Bab 08
Paginya Nesya terbangun untuk melakukan kewajibannya seorang muslim, ya, Nesya memang bukan orang baik-baik namun dirinya tak pernah meninggalkan kewajiban. Nesya mandi terlebih dahulu dan bergantian pakaian lalu setelah itu dirinya melaksanakan kewajibannya dan setelah itu dirinya membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Setelah menyelesaikan kewajibannya dirinya mulai beberes dari pada tidur kembali, Rehan pulang sekitar pukul 02.00 dini hari, Rehan bilang kalau besok sudah ada janji dengan anak Raina untuk pergi ke puncak bersama dengan keluarganya untuk berlibur beberapa hari di sana. Nesya mulai dari melipat baju-bajunya dan setelah itu mulai menyapu dan mengepel semua ruangan dan yang terakhir membersihkan kamar mandinya.
Nesya melanjutkan mencuci baju yang kotor, dirinya lebih suka mencuci sendiri dari pada di bawa ke laundry. Semata-mata Nesya melakukan ini semua karena dirinya hanya berdiam di kos saja dan tak bekerja karena semua kehidupannya di tanggung sama Rehan. Nesya melakukan itu agar dirinya tak bosan karena hanya di kos saja, setelah selesai semuanya dirinya beristirahat, mengambil sebotol air putih dan roti untuk sarapan dan jam sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi.
Sambil memakan rotinya Nesya melihat-lihat media sosial untuk menghilang rasa lelahnya, saat dirinya melihat postingan dari teman-temannya tiba-tiba ada yang mengirimkan pesan kepadanya yaitu Antonio menayakan kabar Nesya. Nesya pun membalasnya dan menanyakan balik kabar sahabat lamanya itu, Nesya tak pernah berpikir hal-hal yang lain yang membuat dirinya dan Antonio los kontak, Nesya hanya senang akhirnya dirinya bisa berkirim pesan kepada sahabat lamanya itu.
Akhirnya Nesya asik membalas pesan dari Antonio dan mereka juga saling membagi nomor telepon mereka, sampai akhirnya Antonio melakukan video call bersama dengan Nesya. Mereka berdua sambil ketawa dan membicarakan tentang masa lalu mereka yang begitu sangat indah jika di kenang, dulu mereka berdua pergi kemana-mana selalu berdua seperti pasangan remaja yang lainnya yang sedang berpacaran namun sebenarnya mereka tidak memiliki hubungan lebih selain teman.
Dulu entah kenapa baik Nesya maupun Antonio sangat nyaman jika saling dekat bahkan seperti perangko, Antonio selalu bersikap lembut kepada Nesya kadang juga jahil dan itu membuat Nesya tiba-tiba ingin bertemu dengan Antonio sesungguhnya namun dirinya tak bisa karena jarak mereka yang jauh, kini mereka hanya bisa melakukan video call.
Saat itu pula datanglah Rehan ke kos Nesya dan Nesya tak tahu, Rehan langsung merebut Hp Nesya lalu mematikan panggilan video call, sungguh Nesya sangat kaget karena tiba-tiba Rehan ada di sini padahal tadi malam Rehan sudah bilan jika dirinya akan pergi ke puncak dan kenapa sekarang Rehan berada di sini.
“Siapa Nes laki-laki yang video call kamu tadi?” tanya Rehan dengan mukanya yang terlihat marah.
“Dia … dia A-antonio teman dekat aku dulu,” ucap Nesya yang takut kepada Rehan jika terlihat marah seperti itu.
“Kenapa dia punya nomor Hp kamu Nes?” tanya Rehan kembali yang masih menahan marahnya.
“Tadi dia kirim pesan kepadaku di media sosial dan minta nomor Hp aku,” ucap Nesya dengan takut dan sangat gugup.
“Aku nggak suka Nes kamu berhubungan dengan laki-laki lain selain aku, aku mau kamu blokir nomor Hp laki-laki lain di Hp kamu dan hapu ataupun kamu sekalipun menyimpan nomr laki-laki lain,” ucap Rehan duduk di samping Nesya.
Nesya pun menuruti kemauan Rehan, dirnya benar-benar takut kepada Rehan jika sudah marah. Nesya pun meletakkan Hpnya kembali di sampingnya dan menoleh sebentar ke Rehan lalu mengedarkan padangannya lagi ke arah lain, Nesya ikut terdiam tanpa bicara apa-apa lagi.
“Aku nggak jadi pergi, karena Mama aku ada acara dan Raina pu ikut, Mama dan Raina pergi keluar kota untuk menghadiri acara pernikahan anaknya teman Mama jadi aku balik kesini lagi.
Nesya masih terdiam saja tanpa membalasnya, Rehan pun mendekati Nesya lalu memeluknya dan meminta maaf kepada Nesya karena tadi sikapnya agak kasar. Rehan memang terlalu posesif dirinya nggak mau seperti dulu di mana orang yang di cintainya lebih memihak ke ortunya dan tak mau mempertahankan hubungannya karena anak dan lebih memilih laki-laki lain.
“Aku minta maaf Nes,” ucap Rehan sekali lagi dan masih memeluk kekasihnya itu.
Nesya masih terdiam saja dan tak membalasnya namu hanya dengan mengangguk saja, Rehan pun mencium kening Nesya dengan sangat lembut dan sayang. Rehan sangat mencintai Nesya dari awal Rehan berjuan sangat keras untuk mendapatkan Nesya walaupun sulit karena Nesya tak terlalu memperdulikannya.
Baik Nesya maupun Rehan masih saling berdiaman dan tak ada yang berbicara, Nesya memutuskan untuk membuka kulkas dan mencari makanan yang bisa di makan, tiba-tiba dirinya lapar. Nesya mengambil dua roti dan juga minuman kaleng untuknya dan Rehan, Nesya membuka rotinya dan memakannnya sedangkan Rehan hanya melihat saja Nesya makan.
“Sayang apa kamu massih marah denganku?” tanya Rehan dan mulai membuka minuman kalengannya itu lalu meminumnya.
“Nggak, aku nggak marah hanya saja aku sedang tidak mau berdebat denganmu Re,” ucap Nesya sambil masih memakan rotinya.
“Maafkan aku sayang tadi aku terlalu marah denganmu,” ucap Rehan meminta maaf lagi kepada Nesya.
“Sudahlah Re jangan meminta maaf lagi, aku sudah memaafkanmu,” ucap Nesya.
Rehan pun tersenyum dan mengangguk lalu dirinya menghabiskan minuman kaleng tadi yang di berikan oleh Nesya. Mereka kembali saling berdiaman kembali sedangkan Nesya asik dengan roti dan minumannya.
Karena Rehan yang begitu sangat sebal jika di diamkan saja dirinya pun memeluk Nesya dari belakang dan mencium tengkuk Nesya dan itu membuat Nesya sangat geli, Nesya mencoba melepaskan pelukkan Rehan namun pelukkannya begitu sangat erat sehingga percuma saja.
“Rehan tolong hentikan ini sangat geli,” mohon Nesya.
“Aku nggak akan menghentikannya sayang, siapa suruh kamu diamkan aku dan lebih baik gimana kalau kita senang-senang. Tapi aku tak mau di sini gimana kalau kita ke apartemen saja atau ke puncak saja. Ohh! Shitt! Tapi kalau kita kepuncak terlalu jauh lebih baik kita ke apartemen sekarang,” ucap Rehan.
Rehan pun menarik Nesya yang tak mau ikut dengan Rehan namun mau bagaimana pun dirinya tetap kalah melawan Rehan, akhirnya Nesya mengambil tas dan Hpnya. Rehan melajukkan kendaraan dengan kecepatan sedang, dan untung saja jalanan siang ini tak begitu ramai ataupun padat dan macet segala, beberapa menit lagi mereka juga akan sampai apartemen milik Rehan.
Rehan pun mengandeng Nesya untuk memasuki lift menuju apartemen Rehan, lift terbuka dan Rehan pun buru-buru menarik Nesya untuk berjalan dengan cepat. Rehan juga memasukkan kode apartemennya dengan buru-buru agar pintu apartemen cepat terbuka, dan Rehan ltetap menarik tangan Nesya menuju kamar mereka dan Rehan pun langsung menjatuhkan Nesya ke kasur dan Rehan pun langsung menindih Nesya.
“Rehan kamu apa-apan sih dari tadi aneh banget jalan dengan buru-buru sekarang apa ini maksudnya,” ucap Nesya melototkan matanya namun Rehan membalasnya dengan senyumannya.
“Kenapa kamu malah senyum-senyum gitu aku lagi marah sama kamu ya,” ucap Nesya lagi-lagi.
“Sayang aku sudah tak bisa menahannya lagi, gimana kalau kita langsung saja bersenang-senang dan aku akan membuatmu sampai tak bisa jalan,” ucap Rehan.
“Rehan kamu jangan macam-macam ya,” ucap Nesya.
Mungkin omongan Nesya hanya dianggap Rehan sebagai anagin saja, kini Reahan terus meransang Nesya deng ciuman-ciuman di daerah sensitif Nesya dan itu berhasil membuat Nesya tak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa mengeluarkan lenguhan saja. Rehan sangat senang dengan apa yang dirinya lakukan kepada Nesya karena Nesya selalu menikmati permainannya, Rehan terus mencium Nesya drngan tangan sambil melepaskan baju Nesya dan kini Nesya hanya tinggal mengenakan bh dan cd saja.
Rehan pun kembali mencium bibir Nesya yang sangat manis dan sexy yang selalu membuatnya kecanduan dan ingin terus melakukan hal yang lebih kepada Nesya, Rehan melepas bh dan cd milik Nesya lalu setelah itu dirinya melepaskan semua pakaiannya dan junior sudah sangat tengang sekali namu Rehan tak mau terburu-buru, Rehan masih ingin bermain-main di tubuh Nesya.
Rehan menurunkan ciumannya dari leher lalu ke payudara Nesya dan terus turun kebawah, Rehan membuaka selangkangan Nesya dengan lebar lalu Rehan mendekatkan wajanya ke area intim Nesya, Reahan menjilat klitoris milik Neys dan membuat Nesya bergelinjang tak karuan hingga membuat Nesya kelaur untuk yang pertama kalinya.
Rehan begitu puas karena melihat Nesya yang sudah keluar duluan dan membuat dirinya menjilat cairan kewanitaan Nesya tanpa tersisa, Rehan pun langsung memposisikan kejantannya ke area intim Nesya sedikit demi sedikit Rehan terus memasukkan kejatannya, milik Nesya masih saja sempit walaupun dirinya banyak bermain dengan laki-laki lain selain dirinya namun Nesya sangat pandai menjaga miliknya agar tetap sempit.
Rehan terus memompa miliknya dengan cepat sehingga mereka saling menyebutkan nama satu sama lain, Nesya sudah keluar untuk kesekian kalinya namun Rehan juga belum juga keluar. Hah! Rehan memang sangat kuat, Reahan mengatakan kepada Nesya bahwa dirinya sebentar lagi ingin keluar dan Nesya pun menganggu dan akhir mereka keluar bersamaan.
