BAB 4 Tempat Penyiksaan
Hampir 3bulan emir memulihkan untuk berfungsi seperti semula, karena kecelakaan itu, dan untuk sembuh total kurang lebih selama 5bulan, setengah tahun dia harus dirumah dan selalu mendapatkan kata mutiara dari mommy nya tiap hari, mau tak mau harus dia lakukan karena dia butuh perawatan ekstra dari mommy nya
“besok kamu berangkat ke kota S em, .. jangan pernah macam-macam disana, statusmu adalah keponakan Arra” kata Daddy nya,
“jangan harap kamu lepas dari pengawasan mommy” ancam mommy nya, dan emir langsung lemas karena ancaman mommy nya itu
“enggak masalah yang penting emir keluar dari rumah ini, biar enggak dengar ocehan mommy tiap hari” mommy nya langsung reflek melempar emir dengan bantal sofa, dan membuat emir terkekeh berhasl mengerjai mommnya
“sana ke kamar, persiapkan keperluan kamu” usir mommy nya, dan emir langsung lari ke kamarnya dan menuju tempat baju dan semua keperluannya berada “Dad, kamu yakin ini berhasil?” tanya nyonya wiyata yang takut karena dia tak bisa mengawasi anaknya secara langsung
“yakin mom, kamu tak perlu meragukan Arra, dia tak pernah pandang siapa untuk menegur maupun mendidik orang untuk menjadi benar” kata tuan wiyata, karena Arra adalah mantan asistennya yang sudah didiknya untuk menjadi seorang pemimpin hebat, dan terbukti sekarang
“oke... tapi perjanjian awal, kalo dia bertingkah pulangkan dia kesini, biarkan dia bekerja di kantor pusat” nyonya wiyata masih menekankan dengan tegas
“seperti yang kamu mau honey” jawabnya sambil mencium kening istrinya dengan penuh mesra
Sampai dibandara emira dijemput oleh Asisten Ibu Arra, yaitu bapak Fakhrul, dia adalah asisten yang dipercaya Arra untuk menggantikan dia bertugas jika dia tak bisa hadir, dan Fakhrul juga tau kalo emir itu adalah putra dari CEO WY Group, hanya Arra dan Fakhrul yang tau tentang itu “selamat siang mas emir, saya fakhrul yang ditugaskan ibu arra untuk menjemputmu dan membawamu ke apartemen, serta membawamu untuk berkeliling dan menghafal jalan” emir hanya mengangguk dan masuk ke dalam mobil di sebelah sisi pengemudi
“kita ke apartemen dulu kan ini” tanyanya lagi untuk memastikan, karena dia hanya menggunakan kaos dan celana jeans serta sepatu cats
“iya mas, kita ke apartemen, disana sudah ada bibi yang akan membantumu membereskan barang-barangmu untuk hari ini, selanjutnya bibi hanya membersihkan apartemenmu dan belanja bahan makanan saja, tidak untuk keperluan makanmu
“keterlaluan emang mommy, udah tau anaknya enggak bisa masak” gerutu emir “apa aku dapat mobil?” tanyanya lagi memastikan
“iya mas, ini mobil anda Avanza warna hitam, dan ada satu lagi sepeda motor matic warna hitam juga” jawab Fakhrul, karena yang digunakan ini adalah mobil dari sepupu arra yang disewa setiap tahunnya, sedangkan sepeda motor yang ada diparkiran bawah apartemennya adalah sepeda motor milik tukang kebun rumah arra yang dia sewa juga,
“baiklah.. baiklah... hidupku akan berubah mulai hari ini” gerutu emir, hingga dia sampai di apartemen yang diberikan daddy nya, dan syukurlah setidaknya apartemen ini lebih layak meskipun tak terlalu besar “jangan bilang ini juga apartemen Arra?” tanyanya lagi memastikan, sambil duduk di depan TV setelah kopernya dipindahkan ke kamarnya oleh bibi
“ini apartemen untuk ibu Arra, tapi karena ibu Arra memiliki rumah dan keluarga disini, ibu arra memilih tinggal dirumahnya sendiri, apartemen ini hanya dibersihkan tiap hari, dan kadang ditempati oleh bibi selama beberapa hari tiap bulannya” jelas fakhrul
