Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

8.Suara Kucing Kawin

Bella langsung merinding mendengar suara tersebut, ia diam sejenak untuk memastikan suara apa yang ia dengar itu.

Bella diam menunggu suara itu kembali.

Ah.. ahh..

Lagi-lagi suara itu terdengar oleh Bella.

"Eeh.. ini 'kan suara kucing kawin.!!" gumam Bella.

Bella penasaran dan mencari darimana sumber suara itu berasal. hingga akhirnya Bella berhenti tepat di depan pintu kamar Kosim dan Sumi yang letaknya memang dekat dengan dapur.

"Oh.. ternyata darisini, sumber suaranya.!!" ujar Bella dalam hati. kemudian Bella kembali ke dapur.

"Kok gue penasaran yah!!" gumam Bella yang sudah berada di dapur.

"Liat sebentar gak apa-apa, kali yah..!! biasanya kalau pria berkulit gelap itu, rudalnya suka besar!" gumam Bella.

"Liat sebentar aja deh..!" Bella mengambil kursi meja makan dan membawanya kedepan pintu kamar Sumi dengan perlahan-lahan agar langkahnya tidak terdengar.

Setelah sampai di depan pintu kamar Sumi, Bella menaruh kursi yang ia bawa di depan pintu. lalu ia naik dan mengintip apa yang sedang terjadi di dalam kamar melalui pentilasi yang berada di atas pintu kamar.

Kedua mata Bella membulat saat melihat apa yang sedangg terjadi di dalam kamar Sumi. ia melihat Sumi sedang berada di bawah Kosiim yang sedang memaju mundurkan pinggulnya dengan sangat brutal. tak lama kemudian Bella semakin di buat tercengang saat rudal Kosim tak sengaja keluar dari lubang kenikmatan Sumi akibat gerakannya yang brutal.

Bella langsung menyudahi aksinya. lalu ia cepat-cepat kembali ke dapur sambil membawa kursi meja makan.

Setelah menaruh kursi, Bella mengambil minumannya dan langsung menuju kolam renang.

"Gila..!! gue kagak salah liat 'kan?? punya Mang Kosim gede banget. kayak orang-orang berkulit gelap yang pernah gue tonton di video" gumam Bella yang kini sudah duduk di tepi kolam renang.

"Pantas saja Nin Sumi sampai teriak-teriak gitu. mana mainnya kasar banget, lagi. kalau gue yang ada dalam posisi Bik Sumi, mungkin punya gue yang sempit ini sudah robek" ujar Bella dalam hati.

Bella terus terbayang-bayang apa yang barusan saja ia lihat, hingga tak sadar dirinya mulai mengelus selangkangannya.

"Ah, sial..!! kenapa gue jadi horny sih..!!" ujar Bella.

Bella celingukan kearah pintu belakang rumah. setelah itu Bella menceburkan diri kedalam kolam renang dan melepas baju renang yang ia kenakan hungga kedua bobanya yang terjepit itu terbebas.

"Sial..! gue gak tahan kalau sudah begini" gumam Bella yang kemudian meremas-remas kedua bobanya.

Aahh...

Bella mulai mendesah sambil membayangkan pria yang ia sukai. gak puas dengan hanya memainkan kedua bobanya, Bella mengelus lubang kenikmatan dan juga Cl!torisnya dengan tangan kanan. sedangkan tangan kirinya terus memainkan bobanya.

Bella memang sering melakukan hal seperti itu. namun ia tidak sampai memasukan jari tangannya karena ia tidak mau merobek selaput d4rah miliknya.

Ssttt... Aahh...

Bella terus bermain-main di dalam air.

Hingga setelah cukup lama ia bermain-main, ia sudah tidak sanggup menahan sesuatu yang ingin keluar dari tubuhnya.

Bella yang sering berteriak saat irg4sme itu langsung menenggelamkan dirinya di kolam renang dan menikmati org4smenya di dalam kolam renang.

Tak lama kemudian Bella muncul dari permukaan air dengan nafas terengah-engah.

"Haa.. haahh.. Gila.. enak banget..!!" gumam Bella yang kemudian meraih baju renangnya yang melorot.

"Non..!!"

Bela kaget saat mendengar suara dan menoleh kebekang sudah ada Kosim yang berdiri.

"Astaga... Mang Kosim bikin saya kaget ajah. untung saya tidak punya penyakit jantung" ujar Bella memegangi dadanya yang berdebar-debar karena kaget.

"Maaf Non.. maaf saya sudah bikin Non Bella kaget" ujar Kosim.

"Gak apa-apa mang. ada apa Mang?" tanya Bella.

"Maaf Non.. ini sudah tengah malam. tidak baik di luar rumah sambil berenang" ujar Kosim.

"Iya, Mang. ini juga saya mau naik" ujar Bella kemudian keluar dari dalam kolam renang.

"Ya sudah, kalau gitu, saya permisi Non.." Kosim langsung kembali masuk kedalam rumah.

Deg...

Wajah Bella langsung merah dan detak jantungnya semakin berdebar-debar. ia baru menyadari jika baju renangnya itu belum terpakai sempurna. tadi ia baru saja menaikan baju renangnya sebatas perut karen di kagetkan oleh kedatangan Kosim.

"Sial..!! kenapa gue ceroboh banget sih..!" Bella langsung membetulkan baju renangnya, lalu memakai kembali kimono.

Bella meraih gelas berisi sirup dan langsung meneguknya hingga habis. setelah itu Bella buru-buru menyimpan gelas dan masuk kedalam kamar Citra.

Lalu Bella bergegas menuju kamar mandi. "Sial.. banget sih.. boba gue udah di lihat sama mang Kosim!!" gumam Bella sangat yakin jika Kosim sudah mellihatnya dengan jelas. karena tadi ia berdiri di hadapan Kosim.

"Kira-kira Mang Kosim bakalan bilang sama Citra atau Bik Sumi gimana? kalau dia bilang, bisa malu seumur hidup, gue..!!" Bella benar-benar menyesali kecerobohannya itu.

Setelah cukup lama berada di kamar mandi, Bella memakai kembali celana pendek dan tanktop miliknya.

"Mil.. geser dong..!" ujar Bella menggoyang-goyangkan tubuh Mila. namun tidak ada repon sama sekali dari Mila.

Lalu Bella mencoba membangunkan Citra dan Gisel. tapi keduanya sama, mereka semua tidak merespon.

"Cck,, mereka itu tidur atau mati sih..!!" gerutu Bella. ia bingung harus tidur dimana, karena posisi tidur ketiga temannya itu tidak beraturan.

Tok.. Tok..

Terdengar suara pintu kamar Citra ada yang mengetuk.

"Siapa malam-malam gini ketuk pintu?. apa jangan-jangan Mang Kosim?. aduh.. gimana nih!!" gumam Bella mencoba membangunkan kembali salah satu temannya. namun hasilnya tetap sama. mereka bertiga tidak ada yang merespon.

Tok.. Tok...

Pintu kamar kembali di ketuk.

Bella memberanikan diri. ia menghampiri pintu kamar. "Siapa?" ujar Bella.

"Ini saya Non.. Bik Sumi" saut dari luar pintu kamar.

"Bella merasa lega karena yang mengetuk pintu kamar adalah Sumi.

Bella membuka pintu kamar. " Ada apa Bik??" tanya Bella.

Sumi langsung melihat kearah dalam kamar. "Tuh kan benar, kasurnya tidak cukup. Non Bella tidak kebagian tempat tidur yah?" tanya Sumi.

"Iya, Bik. mana susah di bangunin, lagi.!! udah kayak orang mati saja" ujar Bella.

"Ya sudah kalau begitu Non Bella tidur di kamar sebelah saja. kamarnya kosong kok, tidak ada yang nempatin" ujar Sumi.

"Ya sudah, boleh deh Bik." ujar Bella.

"Tunggu sebentar ya Non.. Bibi ambilkan kuncinya dulu" Sumi pergi dari hadapan Bella untuk mengambil kunci pintu kamar yang letaknya tepat di hadapan kamar Citra.

Tak lama kemudian Sumi kembali sambil membawa kunci pintu kamar tersebut.

"Silahkan masuk, Non.." ujar Sumi yang sudah membukakan pintu kamar.

"Terima kasih Bi..!" Bella masuk kedalam kamar.

Deg...

Bella begitu kaget karena mendapati Kosim sudah berada di dalam kamar dan berdiri di balik pintu.

Brakk...

Bella kembali di buat kaget karena Sumi menutup pintu dengan keras dan langsung menguncinya dari luar.

"M--ang Kosim ngapain disini?" ujar Bella mulai gemetaran.

"Saya disini untuk menghukum anak nakal yang menggoda saya dengan payud4ranya" ujar Kosim menyeringai.

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel