Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

Minta Restu

Nick memejamkan mata, mencoba untuk mencari kata-kata yang tepat untuk mengutarakan pada Kasandra jika dia dipaksa oleh kedua orang tuanya untuk menikah lagi. Nick tidak sanggup jika harus menyakiti istri yang sangat dicintainya.

"Nick, katanya mau bicara sesuatu yang sangat penting, bicaralah sayang aku sudah sangat siap untuk mendengarkan keluh kesah mu baik ditempat kerja ataupun dengan mama dan papa." ucap Kasandra yang selalu berbagi cerita dengan Nick menjelang tidur malam mereka.

"Kasandra, kali ini aku tidak bisa menolak lagi permintaan mama dan papa." ucap Nick dengan bibir bergetar dan hati yang bergemuruh, bagaimanapun dia tidak ingin melukai hati wanita yang sangat dicintainya.

"Apa maksudmu Nick, apa kedua orang tua mu masih tetap bersikukuh ingin menjodohkan dirimu? dan tetap tidak mau menerima diriku meskipun sudah ada putri kita Ellena?" tanya Kasandra memastikan.

"Iya sayang, tapi kali ini mereka meminta ku untuk tidak meninggalkan kalian. walau aku sudah menikah dengan perempuan pilihannya." bujuk Nick.

"Jadi maksudnya, mereka memintamu untuk melakukan poligami? tidak... tidak, sampai kapanpun aku tidak akan pernah mau dimadu dengan perempuan lain." tangis Kasandra pecah, sudah dua tahun pernikahan mereka, namun dia masih belum berhasil untuk mendapatkan hati mertuanya.

"Sayang, tenangkan dirimu. aku hanya mencintai mu seorang dan kamu akan tetap menjadi ratu, wanita satu-satunya di hati ku." Nick menarik Kasandra kedalam pelukannya.

"Kalau kamu mencintai ku, kamu bisa menolak dengan tegas perjodohan ini Nick, bukannya pasrah dan menerima saja permintaan kedua orang tua mu." tutur Kasandra yang masih berusaha untuk bersikap tenang.

"Aku tidak mempunyai pilihan lain sayang, mereka mengancam akan mengambil seluruh aset yang sudah diberikan kepada ku, lalu menganti semuanya atas nama Ravela."

"Jadi nama perempuan itu Ravela."

"Ya."

"Mendengar namanya saja, aku sudah sangat muak. Kedengarannya sih memang bagus tapi tidak dengan kelakuan nya yang bersedia dijodohkan dengan laki-laki yang sudah memiliki istri." Tutur Kasandra.

"Ravela sama sepertiku, kami berdua tidak diberi pilihan, selain menikah dan menerima perjodohan ini." Jawab Nick.

"Aku rela kehilangan semua ini Nick, asalkan kita tetap terus bersama. aku tidak rela jika harus berbagi suamiku dengan perempuan lain hick... hick..." Kasandra tidak bisa menahan air matanya lagi.

"Semula aku juga berfikir seperti itu sayang, tapi bagaimana dengan penyakit jantung mama yang sering kambuh. aku tidak ingin jadi anak durhaka, aku takut jika ini permintaan terakhir mama. dimana aku sebagai anak belum pernah sekalipun membuatnya bahagia dengan menuruti keinginannya." ucap Nick tertunduk lesu, sepulang dari rumah sakit tempat mamanya dirawat setelah perdebatan mereka kemaren.

"Ini tidak adil bagiku hick... hick.." tiba-tiba Kasandra menagis hilang kendali, dia melemparkan apapun yang ada dihadapannya, sehingga Nick kewalahan menghadapi sikap dan amukan istri nya yang terus menagis.

"Sayang maafkan aku, aku sangat mencintai mu dan putri kita." Bujuk Nick.

"Jika kamu mencintai ku, batalkan pernikahan itu."

"Tidak bisa sayang, aku tidak sanggup jika mama akan kembali sakit dan akan lebih parah dari sekarang." ucap Nick tidak berdaya. Nick menarik Kasandra kedalam pelukannya, membiarkan Kasandra memukul-mukul dadanya untuk menumpahkan rasa kecewa dan kesedihannya.

"Kamu sama saja dengan mereka Nick."

Kasandra berlari keluar kamar, Hatinya sangat hancur melihat semua itu, ingin rasanya dia terus berlari dan berlari sejauh mungkin, ataupun berteriak sekencang-kencangnya, agar sesuatu yang menghimpit dadanya bisa segera hilang.

"Kasandra tunggu, kamu mau ke mana?"

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel