kecil.

Brian sangat terkejut seorang penari terkenal dan berbakat dari studio seni itu tinggal di panti asuhan dan tidak malu mengakuinya.

“Apa kamu tinggal di panti asuhan, kalau begitu kau tinggal di panti asuhan mana?” tanya Brian.

“Di panti asuhan tali kasih tuan,” jawab Mulan singkat.

Sepertinya Brian sangat familiar dengan nama panti asuhan itu. Ya panti asuhan itu adalah tempat biasa neneknya menyumbangkan dana amal yang terkumpul dari para pengusaha dan orang kaya kelas atas lainnya. Sekali lagi Brian menawarkan diri untuk mengantar Mulan pulang.

"Mulan sekali lagi aku ingin menawarkan tumpangan pulang untukmu,” pinta Brian yang sebenarnya tidak rela berpisah dengan gadis cantik itu.

"Maaf tuan, bukannya saya menolak tapi saya takut waktu tuan muda terbuang sia-sia karena mengantar saya pulang,” ucap Mulan.

"Tidak apa apa, aku senang mengantarmu, kamu bersiaplah dulu, aku akan ke ruangan Riko," pinta Brian.

Mulan bersiap mengganti bajunya untuk pergi kekampus, sementara Brian menuju ruangan Riko, Brian mendengar suara aneh yang mungkin itu sebuah desahan suara perempuan di dalam ruangan Riko.

Priska menggoda Riko, akhirnya perbuatan terlarang itu terjadi di ruang kerja Riko, tak lama memang mereka melakukan perbuatan terlarang itu, Brian yang mendengar kan percakapan mereka pun merasa risih dan memandang perempuan itu sebagai perempuan tidak beres, dia pun mengetuk pintu ruang kerja Riko, saat dia rasa suasana sudah tenang di dalam ruangan itu, “Sungguh menjijikkan, aku ingin sekali memalukan mereka, tapi apa hakku?”

Tok. .Tok. .Tok.

"Masuk tidak dikunci," jawab Riko dari dalam ruangan.

"Maaf mengganggu kencan kalian berdua, aku hanya ingin mengobrol sebentar dengan tuan riko!” seru Brian dengan pandangan sinis.

"Sepertinya kau salah paham tuan, ini salah satu talent penari berbakat kami, apakah anda juga tertarik dengan nya?" tanya Riko menyembunyikan kepanikannya.

"Dia bukan seleraku!" seru Brian dengan ketus.

Priska dan Riko terdiam, namun dalam benak Priska, dia harus bisa mendapatkan pekerjaan ini, karena jika bisa menjadi penari di perjamuan keluarga Handoko. Dia bisa menggoda tamu undangan yang datang. Pasti tamu undangan yang datang adalah dari keluarga kelas atas. Priska bisa menggoda salah satunya dan menjadikan sugar daddy untuknya.

“Jadi tuan apakah anda sudah menemukan penari yang cocok?” tanya Riko.

“Sampai saat ini belum, tapi aku ingin mengantar Mulan pulang hari ini, kau siapkan saja lima penari dan penyanyi berbakat, tapi tentu saja aku tertarik dengan Mulan,” jawab Brian dengan serius.

"Kalau begitu Mulan adalah tamu istimewa anda,” ucap Riko.

Brian pamit untuk mengantar Mulan pulang, saat Brian sudah meninggalkan ruangan itu, adegan panas antara Riko dan Priska kembali terjadi kali ini begitu intens dan lama. Semua demi mendapatkan sebuah pekerjaan Priska rela menjual harga dirinya demi sebuah uang dan ketenaran.

"Maaf nona jadi membuatmu menunggu lama, ayo aku antar pulang ke rumah,” ajak Brian.

“Tuan, aku akan pergi ke kampus, jadi setiap sore aku kuliah, bisakah kau antar aku ke kampusku?” tanya Mulan.

Brian menyanggupi permintaan Mulan, asalkan bersama wanita cantik itu Brian rela pergi kemana saja. Menggunakan mobil sport mewah milik Brian mereka berangkat ke kampus. Karena tidak terbiasa dengan kemewahan Mulan minta di turunkan agak jauh dari gerbang ia tidak ingin terlihat mencolok turun dari mobil mewah mengingat kondisinya seperti ini. menjadi seorang penari sering di cap jelek oleh sebagian orang.

"Maaf tuan, bisakah saya turun disini saja, aku belum pernah naik mobil mewah seperti ini aku hanya takut di cap perempuan liar oleh orang sekitar,” pinta Mulan.

"Apa kamu takut pacarmu tahu aku mengantarmu ke kampus?" tanya Brian yang berprasangka jika Mulan hanya berbohong.

