Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

BAB 2 BERTEMU PENARI CANTIK

Percekcokan pun tak terhindarkan antara mami dan anak itu, karena Brian merasa kesal kenapa maminya selalu mengutamakan sang kakak daripada dia. Tuan Handoko masuk ruangan dan melerai keduanya.

"Kalian ini sedang bertengkar masalah apa? Memalukan sekali!” gertak tuan Handoko.

istri dan tuan muda kedua keluarga Handoko, mengakhiri perdebatan. mereka duduk di ruang keluarga susuai arahan dari tuan Handoko untuk berdiskusi tentang apa yang mereka debatkan, “Mami menjodohkan Lusi dengan kakak, sedangkan mami tahu kami tumbuh bersama dan saling mencintai,”

"Tapi Benni adalah anak sulung dan pewaris keluarga maka mami memilih Lusi yang berbakat untuk menjadi pendampingnya,” ucap nyonya Hnadoko.

"Apakah aku juga tidak pantas menyandang pewaris keluarga ini?" tanya Brian.

Tuan Handoko marah besar atas jawaban istrinya. Apa hubungannya Benni dijodohkan dengan Lusi karena akan menjadi pewaris perusahaan. Tuan Handoko menilai ini sangat berlebihan. Mereka mempunya tiga anak jadi perusahaan akan di bagi menjadi tiga untuk anak-anaknya bukan satu saja. Tuan Handoko menasehati istrinya untuk tidak pilih kasih dan membeda-bedakan putranya, semuanya sama.

"Liani apa maksudmu ini, memangnya aku akan mewariskan perusahaan hanya pada Benni saja,” bentak tuan Handoko.

“Tapi suamiku, Benni anak sulung jadi akan menjadi pewaris dan penamping yang cocok adalah Lusi wijaya,” jawab nyonya Handoko.

“Mami hanya selalu fokus pada kakak yang entah dimana keberadaannya itu, apakah aku ini bukan anak kandung mami?” tanya Brian.

Nyonya Handoko hanya terdiam, dia bingung untuk menjawab pertanyaan anak kedua nya itu, sebenarnya nyonya Wijaya lebih suka bila Benni yang menjadi menantunya, karena Benni adalah anak sulung dan sudah pasti menjadi pewaris perusahaan keluarga Handoko yang besar itu.

"Brian, mami akan mengenalkanmu dengan beberapa wanita putri dari keluarga kelas atas yang lain,” ucap nyonya Handoko.

"Tidak, aku hanya mau Lusi Wijaya, mami jika masih ingin menjodohkan kakak dengan Lusi aku akan bertengkar dengannya,” jawab Brian.

Tuan Handoko meminta Brian untuk menenangkan dirinya. Beliau tidak ingin hanya karena wanita terjadi perpecahan antara kakak dan adik itu. Beliau meminta Brian untuk memilih beberapa penari berbakat untuk menghibur acara perjamuan keluarga yang akan di adakan sebentar lagi.

"Brian lebih baik kamu membantu papi ke studio penari milik teman papi, kamu pilih penari berbakat untuk menghibur tamu perjamuan keluarga kita besok,” pinta tuan Handoko.

"Baik papi, aku akan kesana, siapa tahu bisa bertemu dengan wanita cantik disana," balas Brian.

Brian pergi meninggalkan nyonya dan tuan Handoko di ruang keluarga, dan bergegas menuju studio seni sesuai perintah ayahanda nya. Sebenarnya ia malas ke studio karena pasti disana isinya perempuan murahan yang menjadi simpanan para om-om kaya.

"Liani, sebenarnya apa yang kamu sembunyikan?" tanya tuan Handoko.

"Suamiku, nyonya Wijaya ingin Benni menjadi menantunya, sedangkan aku tahu Lusi dan Brian sudah lama mereka dekat, aku bingung harus bagaimana,” jawab istri tercinta tuan Handoko.

"Apa alasan nyonya wijaya ingin sekali menjadikan Benni sebagai menantunya?” tanya Tuan Handoko.

Nyonya Liani Handoko, menceritakan jika nyonya Wijaya kepincut dengan Benni karena ia sudah mempunyai usaha sendiri. Sebuah toko kosmetik yang ada di dekat kampusnya sendiri. Toko itu sangat ramai pengunjung. Dari kecil mungkin nanti akan menjadi besar itulah sebabnya nyonya Wijaya ingin sekali menjadikan Benni sebagai menantunya.

"Anak itu memiliki toko darimana, modal dari mana?” tanya tuan Handoko heran.

"Aku juga belum begitu paham dengan apa yang dilakukan oleh anak itu di luaran sana,” jawan nyonya Handoko.

Tuan Handoko menggelengkan kepalanya, sepertinya dia tidak kekurangan uang. Untuk apa putra sulungnya itu memilih membuka toko kecil di pinggi jalan seperti itu. Padahal dia minta apa saja juga akan langsung tersedia. Sedang fokus mengobrol dengan istrinya tuan Handoko dikagetkan dengan kedatangan ibundanya.

"Handoko aku ingin berbicara sebentar kepadamu," pinta ibunda tuan Handoko.

“Ibu kapan datang, kenapa tidak mengabari, duduklah bu, biarkan Liani membuatkan ibu teh,” ucap tuan Handoko.

Ibunda tuan Handoko menjelaskan makdusnya. Bahwa dahulu kala ia berjanji akan menjodohkan cucunya dengan cucu sahabatnya. Tetapi sudah sangat lama cucu sahabatnya itu menghilang saat kecelakan berlibur bersama keluarganya.

Namun beberapa hari yang lalu saat menyalurkan dana amal ibunda tuan Handoko melihat seorang gadis yang sangat mirip dengan sahabatnya. Beliau sangat yakin jika gadis itu adalah cucu dari sahabatnya yang telah lama menghilang. Ibunda tuan Handoko berharap gadis itu bisa menikah dengan salah satu cucunya bisa Benni ataupun Brian.

"Ibu mirip belum tentu itu adalah gadis yang sama, kalau begitu biarkan aku meminta orang untuk menyelidiki gadis itu,” ucap tuan Handoko.

"Aku setuju padamu, semoga gadis di panti asuhan itu benar-benar cucu sahabatku yang telah lama hilang,” jawab ibunda Tuan Handoko.

Ibunda tuan Handoko sudah lega menceritakan apa yang mengganjal di hatinya. Beliau istirahat di kamarnya karena lelah perjalanan ke rumah putranya. Di tempat yang berbeda di studio para penari berbakat berada Brian bertemu dengan gadis yang di maksud oleh neneknya.

***

"Ada yang bisa saya bantu tuan muda, atau mungkin anda sudah membuat janji dengan orang kami?" tanya recepsionis yang bertugas.

"Aku ingin bertemu bagian marketing, aku sudah membuat janji dengannya,” jawab Brian.

"Baik tuan tunggu sebentar," ucap resepsionis sambil menekan tombol telepon menghubungi bagian terkait.

Bagian resepsionis memandu Brian untuk menunggu di ruang tunggu perusahaan. Tak lama kemudian orang yang sudah membuat janji dengannya menemui Brian. Orang itu bernama Riko yang bertanggung jawab jika ada klien yang menginginkan memakai jasa penari untuk sebuah even atau perjamuan keluarga kaya.

"Selamat siang, tuan muda Brian, saya Riko yang sudah membuat janji dengan anda sebelumnya,” sapa Riko dan menjabat tangan Brian.

"Pilihkan aku beberapa penari berbakat untuk perjamua keluargaku nanti,” balas Brian.

"Baik tuan muda Brian, silahkan ikuti saya anda bisa memilih penari seperti apa yang cocok untuk acara keluarga anda,” ajak Riko.

Riko mengajak berkeliling Brian, mulai dari studio rekaman suara, kelas menari usia remaja, usia gadis muda, dan terakhir kelas profesional, Brian tak mengedipkan mata melihat tarian memukau dari gadis muda berkulit putih, bermata bulat, rambut ikal panjang sepunggung, dan berkaki jenjang itu, tarian nya begitu gemulai, lekuk tubuhnya membuat Brian tak kuasa untuk berpaling darinya.

"Maaf tuan-tuan, saya tidak menyadari jika ada orang yang datang, apa ada yang bisa saya bantu?” tanya Mulan menghentikan tarian nya saat menyadari ada yang memperhatikan tariannya.

Ya gadis cantik itu bernama Mulan, dia seorang penari berbakat, dia sadar ada yang memperhatikan tariannya, sejenak menghentikan tarianya dan menyapa orang yang sedari tadi memperhatikan nya sampai begitu terpukau.

"Ah nona maaf aku mengganggumu latihan, boleh aku mengajakmu berbincang sebentar nona?" tanya Brian.

"Boleh tuan, tapi saya harus ijin kepada tuan Riko, selaku bos saya," jawab Mulan.

"Tentu saja aku akan mengijinkan kalian untuk berbincang," balas Riko yang sudah merasa Brian cocok dengan Mulan.

Selesai mengganti pakaiannya Mulan menemani Brian mengobrol di ruang tamu studio. Pria tampan itu mengungkapkan kekagumannya kepada Mulan yang begitu piawai menari. Ia mengatakan bahwa ingin Mulan menjadi bintang tamu di acara perjamuan makan keluarga Handoko.

"Nona tarianmu sungguh memukau, aku ingin kau menjadi bintang tamu di acara perjamuan keluargaku,” pinta Brian.

"Kalau untuk itu anda bisa langsung ke manajer saya, karena saya tidak bisa memutuskan langsung mengambil job dimana,” jawab Mulan.

Brian sungguh tertarik dengan Mulan selain cantik dia juga sangat sopan dan ramah, berbeda dengan para wanita yang sudah berkecimpung di dunia seni pada umumnya. Brian ingin mengenal lebih dekat dengan Mulan itu.

“Aku berharap kau bisa menjadi bintang tamu di acara perjamuan keluargaku,” ucap Brian.

"Semoga saja ya tuan, kalau begitu aku pamit pulang dulu ya tuan, karena sudah selesai latihan,” balas Mulan.

“Dimana tempat tinggalmu, aku bisa menagntarmu pulang!” seru Brian bersemangat sekali mengantar pulang wanita cantik.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel