6. Wanita Berkacamata
"Wanita berkacamata itu, namanya Bunga. Dia siswi pintar di sekolah ini dan kutu buku. Tapi, juga sangat menyebalkan."
~~~•••~~~
Bugh!
Hingga Carla pun syok dan membelalakan matanya langsung ketika ia melihat bahwa Dito tersungkur tepat didepan kakinya.
“Lo ngapain dikaki gue, lo mau ngintip gue ya!" Bentak Carla dengan nada tinggi.
Suara Carla sangat keras, hingga para murid pun melihat kearah dirinya dan juga Dito. Para siswa pun cepat-cepat berlari menuju kearah mereka, dan tak mau ketinggalan akan aksi apa lagi yang akan dilakukan oleh Carla kali ini.
“Bangun lo!" Teriak Carla kearah Dito.
Dito pun bangun seraya membereskan buku-bukunya yang berserakan dan mengambil kacaatanya yang terjatuh tadi. Lalu ia berdiri dihadapan Carla dengan menundukan kepalanya karean tidak berani menatapnya.
"Ma-maf Carla, aku ta-tadi gak sengaja jatuh. Tadi itu, kaya ada yang... jegal aku,” ucap Dito dengan suara yang terbata-bata.
Dari kejauhan TriY pun terkejut bahwa ternayata mereka salah sasaran, yang awalanya akan mengerjain Carla malah Dito yang mengalaminya.
“Mampus, salah sasaran kita,” ujar Yuka.
“Yaudah, kita cabut aja dari sini yuk,” Ucap Yuda.
Mereka bertiga pun kabur dari tempat itu dengan berlari sekencang mungkin. Carla masih menatapa Dito dengan penuh amarah.
“Gue gak peduli dengan ucapan lo, yang gue tau... Lo yang tersungkur dikaki gue, Dan itu semua Cuma alesan lo doang kan!" geram Carla yang berjalan selangkah didepan Dito.
Dito pun memundurkan langkah kakinya kebelakang dan masih dengan tertunduk. “Gak kok, i-itu bener. A-aku gak sengaja,” ucap Dito yang semakin gemetar.
Carla tidak peduli dengan semua ucapan yang dilontarkan oleh Dito, ai terus mendesak Dito dan terus mengomelinya. Langkah kakinya pun semakin menyudutlan Dito.
Para murid pun tak ada yang berani sedikit pun untuk membela Dito, mereka hanya berdiri berkerumun seraya memerhatikan mereka. Namun tidak untuk Gino, ia pun berjalan di melewati kerumunan dan berdiri tepat didepan Carla untuk melindungi Dito. Sontak Carla pun terkejut melihat bahwa tiba-tiba Gino berdiri dihadapanya. Carla tertegun.
“Bukan Dito yang salah, tapi mereka yang salah,” ucap Gino yang mengarahkan pandanganya menuju kearah TriY yang sudah berlari mejauh dari mereka.
Sontak Carla pun langsung menoleh kearah yang Gino maksud, dan benar ia melihat TriY yang berlari terbirit-birit.
'Yuda, pasti dia mau balas dendam sama gue.' batin Carla.
“Sekarang lo bisa maafin Dito, karena memang bukan dia yang salah,” ucap Gino.
Carla pun menoleh kearah Gino, dan melirik kearah Dito yang bersembunyi dibelakang Gino. Carla mengheka nafasnya dengan perlahan. Ia menatap wajah tampan Gino.
Carla memainkan rambutkanya, ia memutar-mutarkan rambut Curlynya dan tersenyum tipis kearah Gino. Namun Gino tetap terdiam seraya memerhartikan tingkah Carla itu. Carla semakin menatap wajah Gino dan deg. Niat Carla akan menggoda Gino ternyata salah. Kali ini jantungnya malah bedetak sangat kencang.
.Mampus, kenapa jadi gue sih yang deg-degan.' gumam Carla didalam hatinya.
“Gino, lo ngapain sih,” ucap seorang wanita yang kini telah berdiri disamping Gino yang tak lain adalah Bunga. Gino melirik kearah Bunga dan kembali fokus kearah Carla.
“Gino ayok, kita pulang.” ucap Bunga yaang kemudian melirik sinis kearah Carla. “Gak penting juga kita ngurusin dia, dia kan memang sering buat onar,” lanjut Bunga yang tersenyum dengan sebelah bibirnya.
Carla membelalak. “Eh! Gue gak ada urusan sama lo ya,” gertak Carla kearah Bunga, dan bersiap akan memukul Bunga dengan kipas angin fortebelanya , namun tindakannya tersebut dihalangi oleh Gino yang membentangkan satu tangannya didepan Bunga.
Sontak Carla pun menghentikan dirinya untuk memukul Bunga. Dan Bunga pun melipat kedua tangannya seraya tersenyum tipis dengan mengangkat satu alisnya.
'Gino Kok belaian tuh cewek sih.' batin Carla kesal.
“Sekarang lo bisa maafin Dito!" Tanya Gino.
Carla mencoba untuk meredam emosinya, ia pun kembali melihat kearah Gino. Carla masih mengatur nafasnya. “Iya, gue maafin,” ucap Carla tanpa melihat kearah Gino.
Carina, Raina dan Melina berjalan menuju ke koridor tersebut, mereka tekejut ketika melihat bahwa didepan sana banyak para siswa/i berkerumun.
“Ada apaan ya?” tanya Carina.
“Yaudah, kita kesana aja yuk,” ucap Raina.
Mereka bertiga pun berlari menuju kearah kerumunan para murid tersebut dan menerobos kerumunan tersebut.
“Misi, misi... Misi dong gue mau Lewat,” ucap Melina.
Mereka pun tercengang ketika melihat bahwa Carla yang berdiri ditengah-tengah kerumunan terebut bersama dengan Gino dan juga Dito yang berdiri dibelakang Gino.
“What, Gino,” kaget Melina lalau ia berjalan dan berdiri tepat disamping Carla. “Lo ngapain?” tanya Melina dengan rasa penasaran.
Gino melirik singkat kearah Melina. “ Bagus, kalau lo udah maafin dia. Sekarang masalahnya selesai, ” ucap Gino yang kemudian berbalik dan berjalan pergi dari kerumunan tersebut bersama dengan Bunga yang berjalan disampingnya.
Carla masih terdiam, ia masih menahan emosinya. Dito yang masih berdiam diri ditempat itu, ia perlahan mengarahkan padangannya kearah Carla.
“Carla, sekali lagi a-aku minta ma-maf ya,” ucap Dito yang masih gemetar.
Carla menghela nafasnya, “Udah lo ngapain masih disini, udah lo pergi sana!” bentak Carla yang mengusir Dito.
Dito pun berbalik dan langsung pergi dari tempat itu dengan langkah yang cepat. Carina dan Raina pun mengusir para murid yang berkerumun ditempat itu. "Eh, udah sana... Kalian pegi-pegi, pegi.” Dan para murid pun pergi dari tempat itu.
“Lo kenapa sih Carl?” tanya Melina.
“Arghhh!!! Gue jatuh cinta sama dia,” teriak Carla secara mendadak hingga membuat ketiga temannya spontan berbicara secara bersamaan. “What! sama siapa?”
Carla melihat kearah tiga temannya, “Ya, sama Gino... Sama siapa lagi,” balas Carla.
“Bentar- bentar, jangan bilang tadi itu lo ngungkapin perasaan sama Gino didepan orang banyak,” sahut Melina.
“Gila lo! Ya kali seorang Caramel nyatain perasaan duluan ke cowok. Ya nggak mungkin lah. Mau taruh di mana muka gue, kalau sampai hal itu terjadi." decak Carla.
Raina berjalan mendekati Carla dan Melina, “Oke, oke gue paham, jadi intinya lo beneran suka kan sama Gino?" tanya Raina.
Carla mengangguk lalu mengecapkan bibirnya, “Sial! Masa gue sih yang ngejer-ngejer cowok, biasanya kan cowok yang ngejer-ngejer gue...” kesal Carla pada dirinya.
“Ya, kalau memang bener lo suka sama Gino, gue yakin deh, cewek-cewek di sekolah ini bakalan ngalah sama lo. Secara kan... mereka gak mungkin berani ngelawan lo.” ucap Raina.
“Bener banget tuh, gue setuju sama Raina,” sambung Carina.
Carla melipat kedua tangannya, “Gila, dia memang bener-bener dingin banget ngelebihin kutub utara. Masa dia tadi gak berkutik sedikit pun sih didepan gue, memangnya dia gak terhipnotis sama kecantikan gue,” geram Carla.
Raina berjalan memutar kearah Carla. “Kan gue bilang juga apa, dia itu udah kaya beruang kutub."
Carlaa menarik nafasnya dengan panajng lalu menghembuskannya secara perlahan.
Drrtt.... Drrrttt... Drrrtttt...
Ponsel Carla berdering, ia pun segera mengambil ponselnya. Dan terlihat bahwa itu pesan dari mamahnya.
||Mamah
(“Sayang, mamah udah ada didepan sekolah kamu sayang. Kita langsung ketempat pemotretan yang kemarin ya sayang, mamah tunggu ya Love You.”)
Carla pun kembali memasukan ponselnya kedalam tasnya. "Guys sory gue ada pemotretan. Nyokap gue baru aja ngirim pesan,” ucap Carla.
“Yaudah gak papa Carl, hati-hati ya,” ucap Melina.
Carla mengangguk seraya tersenyum tipis, kemudian ia pun pergi meninggalkan teman-temannya.
Wanita cantik berambut curly dibawahnya itu berjalan agak cepat menuju kearah gerbang sekolah.
*****
Terlihat dari kejauhan seorang wanita cantik dengan riasan tips tengah berbicara dengan lelaki tampan beralis tebal. Yap, mereka adalah mamah Carla dan juga Gno. What Gino? Bagaimana mamahnya bisa kenal dengan lelaki tampan tersebut. Langkah Carla pun semakin cepat menuju kearah mamahnya.
Carla berdiri tepat disamping mamahnya. “Mah,” panggil Carla yang menoleh kearah Gino.
"Lo ngapain sama nyokap gue?” tanya Carla pada Gino.