Mulan menjelaskan alasan dan maksudnya ia juga belum mempunyai pacar. Tidak ada yang penting selain karir dan pendidikannya saat ini. Mendengar hal itu Brian sangat senang. Jadi dia bisa lebih dekat dengan Mulan. Brian meminta nomor ponsel Mulan untuk bisa bertukar sapa. Setelah mengucapkan terima kasih Mulan bergegas turun dan pergi menuntut ilmu. Brian menelepon kakaknya karena kebetulan Mulan satu kampus dengannya.

"Hallo kakak, aku berada di dekat kampusmu, bukankah kamu juga tinggal di dekat sini?" tanya Brian lewat sambungan telepon.

"Kemarilah, aku sudah melihatmu sejak tadi ke kafe seberang kampus sekarang!” seru Benni.

Brian menemui Kakak nya yang sudah berada di kafe menunggu beberapa orang yang akan menemuinya untuk bertransaksi. Benni melambaikan tangannya saat melihat sang adik dari jauh. Untuk memberikan kode agar Brian tidak kesulitan menemukannya.

“Kakak apa kau tahu aku sangat merindukanmu,” Brian memeluk kakaknya.

“Kau ini seperti tidak melihatku berabad-abad saja!” seru Benni sambil memukul kepala Brian.

Brian senang melihat dan bertemu kakaknya setelah lama tidak berjumpa. Benni lebih sering menghabiskan waktu di luar rumah dibandingkan berada di rumah mewah milik orang tuanya.

Mata Brian melihat beberapa produk yang dibawa kakaknya dan bertanya apa yang ia bawa itu.

Benni menjelaskan kepada adiknya, tentang parfum bunga mawar dan skincare untuk membuat wajah kinclong yang ada di depannya ini adalah produk yang di produksi oleh keluarga Handoko.

"Kak, untuk apa kau mengahabiskan masa mudamu seperti ini, padahal di rumah semuanya tersedia, aku rasa kau tidak kekuragan sedikit uangpun” ucap Brian.

"Suatu hari nanti kamu akan mengerti," balas Benni singkat.

Sedang asyik mengobrol dengan kakaknya, datanglah Priska untuk menggoda Brian. Priska masih ingin mendapatkan pekerjaan untuk menari di perjamuan keluarga kaya itu. Kebetulan ada Brian ia ingin sekali mendapatkan hati Brian. Dengan begitu ia bisa mendapatkan pekerjaan dan mudah masuk keluarga kaya mengandalkan kecantikan dan bodinya.

“Tuan muda, kebetulan kita bertemu lagi, bolehkan aku ikut duduk disini?” tanya Priska dengan mata genitnya.

"Kamu sengaja ya menguntit aku sampai kesini?” bentak Brian yang tidak suka dengan kehadiran Priska.

Brian menjadi tidak mood dan meninggalkan begitu saja tempat itu. Benni menertawakan Priska yang mengikuti Brian entah kemana perginya. Mata Benni melihat perempuan cantik yang bersama adiknya tadi. Dia berpikir mungkin Mulan itu adalah salah satu perempuan seperti Priska, yang mendekati semua pria kaya hanya demi uang.

"Mulan ini pesanan kamu seperti biasa ya," kata penjual nasi rames samping kampusnya.

"Terimakasih bu, ini cukup untuk makan malam kami di panti," balas Mulan.

"Oh iya, ini ada bonus untuk kalian ya, sekantong bakwan udang," kata penjual nasi.

"Wah terimakasih ya bu, pasti adik adik di panti senang sekali," balas Mulan dengan gembira.

Mulan pergi mencari angkot untuk pulang ke panti setelah membayar nasi rames pesanan nya, setiap hari sepulang dari kampus atau bekerja, dia memesan nasi rames untuk makan malam bersama di panti, Mulan sudah sampai panti asuhan membawa nasi ramesnya.

“Adik-adik ayo kita makan nasi rames bareng,” teriak Mulan saat melihat adik-adik pantinya masih melek menonton televisi.

“Hore kakak Mulan sudah pulang,” sahut mereka bersamaan.

Mereka makan bersama di satu ruangan dengan gembira, Mulan sudah terbiasa dengan suasana seperti ini, dia sudah menganggap mereka semua adalah keluarga kandung nya, akhir akhir ini banyak keluarga yang mengadopsi anak dari panti, membuat jumlah penghuni panti berkurang, kini tinggal Mulan, ibu panti, dan beberapa adik kecil kesayangannya. Membuat mulan merasa kehilangan mereka.

“Mulan apa yang kau pikirikan, kenapa termenung seperti itu?” tanya ibu panti asuhan.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel