Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Part 2

"Kano mau pindah."

Rani terkejut dengan kedatangan Kano yang tiba-tiba. Ia menoleh ke sampingnya, dan mendapati Kano yang sudah duduk disana.

"Pindah? Pindah kemana?"

"Apartemen."

"Kamu sama Sheva mau tinggal di apartemen kamu?"

Kano mengangguk.

"Kamu yakin?"

Kano mengangguk lagi.

"Kapan kamu pindah?"

"Sekarang."

"Hah? Kamu yakin mau pindah sekarang? Terus gimana sama papa? Kamu udah bicarain ini semua sama papa?"

"Mama."

"apanya?"

"Mama aja."

"Ck, udah mama bilang kalo ngomong yang jelas!"

"Kano ke atas."

Rani mendengus kesal menatap punggung putranya yang berjalan kearah tangga.

"Sifat Kano keturunan dari kakek nya kali yah? Dingin banget ih!"

-----

"Udah?"

"Eh?" Sheva terlonjat kaget saat ia mendengar suara Kano.

"Cepet."

"I--ini udah aku beresin semua baju-baju kamu."

Kano menarik dua koper miliknya dan juga milik Sheva untuk disimpan di bagasi mobilnya.

"Kano." Panggil Sheva.

Kano memberhentikan langkahnya, tanpa menoleh ke belakang.

"Ko-koper aku, biar aku aja yang ba-"

"Gausah."

Kano kemudian kembali melanjutkan langkahnya keluar kamar.

-----

Saat ini Kano dan Sheva sudah berada didalam mobil milik Kano. Hanya keheningan yang terjadi diantara mereka. Tidak ada dari mereka yang memutuskan untuk memulai pembicaraan. Mereka sibuk dengan dunia nya masing-masing.

Garing banget ya. Batin Sheva. Ingin rasanya ia memulai pembicaraan. Namun, ia takut. Takut jika nanti Kano akan mengacuhkannya.

"Kan-"

Drrtt..Drrtt..

Sial! Ucapan Sheva terpotong oleh suara ponsel Kano yang tiba-tiba saja berdering. Tanpa mengalihkan pandangan, Kano merogoh saku celana mengambil ponselnya.

"Hm?"

"....."

"Iya."

"....."

"Iya mah."

"....."

"Iya mah, iya."

Bip.

Kano menyimpan ponselnya kembali. Ia mulai menambah kecepatan mobilnya supaya lebih cepat sampai di apartemen.

-----

19.56 pm.

Sheva melipat sajadah miliknya dan juga milik Kano, lalu menyimpan nya ditempat semula. Ia dan Kano baru saja selesai melaksanakan sholat isya.

"Mau kemana?" Tanya Sheva, saat melihat Kano yang sudah rapih dengan setelan Hoodie merah nya.

"Keluar."

"Jangan pulang malem-malem yah."

"Hm."

Sheva meraih tangan kanan Kano, lalu menciumnya. Ia tersenyum pada Kano.

"Hati-hati bawa mobilnya, jangan kebut-kebutan."

Kano mengangguk singkat. Ia pun mulai melangkahkan kakinya menuju pintu apartemen.

"Semoga ga terjadi apa-apa sama Kano." Gumam Sheva, sambil menatap punggung Kano yang perlahan menghilang.

----

"Gue fikir, lo engga akan dateng." Ujar salah satu teman Kano. Sebut saja, Alex.

Kano dan teman-teman nya ber-higfive. Setelah itu mereka mempersilahkan Kano untuk duduk. Fyi, di kampus nya Kano memiliki empat orang teman. Diantaranya Alex, Jeven, Satria, dan juga Deo.

"Lo boleh keluar sama bini lo?" Tanya Satria.

Kano mengangguk.

"Terus, bini lo sendiri di apartemen?" tanya Jeven.

Kano mengangguk lagi.

"Sialan! Masa dari tadi kita nanya, lo cuma ngangguk-ngangguk doang sih." Satria menatap dongkol kearah Kano. Sedangkan Deo terkekeh melihat raut wajah Satria yang menampilkan kekesalan.

"Lo kayak baru kenal Kano aja. Oh, atau jangan-jangan ke bini lo juga sama? Lo dingin ke bini lo No?" Deo memicingkan matanya seakan mengintruksi Kano lewat sebuah tatapan matanya.

"Intinya harus banyak-banyak sabar deh kalo jadi bini nya Kano." Timpal Alex.

"Eh btw, lo udah nyentuh dia No?" Tanya Satria.

Kano menggeleng.

"Seriously? Lo ga bohong kan?" Satria membulatkan matanya tak percaya.

Kano mengangguk.

"Lo-"

"Udah-udah! Mendingan diminum dulu deh, nanti keburu ga enak." Alex menyela ucapan yang akan dilontarkan oleh Jeven.

Mereka pun meraih gelas yang berisi orange juice lalu mulai meneguknya.

Diam-diam Alex, Jeven, Satria, dan Deo tersenyum ketika melihat minuman Kano yang kini tersisa setengah.

"Haus lo No?" Tanya Jeven sambil terkekeh.

Kano tidak menjawab pertanyaan Jeven. Ia lebih memilih untuk fokus pada ponselnya.

Selang beberapa menit, Kano merasakan tubuhnya terasa aneh. Padahal di kamar Alex sudah jelas-jelas terpasang AC.

Alex dkk saling melempar senyum melihat gelagat Kano yang mulai aneh. Sepertinya obat itu bereaksi.

"Lo kenapa No? Gapapa kan?" Deo pura-pura tidak tahu apa-apa. Ia berusaha untuk menampilkan raut watados nya.

"Gue balik!" Kano segera beranjak dan pergi begitu saja meninggalkan teman-teman nya.

Sedangkan Alex dkk, mereka bertos-ria. Tidak menyangka bahwa rencana mereka akan berhasil.

-----

"Kano kok lama yah pulangnya? Aku kira dia bakalan pulang cepet." Sheva duduk dengan gelisah. Sejak tadi ia memperhatikan arlojinya yang kini sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.

"Semoga ga terjadi apa-apa sama Kano."

"Kano keluar sama siapa yah? Gimana kalo dia-"

"Ah, engga-engga! Aku enggak boleh curiga sama Kano. Aku percaya kok, walaupun sikap dia kek gitu ke aku tapi dia ga mungkin selingkuh."

"Kano pasti-"

Tok! Tok! Tok!

"Itu pasti Kano." Sheva lantas tersenyum. Ia kemudian beranjak dan berjalan membukakan pintu.

"Kan-"

Bruk!

Kano memeluknya. Dan hal itu, sontak membuat Sheva mematung ditempat.

"Ka--Kano, kamu kenapa?" Tanya Sheva takut.

"Tolong gue." Kano melepas pelukannya. Tanpa babibu, ia langsung menggendong tubuh Sheva ala bridal style menuju kamarnya.

"Kano, turunin!"

"Kano!"

"Kano kamu mau apa!"

Bruk!

Kano menghempaskan tubuh Sheva diatas kasur king-size miliknya dengan kasar. Sheva beringsut ke belakang saat ia melihat mata Kano yang kini sudah di liputi oleh gairah.

"Ja--jangan Kano!"

"Ka--kamu mau apa!"

Sheva mulai menangis. Ia takut jika apa yang ia takutkan selama ini akan terjadi malam ini juga.

Kano melepas Hoodie nya dengan terburu-buru lalu membuangnya asal. Ia mulai beringsut mendekati Sheva yang kini sudah menangis sambil memeluk tubuhnya sendiri.

Kano menindih tubuh Sheva, dan hal itu mampu membuat Sheva tersentak kaget. Kano meraih kedua tangan Sheva, menempatkan diatas kepala gadis itu. Matanya langsung tertuju pada bibir ranum milik sang-istri.

"Ja-jangan hiks.."

Kano memajukan wajah nya. Hembusan nafas begitu jelas terasa menyapu kulit wajah Sheva.

"KANOOOO!!"

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel