Pustaka
Bahasa Indonesia
Bab
Pengaturan

2

"Ini uang dan jauhi Azra!"

Uang lima puluh juta rupiah itu berserakan di atas meja tempat duduk Arlena dan Liana Mamanya Azra, Arlena menatap pada uang itu. Sekarang dia butuh uang tapi Arlena tidak mungkin meninggalkan Azra, rasa cinta Arlena pada Azra begitu besar bahkan Arlena juga tidak yakin dia bisa jauh dari Azra.

"Tante, aku tidak butuh uang itu tapi aku akan bicara sama Azra agar dia mau kuliah di luar negeri." Arlena mencoba membuat Liana paham.

Liana tersenyum menyepelekan Arlena, sebelum bertemu dengan Arlena. Liana sudah mencari tau tentang Arlena dan ternyata Liana tau kalau keluarga Arlena baru saja bangkrut, walaupun Liana tau Arlena baik dan cukup berprestasi tapi tetap saja masa depan Azra lebih penting dari apa pun.

Maksud Liana menyekolahkan Azra ke luar negeri karena Liana ingin melihat putra semata wayangnya itu mandiri, berprestasi, dan tentunya Liana ingin agar putranya itu bisa membanggakan keluarganya.

Hanya Arlena saja yang menghalangi Azra untuk pergi ke sana, karena Liana tau kalau mereka putus pasti Azra mau kuliah diluar negeri.

"Jangan sombong, Len. Keluarga kamu sekarang sudah bangkrut, benar bukan?" Liana sedikit menyinggung Alena tentang masalah keluarganya.

"Dari mana Tante tau?" tanya Arlena.

"Aku tau semuanya, Len. Aku bukan mertua yang jahat! Aku tidak masalah punya menantu seperti kamu. Aku hanya mau Azra kuliah diluar negeri! Setelah Azra selesai kalian bisa berhubungan lagi." Liana menjelaskan semua maksudnya.

Arlena berpikir sejenak, tadinya dia akan meminta agar hubungan mereka tidak putus, Arlena akan berusaha meyakinkan Azra agar setuju kuliah diluar negeri tanpa harus memutuskan hubungan mereka.

"Aku tau apa yang kamu pikirkan," ucap Liana yang membuat Arlena langsung menatap padanya, "Kamu pasti berpikir kenapa aku memaksa kalian berpisah? Arlena, kalau Azra ke sana dengan masih berhubungan denganmu. Aku takut Azra tidak fokus di sana."

Arlena hanya menundukkan kepalanya karena apa yang Liana katakan ada benarnya juga, lagi pula Arlena juga tidak bisa melakukan apapun sekarang. Apa lagi Arlena mengalami kebangkrutan, mungkin Arlena tidak akan mungkin bisa kuliah.

Liana memegang tangan Arlena yang terlihat begitu berat meninggalkan Azra, "Baiklah, sebagai rasa bersalah aku karena meminta ini. Aku akan pekerjakan kamu di perusahaan Mandragara group, siapa tau saja karena kerja keras kamu. Nantinya kamu bisa kuliah di sini." Setelah mengatakan itu mata Arlena begitu berbinar karena Mamanya Azra tidak sejahat itu.

Arlena menatap pada Liana yang begitu baik padanya, "Aku setuju Tante, keluarga aku sedang kesusahan sekarang. Walaupun aku enggan meninggalkan Azra tapi masa depan Azra lebih berharga."

"Syukurlah kamu paham, aku akan urus semuanya dan kamu lakukan apa yang harus kamu lakukan," ujar Liana bahagia.

"Baik." Arlena mengangguk menyetujui semuanya.

Liana membereskan kembali uang yang tadi berserakan di meja, Liana memberikan uang itu pada Arlena tapi Arlena menolaknya.

"Tante, aku sudah sangat bahagia karena Tante mau memberikan aku pekerjaan." Arlena menggeleng sambil mengatakan itu.

"Ambil saja, keluarga kamu membutuhkan ini," desak Liana.

Dengan ragu Arlena mengambil uang itu, setelah semuanya selesai mereka lakukan pulang dari sana. Sekarang tujuan Arlena adalah bertemu dengan Azra untuk memutuskan hubungan, walaupun Arlena begitu berat melakukannya tapi semua ini demi masa depan Azra.

"Tidak masalah kalau aku harus bekerja untuk menghidupi keluarga aku asalkan kamu harus sukses Azra!" Arlena mengatakan itu dengan harapan, suatu saat nanti dirinya bisa melihat Azra sukses.

**

Azra berlari karena tidak sabar mau bertemu dengan Arlena, baru saja Azra menerima pesan kalau Arlena meminta bertemu. Azra sudah begitu cinta pada Arlena jadi pertemuan mereka adalah hal yang paling Azra tunggu-tunggu.

Mereka akan bertemu di salah satu taman yang biasa mereka kunjungi, taman itu adalah tempat Azra mengungkapkan perasaannya beberapa bulan lalu.

Langkah Azra terhenti saat melihat Arlena bersama dengan seorang pria, senyuman yang tadi terukir di bibirnya sekarang lenyap setelah melihat mereka.

Azra mendekat pada mereka berharap kalau semua itu hanyalah bercanda.

"Len, siapa dia?" tanya Azra menatap pada pria tampan yang tengah Arlena gandeng.

Arlena tersenyum pada pria itu, "Dia adalah calon suamiku, namanya Kei." Arlena mengatakan itu tanpa memperdulikan Azra yang begitu patah hati.

"Tolong katakan kalau ini hanyalah sebuah drama," pinta Azra yang sudah kecewa tapi bibirnya masih menampakan senyuman.

"Drama? Kamu pikir aku sedang sandiwara? Azra, aku tau kamu orang kaya tapi semua itu milik orang tua kamu! Aku harus berapa lama menunggu agar kamu sukses dan kaya?" tanya Arlena.

Azra tidak percaya bibir manis itu akan mengatakan hal seburuk itu, Azra tidak percaya kalau Arlena akan mengatakan itu. Padahal kisah cinta mereka sangat indah dan tidak ada masalah apa pun pada hubungan mereka.

"Len, aku janji akan membahagiakan kamu. Tolong jangan tinggalkan aku!" Azra memohon pada Arlena, kakinya terlalu lemas untuk menopang tubuhnya.

"Kapan Azra?" Arlena membentak Azra.

"Tolong beri aku kesempatan Arlena, aku pasti akan membahagiakan kamu tapi nanti," ucap Azra.

"Nanti? Azra aku seorang wanita dan aku butuh kepastian, sekarang kamu akan kuliah dan itu hanya akan menunda kebagian aku saja. Hanya Kei yang mampu membahagiakan aku!"

"Aku tau kalau aku belum bisa memberikan kamu apa pun, tapi aku janji aku akan mengusahakannya." Azra kembali memohon agar tidak ditinggalkan oleh Arlena.

"Tidak Azra, kamu gak bisa membahagiakan aku. Aku harap kita tidak akan bertemu lagi karena aku akan segera menikah dengan Kei."

Azra masih tidak menyangka kalau pujaan hatinya akan mengatakan itu, air matanya sudah jatuh membasahi pipinya. Azra menganggukan kepalanya pasrah pada jalan yang Arlena ambil.

"Baik, aku akan pergi dan aku harap kita tidak bertemu lagi!"

Azra pergi dari sana meninggalkan Arlena dan Kei, sekarang hati Azra begitu hancur walaupun hubungan mereka singkat tapi Azra menaruh harapan besar pada hubungan itu. Azra sudah sangat sayang pada Arlena bahkan Azra juga memimpikan kehidupan pernikahan bersama Arlena.

Semua mimpi itu harus sirna karena Arlena lebih memilih pria lain dibandingkan dengan dirinya, Azra paham kalau dirinya memang tidak mempunyai apa-apa karena semua yang Azra gunakan adalah pemberian orang tuanya.

"Arlena, aku akan pastikan kamu menyesal karena melakukan ini padaku."

Unduh sekarang dan klaim hadiahnya
Scan kode QR dan unduh aplikasi Hinovel