Mencoba kuat
Saat membuka mata, Kasandra melihat dirinya sudah berada dalam kamar tidurnya sendiri. keringat dingin membasahi tubuh dan wajahnya, dia melirik Nick yang masih tertidur pulas disamping nya.
Air mata Kasandra kembali mengalir, ketika teringat permintaan suaminya yang akan menikah lagi. dadanya tiba-tiba terasa sesak. perlahan dia bangkit berjalan menuju kamar Puteri nya Ellena.
"Anakku, mama tidak pernah menyangka jika kebahagiaan kita akan berakhir seperti ini. besok papamu akan menikahi perempuan lain yang jauh lebih muda sehingga mama nanti bukanlah prioritas utamanya lagi, mama tidak rela sayang..." bathin Kasandra menagis seraya memeluk tubuh mungil Ellena yang tertidur pulas dengan mimpi indahnya, sesekali bibir Ellena tersenyum dalam bawah sadarnya.
Tidak ingin Ellena terbagun dengan suara Isak tangisnya, Kasandra bangkit berjalan menuju balkon. disana dia kembali menumpahkan segala sesak dihati dengan menangis. rasa sakit seakan menghujam hulu hati terdalam nya.
Pagi harinya, mata panda Kasandra terlihat sembab karena kebanyakan menagis. meskipun sangat kesal dengan keputusan Nick, namun dia tetap menjalankan tugasnya sebagai seorang istri dan ibu.
Segelas susu rasa vanilla hangat kesukaan Ellena, kopi hitam minuman Nick. serta omelette telur dan roti tawar untuk sarapan mereka pagi ini.
"Pagi sayang."
Sapa Nick tersenyum hangat, seraya memeluk Kasandra dari belakang.
"Duduklah, aku sudah menyiapkan sarapan untuk m." ucap Kasandra, yang tahu jika Nick tidak suka makan diluaran karena dia sangat menyukai apapun yang disediakan atau dimasak oleh istrinya.
"Terimakasih Sayang, sini temani aku sarapan." Nick menarik tangan Kasandra untuk duduk dan sampingnya.
"Sayang maafkan aku." ucap Nick dengan rasa bersalah, apalagi setelah melihat mata sembab istri nya.
"Kapan kalian menikah?"
"Nanti sore dirumah Mama, jika kamu tidak kuat jangan datang."
"Apa kamu akan membawa perempuan itu kerumah kita ini?" tanya Kasandra.
"Terserah kamu sayang, jika kamu mengizinkan atau tidak suka Ravela bisa tinggal dirumah orang tua nya ataupun dirumah mama." jawab Nick.
"Aku ingin kamu membawanya kerumah ini, agar aku bisa mengawasi kalian. aku mengizinkan kamu menikah lagi, bukan berarti aku mengizinkan kamu untuk menyentuh perempuan itu." ucap Kasandra dingin.
"Baiklah sayang, aku akan menuruti semua permintaan mu." ucap Nick menyelesaikan sarapannya sambil bersiap untuk pergi.
"Ellena, papa berangkat kerja dulu ya. ingat jangan nakal dan patuh pada mama." Nick mencium kening putri kesayangannya lalu Kasandra.
"Oke papa."
Kasandra mengantarkan suaminya menuju mobil, setelah memastikan mobil Nick keluar dari pintu gerbang utama rumah besar mereka, Kasandra baru masuk kembali. sambil mengelus dadanya yang terasa sesak dan panas, rasa cemburu dan takut kehilangan sudah membuat jiwa nya terguncang.
"Hatiku sangat sakit ketika harus merelakan kamu menikah lagi Nick, kata-kata poligami memang sangat mudah untuk diucapkan, tapi sangat tidak baik dan berbahaya untuk dijalani sehingga bisa merusak kesehatan hati dan jantung dengan waktu cepat jika tidak segera ditanggulangi." bathin Kasandra sambil memperhatikan foto-foto pernikahan mereka yang terpajang diruang utama, termasuk foto kebahagiaan keluarga kecil mereka setelah kehadiran Ellena, sehingga pernikahan mereka semakin berwarna. namun tidak dengan keluarga Nick yang tidak menyukai Kasandra dan keluarganya.
"Mama... kenapa nangis?"
Kasandra segera mengusap air matanya begitu menyadari kehadiran Ellena.
"Mama ngak papa kok sayang, cuma kelilipan saja." berusaha untuk memaksakan senyuman.