“kamu tinggal dimana?” tanyanya emir lagi, setidaknya fakhrul bisa menjadi temannya ketika belum mengenal siapa-siapa disini
“saya diapartemen unit sebelah mas, sekitar 15menit dari apartemen ini” jawabnya dengan halus
“apa itu juga fasilitasmu dari Arra?” dia ingin tau semua fasilitas dari perusahaan daddy nya
“iya mas, itu perusahaan dari ibu arra untuk saya dan istri saya, dan mobil juga seperti milik mas emir” emir hanya mengangguk, setidaknya Daddy nya loyal dengan staff yang berprestasi “saya pamit dulu mas, anda bisa menghubungi saya jika terjadi sesuatu, besok anda ditunggu ibu Arra di kantor jam 09.00” ingatnya sebelum dia pamit
“baiklah.. baiklah,.. besok saya akan berangkat” Fakhrul kemudian pamit undur diri “bi bisa masakan aku makanan, aku laper” tanya emir ke bibi yang sedang dikamarnya untuk membereskan barang-barang emir yang ada 3koper
“iya mas, untuk hari ini bibi masakin itu pesan ibu arra” kata si bibi dan beranjak dari duduknya dan keluar kamar emir
“saya mandi dulu ya bi, makanan apa aja saya makan bi” katanya sebelum menutup pintu kamar mandi di kamarnya
“okelah, aku harus memikirkan apa yang harus aku lakukan untuk makananku besok, welcome to tempat penyiksaan Emir Amerta Wiyata” gumamnya di dalam kamar mandi sambil berendam, dia hanya mendapatkan kartu debit dari Daddy nya dan hanya 5jt untuk sebulan, setelahnya dia harus menggunakan gajinya untuk hidup, apalagi yang dia dapat untuk 3bulan di awal dia hanya mendapatkan gaji sebagai pegawai magang, baru dibulan ke 4 full gaji staff itupun kalo penilaian arra bagus terhadapnya, dan untung saja dia memiliki rekening pribadi tanpa sepengetahuan orangtuanya, yaitu berisi uang dari memenangkan balapan selama ini “sepertinya aku harus mencari tahu arena balap dikota ini” gumamnya sambil menikmati berendamnya dan memikirkan nasibnya
“jangan memikirkan mencari arena balap disana, awas aja” isi pesan mommy nya
“nyonya ratu ini tau aja yang aku fikirkan, apa dia bisa baca pikiranku, dasar... ah” umpat emir sambil melihat chat mommy nya
“jangan mengumpatku emir, kamu akan jadi jambu mente kalo terus mengumpatku” emir yang membaca itu berkerut dahinya
“I Love you mom” itulah balasan yang selalu dikirimkan ke mommy nya jika dia menahan umpatan untuk mommy nya
“Love you more son” jawab mommy nya sambil memberikan emot cium yang banyak
“dasar nyonya wiyata..., semoga aku tak memiliki istri sepertimu mom” gumam emir
Tok..tok..tok “mas makanan udah siap” kata si bibi di balik pintu, emir langsung menggunakan pakaiannya dan keluar dari kamarnya “bibi lanjut beres-beres ya mas” hanya diangguki oleh emir, dan emir menuju meja makan untuk makan siangnya yang terlambat
“mas bibi sudah selesai, bibi permisi pulang ya, untuk selanjutnya bibi kesini 3hari sekali, untuk bersih-bersih” pamit si bibi setelah mencuci piring dan pakaian kotor emir
“lah katanaya setiap hari bi tadi fakhrul bilang gitu” tanya emir yang tak terima
“mas fakhrul belum update jadwal bibi dari ibu arra mas, yang bener bibi kesini tiga hari sekali, beres-beres sama masakin mas emir, jadi selama bibi enggak kesini mas emir nyapu dan beres beres sebisanya aja” jawab si bibi
“baiklah setidaknya tante arra masih berbaik hati tak seperti mommy” gumamnya “hati hati dijalan ya bi” kata emir sebelum bibi benar-benar keluar dari apartemennya “have fun emir” katanya sambil menyemagati dirinya sendiri
